
Pagi sekali Hana sudah berada diarea tempat kerjanya yaitu di rumah sakit. Dirinya tampak duduk tenang sembari membaca surat kabar harian yang sengaja disediakan pihak rumah sakit untuk mengisi waktu luang para karyawan yang senggang. Sesekali ia terlihat menyesapi Vanillalatte yang sudah agak dingin. Sedangkan pancake yang ia pesan sudah tersisa setengahnya.
Hari ini penampilan Hana tampak sedikit berbeda dari biasanya.Wajah putihnya terlihat cantik dengan riasan make up tipis natural. Rambut hitam panjang yang biasanya ia ikat kini dibiarkan jatuh terurai begitu saja.
Baju yang ia kenakan pun model turtleneck berlengankan pendek berwarna krem.Tak lupa jam tangan merek ternama melingkar menghiasi pergelangan tangannya. Menambah kesan elegen penampilannya seperti para wanita-wanita sosialita yang ada di televisi.
Saat Hana sedang menikmati minuman terakhirnya,tiba-tiba ada seseorang yang tanpa permisi duduk di kursi depan Hana begitu saja.
"Uhuuukkk....uhhuuuk.."
Hana pun tersedak oleh minumannya sendiri.
"Hati-hati kalau minum, wanita itu tidak seharusnya minum belepotan seperti itu," ucap lelaki yang duduk dihadapannya tanpa merasa bersalah.
"Kamu !!...kamu yang hampir membunuhku bodoh !"
"Hei...wanita itu tidak boleh mengumpat-ngumpat begitu ke laki-laki, wanita itu harus terlihat anggun seperti putri keraton ," tegurnya lelaki itu tak kalah sewotnya.
Hana baru menyadari jika sikapnya kali ini berbeda jika berhadapan dengan laki-laki yang menurutnya sangat menyebalkan ini. Ya siapa lagi kalau bukan Kenzi.
"Habis ..kamu datang seperti jailangkung ,datang gak dijemput pulang pun tak diantar," balas Hana dengan bersungut-sungut.
"Kalau begitu loe saja yang mengantarnya."
"Ogah lah...biar naik ojek aja sana."
Kenzi pun tampak tersenyum miring. Ia begitu menikmati wajah Hana yang mulai dongkol dibuatnya.Terlihat menggemaskan pikir Kenzi.
"Kebetulan sekali kan ada kursi kosong disini karena gue lihat yang lain sudah penuh, yasudah gue langsung duduk saja toh ini kan buat umum ," jawab Kenzi dengan santainya.
(Disaat amnesia pun kamu masih saja menjengkelkan bahkan bahasa bicaramu pun kembali seperti dulu Kenzi, rasanya ingin aku getok saja kepalamu itu pakai sendok yang aku pegang ini)batin Hana menggerutu.
"Baiklah...terserahmu saja," ucap Hana mengalah.
"Nah gitu dong."
Hana pun mengalihkan perhatiannya dengan membaca surat kabar yang ada disampingnya. Ia terlihat terduduk tenang padahal dalam hatinya menahan debaran yang tak normal.Jantungnya seakan ingin melompat keluar dari tempatnya.
Kenzi memperhatikan penampilan Hana dari atas ke bawah. Dirinya seakan mengingat sesuatu. Benar Kenzi pernah melihat wanita yang ada dihadapannya ini ada didalam mimpinya. Pantas saja ia merasa tak begitu asing dengan wajah wanita itu. Apakah wanita ini pernah ada didalam hidupnya ? Dan kenapa pula dahulu ia selalu hadir didalam mimpinya setiap malam.
Kenzi ingin menanyakannya langsung tapi ia urungkan. Rasanya tak afdol bila tiba-tiba menanyakan hal yang aneh kepada orang yang baru saja ia kenal. Apalagi ia belum mengetahui nama wanita itu.
"Hei...gue heran sama loe, apa benar loe ini seorang dokter ?"tanya Kenzi dengan nada mengejek.
"Maksudnya ?"
"Lihat penampilan loe sekarang, seperti ondel-ondel yang ingin ikut fashionshow ," ejek Kenzi lagi menahan tawa.
Hana tampak memperhatikan penampilannya dari atas sampai ke bawah di dinding kaca yang ada disampingnya.Tidak ada hal yang aneh menurut Hana dengan penampilannya.
__ADS_1
Kenzi pun hampir menyemburkan tawanya kembali.
"Haha...haha...rasanya menyenangkan sekali bisa menipu seorang dokter."
"Kamu ya....awas kamu yaa," Hana pun tampak kesal dibuatnya.
"Oke...oke gue minta maaf,gue cuma bercanda."
"Sudahlah aku pergi saja."
"Tunggu sebentar..,"ucap Kenzi kemudian sambil menahan pergelangan tangan Hana.
Rasanya seperti tersengat aliran listrik ketika Kenzi memegang pergelangan tangannya. Dan waktu pun seakan berhenti berputar hanya terdengar detak jantung diantara keduanya. Hana sesaat terdiam terpaku menatap wajah lelaki yang kini membuatnya gelisah.
Di saat waktu berhenti mengikuti semua langkah-langkahku
Kau adalah satu-satunya yang 'ku harap hadir dalam hidupku
Di saat mentari berhenti mencoba menghangat di tubuhku
Kau adalah satu-satunya yang 'ku tunggu hadir dalam jiwaku
Menerangi setiap sudut ruang hatiku
Memberikan kekuatan dalam setiap langkahku
Lagu cinta untukmu dari lubuk hatiku
Yang akan selalu 'ku nyanyikan sampai akhir hidupku
Yang akan selalu 'ku nyatakan di seluruh hidupmu
"Hai...hallo ?"sapa Kenzi membuyarkan lamunan Hana.
Hana pun seketika menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
"Jangan bilang, loe mulai jatuh cinta sama gue iya kan ?"
(Dasar emang sudah sifatnya tidak berubah sedari dulu selalu besar kepala begitu)batin Hana lagi.
"Kau percaya diri sekali !"
Hana pun berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Kenzi tapi tak bisa.
"Lepaskan !"
"Tunggu dulu sebentar saja."
Lalu tangan Kenzi yang lain terlihat mengambil sesuatu dari dalam saku celananya.
"Ahhh...ini dia, lebih baik ini loe pakai saja, sini biar gue ikatkan ," tawar Kenzi kemudian.
__ADS_1
"Itu kan??....," ucap Hana menggantung.
"Ini?...entahlah gue sering membawanya kemana-mana mungkin seperti jimat tapi ini kan barang milik perempuan lebih baik loe saja yang pakai ya."
Tanpa menunggu persetujuan dari Hana Kenzi pun mulai mengumpulkan rambut Hana satu persatu dan mengikatnya menjadi satu dengan ikat rambut yang ia bawa tadi.
Hana masih terdiam membisu membiarkan Kenzi melakukan apa yang ia inginkan.
(Bukankah itu ikat rambutku yang hilang 6 tahun lalu kenapa sekarang ikat rambut itu ada pada Kenzi ? Apakah Kenzi benar-benar amnesia atau hanya sekedar pura-pura saja ?)batin Hana dengan terus memerhatikan Kenzi dari dekat.
Ikat rambut itu warna hitam berbentuk sederhana dan ada mutiara yang mengelilinginya berwarna pink. Dulu barang itu adalah pemberian Kenzi namun setelah insiden yang sudah berlalu benda itu pun ikut menghilang entah kemana sehingga ia pun melupakannya begitu saja. Tapi kini benda itu ada pada orang yang telah memberikannya dulu.
"Oke...sudah selesai ! saran gue kalau loe ingin bekerja lebih baik ikat saja rambut loe itu, tapi kalau loe ingin menggerainya lebih baik jangan di hadapan banyak orang apalagi kaum lelaki ."
"Memangnya kenapa?"
"Itu...itu hanya sudut pandang dari kami sebagai laki-laki saja.he ...he..he"
"Gak jelas !"
Hana pun langsung berbalik dan berlalu dari hadapan Kenzi. Ia tak ingin lelaki itu menyadari betapa gugupnya ia berada disamping lelaki yang kini sudah tumbuh dewasa dan bertambah tampan. Setelah sekian lama berlalu rasanya masih sama seperti awal mereka berjumpa dahulu.
"Huh...dasar gadis es balok, sudah dibantuin tidak tahu bilang terima kasih lagi, heran itu cewek gitu amat baru kali ini gue dicuekin cewek," gerutu Kenzi kesal.
"Untung saja cantik..huh..gue masih penasaran tentang mimpi itu, kenapa ia bisa hadir dalam mimpi gue dulu dengan membawa bayi yang mirip sekali sama gue ? apa artinya ? apa kita pernah ada hubungan sebelumnya? tapi kita kan baru kenal," gumamnya lirih
"Aaaarrgghh....oh..Tuhan gue bisa mati penasaran ini !! pekik Kenzi membuat orang-orang disekitar melihat kearahnya.
"Oalah...bagus-bagus kok rada ora waras ngono yo jagongan dewean ?"(Ternyata...ganteng-ganteng kok agak enggak waras begitu ya ngomong sendirian?) bisik seorang ibu-ibu.
"Laiyo...padahal bagus sapertos oppa-oppa korea sing ana nang tivi iku lo buk" (Emang iya, padahal ganteng seperti oppa-oppa korea yang ada di televisi itu lo buk)balas anaknya.
"Opo kui oppa-oppa koyok jeneng panganan yo?"(Apa itu oppa-oppa seperti nama makanan ya?)seloroh sang ibu ke anaknya.
"Duh...gusti, sanes ya buk, oppa-oppa iku cara bahasane nang kene ya mas-mas sapertos iku lah.."(Ya...Tuhan...bukan ya buk,oppa-oppa itu kalau bahasa disininya ya mas-mas seperti itu loh buk),terang sang anak frutasi.
"Oalah...ngono tah"(Ternyata ..begitu tah)
Ibu itu terlihat manggut-manggut mengerti.
"Yowes..buk ayo tindak wae"(Yasudah..buk ayo pergi saja)ucap sang anak menyudahi sebelum ibunya semakin bertanya hal aneh-aneh kepadanya.
"Hehe...maaf ya ibuk ,bapak,adek..."maaf Kenzi kemudian sambil nyengir menampilkan deretan giginya yang putih.
Sebelum pergi ia seperti melihat sesuatu. Seperti sebuah name tag. Lalu ia pun terlihat membungkukan badannya untuk meraih benda tersebut. Setelah itu ia baca ada sebuah nama yang tertera disitu.
"Dr.Luthfia Hana."
"Gotcha !! akhirnya gue tahu siapa nama loe dokter es balok....hehe," gumam Kenzi seraya menampilkan senyum evilnya.
Lalu Kenzi terlihat memasuki name tag itu ke dalam saku jaket jeansnya dan pergi meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Sebenarnya Kenzi sudah boleh pulang hari ini akan tetapi kini ia harus menjalani rawat jalan dan kontrol untuk proses penyembuhan yang mengharuskannya bolak balik ke rumah sakit.
Jadi kini ia dan sang mama memutuskan untuk tetap tinggal di Solo sedangkan kak Kanza beserta anaknya sudah kembali ke jakarta. Dan papa Kim juga sudah menjalani aktivitas kerja seperti biasanya.