
Saya ucapan terima kasih kepada para author dan readers yang sudah berkenan hadir untuk memberi dukungan kepada saya
Semoga terhibur 🤗
Tetap saling menghargai yaa..
Selamat membaca_
"Itu benar ! Luna lah pelakunya !" teriak seorang wanita yang tiba-tiba datang bersama beberapa anggota polisi.
"Clara !"
Luna pun tercengang. Ia tak menyangka sahabatnya itu turut hadir. Padahal ia sengaja tak mengundang wanita itu. Agar pernikahannya lancar tiada hambatan, karena ia tahu wanita itu tengah di rundung masalah.
"Apa maksud loe Ra ? Jadi loe ikutan nuduh gue seperti mereka? Loe kan sahabat gue," kilah Luna pura-pura tak mengerti.
Clara pun menarik nafas dalam dan menghembuskannya. Mungkin inilah waktu yg tepat untuk ia menebus semua kesalahannya di masa lalu. Semua kejahatan yang ia lakukan bersama Luna memanglah tidak akan termaafkan.
Bahkan karena tipu daya dari orang yang ia anggap sebagai sahabat itu, membuatnya harus menghancurkan masa depan orang yang ia cintai.
Waktu itu, ia terlalu percaya dengan kata-kata Luna yang mengatakan bahwa ia tengah mengandung anak Johan. Dan sekarang ia baru menyadari, ternyata selama ini ia hanya dijadikan alat dan dimanfaatkan oleh seorang Luna yang selama ini ia anggap sebagai sahabat.
Meskipun nanti ia harus menerima konsekuennya ikut terseret kedalam masalah ini, mungkin ini lah bukti penyesalannya kepada Johan. Bukti cintanya terhadap lelaki manis itu. Lelaki manis yang beberapa saat lalu sempat menjadi suami sementaranya.
'Jo, gue akan menebus semua kesalahan gue baik di masa lalu mau pun di masa kini. Gue benar-benar menyesal. Semoga dengan ini loe akan bisa memaafin gue,' gumam Clara dalam hati.
"Luna, please sudahi sandiwara ini. Gue lelah terus-terusan menutupi semua kebohongan loe demi ambisi loe buat mendapatkan Kenzi ! atau gue akan bongkar semua kejahatan loe !" gertak Clara.
"Berani-beraninya loe gertak gue ya ! Harusnya loe terima kasih sama gue karena kebod*han loe itu loe jadi bisa miliki Johan. Bukankah kita impas mendapatkan keinginan kita masing-masing, hah ?!" teriak Luna dengan geram.
Luna lupa jika di ruangan itu terdapat beberapa awak media. Mereka pun tak menyia-nyiakan waktu segera merekam moment sang model ternama marah-marah didepan publik. Ini pasti akan menjadi trending topic pada acara televisi atau pun surat kabar.
"Apakah setelah ini loe akan terus menyangkal Luna?" tanya Clara.
Clara pun meminta seorang petugas polisi untuk menghadirkan seseorang sebagai saksi di antara mereka.
Mata Luna pun membulat sempurna. Kali ini Clara benar-benar menyeskatmak dirinya. Ia tak bisa berdalih. Semua orang suruhannya dihadirkan semua termasuk sang selebgram dan asistennya.
"Apakah benar kamu telah dibayar oleh Luna untuk menyabotase perusahaan keluarga Abraham agar mereka melanjutkan pertunangannya yang dulu sempat batal ? Jawab !" tanya Clara dengan lantang.
"Be...benar kak, saya sudah dibayar sama kak Luna sebesar 1 miliyar untuk menyebarkan info tak baik tentang produk kosmetik dari perusahaan KBA Beauty, tentang wajah saya yang tempo hari sempat viral itu hanya karena efek make up karena saya juga seorang beauty vlogger," terang sang selebgram.
"Bagaimana ? apa loe ingin menyangkal lagi Lun ?" tanya Clara seraya menjatuhkan pandangannya kearah Luna.
Wanita model itu pun bergetar ketakutan. Ia mencengkram kuat-kuat ujung gaunnya untuk menghilangkan perasaan takut dan tertekannya.
__ADS_1
Luna tak pernah menyangka ia akan dihadapkan dengan posisi seperti ini. Tersudutkan dan tak ada yang membelanya. Satu-satunya sahabat sekaligus orang yang memegang kartu As dirinya malah menjadi orang pertama yang menyudutkannya.
"Luna ! mama sungguh malu dan kecewa padamu !" seru mama Renata disertai isak tangis.
"Bapak polisi silahkan saja bawa anak saya untuk mempertanggung jawabkan semua perbuatannya silahkan pak," ucap papa Steve.
Lalu pandangan lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan itu menatap kearah keluarga Kenzi.
"Mas Kim, saya sangat menyesal atas keonaran yang sudah Luna perbuat. Maaf saya terlalu memanjakannya jadilah ia seperti itu. Saya siap mengganti semua kerugian yang sudah perusahaan mas Kim tanggung."
Sebenarnya papa Kim marah dan kecewa atas tindakan Luna yang sangat merugikannya, namun ia juga harus bersikap sportif untuk tidak menyudutkan pihak yang bersalah.
"Baik mas Steve, sebenarnya saya masih kecewa tapi mau bagaimana lagi jika mas Steve bersedia menanggung semua kerugian saya, ya saya terima," balas papa Kim dengan senyuman.
"Tentu mas, meski kita tidak jadi besan setidaknya kerjasama antara kita harus tetap terjalin. Dengan ini saya membatalkan pertunangan ini. Saya harap juga Luna akan bisa belajar dari kesalahan. Terima kasih mas Kim sekali lagi maafkan kelakuan Luna anak saya," sesal papa Steve.
Papa Kim pun mengangguk.
"Silahkan bawa putri saya pak !" perintah papa Steve kepada para polisi yang sudah memegangi lengan wanita model.
"Pap...papa Luna bisa jelasin, semua ini bukan keinginan Luna pap. Semua ini gara-gara Lee pap, please bantuin Luna !" teriak Luna memohon.
"Nanti bisa kamu jelaskan di kantor polisi Lun, mama dan papa akan menemanimu," ucap papa Steve seraya melepaskan genggaman putrinya dari sang istri.
"Pap...mam tolongin Luna, Luna nggak salah Luna cuma dimanfaatkan sama Lee, semua ini salah Lee pap!" histeris Luna sebelum hilang dibalik pintu gedung.
Begitu pula juga Clara dan orang-orang yang sudah ia bawa, mereka ikut serta ke kantor polisi untuk memberikan saksi atas pencemaran nama baik yang sudah Luna lakukan.
"Bi , saya nitip baby Raider dulu ya. Selama saya tidak ada tolong jaga baby Raider dengan baik, dan urus apartemen saya," pamit Clara yang sebenarnya enggan meninggalkan baby Raider.
"Baik nyonya, saya akan menjaga baby Raider seperti anak saya sendiri," balas sang baby sitter yang berusia 40 tahunan itu.
"Terima kasih."
Lalu Clara pun mengecup pipi gembul putranya. Wajah blasteran yang dimiliki Raider seakan mengingatkan dirinya kepada lelaki yang sudah meninggalkan dirinya bersama dengan sang putra.
'Maafkan mommi sayang, mommi belum menemukan ayahmu. Mommi harus menebus dosa-dosa mommi terdahulu setelah ini mommi janji akan mencari ayahmu,'
Setelah itu, wanita berambut pirang itu pun berlalu meninggalkan gedung yang masih terdengar kasak kusuk dari para tamu undangan.
Semua sanak saudara dan para kolega-kolega yang sudah hadir pun ikut membubarkan diri setelah papa Steve dan papa Kim sepakat untuk membatalkan acara pernikahan putra putri mereka.
"Bagaimana Ken ? apa loe puas ?!" tanya Darren sambil menarik turunkan alisnya.
"Puas banget !! setelah loe menyandang syatus sebagai play boy dan cassanova lalu sekarang gue kasih predikat loe sebagai raja bully ! gimana keren kan !"
__ADS_1
"S*alan loe ! kenapa predikat gue jelek semua!"
Darren pun memberengutkan wajahnya kesal. Ya dia kesal jika masih dibilang playboy atau sang cassanova, karena semenjak pulang dari Los Angeles ia merasa belum meniduri 1 wanita pun menurutnya. Kecuali tindakan itu ia lakukan dibawah alam sadarnya.
"Lalu setelah ini apa yang harus kita lakukan ?" tanya Darren.
"Kita akan menyusul Hana dan membebaskannya," jawab Kenzi yakin.
"Apa loe yakin ? kita nanti akan memasuki sarang ular berbisa. Kita nggak boleh ke gabah, kita harus mengatur strategi dan siasat untuk menyusup. Anak buah gue sudah dapat koordinasi lokasi mereka, Ayo ikut gue !" ajak Darren diikuti Kenzi di belakangnya.
Sona yang baru keluar dari kamar mandi pun terperangah karena baru saja ia tinggal 15 menit ke toilet tiba-tiba ruangan sudah sepi. Ia nampak kebingungan.
"Oppa ! oppa! mau kemana ?" teriaknya sambil berlari saat melihat Kenzi dan Darren bergegas menuju pintu keluar.
"Apa yang sebenarnya terjadi oppa? kenapa semua orang menghilang ?" tanyanya heran.
"Gue mau ke apartemen Darren, mending loe pulang aja nggak usah ikut," titah Kenzi ke Sona.
"Big No ! Sona mau ikut, Sona bosan di rumah terus dikurung kayak Betti !" rengek Sona.
"Betti ? Siapa dia Ken ? loe punya simpenan sekarang ?" tanya Darren polos.
"Astaga ! Betti itu bukan orang tapi kucing gue dodol."
"Oh..gue kira cewek pelampiasan loe!" balas Darren sambil terkekeh.
Kenzi pun hanya geleng-gelengkan kepala mendengar pemikiran temannya yang dangkal itu.
"Jadi bagaimana? apa Sona boleh ikut ?" pinta Sona sambil menampilkan wajah popy eyesnya.
"Tapi ini terlalu berbahaya buat loe Sona," cegah Kenzi.
"Apa oppa belum percaya sama Sona? apa Sona perlu membantingnya lagi seperti kemarin ?" tunjuknya kearah Darren.
Glek !
Darren pun menelan ludahnya dengan kasar. Jika Sona membuktikan ucapannya bisa saja kali ini ia benar-benar mengalami patah tulang ekornya dan dilarikan ke rumah sakit .
"Udah Ken kasih ijin aja, daripada gue nanti harus di opname," bujuk Darren takut.
"Baiklah kita meluncur sekarang, tapi loe harus ganti baju dulu."
"Siap ! aku ada baju ganti di mobil oppa !"
"Ayo lets go !" pekik Sona dengan semangat.
__ADS_1