My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Saling Tak Sapa


__ADS_3

Pagi ini tampak seluruh siswi begitu heboh, karena baru saja terdengar pengumuman dari wakil Kepala Sekolah bahwa pesta Prom Night atau disebut juga pesta malam perpisahan bagi murid kelas dua belas dipercepat empat hari lagi dari jadwal semula yang diperkirakan masih sekitar seminggu lagi.


"Haduuh....mati gue Han, gimana ini mana gue belom nyari gaun lagi, belom beli persiapan buat ini itu ," keluh Marisa frutasi..


"Aku malah belum sama sekali memikirkannya Sa, dan entah aku bisa datang apa tidak ,"balas Hana jujur.


Jujur Hana pun tak ingin ambil pusing soal pesta prom night yang akan diadakan oleh sekolah empat hari lagi. Mungkin saja dirinya tak ingin datang ke acara seperti itu. Entahlah Hana tak mempunyai gaun pesta yang bagus karena ia juga tidak pernah menghadiri acara-acara pesta seperti pada umumnya.


"Gak bisa gitu Han, loe harus dateng pokoknya pulang sekolah ini kita harus prepare gaun bareng ke butik langganan mama gue, ayolah Han...loe harus ikut yaa..please ?" pinta Marisa dengan menampilkan popi eyes nya.


Hana masih terdiam bingung. Harus datang apa tidak sedangkan dirinya sama sekali tidak punya gaun untuk pesta.


"Loe gak usah kawatir soal gaunnya, pokoknya nanti gaun sama makeup nya bakal gue sewain buat loe gratis deh ya Han , loe mau kan ?" pinta Marisa lagi memohon.


Setelah dipaksa Marisa terus menerus akhirnya pertahanan Hana luluh juga karena tidak tega melihat temannya itu terus-terusan memohon kepadanya.


"Emm...baiklah, aku akan ikut ," jawab Hana dengan tersenyum.


Ya sekali-sekali mungkin dirinya harus ikut ke acara seperti itu kan tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang belum pernah dicoba mengingat acara itu diadakan oleh sekolah pastilah tidak aneh-aneh pikir Hana.


"Yes....yeeyyy...Hana ikut...Hana ikut !" sorak Marisa dengan riang seperti anak kecil yang baru dibelikan mainan baru oleh ibunya.


"Tapi diacara nanti kita wajib membawa pasangan Han, nanti ada seleksi juga untuk King and Queen prom. Ada pesta dansa juga loh terus pasangan loe entar siapa ?" tanya Marisa ingin tahu.


"Duhh...aku gak tau gituan gimana ini ? Masa harus pasangan Sa ? Kalau pasanganmu nanti siapa Sa ?" tanya Hana balik.


"Pasangan gue ya Boby lah siapa lagi, daripada pusing-pusing nyari pasangan mending yang ada aja...hehe ," jawab Marisa nyengir.


"Terus aku harus sama siapa dong ?? Kamu kan tahu sendiri aku enggak banyak dekat sama anak cowok ," tanya Hana lesu.


Marisa tampak berfikir kira-kira siapa yang cocok jadi pasangan Hana ? Menurut Marisa yang cocok sama Hana ya Kenzi. Tapi Kenzi sudah jadi tunangan orang.


(Duhh...siapa ya ?)batin Marisa ikut bingung.


"Udah...loe tenang aja Han, nanti gue minta tolong temen deh buat jadi pasangan loe ," sahut Boby yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.


"Ahha !!...bener tuh Han, untung aja ada loe Bob ," pekik Marisa senang.


"Terus sekarang rencana kalian apa?" tanya Boby ke Marisa dan Hana.


"Hehe....Gini Boby gue yang cakep ," rayu Marisa dengan manjanya.


"Hmm...pasti ini ada maunya ini mah ," tebak Boby karena sudah hafal dengan kebiasaan Marisa. Setiap Marisa berlaku manja atau sedang memuji dirinya itu tandanya ada sesuatu yang Marisa minta.

__ADS_1


"Iih...Boby tau aja sih jadi tambah cakep deh ," puji Marisa lagi.


"Iyalah jangankan kebiasaan maunya loe kayak gini kebiasaan tidur loe aja gue tau ,"sahut Boby lagi.


"Iih...Boby gila !! gue ngambek nih. Udah ah..kalau enggak mau dimintai tolong mending pulang aja loe sono !" usir Marisa kesal karena lagi-lagi Boby membuka aibnya.


Marisa mempunyai kebiasaan ketika tidur yaitu tidak bisa tidur jika tidak memeluk guling. Pernah dulu waktu kelas sepuluh sewaktu diadakan camping oleh sekolah, Marisa lupa membawa guling dan tentu dirinya pasti akan malu jika membawa benda seperti itu ke acara sekolah.


Tapi untungnya ada Boby yang selalu perhatian.Karena Boby tahu Marisa pasti tidak akan pernah bawa guling karena jaga image dan itu akan mengganggu tidurnya. Akhirnya Boby inisiatif untuk membawakan Marisa guling meski teman-temannya yang lain menertawakan dirinya tetapi bagi Boby kenyamanan Marisa adalah hal yang lebih utama.


"Yeey...gitu aja ngambek dah, udah atuh hayo mau minta apa?" desak Boby karena dirinya sangat malas kalau harus menghadapi ngambek Marisa yang terus-terusan kalau tidak dituruti.


"Hehe...antar kita ke butik langganan mama gue yak ? biasa kita mau prepare buat malam prom night sekalian aja entar loe nyari setelan juga ," pinta Marisa dengan riang.


"Asyiiaaap !! kapan nih?" sahut Boby cepat.


"Sekarang aja yuk ah Hana, kita langsung kesana aja ya ini kan jam bebas boleh pulang kapan aja ,"ajak Marisa antusias.


"Hmm...baiklah"jawab Marisa pasrah.


Mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju parkir.Kebetulan hari ini Boby ke sekolah bawa mobil ayahnya jadi mereka bertiga bisa berangkat bersama.Setelah mereka bertiga masuk, mobil Boby pun melaju keluar sekolah menuju jalan raya.


"Han...emm...gimana keadaan loe?" tanya Marisa hati-hati saat ditengah perjalanan.


"Keadaanku ?? baik kok kenapa?" tanya balik Hana heran.


"Boleh...," sahut Hana singkat.


"Yang bener ?! asyiik ada temennya !" pekik Marisa riang.


"Lebay loe cha...selama ini kan ada gue yang selalu temenin loe ,"sambung Boby sambil menyetir.


"Issh...kalau loe mah gak bisa diajak tidur ..wew !" ucap Marisa mencebikan bibirnya.


"Bisa kok...kalau loe mau mah ," balas Boby lagi sambil menaikan turunkan alisnya melihat bekalang dari spion depan.


"Dasar mesum loe ! jangan harap deh and jangan ngimpi !" sahut Marisa bersungut-sungut.


Boby pun hanya menanggapinya dengan terbahak-bahak sungguh menggoda Marisa adalah hiburan tersendiri baginya. Sedangkan Hana hanya geleng-geleng kepala menyaksikan tingkah kedua temannya yang suka berantem itu sambil sesekali memijat keningnya.


Mobil mereka terparkir rapi di halaman butik. Mereka bertiga pun masuk. Marisa tampak antusias memilih gaun yang tampak indah sedangkan Hana hanya melihat saja memandang tak berminat. Bukannya tak berminat bagaimana pun tidak mungkin Hana merogoh tabungannya untuk membeli gaun yang sudah jelas terlihat mahal harganya itu. Sedangkan Boby sudah pergi entah kemana.


Diwaktu dan tempat yang sama terlihat Kenzi dan Luna sedang memilih gaun juga di ruangan berbeda.

__ADS_1


Kenzi menyahuti malas berbagai tanya Luna sedari tadi tentang gaunnya. Karena merasa bosan, akhirnya Kenzi memutuskan untuk berkeliling.Tanpa sengaja dirinya bertemu dengan Hana yang sedang duduk sambil sesekali memainkan ponselnya membalas pesan seseorang.


Kenzi terpaku, betapa hatinya merindu kepada wanita es nya itu. Lalu diam-diam Kenzi pun memotret Hana yang masih terduduk dari samping. Senyuman pun terukir manis dibibirnya. Sungguh hatinya masih untuk Hana seorang. Dan Kenzi pun menpunyai sebuah ide. Dihampirinya pelayan butik itu.


"Mbak...maaf bisa minta tolong sebentar ?" tanya Kenzi ke salah seorang pelayan yang terlihat masih muda.


Pelayan itu hanya menatap Kenzi dengan muka terkejutnya.


(Mimpi gue semalem terwujud bisa-bisanya hari ini gue disamperin oppa-oppa kasep eng..)batin pelayan tersebut.


"Hallo...maaf mba...bisa minta tolong tidak ?!" tanya Kenzi lagi agak menekan.


"Oh...iya maaf mas, bisa...bisa kok mau minta tolong apa ya?" tanya pelayan itu kikuk.


"Tolong carikan gaun yang paling bagus yang sesuai dengan wanita yang duduk disana, bisa ?" titah Kenzi agak memerintah.


"Bisa mas...ke sebelah sini kalau mau gaun yang terbaru. Ini belum diupdate masih progres sih tapi mas jangan kawatir ini buatan desainer handal kami ," terang pelayan tersebut.


"Baiklah...pilihkan yang terbaik untuk wanita yang duduk disana tadi, pastikan saja ukurannya yang pas ," perintah Kenzi sambil memainkan ponselnya.


Pelayan itu hanya membalas dengan menganggukan kepala. Sela 15 menit pelayan tadi kembali dengan membawa sebuah gaun yang dibawakan oleh temannya.


"Ini mas sudah saya pilihkan gaun yang terbaik di butik kami, mas bisa melengkapi administrasinya di kasir ," ujar pelayan muda tersebut.


Tanpa menjawab Kenzi pun mengikuti pelayan tersebut. Sampainya dikasir Kenzi dengan segera menyerahkan blackcard nya ke pelayan kasir yang bertugas.


"Tolong gaun ini nanti kirimkan ke alamat ini ya mbak dan tolong sekalian tagihannya sama biaya kirimnya ," pinta Kenzi seraya menyerahkan alamat yang barusan ia catat disebuah kertas.


"Baik ...mas terimakasih sudah berbelanja di butik kami ," balas pelayan butik dengan ramah.


Saat urusan Kenzi sudah selesai bertepatan pula dengan Luna sedang mencari-cari keberadaan dirinya.


"Ken...Kenzi..dimana kamu sayang ?" panggil Luna hati-hati.


Kenzi yang mendengar pun melangkah ke arah suara Luna.


"Aku disini Lun ," jawab Kenzi singkat.


"Kamu kemana saja Ken ? aku mencari-carimu sedari tadi, belanjaanku sudah beres mari kita pulang.Tapi aku merasa lapar, oh...bagaimana kalau kita makan dulu sebelum pulang ?" ajak Marisa antusias.


"Ya...sudah, terserahmu lah ,"balas Kenzi sekenanya.


Mereka pun pergi dan Luna merangkul lengan Kenzi dengan manjanya. Mereka terlihat pasangan yang serasi.

__ADS_1


Sedangkan diruangan sebelah Hana tampak menitikan air matanya. Hana tak salah dengar suara itu benar-benar suara Kenzi dan Luna. Mendengar obrolan mereka saja sepertinya kehidupan lelaki yang pernah ia cintai itu bahagia bersama wanita lain. Dalam hati Hana akan bertekat untuk melupakan Kenzi. Tapi Hana bingung bagaimana caranya. Ia tak pandai dalam hal percintaan.


Lalu Hana pun beranjak dari tempatnya dan menghampiri Marisa dan Boby yang sudah terlihat selesai berbelanja.


__ADS_2