My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Bingkisan Merah


__ADS_3

Hari sudah mulai menjelang sore, pria kecil berkacamata itu terlihat menggengam sebuah penyemprot tanaman. Selama tinggal diapartemen milik Kenzi, ia lah yang merawat tanaman-tanaman dollar milik lelaki itu.


Bukan menjadi suatu kewajiban sebenarnya, hanya saja ia merasa harus melakukannya untuk mengusir rasa bosan. Jika dulu saat masih bertugas menjadi seorang dokter ia wajib merawat para pasien-pasiennya maka objek tanaman itu lah yang kini menjadi pengganti para pasiennya.


Wanita berparas Tionghoa itu tampak tak bersemangat. Hana pikir ia akan damai dan bebas seharian seorang diri di apartemen milik Kenzi. Ternyata angannya untuk bisa menikmati 'Women time' yang ia harapkan sirna sudah karena kedatangan seorang Darren.


ting ... tong


ting ... tong


Tiba-tiba bunyi bell apartemen mengalihkan atensinya. Mungkin saja itu Kenzi, sedari pagi lelaki maskulin itu tak terlihat batang hidungnya sama sekali. Bahkan memberinya pesan pun tidak sepertinya memang benar-benar sibuk, mengingat masalah perusahaan yang sedang ia hadapi bukanlah kaleng-kaleng.


Dengan perasaan riang ia berjalan menuju kearah pintu depan. Kebetulan sekali ia baru selesai memasak pasta hitung-hitung untuk membalas jasa atas semua kebaikan yang lelaki maskulin itu curahkan kepadanya.


Sesampainya diruang depan, melihat seonggok daging tak berguna yang tergeletak diatas sofa membuatnya kesal jika mengingatnya kembali. Karena lelaki itu membuatnya harus membersihkan diri sampai dua kali dipagi hari yang dingin.


Bagaimana tidak ? lelaki yang bertampang macho dan dilengannya yang kekar bertatookan 'Spongebob' muntah dengan tidak elitnya membasahi tubuh hingga rambutnya yang sudah bersih beraroma baby. Bahkan lelaki itu mengigau meneriakan nama Magaret dan Paula. Oh...ya ampun, bagaimana bisa Kenzi mempunyai teman segesrek ini ? Jika ia dalam mode wanita sudah pasti tak akan tertarik dengan lelaki model Darren yang doyan minum dan main perempuan.


Lalu ditendangnya kaki lelaki macho itu dari hadapannya, sudah hampir seharian lelaki itu betah tak sadarkan diri. Mungkin saja jika ia bukan teman Kenzi, sudah ia gulung bersama selimut dan membuangnya ke laut lepas biar jadi santapan hiu , ikan piranha, godzilla atau alien laut sekalian.


Sampainya ia didepan pintu, ia tak melihat seorang pun berdiri diluar sana terlihat dari layar intercom yang terpasang cantik di tempatnya. Untuk memastikan sendiri ia mulai membuka pintu apartemen itu dan benar. Tak ada seorang pun yang berdiri diluar sana.


Namun netra coklatnya menangkap sesuatu. Sebuah bingkisan berwarna merah terdapat sebuah tulisan semacam ucapan dalam bahasa mandarin menggunakan huruf 'Hanzi'. Tulisan itu tertulis di sepucuk kertas berwarna merah sama seperti kotak kardus yang membungkus bingkisan itu.


Dalam budaya masyarakat China atau Chinese warna merah itu berlambangkan kekuatan, kesejahteraan dan keberuntungan. Hana menautkan alisnya tanda bingung, bukankah perayaan imlek sudah berlalu ? Lalu kenapa tiba-tiba ada seseorang yang menaruh bingkisan warna merah itu di depan apartemen Kenzi ? Apakah mungkin lelaki itu yang sudah menaruhnya dan sengaja untuk memberikannya kejutan ? Tidak..tidak mungkin ! Ia merasa tak pernah menceritakan apapun tentang budaya yang berasal dari mendiang ayahnya itu.


Lalu dengan segala rasa penasaran yang menggebu, diraihnya sepucuk kartu ucapan itu dan mulai membacanya. Meski lama tinggal di Indonesia bukan berarti ia tak mengerti segala budaya baik bahasa atau warisan leluhur dari mendiang ayahnya. Karena sewaktu kecil sebelum keluarganya memilih menetap di Indonesia, ia dan keluarganya pernah tinggal di negara tirai bambu tersebut selama kurang lebih enam tahun lamanya.


为了我的哈娜女王


Wèile wǒ de hā nà nǚwáng


( Untuk My Queen Hana )


你还记得我吗?


Nǐ hái jìdé wǒ ma?


( Apakah kau masih mengingatku ? )


我们以前总是一起玩

__ADS_1


Wǒmen yǐqián zǒng shì yīqǐ wán


( Dahulu kita selalu bermain bersama )


我怀念那些时光


Wǒ huáiniàn nàxiē shíguāng


( Aku merindukan masa-masa itu )


如果你想知道我是谁


Rúguǒ nǐ xiǎng zhīdào wǒ shì shéi


( Jika kau ingin tahu siapa diriku )


明天在泰元餐厅见


Míngtiān zài tài yuán cāntīng jiàn


( Temui aku besok di restoran Taewon )


一个人来


( Datanglah seorang diri )


然后你就会知道我是谁


Ránhòu nǐ jiù huì zhīdào wǒ shì shéi


( Maka kau akan tahu siapa diriku )


Lalu didekapnya sepucuk kartu ucapan yang mirip dengan sebuah surat itu. Jantungnya berdebar-debar seakan tengah memompa darah dengan kuat. Siapa gerangan pengirim bingkisan ini ? Ia tak merasa memiliki teman masa kecil. Dan ingatan masa kecilnya saja sepertinya sudah terhapus bagaimana mungkin orang ini masih mengingatnya ?


Wanita berwajah oriental itu pun mulai membuka bingkisan itu dengan hati-hati takut jika saja bingkisan berwarna merah itu berisi sebuah bom atau sejenisnya. Saat sudah terbuka, syukurlah akhirnya ia bisa bernafas dengan lega. Ternyata isi bingkisan itu memanglah sebuah barang seperti oleh-oleh.


Dikeluarkannya satu persatu barang itu, ada kue Bulan itu kue tradisional kesukaannya dulu tapi saat ini sangat sulit mencarinya. Ada kue keranjang khas perayaan imlek dan sebuah kain Sutera berwarna merah muda dan putih. Kain sutera itu nampak indah dan mempesona. Itu merupakan kain sutera terbaik dan tentu saja termahal yang pernah ia lihat.


"Siapa gerangan yang sudah mengirimiku barang seperti ini ? Sepertinya ia sangat mengenalku ? Tapi aku tak merasa mempunyai sahabat kecil ?" gumam Hana lirih.


Lalu buru-buru ia merapikan barang-barang itu sebelum Darren sadar dari komanya. Untuk kuenya ia akan menyimpannya di patry. Ia bisa saja beralasan mendapatkannya dari membeli. Tidak mustahil kue keranjang kini banyak dijual di Indonesia terutama saat perayaan Imlek.

__ADS_1


Saat ia sedang menyimpan benda-benda itu datanglah Kenzi dengan raut wajah lelahnya. Sepertinya ia sudah bekerja sangat keras hari ini.


" Hai, maaf aku tak sempat berpamitan tadi pagi."


"Tidak apa-apa Ken ? pasti kau sangat lelah aku sudah membuatkan teh hijau hangat untukmu," balas Hana dengan suara bass yang agak direndahkan.


Kenzi pun tampak mengerutkan dahinya sambil bertanya tanpa suara. Hana pun menjawabnya dengan menunjuk kearah Darren. Ternyata itu penyebab Hana kembali memainkan perannya. Dihampirinya lelaki yang masih tertidur pulas dilantai. Padahal lelaki macho itu sudah Hana tempatnya diatas sofa kini malah sudah berpindah tiduran dilantai.


Sesaat ia berfikir ingin diapakan lelaki belangsak yang hampir membuat jati diri Hana terbongkar. Lalu senyum smrik menghiasi wajah tampannya. Sedangkan Hana hanya memperhatikan tingkah sang tuan rumah. Kali ini drama apa lagi yang akan dibuat oleh dua lelaki yang gagal dewasa ini.


Dengan pasti ia melangkah menuju patry untuk mengambil gelas besar untuk kemudian diisikan air. Dengan tersenyum-senyum ia menghampiri temannya yang masih tertidur pulas. Tanpa pikir panjang ia guyurkan air itu tepat diatas wajah Darren.


Byuuuur !!!


"Ampun ! ampun Magaret ampun Paula aku tidak selingkuh, aku mencintai kalian !" pekik Darren karena terkejut.


Kedua orang yang memperhatikannya hanya terkekeh menahan tawa bahkan Kenzi sudah tidak kuat lagi untuk tidak tertawa terbahak-bahak.


"Ha..ha...ha...makanya loe bangun bod*h ! lihat air liur loe sudah membanjiri sofa kesayangan gue, bahkan bau loe melebihi bau domba yang tidak pernah mandi ! Enyah loe dari tempat gue ! " seru Kenzi dengan nada sedikit marah.


"S*alan ternyata loe Ken ! perasaan gue tadi lagi di Hawai sama Magaret dan Paula kenapa tiba-tiba gue terbangun bersama batangan seperti kalian !" gerutu Darren dongkol karena dibangunkan dengan cara yang extrim.


"Wanita melulu pikiran loe, buruan bangun pasti loe belum makan kan ? Hansel udah masakin pasta buat kita."


Kini pandangan mata Darren berpindah kepada pria kecil berkumis tipis itu. Perasaan kemarin ia sempat bermimpi. Entah itu nyata atau memang sebuah mimpi ia melihat Hansel berubah menjadi seorang wanita yang cantik dengan rambut hitam panjang tergerai indah tanpa kumis tipis yang melekat di antara hidung mancung dan bibir tipis itu.


Deg !


( S*al ! kenapa jantung gue berdebar-debar lagi ? yang benar saja masa gue suka sama itu cupu, tapi kalau diperhatiin lama-lama ia memang manis. Astaga !! lama-lama gue bisa gila ini !) teriak Darren dalam hati.


Dengan terburu-buru ia memutuskan kontak mata dengan pria kecil itu. Wajahnya memerah membayangkan hal barusan. Bisa-bisanya ia berfikir Hansel itu manis. Hancur sudah keplayboyan yang sudah ia sandang semenjak sekolah.


"Aarrgghh ! gue bisa g*la !" teriak Darren seraya berlari kearah kamar mandi dalam apartemen Kenzi.


Sedangkan Hana dan Kenzi hanya cengo di tempat sambil melempar pandangan satu sama lain. Mereka hanya menatap kepergian temannya itu yang tiba-tiba tingkahnya berubah menjadi aneh bin ajaib.


Hai kak !


Terima kasih atas dukungannya ya..


Tinggalkan like dan koment kalau suka. Dan favoritkan biar tidak ketinggalan up nya.

__ADS_1


Saranghae 😘😘


__ADS_2