My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Seperti Mengulang Masa Lalu


__ADS_3

Hari ini Kenzi ada jadwal kontrol dengan Johan. Karena penglihatannya sudah berfungsi dengan baik akhirnya Kenzi diperbolehkan kembali membawa kendaraan. Ia menyewa sebuah motor sport di agen penyewa kendaraan untuk para turis.


"Kenzi...kau yakin akan membawa motor ini sendirian ?"tanya mama Laura khawatir


"Yakin ma..sekalian Kenzi ingin menikmati suasana disini yang masih tampak asri tidak seperti di kota."


"Ken...bukannya mama melarang hanya saja kau baru saja bisa melihat kembali, apa sebaiknya kau pergi diantar mang Budi saja?"


Mang Budi adalah sopir pribadi dari keluarga Abraham yang sengaja ditugaskan untuk mengantar kemana saja mama Laura maupun Kenzi pergi dan membantu segala kebutuhan majikannya itu.


Kenzi pun tampak menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.


"Tidak ma....Kenzi hanya ingin melatih sensorik dan motorik Kenzi yang sudah lama tidak Kenzi gunakan,Johan pula sudah memberi Kenzi ijin."


Mama Laura pun masih terdiam. Sebenarnya berat harus melepaskan kembali Kenzi untuk membawa motor seorang diri mengingat kecelakaan fatal yang membuat putranya itu harus mengalami kebutaan bertahun-tahun lamanya. Mama Laura tak ingin hal itu terjadi kembali dengan Kenzi.


"Kenzi janji ma..kali ini Kenzi akan lebih berhati-hati lagi. Lagi pula Kenzi sekarang dalam keadaan sadar,ya..ma please?" mohon Kenzi dengan memelas.


" Yasudah...kamu harus janji sama mama bawa motornya harus hati-hati dan jangan ngebut dijalan ya? mama tidak ingin terjadi sesuatu denganmu lagi Ken," pesan mama Laura dengan nada penuh khawatir.


"Yeey....terima kasih ma, Kenzi bakal tepati janji Kenzi ke mama."


"Harus...pokoknya ! kalau tidak mama akan mengutukmu menjadi malin kundang," ancam mama Laura.


"Ya ampun mama...Kenzi kan bukan anak durhaka masa dikutuk jadi malin kundang sih."


"Terus maunya dikutuk jadi apa?"


"Jadi Kris Wu mungkin he..he."


"Kris Wu? siapa dia?"


"Itu eks Exo yang temennya bang Sehun sama Kai grupband terkenal asal Korea itu loh ma."


"Mama enggak tahu mereka Kenzi."


"Terus mama tahunya apa?"


"Yang mama tahu itu hanya Han So Hee si pelakor cantik itu yang di film apa yaa..? The world of the married kalau gak salah ," jelas mama Laura sambil mengingat-ngingat kembali film yang beberapa waktu lalu sempat membuatnya emosi setengah mati sampai ia harus kehilangan sebuah laptop kesayangannya.


"Giliran Kenzi yang enggak tahu ma."


"Ya sudah atuh ma, kapan Kenzi berangkatnya ini kalau mama ngajak debat terus?"


"Hehe...yaudah hati-hati ya Ken, ingat pesan mama."


"Iya..Kenzi berangkat ma..assalamualaikum."


"Wa'allaikumsalam," balas mama Laura sambil melambaikan tangannya kearah Kenzi yang sudah berlalu dengan motornya.


##


"Ya Tuhan kenapa aku merasa sial sekali hari ini ?" keluh Hana sambil berjalan tertatih menuju halte yang ada di sebrang jalan dari tempat ia berdiri.


Bagaimana tidak sial ? ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Hari ini dirinya sudah bangun kesiangan belum motor matic kesayangannya mengalami bocor ban ditengah jalan.


Kini ia harus berjalan tertatih untuk mencari ojek atau angkutan umum tapi sepertinya mustahil mencari angkutan umum di daerah sini mengingat jalan yang ia lalui saat ini adalah kawasan pedesaan bukan jalan besar.


Akhirnya Hana sampai juga dihalte yang ia tuju.


(Kalau disini ada halte berarti pasti ada angkutan umum dong yang lewat semisal ojek atau apa yang lain gitu)pikirnya.


"Duh...mana sudah siang lagi pasti telat ini kalau sampai ke rumah sakit, aku harus ijin masuk telat ini ke Profesor Fajar...iya aku harus telepon beliau,"gumamnya.


Profesor Fajar adalah dokter senior sekaligus pembimbing Hana di bidang spesialis jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular)selama berkerja di rumah sakit tersebut.


Orang-orang biasa memanggilnya malaikat maut karena ia ahli kardiologi di rumah sakit di tempat Hana bekerja.

__ADS_1


"Hallo...selamat pagi prof, maaf saya boleh ijin tidak prof ?"


"........"


"Maafkan saya prof, saya sedang mendapat musibah dijalan motor saya bannya bocor jadi saya mungkin datang telat."


"........"


"Ah...terima kasih prof, saya akan usahakan secepatnya untuk sampai ke rumah sakit."


"........"


"Iya...prof Fajar sekali lagi terima kasih."


Hana pun mengakhiri teleponnya dengan profesor Fajar. Saat ia akan kembali duduk tiba-tiba...


Splaasssshh !!


"Astagfirulloh....hei berhenti !"


Pengemudi motor yang barusan melaju melewatinya itu pun tampak menghentikan laju motornya tanpa menoleh kearah sumber suara yang memanggilnya.


"Maaf ya...bisa tidak naik motornya lebih hati-hati lagi kamu tidak tahu kalau kamu tidak hati-hati bisa merugikan orang lain seperti aku."


Pengendara motor tersebut masih diam ditempatnya.


(Aneh ini orang bukannya minta maaf malah diem gitu aja kayak patung manekin lagi)batin Hana menggerutu.


"Maaf...apa kamu bisa mendengarku tidak?hei...!"


Hana mencoba menepuk pelan bahu sang pengemudi itu.


(Apa dia kesurupan ya?mana disini sepi lagi, seseorang tolonglah aku,pangeran atau ksatria kuda putihku tolonglah aku !)jerit Hana dalam hati karena mulai ketakutan.


Hana mencoba mencengkram kuat sweter dan tasnya saat melihat pengemudi itu mulai ingin membuka helmnya. Belum sempat ia melihat wajah pengemudi tersebut Hana sudah mengambil langkah seribu.


"Hei...kenapa loe berlari ?emang gue hantu apa?" ucap pengemudi itu lagi.


Hana pun menghentikan langkahnya. Sepertinya ia mengenal suara yang tampak tidak asing ditelinganya itu.Terlihat pengendara itu menghampiri Hana dengan motornya.



"Hei...loe baru saja lihat hantu ya? masak cowok secakep gue dikira hantu sih mana ada hantu keluyuran disiang bolong begini?" tanyanya lagi.


Tidak salah lagi Hana mengenal suara itu. Suara yang sering mengganggunya akhir-akhir ini. Hana pun menoleh ke arah pengemudi yang berhenti tepat disampingnya mencoba memastikannya sendiri.


"Kenzi !.ehh...maksud aku kamu ngapain kamu sudah naik motor lagi ? penglihatanmu kan belum lama pulih ?"


"Dokter Johan yang udah ngasih ijin gue buat naik motor lagi, lagian gue bosan disini kemana-kemana harus pakai sopir."


(Johan ! kenapa kamu kasih ijin ini orang sih kalau kenapa-kenapa lagi bagaimana?)gumam Hana khawatir.


"Heii....kamu kan baru saja membuatku kotor seperti ini kamu harus tanggung jawab !"


"Bukan salah gue, tapi itu salah loe juga kenapa harus berdiri tepat di depan kubangan air seperti tadi ?"


"Mana aku tahu ada kubangan air dijalan itu aku tidak memperhatikannya."


"Sama gue juga," jawab Kenzi santai.


(Oh...Tuhan lama-lama aku bisa hipertensi ini kalau harus berdebat dengan lelaki ini, sekarang ia jauh lebih menyebalkan daripada dulu)pekik Hana dalam hati.


"Oke...oke kalau gitu tolong antar aku kerumah sakit."


"Loe pikir gue ojek loe gitu?"


"Yasudah kalau tidak mau !,jangan muncul lagi dihadapanku !"pekik Hana mulai kesal.

__ADS_1


Kenzi pun tersenyum miring melihat wanita yang ada didepannya tampak terlihat kesal.


"Baiklah dokter es balok....tapi gue minta satu permohonan sama loe."


"Permohonan apa?"


"Ada deh...buruan naik sepertinya loe sudah kesiangan."


"Huh...menyebalkan !"gerutu Hana pelan.


"Apa loe bilang?"


"Ehh..enggak kok."


"Ya sudah buruan!"


Hana pun tampak masih memberengutkan wajahnya menahan kesal. Tapi tetap saja ia mengikuti titah Kenzi untuk naik ke atas notor kebagian penumpang.Motor Kenzi pun mulai melaju membelah jalanan yang tampak lenggang itu.


Sepanjang perjalanan baik Hana maupun Kenzi tampak diam membisu. Dari belakang Hana mampu mencium aroma parfum Kenzi yang segar menenangkan. Aromanya tak pernah berubah masih sama seperti dulu.


"Hei...dokter es balok kenapa tidak berpegangan?"


"Sudah kok ," jawab Hana bingung pasalnya ia merasa sudah berpegangan dengan handel jok motor.


"Loe pikir gue tukang ojek apa ?! Coba siniin tangan loe."


Hana pun menuruti perintah Kenzi yang agak aneh menurutnya meski setengah bingung diulurkan juga tangannya kearah Kenzi.


Kenzi pun meraih telapak tangan Hana dan melingkarkan pada pinggangnya.


"Kan kalau gini kan aman, gue gak mau ya kalau nanti gue dituntun buat nikahin loe kalau loe kenapa-kenapa dijalan."


"Ya terserah kamu saja," Hana tampak pasrah dibuatnya. Padahal sebenarnya didalam hati ia sedang berperang melawan debaran jantungnya yang meletup-letup.


Kenzi pun tampak tersenyum miring melihat muka Hana yang sepertinya masih tampak kesal dari kaca spionnya.


(Ya Tuhan kenapa rasanya masih sama seperti dulu,seperti mengulang masa lalu)gumam Hana dalam hati.


Hana pun membayangkan bagaimana pertemuan pertama kalinya dulu bersama lelaki ini. Dengan kejadian yang hampir sama.


Kulepas semua yang kuinginkan 🎶


Tak akan kuulangi


Maafkan jika kau kusayangi


Dan bila kumenanti


Pernahkah engkau coba mengerti 🎶


Lihatlah aku di sini


Mungkinkah jika aku bermimpi


Salahkah tuk menanti


Takkan lelah aku menanti 🎶


Takkan hilang cintaku ini


Hingga saat kau tak kembali


Kan kukenang di hati saja


(Hah...Sepertinya loe mulai suka sama gue ya dokter es balok, salah loe juga jadi wanita seperti es lihat saja nanti akan gue buat loe mencintai gue..hehee)batin Kenzi menampilkan senyum evilnya.


Dilajukannya kembali motornya sedikit agak cepat.Karena wanita yang sekarang ada di kursi penumpangnya itu pasti sudah telat melihat sinar matahari yang sudah meninggi.

__ADS_1


__ADS_2