
Karena sakit kepala yang dialami Kenzi hingga membuatnya pingsan, mama Laura memutuskan untuk menghubungi psikiater yang menangani Kenzi selama ini. Oleh psikiater mereka disarankan untuk segera kembali ke Jakarta untuk melakukan konsul ke dokter syaraf tentang perkembangan otak Kenzi saat ini.
"Ken...mama sudah siapin barang dan tiketmu, kita harus segera kembali ke jakarta besok pagi."
"Memangnya kita berangkat pukul berapa ma ?"
"Sekitar pukul sembilan pagi, mama sengaja mengambil penerbangan awal biar kita bisa langsung mengunjungi ke psikiatermu."
"Baiklah...tapi Kenzi besok ingin mengunjungi seseorang ma."
"Siapa??"
"Teman Kenzi."
"Tentu saja, besok mama yang akan mengantarmu.Mama takut sesuatu hal terjadi kembali kepadamu Ken"? ucap mama Laura dengan lembut.
Flasback On
Siang itu mama Laura sedang asyik menonton televisi favoritnya sekarang.Ya selama proses penyembuhan mata Kenzi,ia lebih banyak menghabiskan waktu dihotel tempat ia menginap dengan menonton televisi yang selama ini sangat ia jarang lakukan. Karena rutinitasnya dulu hanya dokumen, dokumen dan dokumen.
Kini ia banyak menghabiskan waktu seperti ibu-ibu rumah tangga pada umumnya. Melakukan senam,yoga , masak dan sebagainya. Saat ia sedang asyik mencoba resep yang baru saja ia dapat dari televisi yang ia tonton.Tiba-tiba ada telepon masuk dari Kenzi.
"Kenzi ? Apa ada sesuatunya hal yang terjadi ?"gumamnya seraya mengernyitkan dahinya.
"Hallo....iya Ken ada apa nak?"
"Hallo ma....tolong jemput Kenzi ma,"jawab Kenzi lirih sambil menahan sakit di kepalanya.
"Kamu dimana Kenzi ?mama akan segera kesana."
"Di restauran tempat biasa kita makan ma dekat rumah sakit."
"Oke...jangan kemana-mana ya nak tunggu saja kedatangan mama."
Telepon pun ia matikan dan mama Laura pun langsung bergegas menuju tempat dimana Kenzi berada dengan diantar oleh sopir pribadinya.
Sampainya mama Laura di tempat yang Kenzi maksud ,dengan tergesa-gesa ia menerobos masuk ke dalam restauran yang terlihat ramai beberapa orang yang sedang mengelilingi sesuatu. Saat ia mulai mencari menatap sekeliling dalam restauran tersebut tapi tak ditemukan anaknya itu.
"Maaf..Ibu sedang mencari siapa nggih?" tanya salah satu pelayan restauran ke mama Laura.
"Saya sedang mencari anak laki-laki saya mbak, tadi katanya ia makan disini. Anaknya lagi kurang sehat jadi saya diminta jemput kesini ," tutur mama Laura jujur.
"Oh...mungkin mas-masnya yang pingsan di sebelah sana bu, mari ikut saya," ajak pelayan tersebut.
"Apa pingsan mbak ?!"
"Iya...tadi mas-masnya itu tiba-tiba pingsan bu, kami tidak tahu penyebabnya apa karena takut mengganggu pelanggan lain oleh teman saya dipindahkan ke sofa yang ada disisi sebelah sana," jelas pelayan itu seraya menunjuk keberadaan Kenzi.
Saat sudah sampai mama Laura melihat ada pelayan lain yang mencoba menyadarkan Kenzi dengan minyak kayu putih yang ia pegang.
__ADS_1
"Sus...buruan ngalih iku biyunge mas'e wes tekan!"(Sus...buruan pergi itu ibu masnya sudah datang!) tegur pelayan yang mengantarnya.
"Lagi ae kesampekan iso ngelus-ngelus pipine oppa-oppa ganteng kok yo uwes" (Baru saja kesampaian bisa ngelus-ngelus pipinya oppa-oppa ganteng kok ya udahan)gerutu pelayan yang terlihat kecentilan itu.
Temannya yang mengantar mama Laura tampak menepuk jidatnya sendiri. Pasalnya temannya yang bernama Susi itu norak dan tidak tahu malu.
"Maafkan teman saya ya bu."
"Oh...tidak apa mbak, terima kasih ya sudah menjaga anak saya."
"Sama-sama bu maaf saya tidak bisa lama-lama karena masih ada pengunjung lain, saya pamit dulu ya bu."
"Oh...iya silahkan mbak."
Lalu mama Laura pun memanggil mang Budi untuk membawa Kenzi ke mobil mereka dibantu oleh seorang pelayan pria restauran tersebut.
Flasback off
Pagi ini Kenzi dan mamanya benar-benar menemui teman yang Kenzi bilang kemarin di rumah sakit. Ia sengaja datang pagi sekali sampai sarapan pun harus didalam mobil.
"Ken...memangnya siapa yang kamu ingin temui ? kenapa harus dirumah sakit?" tanya mama Laura penasaran.
"Teman ma, ia bekerja di rumah sakit ini..aakhh !! itu dia sudah datang ma !" seru Kenzi seraya menunjuk kearah orang yang ia maksud.
"Bukankah itu temannya dokter Johan?"
"Benar ma...yasudah Kenzi tak banyak waktu ma nanti saja Kenzi jelaskan."
"Hei...dokter es balok tunggu !" teriak Kenzi dari kejauhan.
Hana yang merasa namanya terpanggil pun menghentikan langkahnya dan mencari sumber suara yang memanggilnya.
"Kenzi ?? Kenapa pagi-pagi sekali ia kesini ?"gumam Hana lirih.
"Hai...maaf mengganggu waktu loe ya," sapa Kenzi setibanya dihadapan Hana.
"Tidak mengapa...memangnya ada perlu apa kamu datang kesini pagi-pagi sekali ?Jam kontrol pasien baru dibuka nanti pukul delapan pagi."
"Akh....sebenarnya gue kesini bukan ingin kontrol.Lagian masa kontrol gue sudah habis dan mata gue sudah dinyatakan sehat sepenuhnya."
(Alhamdulillah...akhirnya kamu bisa menjalani hidup normalmu kembali Ken, setidaknya aku tidak perlu merasa khawatir lagi)
Kini mereka berdua sedang duduk dihalte yang ada didepan gedung rumah sakit.
"Lalu ?"
"Emm...begini gue bingung harus memulainya dari mana, jujur gue hanya ingin tahu apa sebelumnya kita pernah saling mengenal ?"
"Akh...maksud gue apa kita pernah berteman atau sebagainya ? karena gue merasa tidak asing dengan loe," ucapnya mengoreksi.
__ADS_1
"Gue pernah bermimpi didatangi wanita yang sangat mirip dengan loe dan ia membawa seorang bayi," lanjutnya.
Nafas Hana tercekat mendengarnya.
(Apa....apa Kenzi sudah mulai mengingat tentang hubungan kita dulu ?)
"Katakanlah sesuatu Hana, apa kita pernah mengenal sebelumnya ? jujur sedari awal gue sudah penasaran akan mimpi itu," desak Kenzi kembali.
Kenzi pun memanggil Hana dengan namanya karena ia yakin ia pernah mempunyai hubungan dengan wanita yang ada disampingnya itu.
"Katakanlah apa saja yang kamu ketahui Ken ?" pinta Hana seraya menahan air matanya untuk tidak jatuh.
"Didalam mimpi wanita itu memanggil gue dengan papa dari bayi yang ada dalam gendongan wanita itu."
"Gue tidak mengerti maksudnya apa? Tolong jelasin sama gue Han. Kalau kita memang pernah saling mengenal sebelumnya."
Air mata Hana pun tak sanggup lagi ia bendung. Ia menangis terisak.
(Aku bingung harus memulainya dari mana Ken?semua ini seperti menyayat kembali luka yang telah lama sembuh)
"Baiklah...jika loe enggak bisa jelasin ke gue,kedatangan gue hanya ingin menanyakan rasa penasaran gue tentang mimpi itu dan mengembalikan ini."
Kenzi pun mengulurkan sebuah name tag ke telapak tangan Hana yang beberapa waktu lalu ia temukan .Kenzi tak tega melihat Hana yang berurai air mata.
(Gue akan mencari tahunya sendiri, setelah gue bisa mengingat kembali gue pastikan akan mencari dimana pun loe berada dokter es)
"Oke...waktu gue tidak banyak lagi, sebentar lagi pesawat gue akan take off menuju Jakarta. Gue harap suatu waktu kita bisa bertemu kembali dokter es balok."
"Gue pergi dulu..bye."
"Tunggu sebentar Kenzi !"
Hana pun mengambil sebuah foto dalam dompetnya dan menyerahkannya ke telapak tangan Kenzi.
"Aa..aku tidak bisa menceritakannya Ken, aku harap kamu bisa mengingatnya sendiri melalui foto ini."
Lalu setelah itu Hana pun berlari masuk ke dalam rumah sakit sambil sesekali menghapus air mata yang tak bisa berhenti.
Hatinya perih jika harus mengingatnya kembali. Semua yang ia lalui selama ini tidaklah mudah. Dulu jiwa dan batinnya sangat tertekan hingga ia harus mendatangi seorang psikiater untuk menormalkan hidupnya kembali. Tentu semua itu tanpa sepengetahuan keluarga buleknya dan juga Johan.
Serpihan hati ini 'ku peluk erat
Akan 'ku bawa sampai 'ku mati
Memendam rasa ini sendirian
'Ku tak tahu mengapa aku tak bisa melupakanmu
Kenzi menatap kepergian Hana dengan hampa. Kali ini ia yakin jika gadis es yang selalu terngiang dalam ingatannya adalah wanita yang sama yang baru saja ia temui beberapa saat lalu.
__ADS_1
Ia pun memandang foto sepasang anak SMA yang terlihat saling melirik satu sama lain yang baru saja ia terima dari Hana.Tidak salah lagi itu memang foto dirinya bersama dokter es itu dimasa muda.