My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Beraksi


__ADS_3

"La...la...la...la..la ..laa..."


"La...la...la..la..la..laaa."


Terdengar seorang gadis imut menirukan lirik lagu yang ia putar dari mp4 yang terlihat dari dasbord mobilnya. Sesekali ia menirukan dance dari 'Hwasa' member idol grup dari 'Mamamoo' itu yang bergerak lincah dan luwes dalam video. Ia menyukainya.


🎶Yogeul hado meogeo chehaesseo hado


Seoreowodo eojjeogesseo I do


Modudeul miwohaneura aesseonne


Nal muneotteurimyeon


Baby doena 🎶


Single musik berjudul 'Maria' itu menggema memenuhi seisi mobil yang ia kemudikan membuat siapa saja yang mendengarkan akan mengikuti koreografi dari lagu tersebut seperti dirinya. Pembawaan musik yang santai, asyik dan berenergik membuat paginya bersemangat.


🎶Maria maria #


Neol wihan mariya


Binnaneun bamiya


Neol goeropijima


🎶O maria neol wihan mariya


Mwo hareo adeungbadeungha


Imi areumdaunde


🎶(Yeah) Oh na ah ah


(Yeah) neol wihan mariya


(Yeah) Oh na ah ah


(Yeah) areumdawo maria 🎶


Saat ia sedang asyik bernyanyi tiba -tiba ada sekumpulan orang lebih tepatnya seperti preman berpakaian serba hitam terdiri dari 3 motor itu menghadang mobilnya dari depan.


Sedari tadi para preman itu membuntutinya setelah keluar dari gang rumah Abraham. Melihat mangsa mereka tanpa bodyguard yang biasa mengikutinya membuat mereka bergegas untuk melancarkan aksinya.


Salah seorang preman turun dan menunjuk kearah dalam mobil dimana Sona masih terdiam mematung.


"Hei ! nona turun kau dari mobilmu serahkan barang-barang milikmu dan ikut lah bersama kami !" teriak seorang preman yang wajahnya dipenuhi oleh tato dan tindik.


"Ciih! mereka ini apa-apaan mengganggu waktu santai ku saja. Mereka belum tahu saja siapa yang sedang mereka hadapi sekarang," gumamnya sambil tertawa sinis.


"Hei..nona!! kau tuli ya keluar dari mobilmu ini !" teriak preman yang berkumis lebat.


"Sh**** ! masa aku yang cantik seperti jenni blackpink ini dikatain tuli belum kena bogem mentah dariku ini.Oke Sona waktunya beraksi ! sudah lama sekali aku tidak mematahkan lengan seseorang !"


Lalu diambilkan sarung tangan hitam miliknya yang setiap sudutnya berigi. Dan berbagai perlengkapan seperti kunai dan belati ia sematkan pada salah satu pahanya. Penampilannya sudah seperti LaraCroft .Sebuah film aksi-petualangan yang diadaptasi dari sebuah video game anak-anak yang diperankan oleh Angelina Jolie artis favoritnya.

__ADS_1


Hari ini ia sengaja tidak ingin diikuti oleh para bodyguard yang Kenzi perintahkan untuk menjaganya. Karena ia akan melalukan treatment dan spa yang memakan waktu cukup lama. Oleh karena itu ia tak ingin orang lain menungguinya karena itu akan membuatnya tidak bisa rileks.


Jika orang lain mengira isi tas gadis itu adalah bedak,lipstik atau peralatan make up lainnya. Mereka salah besar. Isi tas wanita cute itu yang tak lain berisi peralatan berkelahi seperti sarung tangan bergerigi yang sekarang ia kenakan. Dan senjata tajam pun tak luput pula ia bawa kemana-mana.


"Wahh ! punya nyali juga itu cewek," ejek preman yang berkepala plontos.


Sona pun hanya membalasnya dengan tersenyum miring mengejek.


"S*alan tu cewek ! hayo maju semua !" teriak salah satu preman yang mukanya dpenuhi bekas luka sayatan. Sepertinya ia adalah pimpinan para kawanan preman itu.


"Mari Sona, let's dance !" dihidupkannya musik yang barusan ia dengarkan untuk mengiringi aksinya.


Musik pun terdengar mengiringi perkelahian antara gadis imut dan 6 preman itu.


Seorang preman berkepala plontos mulai mengarahkan pemukul baseball kearahnya, dengan secepat kilat ia menghindar. Tubuhnya yang ramping dan mungil mempermudahkannya untuk menghindar dari setiap pukulan yang mereka layangkan kepadanya.


Ia berhasil menghindar, menangkis dan mengunci lengan mereka bahkan ia tak segan untuk mematahkan lengan salah satu preman yang mencoba menusuknya dari belakang.


"Ampun...ampun nona, maafkan kami ! tolong lepaskan kami, kami mengaku kalah," rintih seorang preman yang bertato.


"Cih ! kalian ini preman berbadan besar tapi kalah sama saya yang badannya kecil, makanya jangan menilai orang itu dari sampulnya !"


"Oke, saya akan telepon polisi untuk meringkus kalian semua biar kalian jera tak menyakiti orang lagi !" ketus Sona dan mulai meraih ponselnya yang ia simpan dalam mobil.


"Tolong nona, jangan laporkan kami kepada polisi,kami janji kami tidak akan menyakiti nona lagi !" pinta salah seorang preman yang berkumis.


"Baiklah, tapi itu semua tidak gratis ! saya akan melepaskan kalian tapi dengan satu syarat," Sona tampak tersenyum devil. Ia mempunyai sebuah ide untuk menghukum para kawanan preman itu.


"Sini !!" panggil Sona kearah preman yang wajahnya penuh sayatan dan darah yang keluar dari sudut bibirnya yang robek.


Preman itu meringis menahan sakit tapi tetap saja ia menuruti gadis itu kalau tidak bisa-bisa gadis itu merontokkan semua giginya.


"Bagaimana ?" tanyanya kembali.


"Andai kalian menolak jangan harap kalian bisa lolos dari genggaman saya, meski kalian bersembunyi sampai lubang semutpun pasti bisa saya temukan ! karena mama saya adalah seorang FBI sudah pasti mudah bagi saya untuk menemukan berandal seperti kalian !" gertak Sona dengan nada mengancam.


Glek !


Para preman tampak menelan ludahnya sendiri dengan susah payah.


"Ba...baa..baik nona ! kami terima tawaran nona asal jangan penjarakan kami. Kasihilah anak istri kami !" balas preman yang penuh luka sayat itu.


Kini ia terlihat seperti Sona yang berbeda. Jika biasanya ia terlihat manis, feminim dan gadis yang lemah jangan salah kini ia terlihat seperti rubah yang siap mengamuk.


Lalu ia mengambil kunai yang ia kaitkan pada pahanya dan menancapkan pada sela-sela paha preman yang berkepala botak.


"Saya pegang ucapan kalian ! saya harap kalian tak akan mempermainkan saya ! ini kartu nama saya, dan saya minta nomor salah satu dari kalian," ucapnya mengintimidasi.


"I..ii..ini nona," jawab preman yang wajahnya penuh sayatan sambil menyerahkan ponselnya yang retak tapi masih berfungsi.


Sedangkan preman yang berkepala botak sudah pipis dicelananya. Ia sudah takut setengah mati jika kunai itu berhasil mengenai aset berharganya.


"Baiklah, sekarang kalian pergi dan obatin luka teman kalian, ini uang untuk berobat !" ucap Sona seraya menyerahkan 10 lembar uang berwarna merah kepada mereka.


"Cepat pergi ! sebelum fikiran saya berubah ! cepat pergi !" usir Sona kepada para preman. Ia tak ingin orang lain memergokinya. Bisa-bisa nama keluarga Abraham tercemar karena ulahnya.

__ADS_1


"Ba..baik nona, terima kasih."


Para preman itu pun lari terbirit-birit mengendarai sepeda motor mereka.


"Akhirnya," ucap Sona merasa lega.Lalu ia masuk kembali kedalam mobilnya.


Bagaimana pun untuk saat ini ia dibawah naungan keluarga berpengaruh itu. Ia tak ingin membawa nama besar keluarga Kenzi. Karena mereka sudah cukup baik mau menampungnya selama ini. Setelah kebangkrutan perusahaan ayahnya karena ulah pamannya ia harus menuruti perintah mendiang ayahnya untuk menikah dengan anak dari sahabatnya dari Indonesia.


Awalnya ia menolak, tapi setelah tahu seperti apa seorang Kenzi. Kali ini ia menerimanya. Meski hati lelaki itu kini mencintai wanita lain tapi ia yakin suatu saat pasti ia bisa meluluhkan hati lelaki yang sudah berhasil mencuri hatinya itu.


Sona pun mengelap luka sayat pada pipi kirinya dengan tisue.


"Ohh tidak ! wajahku yang imut !" keluhnya sambil membersihkan darah yang mengalir dan menutupnya dengan plester bergambar animal.


Lalu ia menjalankan kemudinya kembali ke tujuan awal. Ya meski ia tak bisa facial karena luka sayat pada wajahnya setidaknya ia bisa spa dan berendam dengan air hangat. Itu pasti akan menyenangkan pikirnya.


****


Braakk !!!


Terdengar seseorang menggebrak meja yang ada didepannya.


"Bod*h..bod*h kalian ! Menculik gadis kecil saja tak becus ! Apa sebenarnya keahlian kalian itu ?! melawan bodyguard seperti itu saja tak mampu !" umpat seseorang kearah preman yang sudah babak belur itu.


"Maa..maafkan kami bos, bukan bodyguardnya yang melawan kami akan tetapi gadis itu sendiri yang sudah mengalahkan kami."


"Apa ?! itu mustahil."


"Be..benar bos gadis itu ternyata ahli bela diri sepertinya ia menjelma seperti Angelina Jolie," sahut preman yang berkepala botak.


Temannya yang bertato menyikut lengannya agak keras.


"Loe gila apa nyari mati !" bisiknya tertahan.


"Siapa itu Angelina Jolie ?! jawab!" gertak lelaki paruh baya itu lagi.


"Mampus loe !" ejek preman yang bertato.


"Ah..anu itu bos aktor favorit saya," jawab preman botak asal sambil meringis.


"Kalian pikir ini main-main ?! sudahlah kalian pergi saja sana. Dasar preman tak becus melawan gadis kecil saja tak bisa ! Badan saja yang besar tapi otak kalian tumpul !"


"Ada lagi yang tumpul bos," sahut preman botak lagi.


"Apa ?!"


Preman yang penuh luka sayat pada wajahnya pun meninju perut temannya itu hingga meringis kesakitan.


"Eng..enggak bos, Jono cuma bercanda. Baiklah kami undur diri."


"Tunggu sebentar, ini bayaran kalian. Karena kalian gagal aku hanya bisa beri seperempatnya," ucapnya seraya melempar uang yang dibungkus kantong plastik.


"Terima kasih bos !"


"Dasar preman-preman tak berguna ! menangkap gadis kecil saja tak bisa ! Masa iya gadis itu bisa mengalahkan mereka seorang diri. Itu mustahil !" gerutunya geram.

__ADS_1


Gadis kecil yang ia maksud adalah Sona. Sona yang ia kira adalah kekasih Kenzi sudah menjadi target mereka selanjutnya. Akan tetapi ternyata ia gagal.Gadis kecil itu bukan gadis biasa.


"Awas kau Abraham ! aku pastikan akan bisa menghancurkan kebahagiaan keluargamu seperti dulu saat kau merebut Laura dariku !" gumamnya kesal lalu meminum minumannya dan melemparkan gelasnya ke sembarang arah.


__ADS_2