
β PLEASE ! JANGAN BOOMLIKE UNTUK SESAMA AUTHOR SALING MENGHARGAI. KALAU MEMANG TAK INGIN BACA LEBIH BAIK LIKE 1-2 BAB SAJA. KARENA BOOMLIKE ITU BISA MEMPENGARUHI PENILAIAN KARYA DARI SISTEM YANG MENYEBABKAN KARYA ITU KEHILANGAN HAK PROMOSI DARI NT. TERIMA KASIH.
Teett...tett..tett..ππ
Bel masuk pun sudah berbunyi tanda jam pelajaran dimulai. Hari ini hari Rabu jadwal mapel pertama yaitu penjaskes. Semua murid kelas XIia1 mulai berganti pakaian olahraga berwarna biru tua campur muda.
Ya..untuk membedakan tiap muridnya, sekolah memberi seragam olahraga dengan warna yang berbeda. Warna Hijau muda untuk kelas X, warna biru tua campur muda untuk kelas XI, sedangkan untuk kelas XII warna merah maroon.
Warna biru juga merupakan warna kesukaan Hana.Sesaat Hana mengingat sesuatu yang terlupakan. Lalu dia membuka tas dan mencari disetiap sudutnya.Hana mencari sapu tangan biru milik Kenzi yang selalu lupa dia kembalikan padahal selalu dia bawa kemana-mana disekolah. Setelah ketemu , Hana menyimpan nya disaku baju olahraga yang dia kenakan barang kali ketemu Kenzi lagi.
Tapi sebenarnya ia sangat malu untuk bertegur sapa lagi dengan Kenzi. Karna sudah lumayan lama sapu tangan itu belum juga dia kembalikan ke pemiliknya.
Priiiittt....priiiitttt....priiittt!!
Terdengar bunyi peluit pak Agung selaku guru penjaskes yang mengajar dikelas Hana.
"Anak-anak hayo berkumpul semua..!!" teriak Pak Agung dari kejauhan.
Para penghuni XIia1 pun bergegas menuju lapangan dimana pak Agung guru penjaskes itu berdiri. Dan pak Agung pun memberi arahan kepada para muridnya untuk berbaris. Setelah dirasa semua sudah berkumpul, barulah Pak Agung memberi penjelasan.
"Selamat pagi ! salam sehat selalu !" seru pak Agung mengeluarkan yel-yel ala penjaskes.
"Pagi pak !! Salam sehat selalu !" balas seluruh murid kelas XIia1.
"Baik...pagi ini saya ada informasi baik, kali ini kita tidak akan berolahraga sendirian tapi kita kedatangan murid dari kelas XIis1 karena Pak Ilham selaku pengajar murid IPS berhalangan untuk hadir, maka dari itu tadi beliau berpesan untuk menitip murid didikannya kepada bapak, hayo anak-anak IPS1 mari berkumpul semua bergabung dengan IPA1!" teriak pak Agung menggunakan pengeras suara.
Terlihat dari kejauhan anak-anak kelas XIis1 mulai berjalan beriringan menuju tengah lapangan. Dimana anak-anak kelas XIia1 sudah berkumpul terlebih dahulu.
"Wooaa.....asyiik...asyiik ada oppa gue yang handsome ! gilaa...ngimpi apa semalem gue !"teriak Marisa.
"Gue..harus foto nih dan update buat status pasti anak-anak pada ngiri ke gue deh !"sela Abel teman sekelas Hana juga.
"Ihh...Norak lo ca gtu aja dibilang handsome, handsome juga gue kali ," sela Boby sambil menaik turunkan kacamata kudanya.
"Brisiiik dah !...gue bosen liat kacamata kuda loe by ," balas Marisa.
Sebenarnya Boby menyukai Marisa sedari dulu tapi demi persahabatannya, Boby lebih memilih memendam perasaannya daripada persahabatannya dengan Marisa hancur.
Dan pandangan Hana pun tertuju pada seseorang yang sedari kemarin dia ingin temui tapi selalu tak jadi karena faktor malu.
__ADS_1
"Oke...semua sudah berkumpul, luruskan barisan dari depan samping kanan kiri kalian ya, untuk pemanasan pagi ini kita akan melakukan senam setelah itu kalian bisa olahraga bebas !" seru Pak Agung penuh semangat.
Musik khas senam pun dimulai. Semua murid mulai mengikuti gerakan yang dilakukan oleh Pak Agus.
Saat asyik mengikuti gerakan senam tak sengaja mata mereka bertemu, dan seperti biasa Kenzi melempar senyum termanisnya kearah Hana. Hana pun hanya menanggapinya dengan tersenyum kikuk takut salah sasaran dan bukan dirinya lagi yang Kenzi senyumin.
Setelah pemanasan selesai, dengan berusaha berani Hana menghampiri Kenzi yang sedang bersiap untuk melakukan battle basket dengan anak kelas Hana.
"Hem...permisi , "sapa Hana dengan ragu.
Pemuda maskulin pun langsung berbalik karena mengenali suara siapa yang barusan menyapa nya itu.
"Iya...ada apa ya?,eh..elo kan hem... , ?" tanya Kenzi sambil pura-pura mengingat siapa orang yang ada didepannya padahal dia selalu merperhatikan gadis oriental itu.
"Hana ....panggil aku Hana aja ," balas Hana memperkenalkan diri.
"Oh...iya ada perlu apa ya, apa ada yang bisa gue bantu?" tanya Kenzi pura-pura bodoh.
"Eh..enggak kok, aku cuma mau balikin sapu tangan yang kamu pinjemin kemarin ," terang Hana tak enak hati. Jujur ini mengingatkan dirinya kepada kejadian sebulan lalu pertama kali kenal seorang Kenzi.
"Ohh...sebenarnya itu gak usah dibalikin ge gak papa kok. Buat loe aja buat kenang-kenangan dari gue ," jujur Kenzi pun udah gak inget sama sapu tangan kesayangannya itu.
"Ehh....tapi__," belum selesai Hana bicara Kenzi sudah berlari menuju lapangan.
Hana pun semakin tak enak hati. Terpaksa sapu tangan itu Hana simpan kembali ya mungkin benar kata Kenzi, sapu tangan itu jadi kenangan awal mereka berkenalan.
Mata pelajaran penjaskes pun berlangsung selama 2 jam. Begitu usai, para siswa bubar menuju kantin untuk mengisi dahaga mereka dan menyisakan siswi-siswi genit yang sibuk mengajak selfi ria dengan sang bintang famous.
Disela-sela keramaian itu, Kenzi bisa melihat Hana yang langsung berpaling saat tatapan mata mereka bertemu. Kenzi mengerti, segera Kenzi bubarkan diri dan menjauh dari sekumpulan siswi yang ingin berfoto ria bersamanya. Kenzi tak ingin dianggap tukang tebar pesona dimata Hana. Entahlah Kenzi ingin terlihat baik didepan gadis berwajah oriental itu.
Segera Kenzi dan teman-temannya menuju kantin yang mulai ramai karena jam istirahat barusan terdengar.
Terlihat Hana hanya membeli roti dan air mineral dingin untuk dibawa makan ke dalam kelasnya.
Kenzi memperhatikan itu, lalu ia membeli susu kotak rasa vanila-strawbery untuk diberikan kepada Hana.
"Han...Hana..tunggu sebentar, ya ampun jalan loe cepet banget sih kayak kereta ,"gurau Kenzi mencoba akrab.
Hana hanya menanggapinya datar ,padahal sebenarnya Hana mencoba menormalkan detak jantungnya yang Hana rasa kurang sehat.
__ADS_1
"Ini...buat loe, jangan lupa diminum yah ,"ucap Kenzi sambil mengulurkan susu kotak yang dibelinya tadi di kantin.
Kenzi pun langsung berlari setelah memberikan susu. itu kepada Hana.
"Terima kasih..Kenzi !" balas Hana lirih dan mungkin hanya Hana yang mendengarnya.
Sampainya pemuda maskulin di dalam kantin langsung temannnya serbu dengan pertanyaan yang membuatnya terpaksa untuk berbohong.
"Ken...loe dari mana aja sih, et dah ngilang mulu perasaan?!" tanya Darren yang sedari tadi seperti anak ayam kehilangan induknya mencari Kenzi.
"Sorry...gue dari toilet hehev," bohong Kenzi.
Tak mungkin dong Kenzi jujur ke temannya yang ember satu ini kalo baru saja dirinya memberi Hana sebuah susu kotak. Bisa-bisa dia diledekin terus oleh temanya itu.
teettt....tettt....teettt!!!ππ
Para siswa yang dikantin pun berhamburan masuk ke kelas masing-masing termasuk Kenzi dan Darren.
Entah karena apa tiba-tiba Kenzi ingin mampir dulu ke kelas XIia1 kelasnya Hana.
Entah,..semenjak kapan Kenzi pun baru menyadarinya.Setelah hampir sebulan yang lalu semenjak Kenzi tanpa sengaja bertegur sapa langsung dengan Hana,Kenzi merasa kehadiran Hana sangat mengusik hari-harinya.
Diam-diam Kenzi selalu memperhatikan Hana. Menurut nya Hana termasuk gadis yang berbeda, dia terlihat biasa aja saat melihat nya.bBerbeda dengan para siswi yang lain mereka begitu menggagumi dirinya.
Selama ini bukannya Kenzi tak tau bahwa banyak siswi yang sangat menggilainya. Bahkan setiap hari Loker dia penuh dengan hadiah dan tempelan stiker berlambangkan π dari para penggemarnya.
Bukan karena lokernya sengaja dibuka tapi memang kuncinya hilang dan Kenzi sangat malas mengurusinya karena memang sedikit ribet.
Tapi semua itu tak membuat Kenzi luluh begitu saja, justru dia tak menyukai wanita yang terang-terangan mengejar pria.Wanita itu takdirnya dikejar bukan malah mengejar,begitulah prinsip seorang Kenzi.
Saat sampai didepan kelas XIia1 mata Kenzi tertuju pada gadis oriental yang sedang membaca buku.
"Woii...malah bengong lagi !"sentak Reno sambil melambaikan tangannya didepan wajah Kenzi.
"Ehh..iya sorry. Gue cuma mau bilang ke loe kalau nanti sore kita latihan buat turnamen basket bulan depan ,"ungkap Kenzi.
"Oke...entar kita kumpul di aula sepulang sekolah aja ,"111ajak Darren.
"Asyiiap...komandan !" balas Reno sambil mengangkat tangan nya memberi hormat kearah Kenzi dan Darren.
__ADS_1
"Oke...kita ke kelas dulu ya..bye !" ucap Kenzi mengakhiri.
Sebelum pergi pun pemuda maskulin sempat melirik kearah Hana.Tanpa sengaja, mata mereka bertemu kembali dan seperti biasa Kenzi pasti ajan melemparkan senyum kearahnya.Tapi cuma sebentar, Kenzi tak ingin kedua sahabatnya menyadari. Lalu buru-buru dia berbalik dan melangkah menyusul Darren yang ada didepannya.