
"Kenzi !kenapa kamu lama sekali ?! mama hampir keriput karena nyamuk-nyamuk disini pada nakal gigitin mama." omel seorang wanita paruh baya yang masih asyik menipuki serangga penghisap darah itu.
Sedangkan lelaki maskulin itu hanya membeo ditempat ,ia merasa speechless mendadak karena kehadiran mamanya yang dengan tiba-tiba datang menyambangi apartemennya.
"Kenzi !" teriak mama Laura kesal.
"Eh...iya ma tumben mama kesini ngapain ?" jawab Kenzi setelah tersadar dari speechless nya.
"Mama pengen bicara sama kamu,awas minggir ! kenapa kamu berdiri disitu terus?" omel mama Laura lagi.
Seketika Kenzi mengingat Hana. Wanita itu masih bersiap-siap didalam kamarnya.Yang ingin dia lakukan saat ini hanyalah mengulur waktu.Ia tak ingin rencananya sampai gagal karena ketahuan oleh mamanya sendiri.
"Akh..itu ma apartemenku berantakan soalnya tadi ada tikus dan kecoa." tutur Kenzi beralibi.
"Apa ?! tikus dan kecoa ? bagaimana bisa? kenapa kamu jorok sekali Kenzi ?! Dimana hewan berbau itu mama akan semprot dia untung mama bawa semprotan ini kemana-kemana." oceh mama Laura percaya dengan alibi yang anaknya buat sambil menunjukan sebotol penyemprot serangga dari dalam tas branded nya.
Kenzi pun hanya menepuk dahinya pelan.Niat hati ingin menakut-nakuti mamanya demi mengulur waktu Hana untuk bersiap-siap malah mamanya sangat antusias menanggapi kebohongannya.
Lagian mana ada yang percaya apartemen mahal nan mewah miliknya dihuni hewan-hewan pengerat dan berbau itu.Hanya mamanya seorang yang mudah ia kibuli.
Mama Laura pun mendorong tubuh atletis putranya dan menerobos masuk kedalam sambil menenteng penyemprot serangga ditangannya.
"Mana Kenzi apartemenmu tidak berantakan sama sekali juga,kamu berbohong ya?! "tanya mama Laura penuh selidik.
"Eng..enggak kok ma beneran tadi ada udah Kenzi panggilin petugas kebersihan ya sekarang udah bersih lah." bohongnya kembali sambil meringis.
"Duh...mama maafin anakmu ini Kenzi terpaksa berbohong demi kebaikan.Mungkin mulai saat ini dan seterusnya.maaf ma.." gumamnya dalam hati.
"Oh..begitu tah." balas mama Laura manggut-manggut sambil memasukan kembali penyemprot serangga andalannya.
"Lagian mama kenapa bawa barang-barang seperti itu sih?"
"Kamu tahu Ken,ini tuh senjata mama.Setelah kejadian penusukan itu mama harus antisipasi sendiri.Ini bentuk protection mama.Meski bodyguard ada tetap saja kan mama harus jaga-jaga."
"Memangnya apa saja yang mama bawa ?"
Kini mereka berdua sudah duduk diruang tamu.Dengan semangat mama Laura pun memperlihatkan peralatan protection ala dirinya.
"Ini ada semprotan serangga yang tadi,ini penyemprot hama, ada racun tikus,ada gunting kebun juga."
"Astajimm mama,mama itu mau ngebun apa mau apa sih ?biasanya kan peralatan tempur wanita itu pakai cabai bubuk apa sambel apa cuka apa lada bubuk gitu kan ma."
"Mama alergi semua bahan itu Ken,jadi mama pakai ini saja. Ini juga lebih efektif membunuh kuman kok." tutur mama Laura sambil nyengir.
"Ya sudah terserah mama aja tapi hati-hati semua bahan itu beracun ma,mama harus pakai sarung tangan untuk memegangnya."
"Ini juga pakai kok,kan gak lucu masa mama mau racuni penjahat malah mama yang kena sendiri nanti siapa dong yang meracuni mereka?"jawab mama Laura sambil terkekeh.
Ibu dan anak itu pun tertawa bersama menanggapi kekonyolan yang mereka buat.
"Oh..iya langsung keintinya saja,ada apa gerangan mama kesini malam-malam begini ?"
Obrolan yang tadinya dipenuhi guyonan pun seketika berubah menjadi serius terlihat dari raut wajah mama Laura.
"Begini nak, keluarga Alexandria tadi siang menemui mama dan papa.Mereka mengajukan rujuk tentang pertunanganmu dengan Luna yang dulu sempat batal."
Kenzi pun terkejut bukan main.Pasti ini ulah wanita itu.Sungguh ia tak ingin berhubungan dengan wanita itu lagi.Cukup sekali dulu saja wanita itu mempermalukan harga diri dan keluarganya.
__ADS_1
"Lalu jawaban mama sama papa apa?" tanya Kenzi tak semangat.
"Papamu menyetujuinya."
"A..apa?! kenapa tidak bicara dulu dengan Kenzi ma? mama tahu sendiri bagaimana keluarga mereka dulu mempermalukan kita? apa mama sudah lupa?"cerca Kenzi dengan emosi.
"Tenang dulu Ken,mama juga tak ingin punya mantu seperti Luna tapi mama juga tak bisa menyangkal keputusan papamu.Ini juga semua karenamu !" ucap mama Laura kesal sambil melempar bantal kecil yang ada didekatnya kearah Kenzi.
"Salahku ? Kenapa jadi aku yang salah sih ma ?"
Kenzi pun membelalak tak percaya.Dia yang akan jadi korban akibat perjodohan tapi malah dia juga yang disalahkan.
"Iya ini semua salahmu ! Kamu lupa umurmu sekarang bukan ABG lagi malah udah mau kepala tiga.Tapi tak satupun wanita yang berhasil kamu bawa pulang.Apa kamu mau jadi bujang lapuk seumur hidupmu?!"
"Mama jadi heran sebenarnya kamu itu tidak laku apa gimana ?"oceh mama Laura berapi-api sambil berkacak pinggang.
Rasanya Kenzi ingin menenggelamkan diri didasar laut yang paling dalam saja mendengar kata-kata mamanya yang sangat memalukan itu.Pasti kini Hana bisa mendengar suara mamanya yang sangat keras tak kalah kerasnya dari pengeras suara ditempat hajatan.
Sedangkan Hana yang berada didalam kamar pun berusaha mati-matian menahan tawanya agar tak meledak.Hingga tak sengaja ia kelepasan dan menimbulkan suara kikikan.
"Tunggu sebentar Ken,mama seperti mendengar suara tawa seseorang."
Lalu mama Laura pun mulai beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ruangan dalam.
"Waduh...gawat ini bagaimana kalau sampai ketahuan mama ?bisa gagal rencanaku sama Hana."
"Ma...mama salah dengar kali ma,orang Kenzi enggak dengar apa-apa kok." bujuk Kenzi agar mamanya membatalkan niatnya.
"Kamu pikir mama harus ke dokter THT?! "tanya mama Laura dengan garang.
"He..he enggak ma mungkin itu hanya halusinasi mama saja." ucapnya sambil meringis.
Kenzi pun mincep seketika. Ia tak berani menyangkal mamanya lagi.Mamanya kalau marah auranya seperti singa betina yang kelaparan.
"Mama yakin pasti disini ada orang lain selain kita berdua."ucap mama Laura penuh keyakinan sambil terus berjalan memeriksa ke setiap sudut ruangan.
Kenzi pun hanya mengekor dibelakangnya dengan perasaan harap-harap cemas.
"Kamu lagi makan Ken? kenapa kamu tak menawari mama,padahal kamu seorang diri disini tapi makananmu banyak sekali." oceh mama Laura saat tiba diruang makan.
"Eng..anu ma tadi Kenzi lapar sekali jadi ya pesan semua makanan itu.Kalau tidak habis kan bisa dikulkasin." jawab Kenzi berusaha sesantai mungkin meski hatinya sudah cemas setengah mati.
"Oh." hanya itu jawaban yang terlontar dari mulut mama Laura.
Lalu mama Laura pun beranjak pergi lagi dari tempat itu.Kini tujuannya adalah ke kamar Kenzi.
"Mampus gue...mampus gue !"
Saat mama Laura memegang knop pintu kamar Kenzi dan memutarnya,Kenzi terlihat menahan nafas dan menutupi seluruh wajahnya dengan kedua telapak tangan.Kejadian itu bagaikan adegan slowmotion yang bikin jantung melompat-lompat.Hingga pintu itu terbuka lebar membuat mama Laura dan Kenzi membulatkan mata secara bersamaan.
##
Kini mereka bertiga duduk bersama diruang tamu.
"Jadi kamu temannya Kenzi?" tanya mama Laura memecah kesunyian.
"I..iya."
__ADS_1
Kenzi pun melotot seketika mendengar suara Hana yang masih feminim.Ia mencoba memberi tahu Hana untuk mengubah suaranya dengan isyarat.Hana pun mengerti kini ia berusaha bersikap sebagai seorang laki-laki.
Mama Laura pun hanya mengeryitkan dahinya bingung. Pria kecil dengan kumis tipis menghiasi wajah bersihnya dan kacamata tebal yang ada didepannya itu tampak tidak garang seperti laki-laki pada umumnya.Ia lebih cenderung feminim.
"Jadi namamu siapa?"tanya mama Laura lagi ingin tahu.
"Ha...Ha...Hansel tante." balas Hana gagap karena gugup.
Mama Laura pun mengeryitkan dahinya kembali mendengar suara Hana yang berubah menjadi bass yang agak diberat-beratkan.
Kenzi pun menghembuskan nafasnya lega.Ia tak menyangka penampilan Hana berubah menjadi laki-laki yang cute menurutnya.Dan berhasil membuat mamanya percaya bahwa ia benar-benar seorang laki-laki.
"Lalu kamu berasal darimana?setahu tante Kenzi itu orangnya kuper tidak pernah bawa teman ke apartemennya." tanya mama Laura sambil melirik kearah Kenzi meremehkan.
"Mama sembarang saja,Hansel ini baru datang dari jawa ma.Kita bertemu waktu Kenzi berobat ke jawa dulu.Iya kan Hans?"
Kenzi pun menatap Hana meminta persetujuan.
"Ii..iya tante." jawab Hana singkat masih dengan suara bassnya.
"Oh..begitu." mama Laura tampak manggut-manggut percaya.
Kini mama Laura mengalihkan topik pembicaraannya dengan Kenzi.
"Oh..iya kamu tahu Ken?dokter Hana menghilang setelah acara pernikahannya batal kemarin." tanya mama Laura dengan sedih.
Kenzi hanya diam tak menanggapi.Ia hanya ingin menjaga perasaan wanita yang tengah mamanya bicarakan dengan membiarkan mamanya bicara seorang diri.
"Mama tak menyangka dokter Johan sebrengs*k itu.Padahal dokter Hana itu wanita yang baik dan lembut.Mama shock Ken..mama shock ! " ucap mama Laura mendramalisir.
Kenzi pun mengelus-elus punggung mamanya, mencoba menenangkan mamanya yang tengah galau karena membicarakan perihal Hana yang gagal menikah.Sedangkan Hana, mata wanita itu terlihat sudah mengembun menahan sesuatu yang ingin keluar.Dan tangan Kenzi yang satunya menggenggam pergelangan tangan wanita itu mencoba memberi kekuatan.
"Ya sudah mama mau pulang saja Ken takut kemalaman,kamu harus cari dokter Hana sampai ketemu.Setelah ketemu beritahu mama ya, mama ingin membantunya melewati semua sebagai balas budi mama karena ia sudah menyelamatkan mama dulu." pesan mama Laura seraya menyeka air matanya.
"Baiklah..nanti Kenzi akan kerahin anak buah Kenzi untuk mencari Hana mah,mama yang tenang aja pasti ia baik-baik saja."
"Oke.. jaga dirimu nak,jangan banyak begadang dan besok usahakan pulang ke mansion utama kalau perlu ajak temanmu dari jawa itu juga boleh."tawar mama Laura sambil melirik kearah Hana yang menyamar menjadi Hansel.
"Baik ma..akan usahakan." balas Kenzi menyudahi.
Mama Laura pun menghilang dibalik pintu apartemen Kenzi. Kini Kenzi dan Hana dapat bernafas dengan lega.
"Huft ! Hampir saja." gumam Hana lirih.
"Iya ...padahal jantungku dah mau melompat keluar.Tapi hebat kamu bisa dandan seperti ini.Mama aja sampai enggak bisa ngenalin kamu Han?"
"Aku hanya berusaha berpenampilan berbeda untung semuanya lengkap hanya saja korsetnya terlalu kekecilan."
"Oh...besok akan kubelikan yang baru yang sizenya agak besar." balas Kenzi seraya menatap kearah yang sedang mereka bicarakan.
Memang benar ukuran milik wanita itu tidaklah kecil pantas saja korset yang ia belikan tak muat di badannya.Ia sudah salah memperkirakan.Ya maklum ia tidak sempat mengukurnya.
Menyadari arah pandang lelaki itu,dengan cepat Hana menyilangkan kedua tangan didepan d*d*nya.
"Apa yang kau lihat Ken?!" tegur Hana dengan wajah merona.
"Eng..enggak..enggak ada kok." jawab Kenzi gugup.
__ADS_1
Kali ini ia kepergok tengah berfikiran mesum oleh Hana.Semenjak kejadian kemarin fikirannya selalu menjalar memikirkan hal yang tidak-tidak.Bagaimana pun mereka berdua sudah dewasa.
Dan kini mereka hanya berdua disebuah ruangan yang sama mengingatkan kisah mereka dulu.Kenzi masih sedikit mengingatnya karena memang dulu ia lakukan dalam keadaan sadar berbeda dengan wanita yang ada didepannya ini.Wanita itu tak mengingat apapun karena dulu ia dalam pengaruh obat aphrodisiacs atau spanish fly.