My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Kabar Tunangan


__ADS_3

Suara tepuk tangan pun menggema mengisi rumah kediaman Luna di perumahan elit daerah Grand residence. Rumah mewah dua lantai itu bergaya eropa dengan berbagai ukiran terlihat indah perpaduannya, belum disetiap sudut ruangan terpajang guci yang harganya mencapai ratusan juta.


Rumahnya pun tak jauh berbeda dengan rumah milik keluarga Kenzi. Karena begitulah rata-rata rumah orang kaya, isi rumahnya banyak barang-barang mewah dengan harga yang bikin gigit jari sebagian orang.


Setelah acara pertemuan dua keluarga yang sebentar lagi menyatu menjadi besanan. Dan hari itu juga Kenzi resmi bertunangan dengan Luna. Kenzi memakai kemeja putih dengan tuxedo hitam membuat dirinya tampak terlihat gagah sedangkan Luna memakai kebaya modern berwarna dusty dengan dadanan yang tipis natural membuatnya terlihat seperti peri.


Luna tampak tersenyum bahagia sedangkan Kenzi hanya menampakan senyum yang di paksakan.vAcara tersebut hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat.


Saat ini hati Kenzi dibuat kalut padahal acara tunangan itu sudah berlalu dua hari yang lalu. Semakin kesini semakin membuat Kenzi pusing memikirkannya. Sampai saat ini Kenzi belum bercerita tentang apapun ke Hana.


Kenzi bingung harus memulainya dari mana. Pemuda maskulin itu pun takut jika Hana mengetahui kebenarannya akan menoleh luka bagi wanita itu. Tapi mendiamkannya pula sama-sama membuat sakit jika akhirnya wanita itu harus mengetahui nya dari orang lain. Kenzi jadi serba salah apa yang seharusnya dia katakan kepada Hana? Kenzi takut jujur.


"Haii...broo,makin kusut aja muka loe nanti fans-fans loe pada lari lagi ke gue !" canda Darren yang merasa kasian dengan sahabatnya yang akhir-akhir ini terlihat kurang tidur karena banyak fikiran.


"Ambil aja..gue kagak peduli dah !" balas Kenzi dingin.


"Oke...oke..gue tau masalah loe, kisah cinta loe rumit sekali. Kalau gue diposisi loe juga pasti bakalan bingung jika harus memilih di antara orang-orang yang kita sayangi ," hibur Darren.


"Terus gue harus gimana ?? gue gak tega jujur sama Hana, gue takut jika Hana jadi benci sama gue Darr ," curhat Kenzi .


"Apapun yang terjadi loe emang harus jujur sebelum semuanya terlambat dan Hana akan makin sakit jika harus tahu kebenarannya dari orang lain bukan dari mulut loe sendiri ," nasihat Darren yang tiba-tiba dengan ajaibnya berkata seperti orang dewasa.


Kenzi tampak berfikir. Ada benarnya juga ucapan temannya itu tapi dia masih takut jika Hana tak bisa menerimanya.


Sedangkan dilain kelas tepatnya dikelas Hana tampak beberapa siswi dari kelas sebelah datang menghampiri meja Hana. Hana dan Marisa tampak mengeryitkan dahi bingung.


"Hai..Hana, masih inget sama gue ," sapa Clara angkuh.


Bagaimana Hana bisa lupa dengan orang yang sudah membullynya waktu dulu. Kenapa kini mereka menghampirinya lagi ? Apa mereka akan membuat keributan lagi di kelasnya ? pikir Hana dalam hati.

__ADS_1


"Tentu saja aku masih ingat ," jawab Hana berusaha untuk tenang.


"Gue kesini mau ngasih kabar baik buat loe karna seperti nya loe belum tahu apa-apa soal ini ," ujar Clara dengan senyum sinisnya.


Clara pun menyerahkan foto-foto acara pertunangan nya Kenzi dengan Luna tempo hari yang sengaja di abadikan oleh keluarga Luna. Hana dan Marisa pun memandang tak percaya. Difoto itu jelas terlihat Kenzi memakaikan cincin ke Luna begitu juga sebaliknya.


Dan mereka pun foto bersama terlihat Luna dan Kenzi memamerkan cincin mereka kearah kamera dengan tersenyum bahagia.


Bagai di sengat ribuan lebah tiba-tiba hidup Hana seakan mati rasa, nyawanya seakan lepas dari tubuhnya. Hatinya seperti dicacah terasa perih dan sakit. Pendengarannya pun seakan tuli oleh sekitar.Tanpa diduga kristal bening itu mulai jatuh perlahan membasahi kedua pipinya.


"Oke...tugas kita udah beres dan buat loe Hana. Mulai sekarang loe harus jauh-jauh dari Kenzi karena dia sudah jadi milik Luna ! Ngerti loe kasian banget sih loe cuma bisa jagain jodoh orang ," ejek Clara disambung tawa oleh teman-temannya.


"Dan buat loe, tolong jagain tuh temen loe takut nanti dia bunuh diri ya..hehe ," cibir Clara lagi sambil menunjuk Marisa.


"Diem loe mak lampir ! Udah sono loe pergi dari kelas gue !" bentak Marisa geram.


"Han loe gak papa kan ?" tanya Marisa kawatir.


"Sa...apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Johan penasaran.


"Loe lihat aja ini sendiri ," balas Marisa sambil menyerahkan foto-foto yang barusan dia lihat dengan Hana.


Johan pun mengepalkan kedua tangannya kuat. Ini jam pelajaran terakhir. Mungkin dirinya akan membolos 1 mata pelajaran kali ini. Sekali-sekali mungkin tidak apa-apa bagi siswa berprestasi seperti dirinya dan Hana.


Dan ia pun langsung bergegas pergi ke BK untuk minta surat ijin untuk mengantar Hana pulang dengan alasan sakit. Mungkin dengan alasan itu pihak BK akan mengijinkan mereka pulang.


Setelah mendapat ijin dari ruang BK, dengan tergesa-gesa Johan menyusul Hana yang tadi sempat dilihatnya menaiki anak tangga menuju atap gedung.


Pikiran Johan mulai menjalar kemana-kemana takut sesuatu terjadi dengan gadis itu.Saat sudah sampai atap dilihatnya Hana sedang memainkan sebuah sapu tangan biru pemberian Kenzi dahulu tanda perkenalan mereka.

__ADS_1


"Syukur lah..,"gumam Johan lirih.


Berjalanlah Johan mendekati Hana yang duduk di bangku yang disediakan sekolah untuk menikmati suasana diatas gedung itu.


"Hana.....,"sapa Johan hati-hati.


"Aku tidak apa-apa Jo ,kamu tidak perlu kawatir , "ucap Hana tanpa menoleh.


"Hmm...sebaiknya kita pulang, gue udah bikinin ijin buat loe biar bisa pulang lagian disini cuacanya panas dan anginnya juga tak baik buat loe ," bujuk Johan kemudian.


Setelah diam cukup lama. Akhirnya Hana memutuskan mengikuti saran Johan.


"Baiklah...," putus Hana pelan dan mulai beranjak dari bangku yang tadi dia duduki.Tak lupa sapu tangan biru yang sedari tadi dia pandangi dimasukan nya kembali kedalam tasnya.


Sampailah mereka diparkiran sekolah tapi Hana masih dengan sikapnya diam dan ragu.


"Naiklah Hana...matahari semakin panas ini ," perintah Johan sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


"Eh...sebelum loe naik pakai hodie gue aja nih ," ucap Johan sambil menyerahkan hodie merah maroonnya ke arah gadis tionghoa itu.


Tanpa menjawab Hana pun langsung memakainya dan segera naik ke atas motor Ninja putih milik Johan.Hana pun berpegangan dengan tasnya Johan.


"Udah siap?" tanya Johan.


"Udah ," jawab Hana singkat.


Untung hari ini Hana memakai rok celana atau kulot yaitu dari luar tampak seperti rok dan dari dalam berbentuk celana. Jadi dirinya tidak perlu kawatir akan kelihatan.


Sesaat kemudian motor Johan pun terlihat melaju menuju gerbang sekolah. Dan berhenti tepat dipos satpam lalu Johan pun menyerahkan surat ijinnya ke satpam tersebut.

__ADS_1


Kebetulan sekali Hana memakai hodie Johan jadi penampilannya terlihat benar-benar seperti orang sakit dengan mukanya yang putih bersih polos tanpa make up menambah kebohongan yang mereka buat terlihat natural. Sebenarnya bukan mereka tapi Johan.


Beruntungnya satpam itu mempercayainya dan memperbolehkan mereka untuk pulang. Dengan segera motor Johan melaju kembali keluar sekolah menuju jalanan yang masing lenggang karena belum waktunya jam pulang sekolah.


__ADS_2