My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Buah Melon


__ADS_3

Udara malam terasa menusuk tulang. Hampir 20 jam lebih lamanya perjalanan menuju mongol tidak semudah yang mereka kira. Mereka harus landing ke berbagai negara guna mengisi bahan bakar dan beristirahat sejenak.


Dan terakhir mereka harus transit di Negara Tirai Bambu dan meneruskan perjalanan mereka ke Ulaan Baatar menggunakan pesawat umum. Karena negara mereka tak mengijinkan pesawat pribadi asing mengudara di atas langit mereka.


Kini akhirnya mereka sampai ke Negara yang mendapat julukan Langit Biru yaitu Mongolia.


"Apa kamu baik-baik saja By? wajahmu terlihat pucat," tanya Darren sambil memandang kasian kearah Sona.


"Aku baik-baik saja hanya sedikit jetlag, aku butuh istirahat dan berhentilah memanggilku baby itu sangat menggelikan !" ketus Sona.


Darren pun hanya cengengesan mendengar gerutuan rubah kecilnya.


"Kita harus mencari penginapan sebelum kita mati kedinginan diluar sini, gue nggak yangka udara disini begitu sangat dingin. Perasaan musim dingin di Korea tak sedingin ini," sela Kenzi.


"Apakah diantara kita berempat ada yang menguasai bahasa mandarin ??" tanya Darren.


"Gue lumayan bisa bahasa mandarin." sahut Johan mengajukan diri.


"Good ! jadi bagian loe yang bertransaksi menyewa tempat penginapan kita dan membeli mantel hangat untuk kita berempat," intruksi Darren.


"Baiklah, no problem."


Kenzi pun menyikut lengan Darren sedikit agak keras membuat si empunya meringis tertahan.


"Apaan sih loe ?!" sungut Darren sambil memandang jengkel ke arah Kenzi.


"Loe bukannya jago bahasa mandarin, kenapa loe malah nyuruh Johan?" tanya Kenzi setengah berbisik.


"Ini namanya pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) bro, dia penumpang tanpa diundang setidaknya dia harus berguna dan gue pengen tau juga, apa rival loe itu masih pinter seperti dulu?" Darren pun terkekeh ternyata ia sedang mengerjai Johan.


"Gue pikir otak loe mulai geser karena kurang belaian ubur-ubur aduhai," canda Kenzi.


"S*alan ! gue masih kuat ya. Gue lagi belajar insyaf demi rubah kecil gue," ucap Darren sambil melirik kearah Sona.


"Gue nggak yakin Sona bakal suka playboy seperti loe!" cibir lelaki maskulin.


"Sok tahu loe !" kesal Darren.


Pada umumnya bahasa yang digunakan di negara Mongolia adalah bahasa Mongol.

__ADS_1


Bahasa Mongol atau bahasa Mongolia (монгол хэл, mongol khel) adalah bahasa utama dan juga bahasa resmi di Mongolia. Bahasa ini secara resmi ditulis menggunakan huruf Kiril. Sebelum menggunakan huruf Kiril pada tahun 1940-an, bahasa Mongol menggunakan aksara tradisional bernama aksara Mongolia yang ditulis dan dibaca secara vertikal.


Aksara ini kembali diajarkan di sekolah dasar dalam rangka melestarikan aksara Mongol. Selain di Mongolia, bahasa ini juga dipertuturkan di Tiongkok (di provinsi Mongolia Dalam), Rusia dan Kirgizstan. Mayoritas penutur di Mongolia menuturkan dialek Khalkha (atau Halh), sementara mereka yang di Tiongkok menuturkan kelompok dialek Chahar, Oyirad, dan Barghu-Buryat. Jumlah penuturnya mencapai hampir 6 juta jiwa.


Akan tetapi karena letak secara geografis Mongolia bertetangga dan lebih dekat dengan Republik Rakyat China mengharuskan mereka memakai bahasa mandarin untuk berinteraksi. Terutama para pedagang yang berasal dari Negara Tirai Bambu itu. Mereka menggunakan bahasa mandarin untuk melakukan transaksi jual beli dagangan mereka.


Setelah berbelanja pakaian hangat dan menemukan tempat penginapan, akhirnya mereka pun dapat menginstirahatkan tubuh mereka untuk melanjutkan misi mereka besok paginya.


⚡⚡⚡


Pagi pun datang, perasaan Sona sudah lebih baik setelah beristirahat semalaman. Gadis berdarah Korea itu keluar kamarnya untuk menghirup udara pagi diluar balkon kamar.


"Hmm...udara disini benar-benar menyegarkan sekali, tidak seperti di negara 'I' maupun negara 'K' karena penuh dengan asap kendaraan," gumam Sona sambil merentangkan kedua tangannya mencoba meresapi udara pagi yang menyegarkan jiwa meski pun terasa dingin.


Gadis cute yang sekarang bertubuh sintal itu sudah terbiasa dengan hawa dingin saat selama puluhan tahun tinggal di Korea.


"Kau menyukainya Baby ?" tegur seorang laki-laki yang sedang duduk manis sambil menikmati sebatang nikotin dalam sela jemarinya.


Sona pun mendengus sebal. Ia mengenali suara lelaki yang menyebalkan baginya itu. Sedangkan lelaki itu hanya tersenyum sambil membuang putung nikotin pada asbak lalu melangkah menghampiri sang gadis.


"You see ! You look so beautiful and very sexy ," bisik Darren mesra tepat di telinga Sona membuat bulu kuduk sang gadis itu meremang.


Mulai kemarin, ia menegaskan pada diri sendiri untuk tidak terbuai akan bujuk rayu dari lelaki crocodile yang kini tengah gencar terang-terangan mendekatinya. Karena ia tak ingin merasakan patah hati akibat mencintai sang cassanova.


Darren pun tersenyum penuh arti.


"Mandilah dan segera turun kita akan breakfast bersama dan ganti pakaianmu yang kurang bahan itu sebelum membangunkan singa yang kelaparan," ucap Darren sambil berlalu.


"Memangnya kenapa dengan pakaianku, kalau singanya lapar ya tinggal kasih makan lah," gerutu Sona sambil menelisik penampilannya dari bawah.


"Astaga ! aku baru sadar memakai pakaian seperti ini keluar kamar !" pekik Sona sambil mematut dirinya di pintu kaca balkon kamarnya.


Gadis itu memutar tubuhnya yang kini memakai setelan piyama sangat mini hingga menampilkan buah melonnya yang tampak menyembul keluar.


"Hai melon ! sejak kapan kau mulai membesar kenapa selama ini aku tak menyadarinya? pantas saja akhir-akhir ini aku merasakan sedikit sesak nafas ternyata dirimu didalam sana sedang bertumbuh kembang. Dan lemak jahat pada pantatku membuatku terlihat seperti bebek beranak, wow ! aku sexy !" pekik Sona girang.


Gadis itu terlonjak-lonjak girang membuat aset berharganya ikut naik turun mengikuti pergerakan tubuhnya. Karena dirinya merasa senang akan perubahan pada fisiknya. Ia kini bukan lagi gadis triplek yang flat seperti yang pernah Kenzi ucapkan dahulu. Ternyata usahanya selama ini tidak sia-sia, mempunyai tubuh langsing dengan aset bak gitar bang rhoma irama adalah suatu kebanggaan bagi semua wanita.


Tanpa sadar dari balik pintu kaca kamar sebelahnya, seseorang sedang menggeram pelan menahan hasrat yang tiba-tiba mencuat.

__ADS_1


"S*al ! disaat seperti ini kenapa loe harus bangun sih. Gue belum bisa mendapatkannya mana mungkin gue menuruti keinginan loe," monolognya pada sesuatu di bawah sana yang terlihat menantang.


Ini salah gadis itu. Kenapa pagi-pagi sekali ia malah berpakaian sexy dan kurang bahan seperti tadi ? Membuat sisi gelap dari sang casanova bangun ke permukaan dan menginginkannya.


"Awas kau rubah kecil ! kau harus bertanggung jawab suatu saat nanti, akh !" geramnya sambil berlalu ke kamar mandi untuk mengguyur seluruh tubuhnya.


Mungkin dengan guyuran air dingin mampu melarutkan hasratnya yang telah lama tak terlampiaskan.


Tepat pukul 7.30 waktu setempat, mereka berempat sudah berkumpul di cafetaria hotel untuk breakfast bersama.


"Bagaimana Darr, rencana apa selanjutnya yang akan kita lakukan disini ?" tanya Kenzi sambil mencomot Buuz menggunakan sumpit dan mencelupkannya ke dalam saus.


Buuz adalah dimsum versi Mongolia yang dalamnya berisi daging sapi atau daging domba.


"Malam nanti kita akan kesana, karena tempatnya lumayan jauh hampir mendekati perbatasan Rusia. Anak buah gue sudah memantau mereka dari dekat, tinggal kita datang dan melakukan penyergapan," terang Darren serius.


Sona pun mengerjap-ngerjapkan kelopak matanya menatap wajah serius dari Darren. Lelaki crocodile itu ketampanannya bertambah berkali-kali lipat dari biasanya jika sedang berada dalam mode serius.



Sona pun mendesah lirih. Tidak ada yang menyadari bahwa ia tengah merasakan kegelisahan dalam dirinya. Kecuali lelaki berjambang itu. Ia melirik sedikit dari ekor matanya melihat rubah kecilnya yang terpesona akan ketampanannya.


'Ccck ! dia terpesona juga kan sama gue. Ini sih belum seberapa lihat saja nanti gue akan menuntut balas karena loe sudah berani mengusik jinchuriki yang bersemayam dalam tubuh gue,' ucapnya dalam hati disertai smrik.


"Apakah kita berempat akan berpencar atau akan bersama-sama untuk masuk ke markas mereka ?" tanya Johan yang sedari tadi diam menikmati makanannya.


"Kita akan berpencar dan membentuk team, loe bersama Kenzi sedangkan gue bersama Baby Sona," jawab Darren disertai kekehan karena melihat wajah Sona yang tak sejutu dengan keputusannya.


"Baiklah, kita lakukan sesuai rencana loe. Tapi gue boleh minta revolver loe lagi buat dia. Gue khawatir dia nggak bisa berantem nanti," ejek Kenzi seraya melirik kearah Johan.


Johan pun hanya mendecih mendengar penuturan Kenzi yang terdengar seperti menyombongkan diri. Apa lelaki itu lupa bahwa wajah skincarenya itu dulu pernah ia bikin babak belur hingga hampir seluruh wajahnya?


Sepertinya nanti ia harus membuat wajah mulus skincare milik rivalnya itu kembali merasakan bogem mentah darinya, kalau perlu hingga membuatnya babak belur. Agar lelaki maskulin itu tidak bisa menyombongkan diri dihadapannya lagi.


Mohon dukungannya ya untuk like, koment dan favorite..


Dan author ucapkan terima kasih kepada kaka yang sudah mendukung karya receh ini..


Saranghae.. 😘😘

__ADS_1


__ADS_2