My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
EXPART4 (Keanehan Sikap Kenzi)


__ADS_3

Sudah seminggu lebih kedua pasangan pengantin baru Kenzi dan Hana menikmati bulan madu mereka selama di pulau Jeju Korea.


Begitu pula pasangan yang baru jadian yaitu Darren dan Sona. Mereka seakan kompak merecoki setiap momen mesra yang tercipta antara pasangan pengantin baru tersebut.


Seperti malam ini, tiba-tiba Darren datang ketika Kenzi dan Hana tengah melakukan dinner romantis. Dengan kurang ajarnya Darren menyerobot makanan yang akan Hana suapkan kepada suaminya Kenzi.


"Wahh...loe ya teman lucnut, bini gue ini jarang banget mau nyuapin gue ditempat umum begini. Sekarang malah loe lagi yang dapet !" kesal Kenzi.


"Hehe... sorry, habis gue laper juga," jawab Darren sambil nyengir.


"Mending sana loe dinner sama Sona gih ! Eh..bentar-bentar bau loe kok aneh sih? loe ganti parfum ya?" tanya Kenzi seraya mengendus-ngendus aroma tubuh Darren yang menurutnya berbeda.


"Kagak ah! ini masih parfum yang biasa gue pakek juga. Parfum impor ekslusif dari Paris masa aneh sih?" heran Darren seraya mengikuti perilaku aneh sahabatnya mengendus-ngendus aroma tubuhnya sendiri.


"Loe kayaknya belum mandi deh, sumpah bau lo aneh banget Darr. Sana pergi mandi sana! Gue pengen muntah kalau deket-deket loe gini!" usir Kenzi.


"Loe kenapa sih?! Heran gue. Orang bau wangi gini dibilang belum mandi. Hidung loe konslet kayaknya. Han...kenapa sih laki loe sensi mulu terus aneh lagi?" tanya Darren kearah Hana sebelum pergi meninggalkan meja pasangan pengantin baru itu.


"Aku juga tidak tahu Darren."


"Ken, kamu kenapa?" tanya Hana kepada suaminya.


"Aku nggak apa-apa kok love, tapi emang bener Darren tadi itu bau. Sumpah bau'nya kayak orang habis mabok terus nggak mandi berhari-hari," tutur Kenzi seraya menampilkan wajah jijiknya.


"Ya sudah ayo kita makan lagi, menu kesukaanmu bentar lagi datang tuh kebetulan sekali." seru Hana seraya menyambut pelayan yang mengantar pesanan mereka.


"Kamsahamnida."


Kenzi yang biasanya berbinar senang ketika melihat makanan favoritnya datang, kini berubah menatap makanan itu dengan pandangan seperti melihat sesuatu yang menjijikan.


"Singkirkan makanan itu love, tiba-tiba saja aku geli melihatnya," tolak Kenzi saat Hana akan menyuapkan sepotong kimbap dengan sumpit.


"Loh ini kan makanan kesukaanmu Ken? kok geli sih ? Memangnya apa yang bikin geli?" tanya Hana heran melihat tingkah laku suaminya yang hari ini terlihat aneh.


"Pokoknya singkirkan love, aku....aku pengen muntah lihatnya," tolak Kenzi lagi sambil membengkam mulutnya.


Hana yang tak mengerti pun mengikuti pinta suaminya yang terlihat aneh.


"Ya sudah kimbapnya buat aku saja ya?" tanya Hana.


"Ambil saja love, semuanya buatmu saja."


Lalu Hana pun mulai memakan sepotong kimbap tersebut.


Hmm..Enak ! kenapa rasanya seenak ini ? Biasanya aku tak begitu menyukainya. Tapi ini benar-benar enak! batin Hana.


Dan potongan-potongan selanjutnya tandas tak tersisa diatas piring di depan wanita itu.


Kenzi Hanya memandang ngeri kearah istrinya. Kenapa istrinya bisa makan sebanyak itu? Istrinya yang cantik dan ramping itu memakan dua piring kimbap sekaligus.


Pesanan kedua mereka datang. Ini juga makanan kesukaan Kenzi yaitu sup bayi gurita.


"Itu...itu apalagi love? kenapa kamu hari ini pesan makanan yang aneh-aneh sih ? aku kan jadi mual," gerutu Kenzi dengan wajah yang sudah memerah menahan gejolak aneh di dalam tubuhnya.


"Aneh bagaimana? ini semua kan makanan kesukaanmu Ken, ya sudah buat aku saja ya."


"Iya buatmu saja love."


Slurrp !


Kenzi seraya merasakan mual yang hebat saat melihat istrinya tengah menyantap sup bayi gurita itu dengan rakus.


Seolah-olah sesuatu tengah mengaduk-ngaduk isi perutnya, bahkan kini keringat dingin sudah membanjiri pelipisnya. Kepalanya terasa berputar-putar seperti sedang menaiki komedi putar. Tiba-tiba saja Kenzi melakukan hal tak terduga.

__ADS_1


Hoek !


Hoek !


Hoek !


Hana yang tengah menyantap sup gurita itu pun melotot tak percaya melihat suaminya muntah dengan tidak elitnya.


Lalu dengan segera Hana bangkit dari kursinya dan menghampiri Kenzi yang diduduk didepannya.


"Kenz, kamu kenapa sayang? kamu sakit ? Kita ke rumah sakit ya?" tanya Hana dengan nada penuh khawatir sambil memijat tengkuk suaminya dari belakang.


Lalu wanita itu memanggil teman suaminya Darren untuk membantu membawa Kenzi ke rumah sakit.


"Loe kenapa sih bray aneh banget hari ini, tadi loe ngusir gue sama ngatain gue bau karena belum mandi. Sekarang loe malah muntah-muntah kayak orang sakau tau nggak, kalau lagi sakit itu bilang!" cerocos Darren sambil memapah Kenzi menuju mobil.


"Oppa..oppa kenapa? oppa sakit kah ?" tanya Sona yang juga merasa khawatir.


Karena setahu Sona Kenzi itu memiliki daya tahan tubuh yang bagus. Pria maskulin itu selalu rajin untuk berolah raga dan menjaga asupan gizinya.


"Kalian berisik ah, gue lagi lemes aja sekarang. Kalau nggak iklas bantu mending pergi deh."


"Ini demi istri loe ya, gue juga nggak tega kali biarin Hana mapah tubuh loe yang beratnya kayak karung beras ini," cibir Darren.


"S*alan!" desis Kenzi lirih.


"Sudah-sudah, Ken lebih baik kamu tiduran saja sampai ke rumah sakit ya," ucap Hana melerai kedua sahabat yang sedang terlibat adu debat itu.


Kepalanya benar-benar terasa pening. Dan gejolak itu pun datang kembali. Tanpa permisi ia muntahkan cairan kuning berbau itu kearah temannya Darren.


"What the f*ck ! loe niat banget sih keselnya sama gue, duh apes banget sih," keluh Darren seraya memandang jijik kearah cairan kuning yang mendarat cantik di bahunya.


Dengan segera Darren melepas baju yang ia kenakan menampilkan tubuhnya yang sebagian berbalut pahatan tatto. Tak lupa otot dan roti sobek miliknya terpampang nyata dihadapan Sona membuat gadis itu sulit menelan salivanya sendiri.


"Love, kamu jangan melihatnya. Tubuh Darren penuh borok dan kudisan. Nanti kamu bisa ketularan," ucap Kenzi asal.


"Sembarangan! gue nggak sejorok itu woy !"


"Sona! buruan kasih Darren baju ganti yang ada di kursi belakang!" sentak Kenzi kepada Sona yang masih terpaku menatap tubuh Darren.


"Eh...iya..iya..Oppa." jawab Sona tergagap.


💕


Kini Kenzi dan Hana sudah kembali ke hotel penginapan mereka. Setelah diperiksa dokter ternyata Kenzi hanya mengalami telat makan. Lalu dokter memberikan resep beserta obat yang harus Kenzi minum. Kemudian mereka sudah di perbolehkan pulang.


Malam semakin larut, Hana tak kunjung terlelap karena merasakan kenyang teramat sangat. Wanita itu melirik sebentar kearah suaminya yang sudah terlelap. Ada perasaan damai saat memandang wajah tampan suaminya. Pemuda yang dulunya songong itu kini sudah menjadi suaminya.



Hana tertawa tertahan melihat kekonyolan suaminya kemarin saat mereka tengah bersepeda dari kamera seller milik pria itu.



Wanita berparas Tionghoa itu terus menggeser-geser hasil jepretam dirinya sendiri. Sepertinya ia mempunyai bakat yang terpendam.



Hana masih terkikik sendiri. Kenzi benar-benar bertingkah konyol ketika berada di depan kamera.


Namun kikikan darinya ternyata membangunkan tidur Kenzi. Dan tanpa di duga Kenzi mengatakan hal yang mengejutkan lagi.


"Love? aku pengen makan karedok sekarang," ucap Kenzi dengan sedikit merengek manja.

__ADS_1


"Apa karedok? mana ada menu makanan seperti itu di sini Ken?"


"Pokok aku pengen makan karedok sekarang titik !" ketus Kenzi terus merengek bagaikan anak kecil.


Hana pun memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing meladeni tingkah Kenzi yang tampak aneh hari ini sungguh membuatnya lelah.


Terpaksa ia menelepon kakak iparnya Kanza yang ada di Seoul dan menceritakan semuanya kepada kakak iparnya tersebut. Lalu kak Kanza mengutus orang untuk menjemput mereka semua pulang.


Hana tak mengerti, hanya karena sikap Kenzi yang tampak aneh sehari kemarin. Membuat mereka semua harus terpaksa pulang. Begitu pula Darren. Bahkan laki-laki itu diancam akan dicabut semua fasilitas dan akomodasi yang berada di bawah naungan Abraham group selama di Pulau Jeju.


Kini mereka semua sudah sampai di mansion papa Kim. Semua tampak berkumpul memandangi Kenzi yang mengaku lemas akibat mabuk udara.


Bahkan kak Kanza juga membuatkan karedok. Menu khas tempat asal suaminya itu. Ia pun merasa heran, Kenzi yang biasanya tak terlalu suka saus kacang kini melahap makanan serba mentah itu dengan lahap seperti orang kelaparan.


Lantas kak Kanza tak langsung percaya begitu saja, adiknya itu sering bepergian keluar negeri sedari bayi. Masa baru sekarang adiknya itu mabuk udara ? Lalu pandangannya jatuh ke arah Hana.


Dilihatnya dari atas hingga ke bawah ada yang berubah dari fisik wanita berwajah oriental itu. Terlihat sedikit berisi. Tiba-tiba kak Kanza terkejut oleh pemikirannya sendiri.


Lalu ditariklah adik iparnya itu menjauh dari kerumunan orang-orang rumah. Membuat semua yang ada disitu menatap heran kearah wanita yang tengah hamil tua itu.


Hana pun masih bingung, namun ia memilih mengikuti saja kemauan kakak iparnya.


"Han, terakhir kali kamu haid kapan?" tanya kak Kanza antusias.


Hana tampak termenung, wanita mencoba mengingat-ngingat siklus haid terakhirnya.


"Kemungkinan bulan kemarin kak, tapi bulan sekarang Hana belum haid lagi."


"Bagus!! lebih baik sekarang kamu pakai ini saja, cepat Hana tak ku sangka adik kakak yang bod*h itu sudah jadi pria sungguhan, haha," seloroh kak Kanza sambil tertawa.


Hana pun hanya menurut, bukannya ia tak tahu tentang guna tespek. Sebagai dokter tentu saja ia tahu betul guna alat itu untuk mengetes kehamilan pada wanita.


Tapi masa iya sih dirinya tengah berbadan dua? pasalnya ia belum merasakan tanda-tanda kehamilan seperti yang kebanyakan para calon ibu rasakan. Seperti mual-mual, atau badan lemas.


Ia pun mencoba dengan tes urin dan menggunakan tespeknya. Nafasnya terasa berhenti, bahkan darahnya mengalir deras seiring air urin yang meresap naik menuju garis kontrol pada alat tersebut.


Garis pertama sudah hadir, kini tinggal menunggu garis selanjutnya. Nafas Hana seakan tercekat. Awalnya garis itu terlihat samar namun semakin lama semakin berwarna pekat.


Tentu saja wanita itu tahu apa artinya itu. Tanpa terasa buliran air bening itu merembes keluar. Iya bahkan sampai menjerit dan terisak membuat kak Kanza yang menunggu di luar khawatir.


"Han kamu kenapa? bagaimana hasilnya?" tanya kak Kanza beruntun.


Lalu Hana pun menyerahkan hasil tespek itu ke kakak iparnya. Reflek membuat kak Kanza terlonjak kegirangan.


Namun semenit kemudian rasa bahagia itu berubah menjadi rasa panik.


"Selamat adikku Hana kamu.... ouw...ouw sakit!"


"Kak Kanza kenapa kak?" tanya Hana panik seraya menghapus air matanya.


Apa yang terjadi setelah ini ??Kenapa kak Kanza merasakan sakit?


Note :


KAREDOK \= makanan khas sunda yang terbuat dari sayuran mentah berupa kubis, terong hijau, kacang dan timun yang diiris tipis-tipis lalu dicampur dengan bumbu kacang yang sudah diberi campuran rempahan berupa kencur dan sereh.


Maaf ya reader alurnya agak terbelit-belit.


Disamping author lagi sibuk di reallife. Author sendiri sebenarnya belum pengen kisah Hana dan Kenzi berakhir.


Jangan bosan ya sama cerita receh author amatir ini.


terima kasih dan selamat membaca.

__ADS_1


__ADS_2