
"Tunggu sebentar...Sona...Sona kesini nak," panggil papa Kim ke seseorang yang masih berada diluar.
Lalu terlihat gadis cantik berwajah khas negara ginseng, bermata sipit, kulit seputih susu, tubuhnya yang ramping dan perawakannya yang terkesan cute menjadikannya seperti barbie hidup.
"Annyeonghi jumuseyo....perkenalkan nama saya Han Sona, panggil saja Sona. I'm from Korea, Kamsahamnida ," ujar gadis itu memperkenalkan diri dengan membungkukan tubuhnya kepada semua para tamu yang hadir.
"Kenzi kenalkan ini Han Sona putri dari partner bisnis papa di Korea."
"Sona kenalin juga ini putra ajeossi yang pernah ajeossi suka ceritakan itu."
"Annyeonghaseyo.. aku Han Sona you ?"
"Seperti yang loe denger, Kenzi !" jawab Kenzi ketus.
"Kenzi !" geram papa Kim menahan emosi.
"Maafkan putra ajeossi ya Sona.Ia memang suka begitu ," terang papa Kim tidak enak hati.
"Tidak apa-apa ajeossi ."
"Baiklah...mari ajeossi ajak keliling, kamu kan sebentar lagi masuk perusahaan ajeossi jadi kamu harus mengenal partner-partnermu mulai dari sekarang."
"Dengan senang hati ajeossi," balas Sona dengan senyum yang menghiasi wajah cutenya.
Jika saja lelaki lain yang melihat pasti sudah mimisan dibuatnya.Ya Sona memang cantik mempesona. Bahkan penampilannya pun sangat mirip dengan personil girlband asal Korea. Mungkin tidak akan ada lelaki yang mampu menolak pesona seorang Sona.Akan tetapi semua itu tidak berpengaruh bagi seorang Kenzi.
"Ma...ini maksudnya apa ?! Kenzi gak suka dipaksa lagi ma."
"Ken...kamu harus tenang dulu nak, kami hanya ingin mengenalkanmu dengan orang yang tepat, kalian bisa mengenal dulu satu sama lain," jelas mama Laura lirih takut para tamu mendengarnya.
"Hemm..baiklah, tapi kalau kita tidak cocok baik mama maupun papa tidak bisa memaksakan kehendak Kenzi lagi."
"Iya..mama ngerti ini hanya pengenalan Ken jalani saja dulu."
Acara tasyakuran penyambutan Kenzi pun sudah usai. Tak terasa waktu pun sudah menunjukan semakin larut malam.
"Kenzi dan Kanza mulai hari ini Sona akan tinggal ditempat kita karena ke depannya ia akan gabung dengan perusahaan kita, daripada disini ia menyewa apartemen lebih baik ia tinggal dirumah ini,bagaimana ?"
__ADS_1
"Kalau Kanza sih fine..fine aja pa kan Kanza jadi ada temennya juga."
"Kalau denganmu bagaimana Ken?"
"Ya..terserah papa aja," jawab Kenzi datar.
Papa Kim pun hanya menghela nafasnya perlahan. Ia tau kali ini ia tidak bisa memaksakan kehendak putra bungsunya itu. Setelah kejadian pertunangannya dulu yang batal karena Kenzi kecelakaan fatal. Dan akibat kecelakaan itu putranya mengalami kebutaan dan hilang ingatan.
Tapi ia berharap seiring berjalannya waktu Kenzi bisa menyukai gadis itu. Sona sudah ia anggap seperti anaknya sendiri.
Ini bermula saat mendiang rekan bisnis sekaligus sahabatnya itu masih hidup. Ia ingin menjodohkan putrinya dengan putranya Kenzi. Melihat Sona yang begitu selalu ceria jika ia menceritakan tentang Kenzi membuatnya tak bisa menolak untuk tidak mengajaknya berkunjung ke Indonesia.
Demi menepati perjodohan yang ia janjikan 2 tahun lalu kepada rekannya itu, ia mengusulkan Sona untuk mutasi pekerjaan ke Indonesia.
"Sona...mulai hari ini, ini adalah kamarmu. Jika perlu apa-apa tidak usah sungkan ya anggap saja seperti rumah sendiri."
"Kamsahamnida ..ajeossi maaf sudah merepotkan ajeossi."
"Tidak apa-apa Sona, selama kamu disini kamu menjadi tanggung jawab ajeossi jadi anggap saja ajeossi seperti papa kamu sendiri."
Papa Kim pun berlalu meninggalkan Sona didepan pintu kamarnya. Karena sudah mulai mengantuk ia pun segera masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya yang terasa lelah karena perjalanan.
Saat ia sudah bersiap diri dengan piyama favoritnya yaitu piyama yang bermotif bear tiba-tiba ia mendengar seseorang sedang menghitung di balkon luar. Ia pun mulai penasaran dan mulai membuka pintu balkon kamarnya.
Dilihatnya ada seseorang yang sedang menghitung seperti orang yang sedang berolahraga. Tapi kenapa malam-malam begini ? tanyanya dalam hati.
"Hah ? itukan oppa Kenzi kenapa ia harus berolahraga malam-malam begini ? kan besok pagi bisa," gumam Sona lirih.
Ia pun mencoba memberanikan diri untuk mendekat sekedar menyapa lelaki itu. Karena kebetulan sekali balkon kamar mereka tempatnya terhubung hanya dibatasi oleh pagar yang mengelilinginya.
"Hai ?maaf ganggu, oppa lagi apa?" tanya Sona pelan.
Kenzi pun tampak tak menyahuti tanya gadis itu. Ia masih asyik mengayun-ngayunkan barbel yang ada digenggaman kedua lengannya.
(Huft...dingin sekali, tapi ia terlihat keren sekali waktu berkeringat seperti sekarang, so cool) batinnya dalam hati.
Setelah lama tidak ada jawaban dari lelaki itu ia pun mencoba bertanya kembali.
__ADS_1
"Hai oppa, kamu sedang olahraga ya ?"
Kenzi pun tidak langsung menyahutinya. Ia menghentikan gerakannya terlebih dahulu dan menaruh barbel pada tempatnya. Setelah itu ia baru berniat menjawab pertanyaan gadis yang baru saja beberapa jam ia kenal itu.
"Loe enggak lihat gue lagi apa ? udah tahu gue lagi apa pake nanya lagi !" jawab Kenzi jutek.
Setelah menjawab pertanyaan Sona yang dilemparkan kepadanya, Kenzi pun berlalu masuk ke dalam kamarnya karena malam sudah semakin larut.
"Huft ! handsome..handsome jutek sekali sih, padahal aku kan cuma menyapanya."
"Ehh...tiba-tiba kok jadi dingin gini yah, mending aku masuk aja deh serem juga diluar sendirian hantu-hantu Indonesia kan serem-serem....hiiihh," gumam Sona lirih.
Lalu ia pun dengan tergesa-gesa masuk kedalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Kenzi.
Didalam kamarnya pun Kenzi mengumpat-ngumpat tidak jelas karena kegiatannya diganggu orang lain apalagi orang itu baru ia kenal.
Pasalnya saat ini ia tidak bisa memejamkan matanya karena memikirkan ucapan Hana si wanita es yang selalu membuatnya penasaran hingga sekarang.
"Hana...kalau memang benar kau pernah ada dalam hidupku di masa lampau, lihat saja nanti kamu tidak akan pernah ku lepaskan lagi. Sampai ujung dunia pun akan kucari dirimu dan ku penjarakan dalam bansal hatiku ," ucap Kenzi bermonolog pada diri sendiri.
Kenzi ingin memastikan suatu hal yang sangat mengganjal dalam hatinya. Dan foto yang ia dapat dari Hana semakin menambah rasa penasarannya mencuat-cuat.
Dan setelah ia bongkar barang-barang yang sudah tidak terpakai yang sudah disimpan saat ia mengalami kebutaan. Kenzi menemukan hal yang semakin menyakinkan bahwa ia dan wanita es itu pernah memiliki suatu hubungan melebihi seorang teman.
Ia menemukan Dvd yang tampak usang dari sampulnya tapi masih terlihat terawat baik isinya.Dengan tergesa-gesa ia mengambil laptopnya dan mulai memutar isi Dvd tersebut.
Dalam Dvd itu terlihat dirinya sedang bernyanyi dan disampingnya tampak berdiri seorang gadis. Gadis itu berpenampilan sederhana tapi tampak cantik natural memakai dress berwarna peach dan rambut yang panjang digerai indah tak lupa jepitan rambut bermotif muatiara menambah kesan anggun akan penampilannya.
"Manis," gumam Kenzi lirih sambil terus memperhatikan tayangan video dalam laptopnya tersebut.Tidak salah lagi gadis dalam video tersebut memang dokter es itu.
Ia terus memperhatikan video dimana dirinya terlihat sedang bernyanyi hingga selesai. Selanjutnya video tersebut menampilkan dirinya yang sedang berlutut menyatakan cinta kepada Hana muda.
Ia terkekeh geli melihat videonya sendiri di masa lampau tampak konyol dan kampungan menurutnya saat ini. Saat pemutaran video itu usai, ia pun menutup kembali laptopnya dan menyimpan kembali dvd tersebut dalam tempatnya.
"Ternyata memang benar kau bagian dari masa laluku yang hilang dokter es, tapi ada satu hal yang harus aku pastikan terlebih dahulu. Apa artinya mimpi yang aku sempat hadir di malam-malamku kemarin ?"
Tiba-tiba kepala Kenzi rasanya berdenyut hebat. Ia merasakan nyeri yang teramat sangat. Mungkin ini efek karena ia terlalu memaksakan diri untuk mengingat kembali ingatannya yang hilang. Dengan tertatih ia mengambil obat yang ia simpan dalam nakas dan meminumnya. Setelah ia rasa sudah lebih baik, akhirnya lelaki itu terlarut dalam tertidur malamnya.
__ADS_1