
Paginya Hansel alias Hana terbangun dari tidurnya diatas kasur yang empuk milik Kenzi. Sudah lama ia tak meniduri ranjang itu semenjak Darren ikut menginap di apartemen Kenzi. Kepalanya masih terasa pening sisa-sisa semalam. Lagi-lagi ia teledor dalam bertindak, ia tidak waspada dengan segala kemungkinan yang terjadi.
Ia masih mampu mengingat rasa minuman itu, minuman rasa blueberry yang memabukkan. Katakanlah ia memang payah dalam memahami situasi. Untung saja masih ada Kenzi, pasti lelaki maskulin itu yang sudah membawanya pulang.
Wanita berdarah tionghoa itu tampak mengerjap-ngerjapkan bulu mata lentiknya mencoba memfokuskan pandangan matanya. Mata upturned -nya menyapu seisi ruangan terlihat lenggang tak ada seorang manusia pun selain dirinya. Kemana Kenzi dan juga Darren ? tanyanya dalam hati. Saat ia melihat benda yang berdetak di dinding ia pun terperajat.
" Astagfirulloh ! aku kesiangan !" pekiknya tertahan.
Lalu wanita berparas oriental itu pun buru-buru bergegas menuju kamar mandi untuk bersuci. Percikan air dingin di pagi hari terasa menyegarkan membasuh wajahnya, membuat fikirannya terasa lebih fresh. Mungkin setelah ini ia akan membersihkan diri, mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dan membasuhnya dengan sabun aroma bayi kesukaannya.
Semenjak kedatangan Darren ia tak sempat membersihkan diri dengan benar. Bahkan peralatan wanitanya pun terpaksa ia sembunyikan semua dengan rapat, seperti shampo, sabun mandi, sabun cuci muka, lulur, creambat , deodorant bahkan peralatan make upnya tak luput dari pandangannya. Seakan ia ingin melupakan jati dirinya sebagai seorang wanita.
Tapi tidak dengan kewajibannya. Dengan sedikit tergesa-gesa ia mengambil sepasang kain putih perantara dirinya dengan Tuhan yang ia sembunyikan dibawah tumpukan kain sprei dan selimut. Dan bergegas memakainya, lalu dengan khidmat wanita itu mulai melakukan rutinitas yang sempat terhambat karena perannya sebagai seorang laki-laki.
Setelah ia selesai berkeluh kesah dihadapan sang Pencipta, ia putuskan untuk membersihkan diri. Mumpung saat ini ia hanya seorang diri di apartemen, untuk Darren entah lelaki itu pergi kemana pulang atau tidak semalam dirinya juga tak tahu.
Sedangkan Kenzi, mungkin lelaki maskulin itu pasti sudah terbang ke kantornya. Mengingat semalam setelah apa ia dengar sendiri lelaki itu sedang menghadapi masalah berat, ribuan kepala keluarga telah menggantungkan hidup kepadanya belum menghadapi pernikahannya dengan Luna.
Lelaki itu tengah menghadapi masalah 2 kali lebih berat daripada dirinya. Tapi ia tak bisa melakukan apapun untuk membantu lelaki itu. Apalah daya ia tak mempunyai kuasa apapun. Ia masih mengingat pesan almarhum ibunya dulu untuk tak mencampuri urusan keluarga Abraham dan Alexandria.
Sudahlah lebih baik nikmati saja saat ini.
Dengan tenang ia mulai membasahi diri dibawah guyuran shower yang mengucur deras. Tetesan air dingin di pagi hari menambah sempurna ritualnya kali ini. Sudah lama ia tak menikmati ritual membersihkan diri dengan bebas seperti pagi ini.
Rambut hitam panjangnya sedikit lepek akibat sering ia bungkus dengan wig. Dan juga akhir-akhir ini disekitar saluran nafasnya sedikit terasa agak sesak akibat ia terlalu lama mengenakan korset yang menghimpit d*d*nya.
Dengan damai ia mulai menuangkan sabun cair beraroma bayi kesukaannya. Membasuh sekujur tubuhnya dengan sabun cair itu. Wangi semerbak memenuhi indra penciumannya perpaduan aroma bayi bercampur bunga cammelia jepang. Membuat moodnya bertambah jauh lebih baik dari sebelumnya. Karena sudah sangat lama ia jarang menggunakan perawatannya itu selama berperan sebagai Hansel.
"Andai aku bisa menjalani rutinitasku kembali tanpa harus berperan sebagai orang lain, lalu setelah ini apa yang akan terjadi ?" gumam Hana pada diri sendiri.
Tidak ada yang mengetahui jati diri dari si pria kecil itu selain Kenzi seorang. Semua orang percaya dan menganggap Hansel sebagai si pria kecil nan cupu tidak ada lagi Hana, si wanita malang itu telah hilang tak berbekas bagai ditelan oleh bumi.
Mulai sekarang ia sudah terbiasa berperan sebagai seorang pria dewasa. Bahkan sesekali ia belajar merayu wanita dari apa yang sudah ia pelajari dari cara Darren merayu para dayang-dayangnya.
Ia sudah menghafal perannya dengan baik. Tapi entah sampai kapan ia akan bertahan dengan perannya ini. Mungkin suatu saat penyamarannya ini akan terbongkar cepat atau lambat ia harus bersiap diri menghadapi segala kemungkinan yang terjadi.
__ADS_1
Ritual berbersih diri telah usai ia lakukan. Tak lupa ia semprotan parfum beraroma bayi nan lembut dan fresh itu. Jiwanya menjadi bersemangat, ia seperti merasa terlahir kembali.
Akan tetapi dari lubuk hatinya yang terdalam, ia rindu dengan penampilan feminimnya itu. Ia rindu dengan geraian rambut hitam panjangnya, Ia rindu memakai piyama bermotif flamingo kesukaannya, Ia rindu dengan jati dirinya sebagai wanita.
Tapi bagaimana lagi ? ia belum siap dengan kalimat-kalimat sindiran ,cercaan, cemoohan atau bahkan hinaan yang akan orang lain layangkan kepadanya. Ia juga belum siap dengan tatapan prihatin atau tatapan sinis mereka. Karena untuk saat ini ia hanya ingin menghilang dan semua orang akan melupakan dirinya dan kisahnya yang tragis.
Saat ini wanita berwajah oriental itu tengah asyik mengeringkan rambut panjangnya dengan bantuan hair dryer. Karena rambutnya yang panjang akan sangat lama mengeringnya tanpa bantuin alat elektronik itu. Sangat jarang sekali momen-momen seperti ini bisa ia nikmati seperti sekarang.
Jangankan untuk menikmatinya setiap hari, masih bisa mandi pun ia masih bersyukur meski ia harus melakukannya dengan express seperti nama agen jasa pengiriman barang yang sempat dibintangi oleh bang Baim Wong itu. Karena kalau tidak teman Kenzi yang bernama Darren itu akan curiga dengan jati asli dirinya sebagai seorang wanita tulen.
Tentu saja itu akan membongkar kebohongannya selama ini yang telah susah payah ia bangun bersama Kenzi. Ia hanya butuh waktu yang tepat untuk bisa jujur terhadap semua orang. Saat orang-orang akan melupakan masalah pernikahannya yang gagal ditengah jalan.
Sebenarnya ia merasa kasihan dengan Johan. Mantan kekasih sekaligus tunangannya itu terlihat depresi. Ia mendengar dari Kenzi bahwa lelaki manis itu sudah diusir oleh kedua orang tuanya. Dan ia juga sudah mengundurkan diri dari rumah sakit tempat ia bersama Johan bekerja dulu.
Tidak bisa dipungkiri, ia pun masih merasa marah dan kecewa akan kebohongan yang telah ditanam oleh lelaki manis itu. Tapi hati nuraninya seakan ingin menghampiri dan memeluk lelaki manis itu. Ia percaya Johan buka lelaki sebejat itu
Akan tetapi bayangan akan hidup berumah tangga harmonis dengan lelaki manis itu telah terhempas begitu saja bersamaan dengan datangnya Clara. Wanita berambut pirang itu sukses menghancurkan hidup dan masa depannya hingga ia harus hidup menjalani peran sebagai orang lain.
MIRIS !
Wanita berwajah oriental itu pun tampak terkekeh seorang diri. Mengingat hal-hal konyol yang sudah ia lalui saat bertransformasi menjadi Hansel. Ya banyak sekali hal-hal konyol yang diciptakan oleh Hansel.
Ternyata tidak buruk juga menjadi seorang Hansel, tapi jadi harus senam jantung terus jika harus melihat para lelaki itu bert*lanjang d*d* menampakan roti sobek mereka dihadapannya setiap hari. Hana juga masih wanita normal jika harus disajikan pemandangan seperti itu. Wanita mana yang tak menyukainya.
Saat ritual mengeringkan rambutnya hampir selesai tiba-tiba terdengar bunyi bell apartemen yang beruntun.
ting ... tong
ting ... tong
ting ... tong
"Haduh...gawat ! mana aku belum pakai wig lagi bagaimana ini ?! " gumam Hana panik.
Dan netra matanya dengan cepat menangkap sebuah benda yang mampu menyembunyikan rambutnya yang belum sempat ia ikat. Lalu diraihnya kain handuk itu dan memakainya seperti sedang memakai hijab. Hanya terlihat wajahnya saja.
__ADS_1
Saat Hana lihat dari intercom ternyata orang yang sedang bertamu ke apartemen adalah Darren. Ada apa dengan lelaki itu ? Ia masih memakai bajunya semalam. Dengan kepala menunduk menghadap layar intercom yang ada diluar.
"Hoe !! siapa pun loe yang di dalem tolong buka pintunya ! " teriak lelaki macho itu dengan tidak sabaran sambil menggedor-gedor pintu apartemen meski sebelumnya ia sudah memencet bel.
Dengan cepat Hana pun menggesek keycardnya untuk membuka pintu. Dan pintu pun terbuka menampilkan Darren yang berjalan terhuyung-huyung. Bau alkohol menyengat dari nafas dan tubuhnya. Pasti bisa ditebak sudah puluhan botol yang lelaki macho itu habiskan.
"Hei pria kecil ! kenapa lama sekali bukanya gue hampir saja jadi ikan dendeng diluar kalau loe gak segera buka pintu ini !" Setelah berucap itupun Darren sedikit memicingkan matanya menatap Hansel.
Sedangkan Hana wanita itu sudah harap-harap cemas jika saat ini juga ia ketahuan oleh teman Kenzi itu.
"Hei..loe cukur kumis ya ? wajah loe jadi kelihatan mulus atau jangan-jangan loe suka skincare ya !" oceh Darren sambil tertawa mengejek.
"Eng..enggak kok," kilah Hansel dengan suara bassnya.
Hana pun langsung menutupi setengah wajahnya dengan ujung handuk yang sedang ia kenakan. Ya ampun ia lupa mengenakan accesoris penyamarannya itu !
Darren pun mulai masuk kedalam dengan berjalan tertatih-tatih. Saat ini masih dalam pengaruh alkohol terlihat dari tingkahnya dan bau yang menempel ditubuhnya itu.
Tiba-tiba lelaki itu terhuyung kedepan dan hampir jatuh, untung saja Hansel memegangi lengan lelaki itu. Jadi lelaki itu tak sampai jatuh ke lantai. Tapi tunggu dulu, seperti ada yang terlupakan.
"Hansel...kenapa loe sekarang berubah jadi cantik sih ?! loe kan cowok kenapa rambut loe jadi..pann__"
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya Darren pun sudah pingsan dalam pelukan Hansel.
"Untung saja ia pingsan, duh bagaimana nanti kalau Darren sadar dan tau kalau aku sebenarnya wanita. Ya ampun Darren kenapa kau merepotkan sekali saat mabuk seperti ini, " gumam Hana.
Lalu Hana rebahkan Darren di sofa ruang tamu dengan hati-hati. Mungkin saja jika Darren bukanlah seorang playboy bisa jadi ia juga akan tertarik kepada laki-laki blasteran Indo-Pakistan itu. Akan tetapi kelakuannya sendirilah yang membuat kadar ketampanan lelaki itu menjadi mines dimatanya.
Maaf telat up ya readers 🙏
Author sempat ngdrop gegara asam lambung naik😭
Tapi sekarang udah mendingan..
Untuk kalian juga harus tetap jaga kesehatan juga ya biar enggak kaya author kya baterai kurang di cas😂
__ADS_1
Selamat membaca 😘