
2 Minggu sudah berlalu. Rumah tangga Kenzi dan Hana berlangsung harmonis. Hana yang masih dengan rasa malu-malunya sedangkan Kenzi semakin gencar menggoda istrinya yang pemalu itu.
Minggu ini Kenzi mengambil cuti selama 2 minggu. Rencananya ia dan Hana akan melangsungkan bulan madu ke Korea tepatnya pulau Jeju.
Ini kepergian kedua Hana ke Korea. Namun kali ini ia tak sendiri karena ditemani oleh sang suami.
Berbagai persiapan sudah di persiapkan oleh mama Laura beserta para asisten. Terlihat para asisten yang terdiri dari wanita dan pria itu mengangkut koper yang berisi barang Kenzi dan Hana satu persatu.
"Ken... kamu serius bawa barang sebanyak ini? Kita kan hanya 2 minggu disana?" tanya Hana heran melihat barang bawaanya seperti orang yang ingin pindahan.
"Ini semua mama yang nyiapin Love, kalau pun kita tolak mama pasti ngambek. Jadi terima saja ya. Kamu tenang saja, semua ini sudah ada yang mengatur barang-barang kita sampai sana, jadi kita tidak perlu capek-capek membawanya," jelas Kenzi.
"Oh."
"Benar sayang, ini semua mama yang nyiapin. Kalian terima beres saja ya. Dan jangan sekali kali menolak. Mama sangat bahagia sekali akhirnya kamu mau menikah dengan Kenzi ! Mama kira Kenzi bakal jadi bujang lapuk seumur hidupnya," ucap mama Laura sambil terkekeh.
"Mama! masa anak sendiri di bilang bujang lapuk.
Asal mama tahu ya anak mama ini tampan dan banyak yang ngantri."
"Justru karena tampan kamu jadi pilih-pilih wanita, terus jomblo ngenes lagi nggak punya-punya pacar loh Han," seloroh mama Laura.
"Masa iya ma ?" tanya Hana penasaran.
Selama ini ia pikir seorang Ceo seperti Kenzi pasti memiliki banyak kekasih bahkan selingkuhan. Namun saat mendengar ucapan mama Laura barusan membuat Hana semakin yakin akan perasaan Kenzi hanya untuknya semata.
"Mama, udah ah ma...kami berangkat ya ma," ucap Kenzi menyudahi.
"Hati-hati ya dijalan, nanti mama akan menyusul kesana setelah urusan mama disini selesai. Jaga mantu mama dengan baik Kenzi, awas saja kalau pulang-pulang Hana lecet."
"Lecet sedikit tidak apa-apa kali ma," goda Kenzi sambil menatap kearah Hana.
Sedang wanita itu hanya mendengar karena tak mengerti arah bicara ibu dan anak tersebut.
"Kamu ya!" seru mama Laura dibalas dengan gelak tawa Kenzi.
Kini kedua pasangan suami istri itu sudah duduk di dalam pesawat jet pribadi milik keluarga Abraham, mereka duduk berdampingan. Sedari di bandara Kenzi enggan melepaskan genggaman tangannya dari Hana.
Lelaki maskulin itu terlihat memilin-milin jari jemari letik Hana, memberikan pijatan-pijatan kecil pada telapak tangan milik istrinya.
"Kamu tahu love ? tangan ini sangat berarti bagi orang banyak. Kamu harus rajin merawatnya, mengoleskan lotion dan memberikan pijatan-pijatan kecil seperti ini," ucap Kenzi lembut.
"Kadang aku tak memiliki waktu untuk melalukannya Ken, jika sudah berhadapan dengan pasien. Fokusku hanya untuk pasien."
"Kamu tenang aja love, aku akan selalu memperhatikanmu. Kebetulan produk KBA Beauty meluncurkan lotion yang bisa menghaluskan telapak tangan," kata Kenzi penuh percaya diri.
"Apakah ini semacam endorse?"
"Tidak, produk ini sudah ada lama di KBA Beauty love dan aku ingin kamu merasakan manfaatnya."
Disaat sepasang pengantin baru asyik bercengkerama dan saling melemparkan kalimat-kalimat mesra datanglah seseorang menegur adegan mesra pasangan suami istri.
"Ehem ! maaf tuan nyonya dilarang bermesraan di dalam pesawat karena itu bisa membuat baper bagi yang melihat," ucap seseorang itu dengan suara yang dibuat-buat.
"Astaga! apa anda tidak ada___ What ?!" pekik Kenzi dengan tertahan sambil matanya melotot tajam.
__ADS_1
Kenzi mengira orang yang menegurnya itu adalah pramugara yang bertugas di pesawat jet milik keluarganya. Ternyata seseorang yang saat ini sangat mengganggu bagi Kenzi.
Hadeh! bulan madu romantis gue bakal gagal total ini kedatangan biang rusuh..
"Ngapain loe ada disini juga?!" tanya Kenzi sinis kearah lelaki yang tengah berusaha menahan gelak tawa karena melihat wajah bod*h dari sahabatnya itu.
"Gue dapet paket liburan gratis dari tante Laura, kenapa nggak boleh? Loe kenapa sih sewot amat kalau ada gue ?"
Gue masih dendam sama loe! Berani-beraninya loe jadiin istri gue kelinci percobaan meski gue dapet enaknya sih. Tapi tetap aja itu nggak di benarkan! jawab Kenzi dalam hati.
Lelaki itu mengambil duduk berhadapan dengan Hana dan Kenzi yang kebetulan kosong. Lalu tanpa permisi menyomot buah apel yang terhidang di hadapan mereka.
Sedangkan Kenzi masih menatap sinis kearah Darren. Netranya mengikuti gerak gerik dari laki-laki berjambang itu.
"Darren! kamu disini juga? sama siapa ?" tanya Hana menatap ke arah sahabat suaminya.
Kedua pasangan pengantin itu tidak memperhatikan jika ada penumpang lain dalam pesawat yang mereka tumpangi.
"Sama Sona, dia lagi ada di toilet. Lihat tuh Hana suami loe itu koret . Liburan ke Korea nggak ngajak-ngajak temen, huh dasar koret !" cibir Darren kearah Kenzi
"Loe aja yang nggak paham situasi. Gue ini pengantin baru sama Hana lagi pengen menikmati honeymoon seperti yang ada di drama-drama itu. Tapi sekarang malah ada loe, gue nggak jamin honeymoon gue bakal damai setelah ini!" sungut Kenzi.
"Sabar Ken, memang koret itu apa ?" tanya Hana sambil mengusap lembut pergelangan tangan suaminya.
Sedangkan Darren tampak terkekeh. Memang niat dari awal ia ikut hanya ingin jadi perusuh. Ia ingin mengganggu honeymoon kedua temannya yang tampak masih polos itu.
"Koret itu pelit Han, itu bahasa kakak iparnya Kenzi noh !" jawab Darren sambil menguyah buah dalam mulutnya.
"Jangan dengerin ucapan nyamuk love ! jika kamu ngantuk tidur saja. Aku akan menjagamu disini," ucap Kenzi dengan lembut kearah Hana.
Kenzi pun hanya mencebik tak peduli atas kepergian Darren. Ia hanya berharap bulan madunya tak berantakan karena ulah sahabatnya Darren.
Setelah beberapa jam kemudian akhirnya mereka sampai di Seoul. Dari Seoul mereka harus menempuh jarak kurang lebih 1 jam 15 menit menggunakan pesawat lagi menuju pulau Jeju.
Satu jam sudah berlalu, akhirnya mereka sama juga di pulau Jeju. Hana tampak terkagum-kagum dengan pemandangan di pulau Jeju yang begitu tampak asri dan tertata rapi.
"Ken, aku ingin kesana !" tunjuk Hana ke arah taman yang ditumbuhi bunga lavender.
Wanita berwajah oriental itu tampak damai menikmati udara segar di area itu. Dan Kenzi hanya memperhatikan gerak gerik Hana, lalu iseng mengambil potret istrinya dari belakang.
"Lebih baik kita ke penginapan dulu, lalu ganti baju terus kita bisa main lagi kesini gimana?" tawar Kenzi.
"Iya unni, lebih baik kita mandi dulu terus nanti kita naik kapal pesiar, eh..opps!" ucap Sona keceplosan.
Kenzi hanya menepuk keningnya pelan. Sepertinya honeymoon nya yang sudah jauh hari ia persiapkan akan tak berjalan sesuai rencana. Karena seperti sekarang, Sona dengan gamblangnya mengucapkan satu persatu suprise yang akan ia berikan kepada sang istri.
"Benarkah itu Ken?"
"Iya kita lihat saja nanti ya, lebih baik kita bersihin diri dulu, ganti pakaian lalu kita makan siang. Terus kita bisa lanjut main lagi," balas Kenzi lembut.
"Oh...yaudah hayu."
Hana dan Sona pun sudah berjalan jauh didepan menuju tempat penginapan mereka.
__ADS_1
Dari belakang Darren tampak menyusul Kenzi dan membisikan sesuatu.
"Jangan harap honeymoon loe bisa aman,damai dan sehat sentosa kayak yang ada drama-drama itu selama ada gue." ucap Darren sambil terkekeh pelan.
"S*al! seharusnya gue wanti-wanti nyokap gue biar nggak biarin hama kayak loe bikin rusuh ya!" balas Kenzi kesal.
Sepertinya mulai saat ini Kenzi harus menjauhi Sona dan Darren. Kedua orang itu benar-benar mengganggu acara honeymoon yang harusnya penuh dengan kejutan.
Setelah mereka selesai, Hana memilih untuk bersepeda mengelilingi penginapan mereka. Beruntung Sona tak ikut, karena wanita itu tidak bisa menaiki sepeda begitu juga Darren.
"Love lihat sini !" seru Kenzi sambil membidikan kamera seler miliknya kearah sang istri.
Bidikan candid itu justru membuat istrinya Hana cantik bak gadis desa dengan bunga-bunga mawar pink bercampur putih di keranjang sepedanya.
Kenzi benar-benar seperti seorang fotografer karena selalu membidikan Hana dimana pun wanita itu berada.
"Kenzi, kenapa selalu memfotoku? aku bukan model."
"Kamu terlalu cantik jika jadi model, aku pun tak rela pria lain melihat kecantikanmu love," ungkap Kenzi jujur.
Seketika wajah putih Hana merona. Mereka terlihat bak anak ABG yang tengah kasmaran. Sejenak mereka melupakan keberadaan kedua temannya.
Setelah lelah bersepeda, kedua pasangan pengantin itu memilih kembali ke penginapan. Kali ini Kenzi tak ingin siapapun mengganggunya. Bahkan ponselnya pun ia non aktifkan.
Malam pun datang, kedua pasangan pengantin baru itu masih betah didalam kamar mereka.
Istriku benar-benar cantik, aku tak sabar ingin memalapnya malam ini.
"Love, kenapa malam ini kamu terlihat cantik?" goda Kenzi sambil menoel-noel pipi Hana yang sedikit chubby.
"Bukankah aku selalu cantik?"
"Tentu saja kamu cantik."
"Love, aku kedinginan," ucap Kenzi mengirim kode yang tak Hana pengerti.
"Naikan saja suhunya Ken."
"Bukan tubuhku tapi ituku," jawab Kenzi sambil menunjuk ke bawah sana yang bergerak.
Hana pun hanya melotot mendapati kemesyuman suaminya.
"Apa kita akan melakukannya disini? tapi aku malu," tanya Hana.
"Kenapa malu? kita hanya berdua dan aku sudah melihat setiap inci tubuhmu love ."
Kenzi mulai memberikan sentuhan-sentuhan di daerah sensitif istrinya. Tak lupa kecupan demi kecupan ia daratkan membuat tubuh Hana menggelinjang dan merasa mabuk kepayang.
"Kenzi."
"Hana," ucap Kenzi parau dengan mata dipenuhi kabut gairah.
Hana pun mengangguk. Lalu dengan cepat Kenzi melepaskan semua kain yang melekat pada tubuhnya begitu pula dengan Hana. Dan malam panjang mereka pun terjadi kembali, kali ini di pulau Jeju dengan udara yang dingin menambah syahdu dua insan yang tengah di mabuk asmara.
__ADS_1