My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Menghindar


__ADS_3

Usai kejadian bullying yang Hana terima di kantin sekolah tempo hari, menyebabkan Hana ijin sakit untuk beberapa hari tidak masuk sekolah.bUntuk Clara dan teman-temannya pun mendapat Surat Peringatan Orangtua dari pihak sekolah untuk diserahkan kepada orang tua masing-masing atas laporan dari Johan.


Dan selama Hana sakit,Kenzi selalu mengunjunginya sepulang sekolah.


Ini hari ke 3 Hana tidak masuk sekolah dan selama dirumah kakinya pun mulai pulih dan sudah bisa berjalan normal seperti biasanya meski agak tertatih.


"Ken...",panggil Hana lembut.


"Iya Han..,"balas Kenzi menatap Hana.


"Aku udah gak apa-apa , bahkan sekarang aku udah merasa baikan. Lebih baik kamu pulang saja," ucap Hana seperti mengusir.


"Gue gak keberatan Han, semua masalah yang loe terima itu dari gue. Dan gue harus tanggung jawab,jangan bikin gue ngerasa bersalah terus ,"


(Dan loe juga harus tanggung jawab karena udah ngambil hati gue)sambungnya lagi dalam hati.


"Beneran...aku udah gak apa-apa Ken jadi jangan terus merasa bersalah gitu, aku hanya tak ingin menyita waktumu. Lebih baik waktumu pergunakan untuk belajar karena senin depan udah mulai ulangan kenaikan kelas ," tolak Hana halus.


"Baiklah kalau itu maumu, tapi besok gue jemput lagi berangkatnya ya?please ," pinta Kenzi memohon.


"Aku gak bisa janji Ken, lihat aja besok ,"balas Hana datar.


Jujur saja dirinya ingin menjauh dari pria ini. Hana tak ingin kena masalah lagi seperti tempo hari itu sangat membuatnya sedikit trauma mengingat fans-fans Kenzi menyebar ke seluruh sekolah.


Akhirnya Kenzi pun pamit untuk pulang ke rumah. Hana pun merasa lega setelah kepergian Kenzi,sebenarnya Hana sedikit risih dengan perhatian Kenzi tapi merasa terharu dan senang juga akan kepeduliannya. Entah apa yang Hana rasakan,dirinya pun juga bingung untuk menyimpulkan rasa apa yang saat ini dia rasakan.


##


Pagi itu Hana ingin berangkat lebih pagi sebelum Kenzi datang. Hana hanya ingin mengindari masalah.Dengan terburu-buru Hana berangkat menaiki angkot.Saat Hana sudah jauh dari perjalanan baru datanglah Kenzi dengan motor Ninja merahnya.


"Permisi...Assalamualaikum !" sapa Kenzi sedikit berteriak.


"Wa'allaikumsalam ..eh nak Kenzi ! Hananya sudah berangkat dari tadi pagi ,"sahut bu Hesti.


"Ehh....sudah berangkat ya tan?"


"Iya...memang Hana gak ngasih kabar nak Kenzi ya?" tanya bu Hesti.


"Tidak tant,mungkin Hananya lupa.Yasudah saya langsung berangkat aja ya tante ," pamit Kenzi kemudian.

__ADS_1


Dengan perasaan sedikit kecewa akhirnya Kenzi berangkat ke sekolah sendiri. Kenzi mulai melajukan kecepatan motornya dengan sedikit ngebut agar cepat sampai ke sekolah dan bisa menemui Hana.


Hana sampai di sekolah lebih dulu dari Kenzi. Suasana sekolah masih terlihat sepi hanya beberapa siswi rajin yang sedang membaca materi atau sedang mengerjakan tugas disekolah. Hana pun duduk dibangkunya dan mulai membuka buku paket untuk ia pelajari.


Tiga hari waktu yang terasa lama baginya. Banyak materi yang sudah Hana tinggalkan selama ijin sakit.Hana juga mempelajari catatan yang sudah di pinjamkan Marisa yang kemarin sempat dititipkan ke Kenzi. Dasarnya memang Hana sudah pintar, sedikit membaca membuatnya mengerti isi materi tersebut dan bisa langsung mengerjakan soal yang ada. Sela beberapa menit Marisa pun datang.


"Hannaaa...!!" teriak Marisa dari pintu masuk kelas.


Hana pun hanya menanggapi dengan tersenyum.


"Berisiik ...loe sa, pagi-pagi dah kayak loudspeaker hajatan !" tegur temannya yang lain.


"Hehe....sorry, sok atuh lanjutkan lagi..lanjutkan ,"ujar Marisa meminta maaf sambil nyengir.


"Hana...apakabar loe? gue kangen sama loe..uuchh ," ucap Marisa manja sambil memeluk Hana seperti sudah lama tak bertemu.


"Gue...juga mau dong di peluk-peluk gitu ," sela Boby dari belakang Marisa menggoda.


"Mimpi ! gue yang ogah sama loe mending loe peluk Tika aja tuh ," tolak Marisa garang.


Tika yang ditunjuk pun hanya senyum-senyum.


"Senyum..senyum..bae setress ya loe ?! dasar !"gerutu Marisa.


"Udah..udah masih pagi ini berantem mulu kalian mah udah kayak kucing sama anj*ng tau gak ," ujar Hana mencoba melerai temannya yang dipastikan tidak ada kata akhir dari mereka karena suka saling mengejek.


"Alhamdulillah..kabar aku baik, nih lihat sendiri sekarang aku udah masuk sekolah dan gak pakai kruk lagi kan?"sambung Hana lagi.


"Syukur lah...hari-hariku tiada berarti tanpamu Han..hiks..hiks ,"ucap Marisa pura-pura sedih.


"Iyalah..tak bearti orang gak ada yang mau nyontekin waktu ulangan jadinya nangis ,"ujar Boby menimpali.


"Diem loe Bob, gue sumpel tu mulut entar pakai kaos kaki bekas baru tau rasa loe ," kesal Marisa ke Boby yang selalu membuka-buka aibnya.


"Hehe...peace ya, damai aja deh ," balas Boby mengalah karena apa yang diucapkan Marisa bisa saja terjadi.


"Tenang aja..mulai sekarang kita bisa belajar bersama ,"sahut Hana menengahi.


##

__ADS_1


Hari-hari pun berlalu.Tiba saatnya hari ujian kenaikan kelas pun telah tiba. Selama beberapa hari ini Hana mencoba menghindari Kenzi dan memilih fokus untuk belajar diperpustakaan selama jam istirahat. Selama belajar di perpustakaan pun Hana tidak sendiri pasti selalu ada Johan. Entah laki-laki itu sengaja mengikutinya atau gimana Hana tak tahu motifnya apa yang penting dirinya tidak merasa terganggu.Seperti pagi ini.


"Pagi Hana.."sapa Johan ramah.


"Pagi juga Jo..",balas Hana sambil tersenyum.


(Manisnya...coba loe selalu tersenyum gini tiap hari Han)batin Johan dalam hati.


"Eh...iya ngomong-ngomong habis istirahat ini mapel ujian loe apa Han?" tanya Johan basa-basi.


Tentu Johan tahu buku apa yang sedang Hana baca ,itu hanya trik Johan untuk membangun komunikasi dengan Hana. Hana yang menurutnya dulu pertama kali bertemu seperti putri es dari kutub Utara dingin tak tersentuh kini sedikit mulai mencair.


"Matematika..kalau kamu?"tanya Hana balik.


"Bahasa Inggris...oh..iya Han ,"ucap Johan tertahan.


"Iya..."


"Loe udah lebih baik kan?Maaf ya untuk kelakuan temen-temen gue tempo hari, gue pastiin tidak akan ada yang berani ganggu loe lagi ,"sesal Johan.


"Terima kasih Jo, seharusnya dirimu tak perlu melakukan hal itu. Aku baik-baik saja kok ."


"Gak papa sudah seharusnya,sebagai ketua kelas gue juga malu atas tindakan mereka ke kamu Han ,"ucap Johan sambil terus memandang kearah Hana.


"Baiklah...sebaiknya kita harus kembali ke kelas karena sebentar lagi bel masuk ,"sahut Hana menyudahi.


"Oh...iya Han, nanti pulang sekolah kamu pulang bareng siapa?"tanya Johan memberanikan diri.


Johan tahu Kenzi sedang berusaha mendekati Hana,tapi baginya selama janur kuning belum melengkung belum usai perjuangannya.


"Seperti biasa sendiri ,"sahut Hana datar.


"Emm...anu gimana kalau kita pulang bareng aja Han?" tawar Johan


"Maaf...Jo, mungkin lain kali saja ya. Aku masih ada perlu,"ucap Hana berbohong.Hana tak ingin kena masalah lagi seperti kemarin.


"Baik lah...gak papa, yaudah..yuk buruan ke kelas keburu pengawas datang ,"balas Johan sedikit kecewa dengan penolakan Hana.


Mereka pun akhirnya berjalan beriringan setelah keluar dari perpustakaan. Semua mata bahkan tertuju pada mereka dan tak luput para lambe turah yang saling bisik berbisik membicarakan orang yang barusan melintas.

__ADS_1


Sedangkan dari kejauhan tampak Kenzi mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. Ia kalah star dengan Johan. Padahal dirinya lebih dulu mengenal Hana. Kenzi tak boleh menyerah dirinya harus mengambil hati Hana kembali yang hampir saja sempat dia genggam.


__ADS_2