My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Surprise


__ADS_3

Suasana gedung pencakar langit berlantaikan lima belas itu tampak di dekor indah nan meriah di aula utama ballroom. Gedung itu milik keluarga Alexandria. Semua persiapan pernikahan Kenzi dan Luna yang sangat very express nan mendadak ini sudah di urus oleh keluarga Luna. Keluarga Kenzi tinggal menghadiri saja.


Acara akan di mulai 30 menit lagi. Terlihat lelaki berparas Indo-Korea itu berjalan mondar mandir bagaikan setrikaan yang kurang panas.


"Loe kenapa sih mondar mandir kayak setrikaan butut aja sekali nyetrika nggak langsung licin," celoteh Darren sambil melahap kismis chery kesukaannya.


Darren lelaki macho itu memakai setelan groomsmen atasan kemeja putih bawahan celana berwarna semi burgundy di lengkapi gesper dan topi fedora yaitu topi bulat dengan brim yang lebar bermodelkan pie hat. Dibalut tuxedo yang berwarna senada dengan warna celananya dan menampilkan pahatan tatoo pada buku-buku jarinya. Tak lupa piercing yang ia sematkan pada kedua telinga dan pangkal hidungnya menambah level kadar ketampanan sang cassanova naik ke level 9 dari 10 yang ada.



Sedangkan Kenzi, lelaki maskulin itu memakai kemeja berwarna hitam dibalut tuxedo berwarna senada dengan bordiran di depannya berbeda warna dengan yang di pakai oleh Darren. Lelaki maskulin itu tampak tak bersemangat. Rambutnya yang sedikit panjang ia biarkan begitu saja tanpa memangkasnya. Menurutnya hari ini adalah hari terburuk dan ters*al baginya untuk apa ia harus berpenampilan lebih baik ?



"Gue gugup."


"Cckk ! jangan bilang loe lagi menanti malam pertama sama Luna ya? dia itu kan udah nggak ada segelnya ya jadi loss dol kayak jalan tol cipali," sahut Darren lagi di sertai gelak tawanya.


Ya memang Kenzi sudah mengetahui sedari awal bahwa kehidupan sang model itu tak jauh berbeda dengan temannya Clara.


"Gue tahu, tapi bukan itu yang gue fikirin. Lagian juga itu bukan hal yang pertama buat gue," balas Kenzi santai.


"What ?! tunggu ! jujur deh loe pernah lakuinnya sama siapa? kalau itu bukan hal yang pertama buat loe. Jangan-jangan sama Hana ya ?"


"Kepo ah ! Udah gimana ini persiapannya ? Gue gugup karena gue nggak biasa mojokin orang didepan umum, loe tahu sendiri gue nggak bisa lakuinnya jadi gue minta tolong loe secara loe lebih berpengalaman," sindir Kenzi sambil mengingat moment dulu pertama kali temannya itu membully Hana.


Mendengar pernyataan Kenzi yang terlontar barusan membuat hati Darren tersentil.


"Hehe... sory waktu itu gue belum tahu kalau Hana itu wanita gebetan loe, secara doi kan dulu masih biasa saja," sahut Darren sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Tiba-tiba seorang maid mengetuk pintu ruangannya.


"Masuk."


"Maaf tuan, acara akan segera di mulai tuan di mohon untuk turun ke tempat acara," ujar sang maid.


"Baik, kami berdua akan turun."


"Permisi tuan."


Kenzi dan Darren pun mengangguk bersamaan.


"Oke beb, mari kita berburu !" pekik Darren dengan riangnya.


Kenzi hanya memandang jij*k ke arah Darren yang sudah memanggilnya 'Beb'.


"Berburu apa ?"


"Berburu ubur-ubur aduhai," jawab Darren sekenanya sambil terkekeh melihat temannya itu terus-terusan menekuk wajahnya.


"Pokoknya nanti nggak boleh gagal, kalau sampai gagal gue kerok habis itu brewok loe ya !" ancam Kenzi.


Reflek Darren pun menutup rahangnya dengan kedua tangannya.


"Nggak boleh ! ini tu aset ketampanan gue ya ! mereka bilang brewok gue itu bikin gelai-gelai gimana gitu," sewot Darren lebay.

__ADS_1


"Sudahlah berburu saja ubur-ubur yang kata loe aduhai itu, terus akhiri keplayboyan loe yang sudah hakiki mendarah daging !"


"Siap Dad !" jawab Darren malas karena merasa Kenzi itu seperti meniru gaya bicara ayahnya Albert Ferguso.


Kini kedua lelaki tampan itu sudah berdiri di panggung yang akan menjadi saksi bisu pernikahan Kenzi dengan Luna. Kedua orang tua Kenzi dan juga Luna sedang menyalami para saudara dan kerabat dekat mereka.


"Gue kesana ya, seperti yang gue bilang tadi berburu ubur-ubur aduhai," ucap Darren dengan berbisik di akhir kalimatnya.


"Ya sana pergilah !" balas Kenzi dengan dongkol.


Lelaki macho itu pun berlalu dari hadapan Kenzi sambil tergelak.


Sela beberapa menit datanglah Luna dengan balutan gaun pengantin yang terbuka diarea atasnya menampak bahu yang putih mulus miliknya terekpos dengan percuma. Gaun itu berwarna putih brukat bercorak floral yang di bordir. Dan head accesories yang ia kenakan menambah penampilan sempurna dirinya layaknya seperti putri bugis. Serta tatanan rambutnya yang sedikit messy dibagian depan menambah kesan natural akan kecantikannya.



Semua orang pun menatap kagum pada kedua insan yang terlihat tampak sangat serasi itu.


"Hai ! apa kabar ?" sapa Luna dengan riang. Rona bahagia begitu tercetak jelas diwajahnya yang terus melempar senyum kepada semua orang yang hadir.


Acara pernikahan mereka hanya di hadiri oleh sanak saudara dan rekan dekat dan beberapa awak media yang ingin merekam moment sakral dari putri konglomerat entertain dengan putra pewaris tunggal pengusaha sukses se-asia tenggara.


"Gue baik," balas Kenzi jutek.


Luna pun memaklumi. Karena pernikahan ini terlalu memaksakan kehendak lelaki maskulin itu. Tapi mau bagaimana lagi? hatinya sudah terlalu tenggelam oleh pesona seorang Kenzi Abraham.


"Baik, semua sudah berkumpul bagaimana kalau kita mulai saja acaranya?" tanya sang mc.


Kenzi semakin gusar, netra hitamnya tampak menelusuri ruangan itu mencari sahabatnya untuk menjalankan rencana mereka. Begitu ia temukan lelaki crocodile itu tampak sedang berbincang-bincang dengan seorang ubur-ubur aduhainya.


"Silahkan."


Luna hanya menatap tak mengerti akan kepergian Kenzi dari tempatnya. Dari jarak dekat Kenzi bisa melihat lelaki crocodile itu tampak sedang melancarkan aksinya sebagai perayu ulung.


"Kau tau baby, tanganmu ini sangat indah. Saking indahnya brewokku ini ingin sekali baby belai dengan jemari indahmu ini," rayu Darren kepada seorang wanita berkulit exotis yang mengenakan gaun terbuka menampakan aset berharganya menyembul indah dibalik gaunnya.


"Benarkah ? boleh aku pegang rahang sexy mu ini ?" tanya sang wanita.


"Why not ? anything for you baby," balas Darren dengan menampilkan senyum pemikatnya.


Dari sebrang Sona yang memakai gaun ala bridesmaid berwarna senada dengan Darren memperhatikan kelakuan Darren dengan kesal. Ia memotong-motong roasts dihadapannya sampai hancur tak berbentuk.


"Dasar crocodile rawa lumbu, bisa-bisanya kemarin ia merayuku sekarang ia merayu wanita sexy itu ! hah...kenapa aku menjadi kesal melihatnya !" gerutu Sona ditempat.


Kenzi pun langsung menghampiri dan menyeret kerah lelaki crocodile itu menjauh dari mangsanya.


"Heh ! loe gimana sih? loe lupa ya sama rencana kita kemarin !" sungut Kenzi kesal.


"Ah..loe nggak bisa lihat temen lagi seneng apa Ken, baik lah ayo kita mulai saja."


Kedua lelaki itu menghampiri dimana tempat Luna masih setia menanti.


"Hai Lun berhubung gue teman kalian sedari jaman penjajahan, gue mau ngasih loe berdua sebuah hadiah. Mungkin dengan ini kalian bisa bernostalgia dengan masa lalu," ucap Darren dengan smrik yang mencurigakan.


"Everybody please pay attention kearah kami ! Karena sebentar lagi akan ada pertunjukan hadiah dari saya untuk kedua calon pengantin," teriak Darren dari atas panggung.

__ADS_1


Kenzi pun ikut tersenyum penuh arti.


"Hadiah apa itu ?" tanya Luna penasaran.


"Loe lihat saja nanti," balas Darren seraya menepuk kedua telapak tangannya guna memberi tanda kepada anak buahnya untuk memulai.


Tiba-tiba ruangan menjadi redup dan menampilkan layar proyektor yang menyala dengan jelas. Setelah itu munculah sebuah foto masa sekolah Luna bersama Kenzi. Mereka terlihat cukup dekat karena pada masa itu hubungan keduanya memang cukup baik.


Terdengar kasak kusuk dari para undangan yang menatap kagum kearah mereka.


"Mereka memang pasangan serasi jodoh sedari remaja ya," ujar salah tamu undangan.


Senyum merekah dengan bangganya terbit dari wajah cantik Luna.


Kenzi pun melotot sempurna kearah Darren, sedangkan lelaki macho itu hanya menanggapi dengan santai.


"Loe g*la ! loe malah bikin mereka terkagum-kagum sama gue padahal hubungan kita kan nggak sedekat itu, dimana rekaman yang gue kasih kemarin !" geram Kenzi.


"Loe tenang aja kenapa, pertunjukannya baru di mulai setelah ini loe lihat saja," ucap Darren seraya menekan tombol remot dalam genggamannya.


Tampilan layar pun berganti slide menampilkan foto-foto Luna yang tengah bertemu dengan wanita selebram sekaligus youtuber itu. Dan diakhir ada video percakapan Luna dengan asistennya beserta asistennya yang terlihat menyerahkan amplop coklat besar kearah sang wanita selebgram.


Tentu saja semua orang mengenal wanita selebgram itu. Wanita itu adalah orang yang akhir-akhir ini ramai diberitakan karena cuitannya kepada perusahaan KBA Beauty yang dianggap memproduksi kosmetik berbahan dasar merkuri.


Papa Kim Abraham dan mama Laura yang sedari tadi mengembangkan senyumnya pun jadi surut seiring berjalannya video tersebut. Begitu pula dengan papa Steve Alexandria dan mama Renata.


Setelah itu video pun berhenti. Dan lampu ruangan pun kembali menyala terang. Sedangkan Luna wanita itu membeku ditempat. Bagaimana mungkin Kenzi mengetahuinya ? padahal ia sudah melakukannya sebaik mungkin. Seperti peribahasa 'sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjungkal juga'.


"Apa-apaan ini Kenzi ? Apa maksudnya video barusan ?" tanya papa Kim.


"Pa...papa kan tahu siapa wanita barusan ? wanita itu sudah memfitnah perusahaan kita membuat nama baik perusahaan tercemar dan orang dibalik semua itu adalah dia," papar Kenzi sambil menunjuk kearah Luna yang masih diam mematung.


"Apakah itu benar Luna ?!" kali ini papa Steve ikut bersuara.


"Bo..bohong itu pa, itu tidak benar. Dia hanya penggemar Luna tidak lebih," sangkal wanita model.


"Lalu bagaimana dengan amplop coklat yang sudah loe serahkan kepadanya? Diamplop itu tercetak jelas stempel dari bank penerbitannya?" desak Kenzi.


" Itu...itu..."


"Itu benar, Luna lah pelakunya !"


Terdengar suara lantang dari seorang wanita yang tiba-tiba muncul bersama dengan beberapa anggota polisi.


Kira-kira siapa wanita yang tiba-tiba datang bersama polisi ya ?


Hai kak..


Terima kasih masih setia dinovel recehku ini..


Jangan lupa dukungannya terus, biar author makin semangat.


Semoga terhibur


Big ❤ and ️😘

__ADS_1


Saranghae...


__ADS_2