My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Ancaman baru


__ADS_3

Disebuah apartemen mewah terdengar suara lenguhan tertahan seorang wanita bersama seorang pria. Mereka sama-sama menjalankan peran masing-masing untuk saling memuaskan satu sama lain.


Tak lama setelah itu keduanya pun mencapai puncak permainan mereka. Seketika wanita itu jatuh terkulai lemas diatas tubuh kekar lelaki yang bertato kapak di dadanya itu.


"Kau memang selalu juara buat muasin aku babe !"


Wanita itu pun berpindah posisi dengan merebahkan tubuhnya disamping lelaki bertato kapak itu.


"Of course ! apa wanita-wanita loe bisa seperti gue ? tidak kan. Maka dari itu loe harus bayar mahal servis gue kali ini loe harus lakuin apa yang gue minta." ucapnya sambil tersenyum penuh arti.


"Dengan senang hati, tapi apa kau yakin akan kembali lagi ke mantan tunanganmu itu ?" tanya pria bermata sipit itu.


"Kenapa tidak ? sekarang ia sudah sukses sebagai ceo kali ini gue tak akan melepaskannya lagi. Siapapun yang menghalangi gue akan gue singkirkan !"


"Bukannya loe juga ingin memiliki wanita idaman loe itu?" sambung si wanita lagi.


"Tentu, tapi rasanya sulit. Ia begitu susah untuk aku jangkau apalagi sekarang ia sudah bertunangan dengan temanmu itu," gumam si lelaki sambil menerawang jauh.


"Tenang saja Clara sudah mengatasinya, wanita itu benar-benar sudah buta karena cinta. Ia mempertahankan janin yang ia kira adalah anaknya bersama Johan, dasar bod*h !" disertai gelak tawa mengejek.


"Bagaimana kau bisa tahu ?" tanya si lelaki heran.


"Loe meragukan kekuatan keluarga Alexandria ?!"


"Tentu saja tidak beb."


"Gue heran apa yang loe sukai dari cewek cupu itu, dan kenapa semua lelaki memujanya termasuk mantan tunangan gue," tanya si wanita dengan mencebikan bibirnya.


"Tenang babe loe tetap jadi yang berarti buatku karena bagiku kau tetap jadi wanita ters*xy ku."


"Halah...basi ! loe hanya ingin menginginkan tubuh gue saja sebagai pemuas birahi loe itu !" ucap si wanita dengan kesal.


"No, aku hanya penasaran seperti apa rasanya dia yang masih gadis ,wanita-wanita yang pernah gue tidurin semuanya sudah tak bersegel," ucap sang lelaki dengan santai.


"Dasar penjahat K*lam*n ! dulu loe selalu memuja gue dan sekarang loe membandingkan gue sama cewek cupu itu padahal dia itu sama saja seperti gue ?!" wanita itu pun membalikan tubuhnya membelakangi si lelaki bertato.


"Bukan begitu ! bukankah ia memang masih gadis ?"


"Tidak ! ia sudah bukan gadis lagi !"


Flasback On


"Bagaimana ? apa loe sudah berhasil membawa cewek cupu itu ke hotel ?"


"Maaf bos, tunangan bos sudah menggagalkannya. Barusan gue sudah hampir berhasil membawa cewek cupu itu ke mobil untuk gue bawa ke hotel tapi tunangan bos keburu datang dan menghadiahi gue bogem mentah."


"S*al ! masa bawa orang teler aja loe enggak becus sih ! Karena loe gagal gue enggak bakal ngasih loe sepeser pun, tugas loe kan nidurin itu cewek karena gue sudah masukin obat p*rangs*ng ke dalam minumannya. Loe malah gagal lagi jadi sia-sia kan gue bikin image cewek itu jelek di mata Kenzi !" omel si wanita.


"Sorry bos, tunangan bos keburu datang dan membuat wajah gue babak belur begini."


"Gue enggak peduli sama muka loe yang emang sudah ancur itu ! Terus dimana sekarang mereka ?"


"Mereka masih di mobil bos sebentar lagi keluar parkiran."


"Oke, loe ikutin saja kemana perginya mobil Kenzi. Lalu segera hubungi gue !" titah si wanita tak terbantah.

__ADS_1


"Baik bos."


Tut ... tut .. tut


"S*al.... s*al ! kenapa harus gagal sih ? Kini mereka malah pergi berdua ? Bagaimana kalau mereka melakukannya ? mana gue ngasih dosisnya 2 kali lipat dari yang seharusnya."


"Aaarrggh ! br*ngs*k !"


Wanita itu pun membanting botol wine yang barusan ia minum hingga terbentur tembok dan jatuh tak berbentuk.


Flasback Off


"Benarkah ? tapi gue masih penasaran !"


Wanita model pun tersentak dari lamunannya. Ia masih mengingat jelas apa yang ia rencanakan dulu untuk membuat image cewek cupu itu gagal. Malah membuat mereka bersatu.


"Mati saja loe dengan rasa penasaran loe itu rasakan ini !" ucap disertai rasa kesal yang menghantui karena mengingat Kenzi sudah tidur bersama Hana kala itu.


Lalu si wanita mempermainkan kembali kepemilikan sang lelaki bermata sipit. Jujur itu sebuah candu untuknya. Hubungan tanpa cinta tapi begitu menggairahkan.


Ia sudah biasa melakukan 'One night stand' dengan partner atau bosnya selama tinggal di Perancis untuk menaikan pamornya. Hal itu sudah biasa terjadi didunia Entertainment . Kehidupan barat yang bebas membuat wanita itu mengikutinya.


"Oh..babe, kau harus bertanggung jawab menidurkannya kembali," ucap sang lelaki dengan suara parau terlihat dari sorot matanya yang sudah berkabut menahan gairah.


"Why not ! bersiaplah !" balas si wanita model.


Akhirnya mereka pun mengulangi pergulatan panas yang sudah mereka lakukan setengah jam yang lalu.Suara *******, erangan dan teriakan pun memenuhi ruangan apartemen mewah itu. Tentu saja tidak akan ada yang bisa mendengar erangan mereka karena ruangan itu kedap suara.


****


Hana sesekali mengaduk Vanilla Latte nya yang sudah tinggal setengah. Sesekali ia mengecek ponselnya yang sepi dari pemberitahuan. Johan sudah menelepon tadi pagi bahwa hari ini tidak bisa mengunjunginya karena ada tugas urgent dari profesor seniornya.


Tak lama setelah itu ada seseorang yang menarik kursi tepat didepannya dan langsung menduduki kursi kosong tersebut.


"Maaf, telat kamu tau sendiri kan akhir-akhir ini aku sibuk karena jabatan baruku."


'Oh..Please deh jangan pertegas seperti apa jabatanmu,aku sudah tahu.' gerutu Hana dalam hati.


Sepertinya lelaki dihadapannya itu kembali kesikap menyebalkannya. Ia selalu membanggakan kelebihannya.


"Maaf ya, aku sudah mengganggu waktumu pak CEO terhormat," ucapnya dengan penekanan diakhir kata.


"Hehe, kapanpun akan aku luangkan waktuku untukmu, kamu tenang saja masih ada Boby," ujar lelaki maskulin sambil nyengir.


"Apa kau selalu menindasnya ? dia adalah temanku, kau harus perlakukan dia sebaik mungkin."


'Bagaimana Hana tau ? apa si kampret itu mengadukan sikapku selama ini kepadanya ? Awas saja kau !' batin Kenzi menggerutu.


"Tentu saja tidak ! temanmu adalah temanku juga."


"Sekarang apa yang ingin kamu bicarakan denganku ? tumben sekali kamu mengajakku bertemu Hana ?" tanya Kenzi mencoba mengalihkan.


Hana pun terlihat gelisah, ia bingung harus menceritakan masalahnya saat ini kepada mantan kekasihnya itu atau tidak. Karena ia tahu, jika lelaki itu sampai tahu sudah dipastikan ia tak akan tinggal diam.


Ia sudah hafal dengan tabiat sang CEO muda, dengan kekuasaan yang keluarganya miliki tentu saja mudah baginya untuk melakukan apapun termasuk untuk menghabisi seseorang.

__ADS_1


Hana menghela nafas berat dan menghembuskannya pelan.


"Sebenarnya....."


"Come on , katakan saja apa yang mengganggu fikiranmu apa ini ada hubungannya dengan tunanganmu itu?hm," pancing Kenzi kemudian.


Tidak ada salahnya mungkin ia harus jujur. Selain Johan lelaki ini juga yang bisa mengertinya. Karena ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi di kota ini.


"Sebulan lagi kita akan menikah Ken, mama Johan memintaku untuk mempercepat pernikahan kami. Tapi ada sesuatu yang berubah dari sikap Johan akhir-akhir ini. Ia seperti orang lain jika kami sedang bersama," ungkapnya sedih.


"Maksudnya seperti orang lain bagaimana ?" tanya Kenzi penasaran.


"Entahlah, seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan," pandangan Hana menatap kearah lain mencoba menyembunyikan cairan bening yang hampir menetes dipelupuk matanya dari hadapan Kenzi.


"Apa yang sebenarnya sudah cecunguk itu perbuat ? Awas saja jika ia benar-benar sudah menyakiti Hana.Gue tak akan segan untuk maju dan rebut Hana kembali ! " batin Kenzi seraya mengempal tangannya hingga buku-buku jarinya memutih.


"Kamu tenang saja ya, tidak mungkin kan Johan mengkhianati ikatan kalian. Cobalah berfikir positif mungkin ia benar-benar sedang sibuk," ucap Kenzi mencoba menenangkan wanita esnya.


"Kamu benar, tapi aku mohon jangan kau lakukan apapun terhadapnya ya Kenzi. Aku hanya ingin mencurah perasaanku saja kepadamu," pesan Hana seperti ia mengetahui apa selanjutnya yang lelaki itu akan lakukan.


Bagaimana mungkin ia diam saja melihat wanitanya sedih karena lelaki lain. Lelaki yang sudah ia percaya untuk menjaga wanitanya itu. Ini tidak bisa ia biarkan ia harus menyelidiki rival abadinya itu.


"Tentu saja, memang apa yang akan aku lakukan ? kamu jangan mikir yang aneh-aneh deh Han," gurau Kenzi.


Hana pun tersenyum geli dengan apa yang sedang ia fikirkan sekarang.


"Kamukan seorang CEO, biasanya CEO itu bisa melakukan apa saja dengan kekuasaannya seperti di drama atau novel-novel itu," cicitnya sambil meringis karena malu atas pemikiran konyolnya.


Kenzi pun mencoba menahan tawanya.Ya ampun baru kali ini wanita yang ia anggap jenius bisa berfikir seperti itu meski semua itu memang benar dan bisa saja terjadi terhadapnya.


"Kamu tidak perlu khawatir, Johanmu pasti baik-baik saja. Oh..ya apa kamu sudah makan Han ?"


Wanita itu hanya membalasnya dengan gelengan kepalanya pelan.


"Ya, sudah kamu pesan saja dulu ya,aku ingin pergi ke toilet sebentar."


"Kamu ingin pesan apa Ken ? biar aku pesankan," tanya Hana lembut.


"Samain saja, apapun pilihanmu aku suka," ucapnya sambil mengedipkan sebelah matanya.


Wajah Hana seketika memanas. Kata sederhana dari Kenzi mampu membuatnya merasa salting sendiri. Ayo lah, ia bukan ABG lagi.


Perasaannya sudah lebih baik berkat pengakuannya kepada Kenzi. Ia merasa tekanan yang membelenggu hatinya sedikit berkurang.


"Terima kasih Kenzi," ucapnya lirih seraya menatap kepergian lelaki itu dari tempatnya.


Sedangkan Kenzi yang sudah berada didepan toilet pun terlihat mengeluarkan ponsel dari saku jasnya untuk menelepon seseorang.


"Hallo bos ! ada yang bisa saya bantu ?" terdengar jawaban dari seberang sana.


"Tentu saja kali ini ada tugas buatmu, tolong cari tahu tentang dokter Johan apa saja yang sudah ia lakukan seharian ini dan ikuti kemana saja ia pergi. Lalu laporkan kepadaku secepatnya !" jelas Kenzi dengan nada memerintah.


"Baik bos! siap laksanakan !"


"Terimakasih Alex."

__ADS_1


Panggilan pun Kenzi akhiri. Jika memang dugaannya benar maka tidak segan-segan ia menghabisi dokter itu. Tapi pasti Hananya tak menyukai sikapnya ini dan pasti akan membencinya. Atau membuatnya kehilangan lisensi dokternya itu mungkin itu bisa membuatnya jera.


__ADS_2