
Kurang lebih memakan waktu dua jam perjalanan untuk pulang ke jakarta melalui jalur udara. Akhirnya pesawat yang Kenzi tumpangi landing di Bandara Soekarno Hatta tepat pukul sebelas lebih lima menit.
"Hallo kak...ini Kenzi sama mama sudah landing di bandara kami akan naik taksi saja jadi kakak tidak perlu menjemput."
"..........."
"Baiklah..kami akan hati-hati dijalan, aku sudah tidak sabar ingin bertemu keponakanku Keshia."
".............."
"Yasudah...mungkin Kenzi akan tiba sekitar dua puluh menit lagi kak..bye."
Kenzi pun menutup teleponnya lalu memasukan ponselnya ke dalam saku sweaternya.
"Bagaimana respon kakakmu? pasti dia heboh tiba-tiba kita pulang tanpa memberi kabar kepadanya terlebih dahulu."
"Sesuai dugaan mama..saat ini kaka lagi ada disalon katanya sedang mengecat rambutnya. Pasti ia akan kelabakan karena baru saja menerima kabar dari kita," ucap Kenzi terkekeh.
"Kau benar...kakakmu itu orang yang panikan.Ia pasti akan ngomel-ngomel tidak jelas kepada siapa saja yang sedang berurusan dengannya."
"Kau tau Ken, setelah penglihatanmu pulih kau akan dipublikasikan ke publik sebagai pewaris utama dari perusahaan kita sekarang, mama sangat berharap padamu agar kau bisa melanjutkan usaha keluarga kita ini."
"Lalu mama sama papa bagaimana?"
"Kami akan menghabiskan waktu kami yang sudah tidak muda lagi ini Ken dengan anak cucu mama tentunya."
"Kenzi belum merasa pantas memimpin perusahaan kita ini ma, kenapa tidak kak Kanza saja? Ia kan sudah lama ikut bekerjasama semenjak kuliah?"
"Kau tau sendiri kakakmu seperti apa, ia tidak bisa mengontrol emosinya yang panikan itu. Ia mudah sekali panik jika terjadi suatu masalah. Mama sama papa tidak mungkin mempercayakan perusahaan ke kakakmu itu. Kecuali kakak iparmu itu risegn dari pekerjaannya sekarang sebagai intel. Tapi kakak iparmu itu sangat menyayangi pekerjaanya itu..huft !"
"Baiklah...Kenzi akan memikirkannya kembali ma."
"Dan lagi nak, mama ingin kau segera menemukan pendamping hidupmu. Usiamu sudah tidak muda lagi nak. Mama ingin nanti setelah pensiun bisa menghabiskan waktu bersama anak, mantu dan cucu mama."
(Baru juga sembuh mama dah minta mantu saja..oh..Tuhan !)
"Kenzi tidak bisa janji ma, Sekarang Kenzi baru saja menapaki karir. Mungkin nanti kalau Kenzi sudah berhasil menjalankan bisnis mama sama papa baru Kenzi mencari pendamping hidup."
"Oh...baiklah, mama dan papa sangat berharap padamu Ken."
"Mama tenang saja Kenzi akan bawa pulang calon mantu mama nanti jika Kenzi sudah berhasil menemukannya."
"Mama tahu sendiri wanita zaman sekarang seperti apa? mereka hanya melihat Kenzi dari segi harta saja tidak lebih."
"Kau benar Ken, zaman sekarang memang sulit mencari seseorang yang benar-benar tulus menerima kita apa adanya."
(Tapi Kenzi yakin ma suatu saat Kenzi bisa menemukannya dan akan membawa wanita itu ke hadapan mama, Kenzi pastikan wanita itu adalah wanita yang tepat untuk Kenzi)
Tak terasa mereka telah sampai dikediaman keluarga Abraham. Rumah mewah bergaya klasik modern itu pun terlihat sepi tampak dari luar.
"Kemana semua orang ma? kok rumah terlihat sepi."
"Mungkin kakakmu belum pulang dari salon Ken."
"Mang Mamat sama mang Ujang juga tidak ada
ditempat mereka biasa kerja?"
__ADS_1
Mang Mamat adalah satpam yang bertugas dirumah Kenzi,sedangkan mang Ujang adalah tukang kebun rumahnya.Tiba-tiba terdengar gaduh dari dalam rumah.
"Nyonya...nyonya anda sudah pulang nyonya?" sapa bi Inem pembantu rumah tangga yang sudah puluhan tahu mengabdi di keluarga Abraham.
"Tentu saja kalau aku ada disini pasti sudah pulang."
Pembantu itu pun tampak nyengir menampilkan gigi ompongnya.
"Hehe...mas Kenzi sudah bisa melihat? Ya Allah...bibi senang sekali waktu dengar operasi mas Kenzi berjalan lancar dan bisa melihat kembali."
"Alhamdulillah...berkat doa bi Inem akhirnya bisa melihat kembali, terima kasih bi sudah bersedia merawat Kenzi selama ini."
"Sama-sama, mas Kenzi sudah bibi anggap seperti anak bibi sendiri kok."
"Ehemm...tapi Kenzi tetap anak saya ya bi," ucap mama Laura menegaskan.
Pasalnya mama Laura sedari dulu cemburu dengan kedekatan pembantu dengan anak bungsunya itu.Karena bi Inem lah yang sudah merawat Kenzi sedari bayi. Jadi tak heran jika bi Inem begitu sayang kepada anak majikannya itu.
"Mama apaan sih gak boleh gitu sama bi Inem. Mama ya tetap mama Kenzi satu untuk selamanya dan tak akan tergantikan..he..he."
"Bisa aja kamu Ken..yaudah kamu istirahat gih biar barang-barangmu mama yang beresin."
"Oh..iya bi Kanza belum balik dari salon ya?" tanya mama Laura ke bi Inem.
Tiba-tiba ada suara teriakan dari luar rumah.
"Mamaaa !!....Kenziiii !!"
"Huaaaa!! kenapa kalian tidak bilang-bilang kalau mau pulang hari ini? padahal jauh-jauh hari Kanza sudah bikin rencana penyambutan kepulangan Kenzi," cerocos Kanza tanpa henti.
Mama Laura, Kenzi dan bi Inem pun nampak menahan tawa bersamaan.
"Pfftt...ha ha...kenapa rambut kakak begitu?"
Mama Laura dan bi Inem pun tak mampu lagi menahan untuk tidak ikut tertawa.
Mereka semua menertawakan rambut Kanza yang hanya dicat sebagian berwarna abu-abu dan sebagian berwarna hitam.
"Ini karena Kanza terburu-buru tadi ma pas dapat telepon dari Kenzi, ini baju Kanza aja sampai ketumpahan cat rambut ,"keluh Kanza.
"Yasudah..buruan ganti baju sana, lalu dimana cucu gemoy ku Kanza?"
"Ada dibelakang sama suster Wulan ma."
"Akkh....ini dia cucu oma ! Oma kangen banget sama Keshia!emuuach..emuuach," seru mama Laura seraya mencium cucunya gemas.
"Oma...oma kamana aja dak telihatan, Cashie juja kanen oma," balas Keshia dengan suara cadelnya.
"Oma lagi nemenin paman Kenzi berobat sayang sekarang paman sudah bisa melihat loh."
"Mamang...mamang udah bica lihat Cashie yak,Cashie tantik tidak ?"
"Hai...gemoynya paman, pertama nama paman bukan mamang yang kedua panggil paman dengan sebutan Uncle..oke?"
"Ndak mau ah..mangmang aja,btata papa kalo mangil adek mama halus mangmang ."
"Hei...bocil, panggil paman uncle ya."
__ADS_1
"Cekali no tatap no mangmang."
"Arrgh!..mama kenapa Kenzi yang cakep ini dipanggil mamang sih sama bocil ini."
"Mamang itu dalam bahasa sunda artinya paman Kenzi sudahlah Keshia juga masih kecil."
Karena mas Kelvin suami dari kak Kanza yang berarti papanya Keshia adalah orang sunda asli.
"Tetap saja ma..enggak keren masa Kenzi yang cakep ini dipanggil mamang kayak mamang tukang bakso mari-mari sini Keshia mau beli."
"haha....milip..milip mangmang baco..haa..ha." seloroh Keshia disertai gelak tawanya.
"Tuh kan ma...untung keponakan sendiri kalau enggak mah udah Kenzi pites tu kayak kutu."
"Yasudah...Keshia biarkan mangmang istirahat dulu ya soalnya baru pulang capek, Keshia main sama oma aja ya?"
"Oce deh oma."
"Anak pinter, yaudah sana kamu istirahat saja Ken besok saja kita ke dokter Aditnya."
"Baik ma..Kenzi ke kamar dulu ya."
Sorenya kediaman keluarga Abraham terlihat ramai.Banyak saudara dan orang-orang berlalu lalang dan sebagian sibuk membantu di dapur. Saat Kenzi keluar kamar ia terheran-heran kenapa tiba-tiba rumahnya penuh dengan banyak orang.
"Bi..bi Inem kenapa tiba-tiba rumah jadi ramai begini kayak pasar malem?"
"Loh...mas Kenzi belum tahu ya? Kan nanti ada acara syukuran penyambutan kepulangan dan tunangan mas Kenzi."cerocos bi Inem seketika ia mengingat sesuatu dan buru-buru menutup mulutnya kembali.
(Duh...keceplosan aku kan nanti itu suprise buat mas Kenzi, bisa-bisa digiling nanti aku sama nyonya ini) gumam bi Inem seraya mengetuk kepalanya pelan.
"What ??! tunangan bi? Siapa yang tunangan."
"Eh..maksud bibi syukuran mas ya hanya syukuran..he..he..he"
"Bibi..beneran gak bohong kan?"
"Iya...mas suwer deh, yasudah ya mas bibi masih banyak pekerjaan mas Kenzi siap-siap aja pakai baju yang bagus bibi ke belakang dulu."
Kenzi pun hanya membalas dengan anggukan.
(Kenapa mama enggak bilang-bilang kalau mau ngadain acara ya? mama sama kak Kanza juga kemana ini?) gumam Kenzi bertanya-tanya.
Malam pun sudah tiba semua orang diminta untuk berkumpul di ruang keluarga Abraham yang luas itu.
"Cek...cek.. yak kita langsung mulai saja ya.Tasyakuran kali ini diadakan untuk menyambut kepulangan dan kesembuhan putra saya yaitu Kenzi."
"Kami berterima kasih kepada saudara dan para tetangga yang sudah ikut membantu acara ini."
"Sebagai puji syukur Kenzi akan memotong tumpeng ini dan membagikannya ke semua yang hadir disini.Ayo...nak segera potong tumpengnya," perintah mama Laura.
Kenzi pun mulai memotong tumpeng dan membagikannya rata. Disaat semua sedang menikmati makanan tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan papa Kim.
"Papa!! papa kenapa gak bilang-bilang kalau mau pulang?"seru Kenzi saat melihat papanya masuk.
"Surprise !!Selamat datang kembali Kenzi papa jauh-jauh pulang hanya ingin menyambutmu. Papa kesini bawa hadiah untukmu papa jamin kamu pasti suka," ucapnya seraya berbisik diakhir kalimat.
"Hadiah??!"
__ADS_1
Kenzi pun merasa bingung pasalnya papa Kim tidak terlihat membawa sebuah barang apapun dan ini bukan lah hari ulang tahunnya.