My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Merindukannya


__ADS_3

Setelah hari dimana Hana mengalami pendarahan akibat keguguran kemarin, kini Hana tampak terlihat jauh lebih baik .Memang sepertinya apa yang dokter itu bilang benar.Masa pendarahan Hana kali ini mencapai dua minggu,dua kali dari biasanya.Yang berarti Hana sudah melewati masa nifas akibat keguguran. Dan berarti itu menandakan kebenaran jika dirinya memang sedang hamil.


Kini Hana sedang mempersiap segala keperluan untuk dirinya kuliah. Tempo hari Johan mendatanginya.Laki-laki itu benar-benar bersungguh-sungguh dengan ucapannya untuk berkuliah dijawa.Tak hanya itu bahkan lelaki itu sudah mengurusi semua pendaftaran calon mahasiswa baru untuknya. Kini Hana hanya tinggal memenuhi persyaratan yang belum terpenuhi.


Saat ini Hana sudah berada di Jogja. Ia terlihat duduk di perpustakaan kampus yang akan dia masuki sambil memandang sebuah selembar kertas dengan serius.



"Hei....serius amat mbak !" seru Johan mengagetkan Hana.


"Eh...kamu Jo ! bikin kaget saja," terlihat Hana menghela nafas karena terkejut.


"Hehe...sorry habis kamu terlihat amat serius memandang kertas tersebut Han, memang ada yang belum kamu mengerti ?"


"Iya ada beberapa syarat untuk Ospek yang belum aku mengerti Jo, disini tertulis harus bawa besek...kamu tau besek yang dimaksut seperti apa ?"


"Pffft ! Hana...Hana...kamu yang sering ke jawa malah gak tau besek ," ledek Johan sambil terkekeh.


"Oke..kalau kamu gak mau jawab juga gak apa-apa ," sahut Hana dengan wajah cemberutnya.


"Hei...mbak Hana gak boleh ngambek begitu nanti cantiknya pudar loh m."


"Kamu gak cocok panggil aku gitu Jo."


"Hehe...oke...oke aku hanya ingin mengikuti bagaimana cara orang-orang disini memanggil seorang wanita."


"Baiklah...terserah mas saja." balas Hana seraya mengikuti cara panggil seperti halnya Johan.


Johan pun terlihat terkekeh kembali rasanya begitu menyenangkan melihat Hana yang ngambek karena ulahnya sendiri.


"Baiklah akan aku beri tahu besek itu adalah wadah berbentuk segiempat yang terbuat dari anyaman bambu dan terdapat pula tutupnya. Biasanya dipakai untuk wadah bumbu atau makanan seperti itu."


Hana pun hanya terlihat manggut-manggut mendengar penjelasan Johan. Rasanya ia malu sendiri, dirinya yang sering ke jawa malah tidak tahu apa-apa dan sebaliknya Johan yang lebih tahu.


"Lalu bagaimana kita bisa mendapatkannya Jo?"


"Biasanya barang seperti itu bisa kita temukan dipasar-pasar tradisional."

__ADS_1


"Baiklah besok aku akan kesana."


"Tunggu Hana aku ikut ya ? please aku juga pengen nyari kebutuhan Ospek nanti sekalian jalan-jalan disini"


ucap Johan sambil menaik turunkan alisnya.


"Yaudah...besok jangan lupa aja."


"Tentu saja, baiklah sekarang kamu mau pulang naik apa?"


"Aku akan pulang bareng mbak Tika nanti Jo, karena aku belum nyari kost terdekat sini jadi aku masih menginap di kost mbak Tika."


Tika adalah keponakan pak lek Hana yang tinggal di klaten dan berkuliah di Universitas sama yang akan Hana masuki di Sleman Jogja.


"Itu dia orangnya aku pergi dulu ya Jo," tunjuk Hana ke salah seorang wanita yang terlihat melambaikan tangan kearahnya.


"Silahkan...hati-hati dijalan ya Hana lain kali aku akan mengantarmu."


"Baiklah...selamat tinggal Jo," ucap Hana mengakhiri.


Lalu Hana pun berlalu dari hadapan Johan menuju dimana saudara sepupu jauhnya itu berdiri.


"Oh...itu ? itu teman Hana dari kota mbak dia yang ngajakin Hana kuliah disini. Kebetulan kita ambil jurusan fakultas yang sama jadi ya gitu deh."


"Temen..apa temen ?? tapi keliatannya masnya itu kayak gimana gitu loh sama sampeyan Han,pandangannya itu loh menyiratkan sesuatu," tutur mbak Tika penuh selidik.


"Ahh...mbak Tika mah cuma berlebihan mentang-mentang ambil kuliah Kesastraan aja, mbak kayaknya berpotensi jadi penyair deh."


"Penyair apaan...mbak aja gak bakat buat mengarang narasi tauk. Nilai mbak saja dibawah SK(Standart Kompetensi) terus," ungkap mba Tika murung.


"He..he...udah gak apa-apa mbak Hana yakin mbak Tika suatu saat pasti bisa menemukan bakat mbak yang terpendam, jadi mbak jangan sedih gitu ya."


"Gimana kalau Hana traktir bakso saja, bakso yang disebrang sana enak kayaknya, Hana lihat selalu ramai terus disana."


"Memang....kedai bakso yang disana itu favorit mahasiswa disini Han, selain baksonya enak porsinya juga pas dan harganya juga gak bikin kantong jebol apalagi buat mahasiswa seperti kita."


"Wahh...yang bener mbak? Hana jadi pengen kesana.Hayo mbak buruan!."

__ADS_1


Mereka berdua pun mulai berjalan beriringan menuju kedai bakso yang sedang ramai pelanggan itu. Hana sangat senang selama tinggal di Jawa Hana dipertemukan dengan orang-orang baik dan sahabatnya yang setia seperti Johan.


Setelah menunggu selama 10 menit akhirnya pesanan mereka datang.Tanpa menunggu lama lagi mereka pun langsung menyantap bakso yang masih panas.Hana pun terkesiap. Bakso disini benar-benar nikmat bukan main pantas saja setiap Hana lewat kedai bakso ini tidak pernah sepi pelanggan. Mungkin lain kali ia akan mengajak Johan makan disini pikirnya.


##


Saat ini keadaan Kenzi sudah lebih baik. Setelah mengetahui dirinya mengalami kebutaan akhirnya Kenzi bisa menerima semua itu. Semua barang yang sekiranya dapat membahayakan keselamatan Kenzi disingkirkan oleh mama Laura hingga tak tersisa barang sedikit pun.


Kamar Kenzi terlihat lebih lega semua barang-barang Kenzi yang tidak terpakai lagi sudah dikeluarkan mulai dari alat fitnes, gitar, meja tenis, meja belajar dan semua barang-barang yang sekiranya mengganggu ruang gerak Kenzi. Hanya tersisa 1 nakas dan lemari pakaian milik Kenzi. Semua itu mama Laura lakukan demi menghindari jika suatu saat Kenzi mengamuk atau terjadi hal lain.


Ya tidak dipungkiri Kenzi sedikit depresi. Hidupnya sekarang terasa gelap. Dirinya hanya menghabiskan waktu didalam kamar seharian. Hatinya terasa hampa.Tetapi dalam hati terdalamnya ia tengah merasakan rindu yang mendalam kepada seseorang entah siapa yang ia rindukan Kenzi pun tidak bisa memahaminya.


"Ken...apa yang tengah kau fikirkan nak ?"tanya mama Laura saat melihat Kenzi duduk terdiam dibalkon kamarnya.


Kenzi pun menghela nafas lalu terlihat menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya dengan mata terpejam.


"Ma...Kenzi merasakan rindu kepada seseorang tapi entah siapa dia mah Kenzi tak mengingatnya," ungkap Kenzi dengan mata yang masih terpejam.


Dengan mata terpejam atau tidak bagi Kenzi sama saja kini pandangan gelap seiring hidupnya yang sudah redup.


Mama Laura mencoba mencerna ucapan putranya.Mungkinkah yang putranya rasakan adalah rindu kepada seseorang yang pernah putranya itu cintai.


"Menurutmu seseorang itu seperti apa?" tanya mama Laura penasaran.


"Orang itu adalah seorang gadis mungkin seumuran dengan Kenzi ma, penampilannya sederhana tapi dia selalu tersenyum ke arah Kenzi didalam mimpi."


Apakah itu gadis yang dulu pernah ia minta putus dengan Kenzi ? tebak mama Laura mulai menerka-nerka.


"Dan gadis itu terlihat sedang menggendong seorang bayi, Kenzi tidak terlalu ingat mukanya tapi ia selalu muncul jika Kenzi mulai pejamkan mata ini," lanjut Kenzi seraya menyentuk kelopak matanya.


"Bisa mama kasih tau, siapa dia sebenarnya ma ? Kenapa ia selalu muncul dalam mimpi Kenzi ?"


Mama Laura pun terdiam. Seorang gadis sedang menggendong bayi apa artinya semua itu ? mama Laura pun semakin bingung dengan pengakuan yang Kenzi buat.


"Sudahlah Ken...kamu jangan fikirkan lagi mungkin itu hanya bunga tidurmu saja. Sebaiknya kamu segera istirahat udaranya sudah dingin tak baik untuk kesehatanmu dan jangan dipaksakan lagi untuk mengingat sesuatu ya," bujuk mama Laura dengan lembut.


"Baiklah ma..tolong antar Kenzi ke ranjang."

__ADS_1


Kemudian mama Laura pun menuntut Kenzi ke ranjang king size miliknya dan mulai mematikan lampu kamar, hanya tersisa lampu tidur remang-remang yang terpasang didinding diatas. Untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan lampu tersebut sengaja dipasang didinding atas ranjang Kenzi.


Kenzi pun mulai memejamkan matanya. Seperti yang ia ucapkan dengan jujur ke mamanya.vSaat Kenzi mulai pejamkan mata didalam mimpinya hadir wanita yang ia sebutkan tadi. Dalam mimpi itu Kenzi bisa melihat wanita itu terlihat menggendong seorang bayi dan tersenyum kearahnya. Kenzi merasakan damai melihat pemandangan itu.Tanpa terasa terbawa kealam bawah sadarnya.


__ADS_2