My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Bayangan masa lalu


__ADS_3

Entah kenapa akhir-akhir ini hati Kenzi merasa gelisah.Hatinya merasakan kesedihan akan kehilangan sesuatu.Tapi dirinya tak bisa memahami kesedihan apa yang kini ia tengah rasakan.


Sore ini Kenzi duduk ditaman belakang rumah menikmati suasana yang terasa tenang dan damai.Semenjak mengalami kebutaan waktunya ia habiskan hanya berdiam diri dirumah. Kemarin sempat dirinya bolak balik ke Singapura dan Korea untuk melakukan berbagai pengobatan.


Sudah melakukan berbagai tes fisik Kenzi dinyatakan akan bisa melihat kembali jika mendapatkan donor mata yang cocok.Tapi sampai sekarang pihak rumah sakit belum sama sekali menemukan pendonor yang tepat untuk Kenzi. Mau tak mau dirinya harus lebih bersabar lagi.


Saat ini Kenzi sedang duduk ditaman belakang rumahnya. Pandangannya kosong tetapi indra pendengarnya ia pertajam.Terdengar suara langkah kaki sedang menuju kearahnya.


"Dek...bagaimana keadaanmu saat ini ?" tanya ka Kanza seraya menyentuh bahu Kenzi pelan.


"Seperti biasanya kak sama saja, hanya saja akhir-akhir ini aku merasa hatiku terasa sedih."


"Sedih ? sedih seperti apa yang kau maksud dek?" tanya kak Kanza penasaran.


"Sedih...seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga untuk Kenzi kak, tapi Kenzi tak tahu itu apa.Sedangkan kalian keluargaku masih ada disini."


"Mungkin itu hanya perasaanmu Ken, sudahlah lupakan saja."


Sebenarnya Kak Kanza mengetahui suatu kenyataan bahwa dirinya selama ini sudah menemukan Hana.Gadis yang selama ini adiknya itu cintai dengan sepenuh hati. Dengan bantuin Kelvin yang sekarang sudah menjadi suaminya.


Keberadaan Hana pun ia temukan. Dimana Hana tinggal, dimana gadis itu kuliah dan dimana sekarang gadis itu bekerja. Dan tak luput pula dengan siapa saja gadis itu dekat.Tapi bagaimana caranya memberi tahu Kenzi sedangkan kini sebagian ingatan Kenzi sudah hilang.


"Tunggu sebentar kak, Kenzi belum selesai bercerita.Sebenarnya selama ini Kenzi bermimpi bertemu seorang wanita yang kelihatannya seusia dengan Kenzi."


Kak Kanza pun masih mendengarkan dengan seksama. Lalu Kenzi pun melanjutkan ceritanya kembali.


"Wanita itu berpenampilan sederhana tapi tak mengurangi kecantikan naturalnya. Di pangkuannya ada seorang bayi dan bayi itu terlihat mirip seperti Kenzi."


Kak Kanza tampak tercekat mendengar pengakuan Kenzi. Apakah wanita yang Kenzi maksud adalah Hana? karena lima tahun yang lalu Kenzi mengakui pernah tidur bersama gadis itu.Tapi apa kata Kenzi tadi seorang anak?Selama ini dirinya tak pernah menjumpai gadis itu membawa seorang anak.Tak mungkinkan informasi dari suaminya yang berprofesi sebagai intel negara salah?


"Mungkin itu hanya bunga tidurmu saja dek, sudah lupakan saja kakak ada kabar baik untukmu."


"Kabar apa itu kak ?"


"Minggu depan adek sudah dijadwalkan untuk melakukan tindakan operasi."


"Benarkah kak?"


"Benar...tapi rumah sakitnya lumayan jauh ada didaerah jawa, butuh 2-3 mungkin dengan menaiki pesawat untuk bisa kesana."

__ADS_1


"Dimana itu kak ?"


"Tempatnya di karanganyar solo, disana rumah sakit terbesar dan terlengkap fasilitas medisnya," jelas kak Kanza.


"Aku sudah tidak sabar untuk bisa melihat kembali kak, tapi sebenarnya aku sudah terbiasa dengan keadaan ini. Mungkin ini sebagai penebusan dosaku dimasa lalu. Lima tahun sudah cukup bagiku."


"Iya dek...kamu harus semangat karena sebentar lagi kau bisa melihatkan ?"


"Jangan lupa selalu jaga kesehatanmu, angin sore tidak baik ayo segera masuk kerumah mama dan papa sudah menunggu kita didalam."


"Oh..iya Keisha ada dimana kak sedari tadi aku tak mendengar suaranya ?"


"Keisha sedang bermain bersama papinya dikamar anak itu tidak bisa menjauh dari papinya. Setiap libur pasti ia akan menawan papinya seharian," ucap Kanza sambil terkekeh.


Keisha adalah anak dari kak Kanza dengan suaminya mas Kelvin. Bayi yang kini telah berusia sekitar dua tahun itu tumbuh dengan sehat, pipi gembul dan cara bicaranya yang cadel membuat siapa saja akan gemas melihatnya.


"Aku sudah tidak sabar melihat keponakanku yang menggemaskan itu kak."


"Tentu saja."


Setelah itu Kenzi mengambil tongkat yang tergeletak didekatnya. Dan memakai tongkat tersebut untuk membantunya berjalan.bSedangkan kak Kanza mengikutinya dari belakang.


Selama ini Kenzi tak ingin merepotkan keluarganya termasuk orang-orang rumah seperti pembantu atau tukang kebun yang bekerja dirumahnya. Ia berusaha untuk melatih ketajam indra pendengaran dan indra perabanya. Jadi kini dirinya sudah terbiasa berjalan sendiri saat berada dilingkungan rumahnya.


Hari ini seluruh keluarga Kenzi akan berangkat untuk mengantarkan Kenzi ke rumah sakit yang ada di Solo kecuali suami kakaknya mas Kelvin karena saat ini dirinya sedang bertugas.


Ya ketika mengetahui Kenzi dapat pendonor retina di Indonesia dengan segera papa Kim malam itu juga melakukan penerbangan dari Korea menuju Indonesia.Seluruh keluarga Kenzi tampak antusias menyambut hari ini karena sebentar lagi Kenzi akan bisa melihat dunia kembali.


Karena bagaimana pun Kenzi tetap lah calon pewaris perusahaan terbesar seasia itu. Selama ini identitas Kenzi disembunyikan oleh keluarganya mengingat banyak sekali pesaing perusahaan mereka yang berlomba-lomba untuk menjatuhkan keluarga mereka.


Termasuk berita tentang kebutaan putranya. Papa Kim sangat menutupi rapat-rapat kabar tersebut dari para wartawan. Untuk menghindari issue yang bisa menjatuhkan keluarga atau perusahaannya dan menjaga perasaan anaknya selama mengalami kebutaan.


Meski mengalami kebutaan bukan suatu penghalang bagi Kenzi untuk belajar tentang bisnis. Keluarganya bahkan menyewa seorang pengajar tunanetra dan menyediakan perpustakaan khusus yang semua bukunya berbahasa Braille.


Berkat kepandaian Kenzi yang dengan mudah dapat menyerap ilmu. Dan kini ia sudah cukup lancar untuk membaca menggunakan bahasa braille, mempelajari tentang perusahaan milik ayahnya. Bahkan Kenzi menamatkan kuliahnya dengan menggunakan jalur khusus.


Jika operasi ini berhasil bisa dipastikan Kenzi akan langsung diorbitkan sebagai Direktur utama di anak perusahaan ayahnya yang ada di Indonesia.


Tanpa terasa perjalanan itu pun usai karena mereka sekeluarga sudah sampai ditujuan yaitu Karanganyar solo melalui jalur udara. Sampainya di bandara AdiSucipto mobil teman papa Kim sudah menunggu kedatangan mereka, lalu mengantar mereka sekeluarga menuju hotel terdekat rumah sakit untuk beristirahat.

__ADS_1


"fiiuuuhh...capek banget ma untung Keisha tidur terus tadi di pesawat kalau enggak betapa repotnya Kanza mana lagi gak bawa babysister," keluh Kanza setelah sampai di hotel tempat mereka menginap.


Kepergiannya kali ini Kanza tidak membawa babysister karena pengasuhnya itu sedang ijin pulang kampung.


"Yasudah kamu istirahat dulu saja Kanza, Keisha biar mama yang jagain nanti kalau sudah bangun mama akan bawa ke kamarmu."


"Terima kasih ma, maaf sudah merepotkan mama.Kanza belum terbiasa membawa Keisha berpergian tanpa babysister ya gini deh suka kecapekan."


"Tidak mengapa nak,sudahlah pergilah untuk istirahat."


Kanza pun berlalu kekamarnya untuk istirahat.Tinggalah Kenzi, mama Laura dan papa Kim yang sedang menjaga Keisha yang sedang tertidur.


"Ken...istirahat lah. Besok pagi-pagi kita harus bersiap untuk proses operasimu. Mama harap kali ini operasimu lancar dan kau bisa melihat kembali."


"Iya ma...Kenzi juga tak sabar ingin melihat Keisha kata mama Keisha sangat menggemaskan."


"Tentu saja...keponakanmu itu sangat gembul mama saja selalu ingin menyubitnya."


"Yasudah Kenzi istirahat dulu ya ma pa, selamat malam."


"Selamat malam juga nak, semoga mimpi indah," jawab papa Kim.


Mama Laura pun mengantar Kenzi ke kamarnya.


"Kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu segera panggil mama ya Ken."


"Baik ma."


Kenzi pun mulai memejamkan matanya secara perlahan. Sela beberapa menit dirinya pun sudah terlarut dalam mimpinya. Dalam mimpinya Kenzi pun bertemu kembali dengan sosok itu.


Wanita yang biasa hadir dalam mimpinya kini berpenampilan berbeda. Sedikit memakai make up membuat wanita itu terlihat cantik. Wanita itu pun melambaikan tangan kearahnya. Lalu ia pun menghampiri wanita tersebut. Kini Kenzi dapat melihat wajah wanita itu dari dekat.


"Lihatlah papa sudah menjemput kita sayang,"gumam wanita itu ke bayi yang ada di pangkuannya.


Kenzi semakin tak mengerti dengan ucapan wanita itu.


"Akhirnya kamu datang juga, kami sudah cukup lama menunggumu Kenzi."


Kenzi masih terdiam ditempatnya. Dirinya tak mengenal wanita itu akan tetapi wanita itu mengenal dirinya.

__ADS_1


"Kemarilah ikut bersama kami," ajak wanita dalam mimpi Kenzi.


Lalu wanita itu pun meraih lengannya dan mengajaknya berjalan menuju taman yang sangat indah. Kenzi pun mengikutinya dari belakang. Kenzi merasakan kehangatan berada diantara mereka.Dirinya mulai terhanyut akan kebersamaan bersama wanita dan bayinya tersebut. Mereka terlihat tertawa bersama seperti sebuah keluarga kecil yang bahagia.


__ADS_2