
"Bagaimana ?apa kalian sudah menemukannya?" tanya seseorang pria berbadan kekar dengan sebuah tatoo elang di tangannya.
"Maaf Tuan Lee, kami tidak menemukan wanita itu dimana pun.Wanita itu seperti hilang ditelan bumi.Kami sudah mengecek seluruh jasa pelayanan umum tapi tetap tak menemukannya, tapi__" terang sang bawahan yang ia tugaskan sebagai mata-mata dengan kepala menunduk.
"Tapi apa ! bicaralah dengan jelas jangan terbelit-belit ! desak Lee tak sabaran.
"Kami mencurigai seorang pria kecil yang selalu bersama dengan Tuan Kenzi Tuan Lee."
"Kenzi ?? Bukankah ia tunangan Luna? Memangnya kenapa apa ada yang mencurigakan ?" tanya Lee penasaran.
"Menurut team kami yang mengawasinya, kami tak menemukan data pria yang selalu bersamanya itu. Dan informasi yang baru saya dapat, ternyata Tuan Kenzi adalah mantan kekasih dari nona Hana Tuan."
"Apa ?! apa informasi kalian ini sudah valid ? kenapa wanita j*l*ng itu tak memberitahuku ?!" gumamnya sedikit emosi.
"Oke..jika informasi ini benar, aku akan memberi bonus untuk team kalian terutama kamu," tunjuknya kepada bawahan yang tadi sudah memberinya informasi.
"Siap Tuan Lee ! Terima kasih. Kami pamit undur diri !"
"Jangan lupa awasi pria bernama Kenzi dan temannya itu. Lalu secepatnya laporkan kepadaku !" titah Lee kepada bawahannya.
"Baik Tuan Lee."
Pria Mongol berbadan kekar itu terlihat meraih sesuatu dibalik saku jasnya. Lalu menyalakan sigaret tersebut dengan pematik otomatis yang ia genggam. Aroma tembakau dari sigaret yang ia bakar langsung merebak memenuhi ruangan. Sesekali ia sesapi benda berasap itu dan menghembuskan asapnya pelan penuh penghayatan ke langit-langit paviliun yang ia tempati.
"Sepertinya aku harus bertindak cepat sebelum__" ucapannya dipotong oleh suara pria paruh baya yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.
"Sebelum apa ?"
"Mungkin sebelum masa aktif Visa kita disini habis ayah," balasnya kepada pria paruh baya yang ia panggil ayah.
"Itu bukan suatu masalah !" sela si pria paruh baya itu.
"Yang jadi masalahmu saat ini adalah keluarga Ferguso sedang mengincar kita, kau masih ingat transaksi yang Zhao Ming gelapkan itu ?"
"Masih ayah, bukankah masalah itu sudah kita selesaikan dengan mengganti kerugian yang ditanggung oleh perusahaan mereka ?"
Pria paruh baya itu hanya menggeleng pelan.
"Ternyata Zhao Ming melakukan lebih dari itu, seharusnya dengan memenjarakan lelaki brengs*k itu sudah seimbang dengan kejahatannya, tapi mereka malah menuntut lebih pada kita," paparnya.
"Brengs*k kau Zhao Ming ! aku harap kau membusuk selamanya dalam jeruji besi !" geram Lee sambil mengepalkan tangannya.
"Lalu apa yang harus kita lakukan ayah?" tanya Lee kemudian.
"Kau harus kembali ke Beijing, bisnis kita disana sedang mengalami masalah," ucap si pria paruh baya sedikit memerintah.
"Tidak ayah, aku tidak akan kembali sebelum mendapatkan apa yang aku cari," tegas Lee mantap.
"Kau masih menginginkan gadis itu ?Mungkin saja gadis itu sudah melupakanmu, mengingat sudah sangat lama sekali kalian terpisah," tutur pria paruh baya yang bernama Donny Tan.
__ADS_1
"Tidak ayah ! aku tidak akan kembali tanpa dia !"
"Jangan membantah dan jangan bod*h ZAC LEE !" bentak mister Donny Tan kepada putranya.
Pria Mongol yang bernama lengkap Zac Lee itu pun bungkam seketika mendengar bentakan ayahnya. Ia cukup paham jika ayahnya sudah memanggil nama lahirnya itu tandanya lelaki paruh baya itu sedang dalam keadaan marah.
"Kenapa tidak ayah saja yang kembali ?"tanyanya dengan hati-hati.
"Ayah masih ada urusan,ayah harus membalaskan dendam ayah untuk menghancurkan keluarga Abraham. Karena mereka sudah mengambil kebahagiaan kita," ucapnya seraya menerawang jauh keluar paviliun lantai 3 miliknya.
Zac Lee pun mengerti akan dendam lama yang ayahnya itu tanam pada keluarga Abraham semenjak kematian ibunya 10 tahun silam. Sejauh ini hanya itu yang ia tahu. Oh..Bukankah Kenzi adalah putra dari keluarga Abraham ? Kenapa kebetulan sekali, pikirnya.
"Aku akan bantu ayah jadi biarkan Lee tetap disini," tawarnya kemudian.
"Maksudmu ?" tanya mister Donny Tan seraya menautkan kedua alisnya.
"Aku mengenal putra dari Abraham yang bernama Kenzi Abraham ia adalah tunangan teman kencanku."
"Gotca ! lakukan dengan bersih jangan sampai meninggalkan jejak lalu segera pergi dari negara ini," ucapnya mister Donny Tan mengintruksi.
"Aku butuh waktu ayah, aku harus menemukan wanitaku dulu sebelum menghancurkan mereka."
"Terserah lakukan sesukamu, asal kau bisa menghancurkan kebahagian mereka aku tunggu hasilnya. Jika kau berhasil, maka bisnis yang ada di Beijing akan aku wariskan kepadamu ,"ungkap mister Donny Tan dengan seringai licik.
Mata Lee pun berbinar senang. Bisnis mereka yang ada di Beijing adalah bisnis tersukses milik keluarganya. Bisnis itu meliputi produksi arak khas Cina, bisnis hiburan, perusahaan elektronik, produksi Bath Salt ( zat adiktif sejenis narkoba berbentuk bubuk kristal menyerupai sabu-sabu ) serta senjata api dan rakitan. Bahkan bisnis milik keluarganya sudah merambah kedunia Internasional. Tak munafik Lee pun sangat menginginkannya.
##
Di kantor KBA Beauty
"Gila ! gue enggak yangka temen loe yang cupu itu bisa seliar itu diatas ranjang," ungkap Darren seraya menyeruput Cappucino yang ia genggam.
Kenzi pun hanya tersenyum tipis. Padahal dalam hatinya ia ingin tertawa terpingkal-pingkal dengan kebod*han temannya itu. Darren begitu percaya dengan semua sandiwara yang ia dan Hansel perankan.
"Makanya loe jangan asal menilai orang dari luar !" sahut Kenzi seraya menyeruput Vanilla Latte miliknya yang hampir dingin.
Ia tersenyum sesaat. Minuman yang ia minum sekarang adalah minuman kesukaan wanitanya. Siapa lagi kalau bukan Hana. Semenjak ada Darren hubungan mereka terpaksa harus berpura-pura. Ia merindukan duduk berdua dengan wanita itu.
"Gue kira tombak dia tidak bisa berdiri, ternyata hebat juga gue salut sama dia."
"Loe pikir loe doang yang bisa jadi cassanova ! loe terlalu bangga bisa niduri para wanita itu ,"cibir Kenzi.
"Daripada loe, hidup loe itu flat banget. Padahal cewek cantik, sexy nan bohay itu banyak ! Lebih baik kan bernakal-nakal dahulu barulah bertobat kemudian ,"ungkap Darren dengan bangga.
"Gue masih menunggu seseorang yang sudah membuat gue candu. Gue enggak bakal bisa rasain seperti apa yang sudah gue rasain sama dia," tutur Kenzi sambil membayangkan saat-saat itu. Ia sedikit mengingatnya.
"Gila ! jadi loe sudah pernah tidur sama cewek bro ?!" seru Darren terkejut dengan kemajuan temannya itu.
"Sudah ya, jangan bahas hal tentang gituan lagi, sekarang gue pengen tahu tujuan loe balik kesini kenapa bukannya loe sudah menetap di LA ?"
__ADS_1
"Huh ! gak asyik loe ! hmm.. sebenarnya tujuan gue kesini itu gue lagi memburu seseorang yang sudah menipu bokap gue."
"Maksud loe ?" tanya Kenzi tak mengerti.
"Ada penyuplai senjata api dari china, kita sudah mentransfer dananya akan tetapi barang yang mereka kirim adalah barang imitasi. Tentu saja perusahaan bokap gue tidak bisa memakainya karena ini pesanan langsung dari militer Rusia," ungkap Darren panjang.
"Dan gue dengar mereka sedang berada di Indonesia tapi gue belum bisa menemukan pimpinannya, sedangkan anak buah yang sempat kita tangkap tak memberikan infomarsi apa-apa. Mereka lebih memilih mati daripada harus membuka mulut," imbuh Darren lagi.
"Mengerikan ! segitu pengabdiannya kah mereka sampai berani mati demi tuan mereka ?"
"Pasti orang itu bukan orang sembarangan, kita juga tidak bisa menuntut karena transaksi yang kita lakukan termasuk transaksi ilegal. Terpaksa kita harus menyelesaikannya sendiri," ujar Darren memberi pengertian.
"Gue akan bantu sebisa gue nanti, katakan saja kalau kalian butuh."
"Okay..thank, sudah sore lebih baik kita pulang," ajak Darren.
Saat mereka melangkahkan kaki menuju elevator, tiba-tiba mereka melihat seorang gadis keluar dari elevator tersebut.
"Oppa !" panggilnya.
"Waow !. siapa gerangan gadis manis ini terlihat mungil dan menggemaskan apalagi bibir tipisnya yang ranum membuat jiwa playboy gue meronta-ronta," gumam Darren sambil menatap Sona yang berjalan kearahnya.
"Sona ? ngapain loe kesini bukankah ini sudah lepas dari jam kantor ?" tanya Kenzi heran.
"Hai cantik, boleh kenalan nama gue Darren. Gue sahabat Kenzi yang paling ganteng," ucapnya seraya mengulurkan telapak tangannya untuk berkenalan dengan gadis cute itu.
Sedangkan Sona, wanita itu tak mengubris sama sekali sapaan dari Darren ia lebih memilih ketujuan awalnya bertemu dengan lelaki maskulin itu.
"Oppa aku ingin berbicara empat mata denganmu, boleh ya ?" pintanya sambil menampilkan popy eyes miliknya.
"Hmm..baiklah," balas Kenzi. Ia juga penasaran tak biasanya gadis itu memintanya seperti sekarang.
Sedangkan Darren, lelaki macho itu sudah dongkol setengah mati akibat diacuhkan oleh Sona. Gadis cute yang ia baru temui beberapa menit lalu.
"S*alan ! pesona gue sebagai playboy enggak ngaruh sama itu cewek. Mana jabat tangan gue dihiraukan lagi sama dia. Biasanya para wanita akan berlomba-lomba menyentuh tangan gue ini," batinnya kesal.
"Yaudah kita pergi saja ya oppa," ajak gadis cute itu sambil menggaet lengan Kenzi dengan erat tanpa menghiraukan kehadiran Darren disisi Kenzi.
"S*al ! gue dikacangin lagi. Awas saja kau rubah kecil.Suatu saat gue akan menaklukan loe. Lihat saja nanti," gerutu Darren sambil mengikuti mereka dari belakang.
Terima kasih banyak ya untuk para pendukung setiaku
Tanpa kalian aku bukanlah siapa-siapa..
Saranghae..😘😘
Bonus visual Darren Ferguso.
__ADS_1