My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Cacat dan Hilang Ingatan


__ADS_3

Sudah hampir dua minggu Kenzi koma dirumah sakit semenjak kecelakaan itu. Kenzi mengalami luka yang serius dikepalanya akibat benturan benda yang sangat keras terjadi pembekuan darah diotaknya.


Keluarga Kenzi tak mampu menahan dukanya.Terutama mamanya. Mama Laura sangat terpukul akan musibah yang Kenzi alami. Padahal sebentar lagi anak bungsunya itu akan menikah dengan Luna anak sahabatnya.


"Kenzi...maafkan mama nak, mama begitu tidak peduli dengan perasaanmu, kamu boleh menghukum mama dengan apapun tapi please bangunlah nak ," ucap mama Laura disertai isak tangis.


Mama Laura menangis setiap hari. Bahkan mama Laura tak ingin beranjak meninggalkan ruangan Kenzi.Segala urusan perusahaan pun ia serahkan ke asisten kepercayaannya.


Sedangkan suaminya papa Kim sudah kembali ke Korea beberapa hari yang lalu karena ada masalah di indukvperusahaannya yang ada di Seoul. Sedangkan kak Kanza tak bisa membujuk mamanya untuk menjaga Kenzi bergantian, jadi dirinya hanya bisa membiarkan sang mama melakukannya.


Dirinya juga terpukul andai saja dirinya saat itu tidak terlambat menjemput Kenzi pasti kecelakaan ini tidak akan terjadi. Kanza tau penyebab Kenzi melakukan semua ini karena wanita yang adiknya cintai itu. Kanza sudah menyuruh orang untuk mencari keberadaan Hana ke seluruh ibu kota tapi tak kunjung ada hasilnya. Kanza merasa gagal menjadi kakak.


"Mama...istirahatlah biar Kanza yang jagain Kenzi nanti mama bisa sakit,bkalau Kenzi sadar disaat mama sakit bagaimana?"


"Jadi kamu doain mama sakit ?!"


"Bukan begitu ma, bagaimana pun juga salah satu dari kita tak boleh ada yang sakit selama Kenzi belum sadar."


"Baiklah...segera bangunkan mama kalau Kenzi sudah sadar ya," titah mama Laura.


Mama Laura pun mulai merebahkan tubuhnya ke bed berukuran singel yang sengaja disediakan rumah sakit kushus kamar VVIP yang jika salah satu dari anggota keluarga ada yang ingin menginap.


Ruangan rawat yang ditempati Kenzi dalamnya begitu luas karena ruangan itu kelas VVIP. Didalam ruangan terdapat 2 bed berukuran single dan yang salah satunya bed yang dipakai oleh pasien,vkamar mandi,televisi,vlemari pendingin, AC dan sofa untuk anggota keluarga yang ingin bersantai. Ruangan itu tidak terlihat seperti di rumah sakit justru tampak seperti apartemen jika diperhatikan isi dalamnya.


"Dek ...maafin kakak ya,bkakak belum bisa menemukan gadis itu.bSepertinya ia sudah pergi jauh dari kota ini.Tapi kamu tidak perlu kawatir,vtemen mas Kelvin akan ikut membantumu ,"gumam kak Kanza sendiri.


Mas Kelvin adalah calon tunangan kak Kanza. Ia bekerja di Badan Intelijen Negara(BIN). BIN adalah lembaga pemerintahan non kementrian yang bertugas melaksanakan tugas pemerintahan di bidang Intelijen atau tugas-tugas negara yang bersifat sangat rahasia dan tertutup.


Tiba-tiba tangan Kenzi terlihat bergerak-gerak. Kak Kanza pun langsung membangunkan mama Laura yang tertidur.


"Ma....mama bangun ma, Kenzi sepertinya sadar ma."


"Kenapa kamu malah bangunin mama Kanza ?!segera panggil dokter !"


"Eh...iya baik ma."


(Tadi minta dibangunin, giliran udah dibangunin malah ngomelin serba salah deh)gerutu Kanza dalam hati.


Sela beberapa menit Kanza pun kembali ke ruangan rawat dimana Kenzi dan mamanya berada bersama dokter yang menangani Kenzi. Dokter pun terlihat mulai memeriksa keadaan Kenzi.


"Bagaimana dok keadaan putra saya?"


"Keadaannya sudah jauh lebih baik nyonya tetapi kita belum bisa memastikan tunggu saja sebentar lagi pasien akan sadar sepenuhnya."

__ADS_1


Setelah itu terlihat Kenzi sedang mengerjap-ngerjapkan mata.


"Aku ada dimana ? kenapa disini gelap sekali !"pekik Kenzi.


"Nak...nak..kamu yang sabar coba kamu pejamkan matamu sekali lagi dan bukalah," titah dokter Gibran sabar.


Kenzi pun mengikuti intruksi yang diberikan dokter Gibran.


"Masih sama..kenapa disini gelap sekali tolong nyalakan lampunya !"gertak Kenzi panik.


"Dok...dokter apa yang terjadi pada anak saya dok tolong jelaskan ?"


"Maaf nyonya...dengan berat hati saya harus mwngatakan sepertinya anak nyonya mengalami kebutaan sementara akibat matanya terkena pecahan kaca yang merusak fungsi retinanya."


"A...aapa ?!!"


Seketika mama Laura pun jatuh merosot kelantai dan pingsan setelah mendengar penjelasan dari dokter Gibran.


"Ma...mama !! dokter tolong mama saya dok !" teriak Kanza panik.


"Nona yang tenang, sus ..tolong letakan nyonya ke atas brakar disamping itu," perintah dokter Gibran ke suster yang menemaninya.


"Baik dok."


Kenzi pun terlihat mengamuk. Dan dokter pun akhirnya memanggil bantuan untuk menangani Kenzi. Setelah beberapa menit usai ditangani oleh tim dokter barulah Kenzi terlihat tenang dan tertidur setelah dokter suntikan obat penenang.


"Tolong nanti nona singkirkan semua barang-barang yang dapat membahayakan pasien karena pasien saat ini keadaannya masih belum stabil," pesan dokter Gibran sebelum beranjak keluar.


"Dan nona tidak perlu khawatir nyonya sebentar lagi akan sadar dari pingsannya."


"Baik dok...terimakasih."


Dokter Gibran pun berlalu dari ruangan itu. Tinggallah ka Kanza seorang diri duduk termenung menanti mama Laura tersadar dari pingsannya.


Kenzi sudah didianogsa oleh dokter mengalami cidera otak yang menyebabkan sebagian memorinya hilang dan matanya yang mengalami kebutaan sementara akibat terkena pecahan kaca pada retinanya.


Dikediaman keluarga Alexandria


"Luna ! apa-apaan kamu ini ! Bagaimana mungkin kita membatalkan pernikahanmu yang sebentar lagi dilaksanakan bulan depan nanti ?!" gertak mama Renata penuh emosi.


"Mama lihat sendiri sekarang calon suami Luna saja cacat mana mungkin Luna menikah dengannya ?! Luna gak bisa ngabisi hidup Luna buat ngurusin orang cacat seperti Kenzi ,"sentak Luna tak ingin kalah.


Ya setelah Luna mengetahui Kenzi mengalami kecelakaan dan cacat penglihatan alih-alih sedih dirinya malah ingin meninggalkan Kenzi dan membatalkan acara pernikahan yang beberapa bulan lagi akan dilaksanakan itu.

__ADS_1


Luna membutuhkan seseorang yang perfeksionis dan bisa dihandalkan. Melihat Kenzi yang hanya bisa duduk dikursi roda membuatnya merasa ilfeel.


"Haduh....mas pusing aku, tolong urus anakmu ini ," keluh mama Renata seraya memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Papa please bantu Luna pa, Luna gak mau menikah sama orang cacat. Daripada memiliki suami cacat lebih baik Luna pergi ke Perancis. Luna pengen meraih cita-cita Luna disana ," pinta Luna memelas.


Ya setelah Luna pikir dua kali lebih baik ia memilih karirnya mengejar cita-citanya jadi seorang model internasional. Luna tak bisa menghabiskan hidupnya untuk mengurusi orang sakit.


Katakanlah mungkin Luna memang jahat tapi itulah dia. Cintanya pada Kenzi hanyalah sebuah obsesi semata. Karena dimata Luna dulu seorang Kenzi itu terlihat begitu perfeksionis. Bagaimana tidak Kenzi adalah calon pewaris utama perusahaan kosmetik terbesar di Asia Tenggara.


Karena itulah dirinya sangat terobsesi untuk bisa memiliki Kenzi. Apapun ia akan lakukan dulu demi memiliki seorang Kenzi termasuk menyingkirkan kekasihnya Hana dan sampai membuat Hana kehilangan ibunya.


Ya...seseorang yang menelepon ibu Hanq waktu itu adalah Luna. Luna mengatakan ke Ibu Hana kalau mereka berdua tidak segera pergi meninggalkan kota ini maka akan disebarkan video mesum Hana dengan seorang pria padahal itu hanya kebohongan semata yang berakibat fatal.


"Yasudah...nanti papa akan coba bicarakan dengan keluarga Kenzi barangkali mereka bisa memaklumi ," ucap papa Steve akhirnya.


"Mas...mas kok gitu sih ?!" tanya mama Renata kesal.


"Ma...kita gak bisa maksain putri kita terus menerus mama mau kalau nanti Luna nekat seperti halnya Kenzi ?! Enggak kan."


"Ya sudah terserah mas saja, semoga keluarga mereka nanti bisa memaklumi."


Malam itu keluarga Alexandria dan Abraham melakukan pertemuan keluarga guna membahas pertunangan Kenzi dan Luna kedepan. Papa Steve pun membeberkan alasan dirinya datang untuk membatalkan acara pernikahan Kenzi dan Luna bulan depan mengingat kondisi Kenzi yang tidak memungkinkan.


"Baiklah...kami pun mengerti kami juga harus lebih fokus untuk penyembuhan Kenzi."


"Maaf banget ya jeng, aku harap kita masih bisa berteman, semoga putramu cepat sembuh ," ujar mama Renata sedih.


"Iya..terima kasih."


Akhirnya keluarga Luna pun pamit untuk undur diri.Setelah mobil mereka terlihat keluar dari halaman rumahnya barulah mama Laura berbicara.


"Apa-apaan mereka ini ! dengan seenak jidat mereka membatalkan acara yang sudah kita rencanakan jauh-jauh hari. Bahkan calon adik iparmu itu juga kurang ajar lebih memilih karir daripada mengurusi calon suaminya. Benar-benar calon istri yang durhaka !" hardik mama Laura kesal.


"Sudah ma...sudah, sabar tidak apa-apa mereka membatalkan niat tulus kita. Jadi sekarang pun kita bisa tahu mereka itu keluarga seperti apa ," ucap Kanza mencoba menenangkan.


"Iya..kamu benar Kanza dan yang pasti dimasa yang akan datang besan mama buka mereka lagi, mama gak mau punya mantu seperti Luna ! nama baik keluarga kita sudah dipermainkan mereka."


"Mama yang sabar ya."


Dengan masih menahan amarah mama Laura pun masuk kedalam rumah dan menuju ke kamar Kenzi.Dilihatnya Kenzi sedang duduk termenung di tempat tidurnya. Pandangannya kosong lurus kedepan.


"Ya Allah...betapa malang nasibmu nak ,"gumamnya lirih.

__ADS_1


Mama Laura tak tahan lagi lalu ia pun berlalu dari kamar Kenzi dengan isak tangis yang tertahan.Sedangkan Kenzi sedang memikirkan dirinya yang tak bisa main basket lagi. Ingatan Kenzi kembali saat dirinya belum mengenal Hana.Yang pada saat itu dirinya sedang fokus berlatih basket untuk turnamen sekolah.


__ADS_2