My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Tolong Sembunyikan Aku


__ADS_3

Hana merasakan tidur dengan nyaman. Sesekali ia memeluk guling yang memberinya kehangatan.Aroma Aqua yang menguar dari guling yang ia peluk sangat mengganggu tidur nyenyaknya.Masih dengan mata terpejam ia terus mengendus-endus aroma maskulin itu.


Harumnya terasa tajam dan begitu dekat.Tanpa ia sadar ia telah mencium tengkuk seseorang yang tengah tertidur disampingnya.Wanita berwajah oriental itu terus mencium tengkuk lelaki itu hingga hampir mendekati bibir merahnya.


Saat ia merasakan benda kenyal menempel lembut pada bibirnya seketika itu ia membuka matanya dan berteriak.


"Aarrrggghh !.."


"Oh..Tuhan apa yang sudah aku lakukan?aku menciumi Kenzi ? Jika ia tahu pasti ia mengira aku wanita yang mesum." gumam Hana lirih.


Lalu dengan tergesa-gesa ia beranjak menuju kamar mandi takut jika lelaki itu memergokinya.


Sedangkan lelaki yang sedari tadi pura-pura memejamkan mata pun tampak menyipitkan matanya dan terkekeh menahan tawa setelah kepergian Hana.


Padahal sebenarnya ia sudah terbangun sedari tadi.Menyadari pergerakan dari Hana ia pun memilih pura-pura untuk tertidur kembali.Tak di sangka wanita itu menciumi tengkuk hingga ke bibirnya.


Menimbulkan sensasi geli yang menggelora.Ingin rasanya ia melahap habis saat bibir kecil nan berisi itu menciuminya.Fikirannya yang tiba-tiba menjadi mesum.Salahkan saja siapa yang sudah membangunkan Kurama dari semedinya.


Saat didalam kamar mandi tiba-tiba Hana menjerit seorang diri.


"Aarrghhh !"


Kenzi pun terperanjat dengan terburu-buru ia berlari kearah kamar mandi.


"Han..Hana apa yang terjadi?kenapa kamu berteriak?"


Ia khawatir jika sesuatu terjadi dengan wanita itu. Mengingat wanita itu masih dalam keadaan hati yang belum stabil.


Saat Kenzi hampir ingin mendobrak pintu kamar mandinya,pintu itu pun terbuka menampilkan wajah Hana yang hanya senyum nyengir.


"Maaf...bisakah aku minta tolong Ken?"


"Minta tolong apa?apapun akan ku usahakan."


"Tolong belikan aku pembalut." ucap wanita itu nyengir menampilkan barisan giginya yang putih.


"Oke ..siap ! Heh... apa ?!"


##


Kini Kenzi sudah berada disebuah swalayan.Ia tampak tengah menelepon seseorang.


"Huh...dimana sih si kampret itu kenapa tidak diangkat-angkat telefon gue?"gerutunya kesal sambil terus mengulang panggilannya.


"Hallo...iya bos !"


"Kenapa loe lama sekali ! Tidak tahu kah kalau gue enggak bisa nunggu lama !"


"Maaf bos,dikantor banyak pekerjaan.Bos kan minggat gitu aja tadi."


"S*alan loe bilang gue minggat,tadi ada urusan urgent menyangkut nyawa seseorang."


"Siapa bos?!"


"Halah kepo,sekarang kasih tahu gue merk pembalut yang paling bagus apa?"


"Pffft ! Kenapa bos tanya begitu?Apakah tadi bos buru-buru karena bocor?"


"Bukan buat gue ! udah buruan jangan banyak nanya atau gue potong gaji loe karena udah buang-buang waktu gue ?!" ancam Kenzi kemudian.


"He..he..ampun bos bercanda,oke bos cari aja biasanya gue beliin buat Icha itu merk Xxx dan Xxx ukurannya yang 30 atau 35 cm terus ada sayapnya."


"Gila ! kenapa harus ada sayapnya?!"


"Gue juga tidak tahu bos,wanita memang suka yang seperti itu."


"Oke..oke thank!"


Panggilan darurat pun ia akhiri.Ia mulai masuk ke dalam swalayan itu disambut seorang karyawan yang memandangnya tanpa berkedip hingga melupakan tugasnya untuk menyambut pengunjung yang baru masuk.


Kenzi tampak ragu melangkahkan kaki kembali.Bagaimana kalau karyawan perusahaannya tau seorang Ceo pemimpin perusahaan kecantikan terbesar se-Asia membeli pembalut wanita? bisa-bisa bubar dunia perboyband yang melekat pada dirinya.

__ADS_1


Ia sangat malu,tapi ia jga tak bisa membayangkan bagaimana kalau darah wanita itu menggenang dimana-dimana memenuhi lantai kamar mandinya itu jauh lebih mengerikan bukan?


Dengan segenap keberanian yang dimilikinya, ia mulai melangkahkan kaki mendekati karyawan yang masih betah terbengong-bengong ria menatapnya.


"Mbak..mbak..hei !" sapanya sambil melambaikan tangan didepan pelayan itu.


"Oh..iya maaf mas apa ada yang bisa saya bantu?"


"Bisa minta tolong engg__" ucapnya meragu lagi.


"Iya minta tolong apa mas?" tanya pelayan itu dengan tersipu malu.


Kenzi pun mendekati karyawan wanita itu dan bermaksud untuk berbisik kepadanya.


"Yes ..aku mau..aku mau !" ucap si karyawan histeris.


"Apanya mbak? orang saya belum bilang apa-apa oge." balas Kenzi kesal karena ucapannya tertunda karena karyawan itu tiba-tiba alay.


Karyawan itu hanya cengengesan,dan Kenzi pun mengulangi maksudnya kembali.


"Mbak bisa minta tolong ambilin pembalut cewek yang panjangnya 35 cm terus apa lagi ya?" ucapnya terjeda karena berusaha mengingat apa yang dibilang Boby tadi.


"Yang ada sayapnya kan mas?"


"Yap! betul itu dia mbak. Buruan mbak gak pake lama bisa-bisa apartemen saya nanti kebanjiran."


"Siap mas meluncur !"ucapnya sambil ancang-ancang ingin terbang.


Kenzi pun menepuk dahinya pelan.Ya ampun kenapa ada manusia seperti itu?! batinnya menjerit.


Tak berlangsung lama karyawan itu membawa 2 kantong besar yang berisi pesanan Kenzi.


"Mas apartemen mas kan katanya banjir, yasudah saya ambil semua dan sudah saya bungkus cantik,total semuanya 215 ribu rupiah.Ini khusus buat mas ganteng loh saya duluin yang lain mah pada ngantri tuh." oceh si karyawan wanita itu sambil menunjuk ke arah antrian.


Kenzi hanya manggut-manggut sambil pun menyerahkan 3 lembar uang seratus ribuan ke pelayan tersebut.


"Sisanya buat mbaknya aja,makasih ya mbak."


"Yasudah mbak saya buru-buru,apartemen saya pasti sudah kebanjiran ini."


"Iya mas hati-hati..ya ampun sudah ganteng baik lagi."gumam si pelayan wanita.


##


Setelah melalui hujan, badai, topan, petir, gluduk akhirnya Kenzi sampai di apartemennya dengan tergesa-gesa.


"Han..Hana ini pesananmu Han?kamu enggak apa-apa kan?"


Wanita itu pun membukakan pintunya setengah lalu merebut salah satu bungkusan yang di bawa Kenzi.


"Makasih Ken."


Kini mereka berdua sudah duduk di ruang makan yang sengaja didesain dengan lesehan.Berbagai hidangan lezat sudah memenuhi meja makan tersebut. Ada kimchi, kimbap,jjajangmyeon,tteokbokki hingga bulgogi.


Kenzi pun mengambil sumpit yang ada didepannya dan mulai mengisi makanan ke dalam mangkuk kosong milik Hana.


"Makanlah..jangan diam saja seperti itu,aku tahu kamu belum makan dari siang."


Pandangan mata Hana bukan pada makanan yang Kenzi taruh dimangkuknya melainkan pada buku-buku jari lelaki itu terlihat lecet dan memar membiru.


"Apa yang terjadi dengan tanganmu Ken ?"tanya Hana seraya meraih pergelangan tangan lelaki itu.


"Akh...ini___"


#FlasbackOn


Kenzi menghampiri seorang lelaki yang tengah terduduk di kursi tunggu depan ruang bersalin di sebuah rumah sakit.Tanpa aba-aba ia meraih kerah kemeja lelaki itu dan menghujaminya dengan pukulan yang bertubi-tubi.Amarahnya sudah tak bisa lagi ia bendung.


Bugh!


Bugh!

__ADS_1


Johan yang masih belum siap menerima pukulan pun jatuh tersungkur dengan darah yang mengalih dari hidung dan sudut bibirnya.


"Brengs*k loe ya ! gue udah relain Hana buat loe, loe malah nyakitin dan khianati dia.Dimana otak loe selama ini ?!" bentaknya geram penuh emosi.


Sedangkan orang yang ia bentak hanya diam tak bergeming.Ia mengaku salah dan pasrah jika Kenzi ingin menghabisi dirinya saat itu juga.


Tak ada yang berani melerai. Mereka tahu seperti apa seorang Kenzi.Mereka tak ingin berurusan dengan keluarga Abraham yang terkenal akan kekuasaannya.Mereka hanya menatap dari tempat mereka masing-masing.


Tanpa mereka sadari seseorang tengah mengambil gambar dan memvideo aksi Kenzi yang brutal. Lalu pergi begitu saja meninggalkan keramaian disana dengan smrik yang sangat mencurigakan.


Hingga tiga orang petugas keamanan datang dan melerai perkelahian tunggal itu.Johan sudah pingsan ditempat dengan darah yang mengucur deras dari hidung dan sudut bibirnya yang bengkak.Karena ia sama sekali tak melakukan pembelaan saat Kenzi memukulinya dengan membabi buta.


Sona yang baru datang pun memekik terkejut dan menghampiri Johan yang sudah tak sadarkan diri.Ia berteriak memanggil perawat untuk segera mengobati lelaki manis itu.


Sedangkan Kenzi menepis lengannya dari para kawanan petugas keamanan dan melenggang pergi meninggalkan kericuhan yang ia buat sendiri.Ia tak peduli jika pihak rumah sakit menuntutnya nanti, ia siap ganti rugi.Yang ada difikirannya saat ini hanyalah Hana.


#Flasbackoff


"Akh..ini..ini kejepit pintu mobil itu s*alan banget si Boby main nutup pintu mobil sembarang."tuturnya sambil menarik tangannya dari Hana.


"Sini biar aku obatin."


Hana pun mengambil kontak P3K dekat ruangan itu.Dan mulai membumbuhkan salep dan obat merah di luka yang terlihat.


Kenzi menatapnya tak berkedip.Ia masih tak bisa membayangkan betapa hancurnya hati wanita yang ada dihadapannya saat ini.


"Han...bagaimana perasaanmu saat ini?" tanyanya dengan lembut.


"Perasaanku? baik-baik saja."jawabnya datar.


"Maksudku___"


"Ken,aku mohon padamu jangan bicarakan kepada siapapun tentang keberadaanku saat ini.Aku belum siap untuk menghadapi mereka.Jadi tolong sembunyikan aku." ucap Hana dengan nada memohon.


Kenzi pun menghirup nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Baiklah..jika itu maumu.Berarti kau harus merubah penampilanmu."


"Penampilanku? kenapa?"tanya Hana bingung.


"Kau tak mungkin berdiam terus menerus diapartemenku ini Han."


Hana pun terlihat berfikir sejenak.Ada benarnya juga ucapan Kenzi barusan ia tak mungkin mengurung diri terus menerus dari dunia luar.


"Lalu aku harus bagaimana?" tanyanya putus asa.


"Aku punya ide,kamu tunggu aja disini sebentar aku akan keluar ." pamit Kenzi sebelum menghilang dibalik pintu.


Sela dua puluh menit Kenzi datang membawa bungkusan dalam kantong hitam dan menyerahkannya kepada Hana yang masih menunggu.


"Ini apa Ken?" tanyanya bingung.


"Itu perlengkapan penyamaranmu."


"Penyamaran?"


Hana memandang wig pendek yang ia pegang dan topi serta baju-baju model laki-laki.


"Aku tak tahu ukuranmu jadi aku beli semua ukuran" jelasnya sambil nyengir.


Tiba-tiba terdengar bunyi bel apartemennya.


Ting.. tong...


Ting...tong...


"Cepat pakai Hana aku akan melihat siapa gerangan yang bertamu ke apartemenku malam-malam begini." ucapnya memerintah.


Hana pun menggangguk patuh lalu buru-buru membawa kantong besar itu menuju kamar untuk segera memakainya.


Sedangkan Kenzi mulai menggesekan key card miliknya untuk membukakan pintu apartemen.Dan saat pintu sudah terbuka terlihat seseorang tengah berdiri menantinya.

__ADS_1


"Kenzi !"


__ADS_2