My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Mantan majikan


__ADS_3

Siang itu setelah dari sekolah Hana dan Johan tak langsung pulang. Mereka berhenti di taman pusat kota,Hana butuh menjernihkan fikirannya. Dan mendinginkan hatinya yang panas.


"Kita disini saja ya Han ,"ajak Johan.


"Baiklah...,"balas Hana singkat.


Hana masih terdiam dengan sikapnya. Keadaan pun menjadi hening diantara mereka karena Johan juga ikut-ikutan diam bingung harus menghibur Hana bagaimana.


"Hana....sebelumnya sorry ya kalau aku ikut campur masalah kamu , dan kalau pun kamu pengen cerita ke aku , aku siap kok dengerinnya dan kalau enggak pun juga gak papa itu hak kamu ," ucap Johan memulai obrolan.


Hana hanya menatap Johan dengan datar.


"Sorry ya, semisal aku ganggu dan kamu minta aku pergi, aku akan pergi.."


"Tunggu.. !!"potong Hana.


"Aku butuh teman Jo, hatiku gak sekuat itu. Aku udah banyak kehilangan orang-orang yang aku sayangi ," sahut Hana pelan.


Johan memperhatikan ucapan Hana dengan seksama memberi ruang untuk wanita rapuh itu mencurahkan segala isi hati kepadanya.


"Aku sadar aku orang biasa saja Jo, aku gak pantas ada disamping Kenzi. Kasta kita jauh. Kalau pun dia ingin seperti itu kenapa tidak sedari awal minta putus? Pastinya aku tidak akan merasa terkhianati seperti ini.Pantas selama ini dia menghindar dariku. Kita pun sudah jarang kontekan. Aku seperti wanita bodoh yang berharap terlalu tinggi !" lanjut Hana lagi disertai isak tangisnya yang tak mampu lagi Hana bendung


.Butiran kristal itu perlahan membasahi kulit putihnya.


"Han...kamu gak boleh bicara gitu, mungkin Kenzi sedang mencari waktu yang tepat untuk memberi tahu kamu. Kita juga belum tau kebenarannya untuk mengkonfirmasi semua itu dari Kenzi. Kita butuh jawabanya ," ujar Johan menenangkan Hana.


"Tapi sampai sekarang tidak ada penjelasan dari dia Jo, dan lagi bukti foto itu. Foto itu asli bukan editan.Kalau memang niat dari awal dia hanya mempermainkan aku, mungkin cara dia ini berhasil ," sergah Hana.


Benar kata Hana. Sampai saat ini tidak ada etika baik dari Kenzi untuk minta putus dari Hana. Cara Kenzi untuk mempermainkan hati wanita terbilang kejam apalagi untuk wanita sebaik Hana tak sepantasnya diperlakukan seperti ini.


"Lalu...apa selanjutnya yang akan kamu lakukan Han?",tanya Johan.


"Kalau ini memang harus berakhir ya sudah. Tidak ada yang perlu dijelasin, aku mau fokus ke belajar aja bentar lagi kan kita ujian kelulusan , "jawab Hana mantap.


Ya dirinya tidak perlu terlalu terpuruk karena cinta masih ada cita-cita yang harus dia raih. Hana sudah jauh lebih baik. Setidaknya rasa sakit yang menghimpit hatinya memudar karena Hana harus belajar mengiklaskan.


"Terima kasih Jo. Karena kamu aku jadi lebih baik sekarang, " kata Hana dengan tersenyum.


"Anything for you Han ," balas Johan yang masih terpaku dengan senyum Hana barusan.


"Hei..sudahlah menatapku begitu. Nanti kamu bisa suka sama aku ," canda Hana dengan senyum-senyum malu.


(Gue memang sudah jatuh hati sama loe Han,semenjak kita pertama bertemu)batin Johan dalam hati.


"Eh...baiklah...kamu mau eskrim gak ??aku bakal traktir kamu biar dingin hatinya..hehe ,"canda Kenzi balik.


"Bisa aja kamu Jo..baiklah aku mau rasa Vanila ."

__ADS_1


"Oke..siap Tuan putri, tunggu yaa ,"sahut Johan sambil memberi hormat ke Hana.


Hana hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah temannya itu. Hana bersyukur Johan selalu ada untuknya membantu setiap kesulitan Hana selama disekolah. Seperti saat ini pula membantu dirinya kabur dari sekolah untuk menenangkan hatinya yang tercabik-cabik oleh Kenzi.


##


Dirumah Hana tiba-tiba ada tamu yang tidak diundang. Tamu itu memakai mobil mewah Tesla Model X keluaran terbaru. Saat pintu mobilnya dibuka oleh supir, nampaklah keluar wanita yang mungkin umurnya sekitar hampir 40 tapi masih terlihat segar dan terawat.


Sambil menenteng tas branded , wanita itu mulai berjalan angkuh mendekati pagar rumah Hana. Wanita itu sekilas terdiam. Rumah ini masih seperti yang dulu saat terakhir dirinya menginjakan kaki kerumah itu.


"Permisi...spaadaaa..apa ada orang?" teriak wanita berdandan glamour khas nyonya besar itu.


"Ya sebentar...,"terdengar sahutan dari dalam rumah.


Bu Hesti mengeryitkan dahinya tumben ada tamu siang hari begini.


"Ya...silahkan masuk ," ajak bu Hesti kepada tamunya.


Tapi saat melihat siapa tamunya betapa terkejutnya bu Hesti.


"Nyonya...nyonya Renata !"pekik bu Hesti tertahan.


Wanita yang dipanggilnya nyonya Renata itu hanya tersenyum datar. Ya wanita itu adalah Renata Alexandria mantan majikan bu Hesti.


"Sudah lama sekali ya Hesti, bagaimana kabarmu? Apa aku sudah boleh masuk?" sapa nyonya Renata.


Sambil masuk kedalam rumah nyonya Renata melihat sekeliling rumah tua itu.


"Ini anakmu ? cantik juga ya ,' tanya Renata sambil menunjuk kearah foto Hana yang tersenyum dengan tangannya memegang piala.


"Iya nyonya...itu anak saya satu-satunya. Kakanya sudah pergi menyusul bapaknya ,"terang bu Hesti sedih mengingat keluarganya yang telah tiada.


"Oh..maafkan aku.Aku turut berduka cita sedalam-dalamnya Hes ."


"Tidak apa-apa nyonya ,"sahut bu Hesti lirih.


"Oh...ya Hes, aku tidak bisa berlama-lama disini aku ingin bicara langsung keinti tujuan aku kesini ," terang Renata.


"Silahkan nyonya."


"Ini soal anakmu, kita sama-sama seorang ibu. Aku harap kau mengerti Hes. Anaku sudah bertunangan dengan keluarga Abraham. Apakah anakmu bisa menjauhi calon mantuku?" tanya Renata sedikit sarkastik.


"Saya tidak mengerti apa yang nyonya katakan ,"masih dengan wajah bingung bu Hesti.


"Begini anakmu adalah kekasih dari keluarga Abraham. Anak laki-laki yang sering datang kerumahmu itu adalah putra satu-satunya keluarga Abraham pewaris tunggal perusahaan kosmetik terbesar di Indonesia.


Sedangkan anaku sudah bertunangan dengan putra Abraham itu. Aku harap kamu mengerti maksutku. Kita sama-sama seorang ibu. Apapun akan aku lakukan untuk kebahagiaan anak tunggalku ," jelas nyonya Renata tegas.

__ADS_1


Ya nyonya Renata sudah mengetahui semuanya dari cerita putrinya Luna dan dari beberapa informan yang menyeliki kekasih calon mantunya itu.


"Aku tak ingin kebahagian anaku terhambat, maka dari itu pergilah yang jauh dengan putrimu. Ini ada sedikit uang untuk bekalmu ,"sambil menyerahkan segepok uang diamplop coklat ke bu Hesti.


Sedangkan bu Hesti masih mematung ditempat.


Pikirannya yang sudah tua sedikit terlambat memahami apa yang barusan mantan majikannya itu bicarakan. Setelah mengerti barulah bu Hesti bicara.


"Tidak perlu nyonya, aku akan pergi dengan putriku nanti setelah putriku lulus sekolah," balas bu Hesti menyakinkan.


"Tidak apa ambil saja, bagaimana pun kalian nanti butuh dana untuk kemana-mana. Itu juga cukup untuk biaya kuliah anakmu nanti."


"Tapi aku minta satu syarat, jangan pernah muncul lagi dihadapan kami. Mengerti !" bisik nyonya Renata menusuk.


Bu Hesti hanya menggangguk mengerti


.Bagaimanapun dirinya tau tentang keluarga Alexandria. Segala perintah yang diucapkan mereka itu bersifat mutlak dan tidak bisa dibantah. Dengan harta dan kekuasaan mereka bisa melakukan apa saja untuk menaklukan musuh mereka.


Lalu setelah itu nyonya Renata pergi begitu saja dari hadapan bu Hesti. Seketika bu Hesti jatuh merosot kelantai. Dadanya terasa sesak. Nafasnya tersengal-sengal. Disaat itu terdengar suara motor yang berhenti didepan rumahnya.


"Terima kasih Jo sudah mengantarku pulang," kata Hana dengan tersenyum.


"Sudah seharusnya, aku yang bawa kamu pergi aku juga yang harus mengantarkanmu pulang ,"balas Johan sambil tersenyum simpul.


"Baiklah..mau mampir sebentar, mau minum atau apa gitu. Dirumah tidak ada apa-apa hanya air putih yang kami punya ,"tawar Hana.


"Bolehkah...??" tanya Johan memastikan.


"Tentu saja..," jawab Hana.


Johan pun memarkir motornya masuk ke halaman rumah Hana.Tampak banyak jenis bunga mawar tertanam disana terlebih bunga mawar pink yang tampak mendominasi. Ini pertama kalinya Johan bertamu kerumah Hana.


Mereka berjalan menuju rumah saat sampai depan pintu, perasaan Hana sedikit tidak enak dan janggal.Tumben sekali ibunya membuka pintu disiang hari.


Hana pun langsung masuk ke rumah mencari ibunya.


"Assalamualaikum..bu..ibu Hana pulang,"sapa Hana.


Rumah tampak hening tak ada suara ibunya yang menyahuti.


"Bu..ibu..ibu dimana Hana pulang ,"panggil Hana lagi.


Masih sama tak ada sahutan dari ibunya.Saat Hana akan menuju kamar ibunya. Betapa terkejutnya Hana melihat ibunya yang tergeletak pingsan tak sadarkan diri.


"Jo...Johan tolongin aku jo ,"teriak Hana menahan isak tangisnya.


Johan yang berada ruangan depan asyik memperhatikan foto-foto masa kecil Hana itu seketika terlonjak kaget. Dengan segera Johan bergegas ke arah suara Hana.

__ADS_1


__ADS_2