
Sampainya mereka di halaman rumah sakit. Hana pun langsung turun dan pergi begitu saja meninggalkan Kenzi seorang diri.
"Eh....malah nyelenong gitu aja, gak bilang terima kasih kek apa kek. Kan udah dikasih tumpangan dasar es balok !" gerutu Kenzi seorang diri.
Hana pun berjalan terburu-buru menuju toilet. Di tengah jalan ia bertemu dengan Johan.
"Hana...apa yang terjadi ? Kenapa bajumu kotor sekali?" tanya Johan panik.
"Aku tidak apa-apa Jo, ini ceritanya panjang sekali. Aku harus buru-buru sekarang profesor Fajar sudah menungguku."
"Baiklah...kamu sudah sarapan belum ? aku ada roti selai nih buatmu jangan lupa dimakan ya sayang."
"Eh...i..iya Jo terima kasih ya."
(Tadi apa ? Johan panggil aku sayang ? kenapa aku jadi geli sendiri dengarnya ya? ini bukan seperti Johan yang aku kenal )
"Maaf ya Jo..aku harus buru-buru."
"Baiklah....jangan lupa nanti makan siang aku tunggu ya."
"Nanti telepon saja aku Jo."
"Baik...honey..selamat bekerja."
Hana pun tergesa-gesa masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti bajunya yang kotor.
"Ada apa dengan Johan kenapa hari ini sikapnya begitu aneh sekali, bahkan tadi ia memanggilku sayang..honey? ya ampun sepertinya ia benar-benar kehabisan obat."
Hana pun segera menuntaskan urusannya dikamar mandi. Dan memulai aktivitas paginya yang sudah tertinggal.
##
"Bagaimana keadaan loe Ken?"
"Seperti yang loe lihat sekarang, gue sudah tampak lebih baik sepertinya gue harus berterima kasih sama loe."
"Ccckk....sudah jadi kewajiban gue sebagai dokter kali Ken, loe gak perlu ngerasa berhutang budi gitu ke gue."
"Tetap saja balas budi dan sebagai gantinya gue traktir loe makan siang di restauran Korea yang baru saja buka di sebrang sana. Gimana?"
"Wahh....sepertinya kali ini gue tidak bisa Ken, mungkin lain waktu saja bagaimana?nanti siang gue ada janji makan siang dengan Hana."
"Hana? Dokter Hana maksudnya? Kebetulan sekali ajak sekalian dia bergabung bersama kita."
(Mengajak Hana?apa Kenzi mulai mengingat sesuatu tentang Hana?)
"Baiklah...nanti gue ajak Hana sekalian."
"Oke..gue tunggu kalian di restauran tepat jam makan siang nanti jangan sampai telat saja ya,"ucap Kenzi mengakhiri.
Johan masih tak bergeming di ruangan.
(Ada apa gerangan yang terjadi antara Hana dan Kenzi ?)
Waktu pun cepat berlalu, tak terasa waktu sudah menunjukan jam makan siang.
"Hana...apa kamu sudah selesai?"
"Ehh...Jo kenapa kau menghampiriku ? kan bisa saja kau meneleponku terlebih dahulu."
"Aku hanya ingin langsung menghampiri calon istriku apa tidak boleh?"
Hana merasa Johan akhir-akhir ini bertingkah aneh sedikit lebay menurutnya.
"Tentu saja boleh, hayo jalan."
Johan pun mulai menggenggam jemari Hana dengan mesra.
"Jo apa ini tidak berlebihan? aku malu dilihatin banyak orang."
"Biarkan saja mereka honey, lagian mereka sudah tahu kamu ini adalah calon istriku."
(Cuma Kenzi yang belum tahu bahwa kau adalah calon istriku Han) lanjutnya dalam hati.
Hana pun memilih mengalah membiarkan Johan menggenggam tangannya.
"Ngomong-ngomong kau akan mengajakku makan kemana Jo?"
__ADS_1
"Di rumah makan Korea yang baru saja buka di sebrang jalan sana, temanku sedang menunggu kita."
"Siapa?"
"Nanti kamu juga tahu."
Akhirnya mereka berdua sampai direstauran Korea bernama 'Daebak Fan Cafe'. Hana takjub dengan dekorasi restauran tersebut. Daebak dalam bahasa korea yang artinya Keren. Sesuai namanya 'Debak Fan Cafe' mengusung konsep tradisional Korea dan memadukannya dengan modern K-pop style. Karena dekorasi restauran yang sangat instragamable membuat restauran tersebut ramai oleh para penggemar K-pop.
"Hai...Ken..sudah lama menunggu?" sapa Johan tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Hana.
Ia ingin menunjukan kepada Kenzi bahwa Hana sekarang adalah miliknya. Meski Hana dahulu adalah mantan kekasih Kenzi.
Kenzi pun melihat Johan menggenggam jemari Hana dengan erat, ia pun mengerutkan dahinya.
(Apa mereka sepasang kekasih ?)
Sedangkan Johan menampilkan senyum sinis. Jika dulu dirinya yang selalu dipanas-panasi oleh kemesraan mereka dulu kini gantian ia yang ingin memanas-manasi balik mantan dari calon istrinya itu.
"Jo..lepasin ih..malu dilihatin orang tau gak," rengek Hana lirih.
Akhirnya Johan pun melepaskan genggamannya.
Hana tak menyangka jika teman yang Johan maksud adalah Kenzi. Seperti wanita yang dipergoki selingkuh oleh kekasihnya Hana tampak salah tingkah dihadapan Kenzi. Entah kenapa Hana merasa takut jika Kenzi berfikir yang aneh-aneh tentang dirinya.
"Sepertinya kalian menikmati waktu kebersamaan kalian ya hingga membuatku menunggu lama," sindir Kenzi.
"Maafkan kami, jalanan tadi terlalu ramai kan ini jam makan siang,"balas Johan.
Mereka berdua pun mengisi kursi yang masih kosong dihadapan Kenzi.
Hana tampak salah tingkah di hadapan lelaki maskulin itu.
"Baiklah...kalian pesan apa ? sesuai janji gue tadi kali ini gue yang traktir jadi pilihlah sepuas kalian."
"Gue mau pesan bibimbap saja kalau kamu Hana?"
"Ehh...anu apa ya?"Hana tampak menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal.
Pasalnya Hana sudah lama tidak makan makanan korea lagi. Jadi Hana bingung ingin memilih apa.
Hana pun melotot mendengarkan ucapan Kenzi.Berani-beraninya laki-laki itu mengatainya gendut.Sedangkan Kenzi hanya nyengir.
"Baiklah yang itu saja."
"Mas...ini saya pesan Jjajangmyeon satu, Kimbap satu dan bibimbap satu ya, terus minumnya Yuja Cha sama Teh Omija saja jangan lupa Kimchi nya satu."
"Baik mas," balas pelayan pria itu.
"Kalian harus coba Kimchi disini enak banget. Gue beberapa hari disini susah banget nyari makanan yang cocok dilidah untungnya gue nemu restoran ini dan kebetulan dekat sama rumah sakit."
Anak sultan mah emang beda. Makanannya pun versi import semua.Ya karena memang Kenzi terbiasa makan makanan Korea dirumahnya.
"Loe suka makan makanan Korea?"tanya Johan.
"Tentu saja karena Kenzi kan keturunan Indo-Korea," kali ini Hana menimpali.
Kedua lelaki itu pun menoleh bersamaan kearahnya.Johan yakin sepertinya Hana keceplosan karena pasti wanita itu masih mengingat kebersamaan mereka dulu jadi dirinya masih bisa memaklumi.
Kini giliran Kenzi yang penasaran. Bagaimana wanita itu seperti tahu tentang dirinya sedangkan ia tak pernah menceritakan apapun tentang dirinya ke wanita yang baru saja ia kenal beberapa minggu yang lalu itu.
Hana pun seketika menyadari langsung membengkam mulutnya dengan tangan.
(Haduh...kenapa sih ini mulut jadi keceplosan gini)
Bersamaan itu pesanan mereka pun sudah tiba.
Mereka terlihat mengambil sumpit masing-masing untuk mengisi piring kosong mereka.
"Hana ini buat loe...kamu," ucap Kenzi dan Johan bersamaan seraya meletakan makanan diatas piring kosong Hana.
(Dua orang ini kenapa sih? bisa barengan gitu)
"Terima kasih tapi aku bisa ambil sendiri kok."
(Ngapain Kenzi ikut-ikutan gue ngasih perhatian ke Hana juga ?)batin Johan.
(Gue kenapa sih kok tiba-tiba peduli gini sama wanita es balok ini ?)
__ADS_1
"Aah...iya selamat menikmati," seru Kenzi kemudian.
Hana masih memperhatikan Kenzi yang mulai asyik memakan makanannya.
(Kau tau Ken? dulu kau selalu memaksaku untuk memakan kimchi itu dan jika aku tak mau kamu akan memakannya dua kali untukku)
"Hana...kenapa kamu diam saja?apakah makanannya tidak enak?"tanya Johan yang menyadari ketidak fokusan Hana.
.
"Ehh...enggak Jo,ini enak kok nih aku makan ya."
"Ini kalian harus cobain kimchi disini enak banget !" seru Kenzi tiba-tiba seraya menaruh kimchi ke piring Hana dan Johan.
"Maaf Ken...a..aaku tidak suka makan sayuran," tolak Hana.
"Memang kenapa? padahal loe seorang dokter."
"Tapi kimchi ini terlalu pedas buatku."
"Oh..begitu, baiklah buat gue saja.Gue makan dua kali ini spesial untuk loe ya," ucap Kenzi seraya mengambil kembali kimchi di piring Hana dan memakannya.
(Apakah Kenzi mulai mengingatnya?) batin Hana lagi.
Saat Kenzi asyik memakan tiba-tiba ia tersedak.
"Uhuuuk....uhuuuuk !"
Dengan sigap Hana pun mengambilkan minuman di depannya bersamaan dengan Kenzi yang ingin meraih minumannya. Tangan mereka pun bersentuhan dan tatapan mereka pun terkunci satu sama lain.
Aku merindu, ku yakin kau tau
Tanpa batas waktu, aku terpaku
Aku meminta walau tanpa kata
Cinta berupaya
Engkau jauh di mata tapi dekat di doa
Aku merindukanmu
Hati Hana pun berdebar-debar begitu pula dengan Kenzi.
(Kenapa hati gue berdebar-debar begini saat wanita es ini menyentuh tangan gue ?) batin Kenzi.
( Tuhan apa Kenzi merasakan hal sama seperti apa yang aku rasakan ?)
"Hem...ehem...," Johan mencoba memecah kesunyian.
Karena sedari tadi ia merasakan Hana begitu memperhatikan Kenzi. Apakah wanitanya itu masih mencintai mantan kekasihnya itu? hati Johan bertanya-tanya.
(Aku harus menjauhkan Hana dengan Kenzi, aku takut mereka jadi CLBK kembali) gumam Johan dalam hati.
"Han..kita harus bergegas waktu istirahat kita segera usai."
"Baiklah.."
"Ken...sorry ya waktu kita cuma sebentar kita gak bisa lama nemenin loe makan."
"Enggak apa-apa kok,santai saja."
Saat Johan dan Hana akan berbalik tiba-tiba Kenzi merasakan nyeri di kepalanya.
"Ken...ken kamu tidak apa-apa?" tanya Hana panik.
"Aa...aaku..tidak apa-apa ,kalian pergi saja."
"Benarkah Ken? loe tidak apa-apa?" tanya Johan mengikuti.
"Gue yakin, kalian gak perlu khawatir lagi."
"Baiklah kami akan pergi dulu Ken."
Kenzi pun hanya membalasnya dengan anggukan.Kepalanya tiba-tiba terasa sakit.
"Gadis es...gadis es siapa loe gadis es? kenapa wajah loe selalu hadir dalam ingatan gue?)gumam Kenzi lirih sambil menatap kepergian Hana dan Johan.
__ADS_1