
Setelah Kenzi menyanyi diatas panggung, begitu turun dirinya pun langsung menghampiri Hana yang masih terduduk di samping Johan. Dan Hana pun tampak dibuat bodoh olehnya, kedatangan Kenzi bukanlah hal yang sebelumnya ia fikirkan.
Mengingat disini ada tunangannya Luna. Hana pun tak bisa menolak sebisa mungkin dirinya harus tetap tenang meski debaran jantungnya sudah seperti gendang yang di tabuh saat lebaran.
"Jo...gue bisa minta waktunya sebentar dengan Hana ?" tanya Kenzi ke Johan.
"Silahkan saja gue akan gabung dengan yang lain ," balas Johan mempersilahkan memberi ruang untuk mereka berdua menyelesaikan masalah mereka yang tertunda.
Setelah itu Johan pun beranjak dari tempat duduknya untuk bergabung bersama teman-temannya yang lain. Kini ditempat tersebut tinggal mereka berdua. Suasana pun menjadi hening karena mereka sama-masa masih bungkam. Tiba-tiba saja Kenzi berlutut dihadapan Hana.
"Hana...maukah kamu berdansa denganku ?" ajak Kenzi karena menurutnya sambil berdansa akan membuat mereka sedikit santai untuk membicarakan segalanya.
"Aku tak bisa berdansa Ken ," tolak Hana halus.
"Aku akan mengajarimu ," sahut Kenzi cepat.
Akhirnya mau tak mau Hana harus menerimanya karena tak ingin berlama-lama menjadi tontonan orang banyak.
"Baiklah...tapi sudahlah jangan berlutut seperti itu Ken, aku malu dilihat mereka ," tegur Hana pelan.
Kenzi pun tampak tersenyum bahagia.
"Kamu masih seperti yang dulu Hana, My Ice girls ," bisik Kenzi lirih tepat ditelinga Hana saat mereka akan beranjak bersama.
Pipi Hana tampak merona merah seperti tomat,bahkan bulu kuduknya pun meremang mendengar bisikan Kenzi tersebut. Sudah dipastikan jantungnya berdetak tak beraturan. Ini bukan kali pertama Hana digoda oleh Kenzi dulu bahkan sangat sering tapi kenapa rasanya masih sama.
Acarapun dilanjutkan dengan pesta dansa. Semua yang membawa pasangan nampak bersiap dengan pasangan mereka masing-masing untuk berdansa. Karena sesi ini mereka akan dinilai siapa yang berhak menjadi King and Queen prom. Dari kejauhan Luna tampak mengepalkan tangannya.
"Kurang ajar loe gadis kampungan ! Harusnya gue yang saat ini jadi pasangan Kenzi karena gue tunangannya, awas lihat saja nanti pembalasan gue ! " umpat Luna geram melihat Kenzi dan Hana terlihat mesra. Luna pun terlihat sedang menelepon seseorang.
Musik pun mulai mengalun indah memenuhi ruangan. Musik khas dansa yang merdu membuat penarinya terhanyut dalam suasana romansa ala eropa.
Kenzi pun menuntun Hana untuk meletakan tangannya pada bahunya. Gadis berwajah oriental itu pun terlihat gugup saat Kenzi meletakan tangan pada pinggangnya. Pandangan Kenzi terhanyut oleh pesona gadis esnya.
Wanita yang teramat sangat ia rindukan kini berdiri berhadapan dengannya bahkan dengan jarak yang sangat dekat. Hatinya sungguh bahagia bisa menyentuh kembali gadis yang sangat ia gilai siang dan malam itu.
"Naikan saja sepatumu diatas sepatuku, nanti ikuti saja gerakannya ya ," ucap Kenzi mengintruksi.
Hana pun hanya menganggukan kepalanya patuh karena dirinya sangat minim pengetahuan tentang dansa dan sebagainya. Kini mereka pun mulai berdansa, Hana mengikuti arah gerak Kenzi dengan teratur. Lama-lama Hana mulai mengerti cara berdansa dan segera menurunkan kakinya dari atas sepatu Kenzi.
"Kenapa turun ?" tanya Kenzi parau.
"Aku tak ingin memberatkanmu Ken, aku ini berat ," jawab Hana seadanya.
Kenzi yang mendengarnya pun menahan tawa.
"Pffttt ! kata siapa? kamu gak berat kok."
__ADS_1
"Hana...malam ini kamu cantik pakai gaun ini cocok ditubuhmu ,"puji Kenzi jujur.
Harusnya Kenzi memberi tips kepada pelayan butik itu karena terbukti gaunnya memang tampak indah ketika dikenakan oleh Hana. Mungkin lain kali pikirnya. Hana tampak tersenyum malu pipinya merona.
"Apa gaun ini darimu ?" tanya Hana hati-hati takut salah.
Kenzi pun mengiyakan dengan mengangguk.
"Aku pesankan khusus untukmu seorang ,"balas Kenzi masih dengan menatap Hana. Kenzi tampak senang memandangi Hana yang masih grogi saat bersamanya.
"Terima kasih ,"balas Hana dengan menunduk karena malu.
Seketika Kenzi mengingat sesuatu , lalu dirogohnya sesuatu dalam saku jasnya mencari benda yang ada didalamnya. Lalu melepaskan jasnya tersebut karena mulai merasa gerah dan hanya menampilkan kemeja putihnya yang lengannya sudah ia gulung sedikit keatas.
"Ini untukmu Hana ," ucap Kenzi lagi seraya menyerahkan setangkai mawar pink segar ke arah Hana.
Hana tampak berbinar. Lelaki maskulin yang ada dihadapannya selalu bisa meluluh lantahkan hatinya.Hana bingung kenapa Kenzi bisa seromantis ini ? apa saat bersama Luna ia perlakukan sama seperti dirinya ? Terkadang hati Hana juga merasa ingin tahu.
"Terima kasih ," hanya kata itu yang mampu Hana ucapkan.
"Hana...sebelumnya aku mohon maaf padamu, bukan maksutku mengkhianati cinta kita tapi aku tak punya pilihan. Perusahaan ayahku sudah terikat dengan keluarga Luna. Pernikahan ini hanya pernikahan bisnis aku tak mencintai Luna. Satu-satunya wanita yang kucintai hanya dirimu. Ku mohon percaya lah ," ucap Kenzi dengan serius.
"Aku mengerti Ken, tapi kita mungkin tidak akan pernah bisa bersatu lagi mengingat kamu sudah bertunangan dengan Luna ," balas Luna dengan air matanya tertahan.
Jika saja ia berkedip sudah dipastikan butiran kristal itu akan terjatuh.
Kali ini Hana tak mampu lagi, air matanya pun jatuh membasahi kulit putihnya. Kenzi yang melihatnya pun tak kuasa untuk tidak menghapus air mata gadis esnya itu. Hatinya ikut tersayat. Lalu dipeluknya tubuh Hana dengan erat, sedangkan Hana menangis sesegukan didalam pelukan Kenzi.
Sudah cukup lama mereka berdua dalam posisi seperti itu hingga tanpa terasa sesi dansa pun sudah usai para pasangan yang ikut berdansa pun mulai membubarkan diri tinggallah mereka berdua.vMereka masih dengan posisi berpelukan dengan mata masing-masing yang terpejam.
Sebagian orang memaklumi dan sebagian lagi mencibir. Saat datang seorang pelayan membawakan minuman kearah mereka berdua barulah mereka mengurai pelukannya.
"Maaf mas mba, apa sedang butuh minum ?" sapa pelayan tersebut.
"Sepertinya begitu, Hana kamu ingin minum apa ?" tanya Kenzi.
"Terserahmu saja Ken, aku tidak mengerti ," jelas Hana tidak mengerti karena dirinya tidak pernah ikut acara pesta beginian yang ia tau minuman itu warna warni tanpa tahu bersoda atau tidak karena dirinya tidak bisa minum minuman yang bersoda.
"Baiklah...aku akan ambil fanta dan orange jus ini buatmu, aku masih ingat kamu gak bisa minum soda kan ?"
"Kamu masih mengingatnya Ken?" tanya Hana kikuk.
"Tentu saja, semua tentangmu terekam jelas dalam ingatanku.Bahkan jika saja aku anmesia aku akan selalu mengingatmu ," goda Kenzi lagi.
"Oke..oke sekarang kamu jago ngegombal ya."
Mereka berdua pun mulai meminumnya hingga tandas. Seseorang dari kejauhan memperhatikan mereka berdua.
"Bagus..nikmati saja waktu kalian berdua dan habiskan minuman loe Han. Loe bakal melayang malam ini dan masa depan loe akan hancur !" gumam Luna dengan seringaian liciknya.
__ADS_1
Lalu Luna pun beranjak dari tempatnya dan memilih pulang. Hatinya sudah sangat panas karena sedari tadi melihat kemesraan Kenzi dan Hana yang sudah berstatus mantan. Luna bisa melihat betapa Kenzi sangat mencintai Hana.
Kenapa sedikit pun tak ada cinta untuknya ? Dengan tanpa perasaan Kenzi melakukan semua itu didepan matanya. Padahal jelas-jelas dirinya sudah berstatus tunangan dan sebentar lagi bakal menyandang gelar nyonya Abraham.
Kepalanya sedikit pusing ia butuh rokok dan sebotol wine untuk merilekskan hatinya yang tercampakan oleh Kenzi.
Sedangkan Hana tampak terlihat pusing.
"Hana kamu kenapa?" tanya Kenzi kawatir.
"Aku tidak tahu Ken, kepalaku sedikit pusing dan rasanya panas bisa kau antar aku pulang saja Ken ,rasanya tidak enak ," ucap Hana mulai mengigau.
"Baiklah..aku antar kamu pulang."
Kenzi pun memapah Hana yang mulai sedikit oleng. Setibanya diluar gedung dengan cekatan Kenzi membopong Hana ala bridal style menuju mobilnya .Saat didalam mobil Hana terlihat bergerak gelisah dan terlihat mengibas-ngibaskan tangan kearah dirinya.
"Kenapa Hana? apa Ac nya kurang dingin ,"tanya Kenzi seraya meletakan telapak tangannya ke dahi Hana.
"Aku tidak tahu Ken, badanku terasa panas. A...aaku butuh minum ," ucap Hana terbata.
Lalu Kenzi menyerahkan sebotol air putih yang ada di dasbordnya. Hana tidak demam tapi kenapa katanya terasa panas padahal dirinya merasa Ac dalam mobil tersebut sudah terasa dingin. Saat Kenzi akan menarik tangannya kembali dicegah oleh Hana.
"Jangan Ken, biar begini saja ," ucap Hana seraya menahan tangan Kenzi untuk terus berada diwajahnya.
Kenzi tak mengerti kenapa Hana seperti ini.Hana bukan termasuk wanita agresif.Tapi kali ini berbeda atau jangan-jangan telah terjadi sesuatu pada diri Hana. Kenzi tak bisa meninggalkan Hana sendirian dirumah dalam keadaan seperti ini. Lalu diputarnya kemudi berlawanan arah dan dengan kecepatan penuh segera menuju apartemennya.
Setibanya diapartemen Kenzi dengan segera ia menggesek keycardnya dan terbukalah pintu apartemen tersebut. Sedangkan Hana yang ada di gendongannya pun mulai meracau tak jelas.
"Ken..panas banget tolong AC nya nyalain ," pinta Hana memelas.
Dengan segera Kenzi pun menyalakan AC agar Hana tidak kepanasan.
"Bagaimana masih panas?" tanya Kenzi lagi.
"Masih ," jawab Hana singkat karena mulai merasakan gejolak yang aneh pada dirinya.
Saat Kenzi akan menurunkan Hana dengan tiba-tiba gadis itu meraup bibirnya. C***** itu semakin lama semakin dalam baik Hana maupun Kenzi mulai terhanyut oleh sentuhan masing-masing.
Saat terasa oksigen mulai menipis baru dilepaskannya c***** mereka yang terasa panas.Ini baru pertama kali mereka melakukannya.
"Ken....aku ingin lebih ada sesuatu dalam diriku yang ingin dilepas ," lirih Hana parau seraya melepaskan gaunnya satu persatu.
Kenzi yang sudah dipenuhi kabut n*fsu pun tak bisa pungkiri dirinya juga sebagai lelaki normal pasti akan terbawa suasana.
Disentuhnya tengkuk Hana dan mulai menyesapinya.C***** itu semakin turun ke leher dan meninggalkan jejak kissmark merah keunguan yang banyak disana.Hana tampak melenguh tertahan. Sesuatu dalam dirinya menginginkan lebih.
Akhirnya mereka pun melakukan hubungan itu.Hubungan yang pertama bagi mereka. Hana pun sampai mendapat pelepasan berkali-kali karena pengaruh obat.
Ruangan itu pun penuh dengan erangan kenikmatan dari dua insan yang tengah memadu kasih. Sampai waktu dini hari mendekati subuh barulah mereka usai.Karena merasa kelelahan akhirnya mereka berdua pun tertidur bersama sambil berpelukan.
__ADS_1