
Semenjak kejadian tempo hari dikantin. Sikap Hana berubah semakin dingin. Hana hanya berfikir ingin meredam kekesalannya kepada Kenzi dan temannya dengan menyibukkan diri.
Sudahlah dia tak ingin ambil pusing dengan tabungannya yang belum kembali. Hana masih bisa menabung lagi. Sekarang Hana hanya ingin fokus untuk sekolah dan belajar karena sebentar lagi ujian kenaikan kelas tinggal menghitung hari.
Sedangkan Kenzi berulang kali merutuki kebodohan nya. Kenapa dia harus berteman dengan Darren yang mulut nya jablak mirip nama akun gosip lambe turah. Sungguh dia pengen lahir kembali dan pura-pura tak mengenal seorang Darren. Karena ulah Darren berulang kali Hana bersikap dingin dan menghindar saat berpapasan dengannya.
Padahal Kenzi ganya ingin mengembalikan ATM yang sudah Kenzi ganti saldonya seperti semula bahkan dia melebihkannya sedikit. Jangan tanya kok bisa??? anak sultan mah bebas.
Hana yang akhir-akhir ini begitu sulit untuk ditemui karena saat ini dirinya lebih sering menghabiskan waktu di perpustakaan. Kenzi berfikir mungkin lebih baik menitipkan ke teman sekelasnya. Kebetulan sekali Kenzi bertemu Marisa orang yang biasa bersama Hana.
"Hai....elo temen sekelas Hana kan?gue bisa minta tolong gak ??" sapa Kenzi ramah.
Marisa yang ditanya pun hanya bisa melongo.
'Sumpah !! mimpi apa gue semalem disapa sama oppa ganteng. Oh..Tuhan jangan cabut nyawa gue, gue masih belum punya cowok ! teriak Marisa dalam hati.
Kenzi pun hanya mengerutkan dahinya memandang gadis didepannya yang bertingkah aneh sambil terus megangin dadanya seperti orang sakit asma.
"Hei...loe kenapa ? loe sakit asma?" tanya Kenzi karena gak tahan lihat sikap aneh Marisa.
"Ehh...iya..ehh..maaf. Loe lagi nanya sama gue ?" balas Marisa yang mulai sadar dari kehaluannya sambil cengar-cengir.
"Iyalah..siapa lagi. Loe temen sekelas Hana kan? soalnya gue suka lihat kalian jalan berdua?" tanya pemuda maskulin lagi.
"Iya...memangnya kenapa ?" balas Marisa masih tanpa berkedip.
'Oh...Tuhan jangan hukum gue, biarin sejenak gue menikmati ciptaan-Mu yang maha sempurna ini !'batin Marisa hatinya melompat-lompat memandang wajah Kenzi dari dekat.
"Gue cuma mau nitip balikin ini ke Hana ya. Bisa kan?Sorry kalo gue ngrepotin loe ," ungkap Kenzi sambil mengulurkan sebuah kartu ke Hana.
"Ehh....bisa kok..bisa, gak ngrepotin juga. Kebetulan sekali Hana duduknya satu bangku sama gue ,"balas Marisa antusias.
"Syukur lah..thanks ya. Salam buat Hana ,"ucap Kenzi mengakhirinya.
Setelah itu Kenzi pun berlalu kembali ke kelasnya.
"Eh...kenapa gue lupa nanya kok bisa kartu ATM Hana ada di Kenzi ya? dasar b*doh mending gue balikin ke Hana aja deh ," gumam Marisa sambil berjalan menuju kelasnya.
##
Dilain tempat diperpustakaan sekolah Hana yang sedang fokus membaca buku di bangku sudut paling pojok di kejutkan oleh deheman seseorang.
"Ehemm...."
Hana hanya berpaling kearah suara itu sambil memegangi jantungnya.
"Eh..sorry kayaknya gue ngagetin loe ya?" tanya siswa yang berdiri didepan meja baca Hana.
"Hem...gak juga," sahut Hana dingin.
Sungguh sebenarnya Hana merasa jengkel bila acara membacanya diganggu oleh orang lain.
__ADS_1
"Kenalin...gue Johan kelas XIia4 loe anak kelas XIia1 kan?" tanya Johan seraya mengulurkan tangan nya ke arah Hana.
Seperti biasa Hana hanya menanggapi acuh tak acuh.Sungguh saat ini Hana begitu malas menanggapi hal basa basi seperti ini. Dirinya hanya ingin fokus membaca dengan tenang.
"Panggil saja Hana ,"sahut Hana dingin.
'Sumpah dingin seperti es, tapi gue makin penasaran, 'batin Johan dalam hati.
"Loe juga suka baca buku tentang Anatomi ya?" tanya Johan setelah melihat buku apa yang sedang dibaca oleh Hana.
"Iya.., "jawab Hana singkat.
"Sama gue juga suka, karena cita-cita gue pengen jadi dokter ,"terang Johan tanpa diminta.
Hana sedari tadi mendengarkan dan ingin menimpali obrolan Johan bahwa cita-cita mereka sama tapi kembali diurungkan karena menurut Hana mereka baru kenal.
"Maaf...ya Johan, aku harus kembali ke kelas sebentar lagi bel masuk, salam kenal dariku ,"ucap Hana menyudahi.
Sungguh Hana tak ingin terlibat obrolan lama dengan lawan jenis. Hana bertekat kali ini diri nya hanya ingin fokus ke sekolah. Kaum Adam hanya dapat merusak konsentrasi dia untuk belajar .Kenyataan selalu mengingatkan bahwa hanya bekal beasiswa dirinya bisa masuk ke sekolah elit ini. Sungguh ini berkah yang tidak boleh di sia-siakan pikir Hana.
"Emm...baiklah met belajar ya. Gue juga mau ke kelas.byee...," balas Johan sambil melambaikan tangan.
'Makin kesini gue semakin penasaran sama cewek itu..hmm.." batin Johan sambil menatap kepergian Hana.
Johan bukan moswanted se-famous Kenzi tapi Johan lumayan manis dengan postur mukanya yang asli darah asia. Dan Johan merupakan kapten futsal SMA Angkasa.Ya kalian bisa menebak setiap kapten pasti punya fans tersendiri.
Sedangkan Kenzi bukanlah seorang kapten dari timnya basket tapi kepamorannya melebihi semua kapten-kapten yang ada di Angkasa. Bahkan fans-fansnya pun hampir seluruh siswi SMA Angkasa.
Memang begitulah pesona seorang Kenzi tak akan ada yang mampu menolaknya kecuali satu gadis. Hanya dirinya yang tak begitu terpengaruh akan hadirnya pemuda maskulin itu. Siapa lagi gadis itu yang tak lain dan tak bukan gadis si anak baru.
"Bob...buruan balik loe ke tempat asal tuan rumah bangku ini udah dateng..hehe," titah Marisa ke Boby sambil nyengir ke arah Hana.
Hana pun hanya menanggapi datar. Setelah Boby pindah baru Hana mulai duduk ditempatnya.
"Hem....Han ,"sapa Marisa meragu.
Jujur Marisa pun merasa takut dengan perubahan sikap Hana yang semakin dingin.
"Iya...?"sahut Hana datar.
"Hehe...eh..gini..anu gimana ya eh..itu.,."ucap Marisa gelapan.
Hana masih menatapnya datar membuat Marisa maju mundur untuk berucap.
"Eh...gini Han, tadi Kenzi nitipin ini buat lo ,"sambil mengulurkan kartu ke arah Hana.
"Terima kasih Sa..,"balas Hana sedikit tersenyum.
Karena melihat Hana tersenyum ,Marisa pun sedikit berani untuk bertanya ke Hana.
"Eh...btw nih, kok bisa ATM loe dibawa Kenzi?hehe..cuma pengen tau tapi kalau loe gak pengen cerita juga gpp Han santai aja ," tanya Marisa.
__ADS_1
"Sebenarnya cuma ada masalah sedikit kemarin, tapi udah lah gak penting lupain aja ,"jawab Hana.
Hana pun malas kalau harus mengingat-ingat kejadian kemarin. Lalu gadis betwajah oriental itu menyimpan kartu yang ia genggam ke dalam dompet nya. Dan mulai menyiapkan buku untuk pelajaran selanjutnya karena terdengar bel tanda masuk berbunyi.
tett....tettt....tteeeettttt..teeett!!
Terdengar bel tanda waktu belajar sudah habis. Anak-anak dari kelas XIis1 mulai berhamburan keluar termasuk Kenzi yang mulai memasukan buku ke dalam tasnya.
Kalau umumnya anak IPS terkenalnya pasti ke sekolah hanya membawa berapa buah buku tapi berbeda dengan Kenzi.Tas ransel besarnya penuh dengan buku paket yang beratnya bisa sampai 5 kilo. Coba bayangin deh bawa tas beratnya 5 kilo kemana-kemana apa gak somplak tu pundak?? hehehe.
Oh...tentu tidak dong. Bagi Kenzi berat segitu mah kecil. Untung postur Kenzi tinggi tegap jadi bukan masalah baginya membawa bawaan yang berat.
"Ken....loe sekarang mau pulang apa mau ikutan nongki-nongki di Cafe Pineaplle sama gue?" tanya Darren.
"Sorry...gue mau ada acara sama kakak gue, gue udah janji mau nganter belanja ke mall ," balas Kenzi.
Jujur Kenzi sebenarnya masih kesal dengan sikap Darren tempo hari. Jalan satu-satunya hanya menghindar.
"Okay...gue cabut dulu ya..byee.,"ucap Darren mengakhiri.
Kenzi hanya menggangguk sambil mengacungkan jempolnya. Ia pun mulai berjalan keluar kelas menuju parkiran. Saat sampai di parkiran, langkahnya terhenti saat berpapasan dengan Hana.Tapi Hana melewatinya begitu saja.
Tatapannya dingin sedingin es. Kenzi hanya menatap kepergian gadis yang selama hampir 2 bulan ini memenuhi fikirannya. Entahlah Kenzi merasa tertarik untuk mendekati Hana tetapi kini gadis sederhana itu seolah membangun benteng yang tinggi untuknya.
Sampainya didepan gerbang sekolah pandangan mereka bertemu kembali. Dengan cepat Hana memutuskannya dan segera naik ke dalam angkot.Kenzi mendengus menyesali apa yang terjadi sungguh saat ini dirinya sedang dipenuhi rasa bersalah.
Butuh waktu sekitar 20 menit untuk Kenzi sampai dirumahnya yang terletak di perumahan elit Cendana.Setelah memarkirkan ninja merah kesayangannya,Kenzi pun langsung memasuki rumah.
"Assalamualaikum...kak...kakak Kenzi pulang nih !" teriak Kenzi memanggil kakaknya.
"Wa'allaikumsalam ....tumbenn adek kakak ini udah pulang jam segini biasanya juga gak inget rumah," canda kak Kanza.
"Apain sih ka..biasanya juga Kenzi ada latihan sama anak-anak tapi hari ini khusus libur buat nemenin kakak ke mall. Bukannya Kenzi udah janji??" tanya Kenzi.
"Oh...iya..kakak aja lupa. Yaudah adek ganti baju dulu terus makan ya bibi tadi udah masak kayaknya. Kakak mau siap-siap dulu ."
"No....kak,Kenzi mau makan di resto mall aja."
"Okay..terserah adek aja deh ," Kanza berlalu sambil mengacak rambut Kenzi.
20 menit berlalu setidaknya Kenzi bisa beristirahat sebentar untuk melepas lelah.Tak butuh waktu banyak untuknya bersiap. Setelah mandi siang dan shalat kini dirinya sudah bersiap untuk berangkat tinggal menunggu kedatangan kakaknya.
"Sorry...lama ya dek? hehe..biasa lah cewek,o...iya pakai mobil kakak aja ya takut hujan kalau pakai motormu ,"ujar kak Kanza.
"Oke ka...terserah kakak aja,mana kuncinya? "tanya Kenzi.
"Ini...tapi bawanya jangan ngebut ya, kakak gak mau mobil kesayangan kakak lecet ," ucap Kanza mengingatkan.
Bagaimanapun itu mobil hadiah ultah ke 20 tahun dari papanya. Mobil Lamborghini berwarna putih tulang itu nampak keluar dari garansi perlahan.
"Tolong pintu garansi dikunci kembali ya mang ," titah Kenzi ke satpam yang biasa berjaga dirumahnya.
__ADS_1
"Baik..den ,"sahut pak satpam patuh.
Mobil sport berlambangkan banteng mengamuk itu mulai melaju membelah keramaian ibukota. Siapapun yang melihat pasti bisa menebak betapa mahalnya harga mobil mewah keluaran brand Italia tersebut.