
Setelah kemarin Johan dengan berani melamar Hana meski akhirnya ia mengetahui kenyataan pahit tersembunyi dari wanita yang ia cintai itu. Tapi semua itu tak memudarkan keinginannya untuk meminang wanita tersebut. Johan sudah cukup lama menunggu kesempatan ini.
Jadi Johan berusaha untuk menerima semua masa lalu kelam Hana. Karena setidaknya kini laki-laki yang pernah menghamili wanitanya itu sudah memiliki istri.Baik Johan maupun Hana tidak mengetahui kenyataan yang sudah terjadi. Karena saat ini mereka fokus dengan kehidupan yang akan mereka jalani kedepan.
"Pripun buk sampun rampung sedoyo ?"(Bagaimana buk sudah selesai semuanya?) tanya pak lek Sugeng ke istrinya.
"Alhamdulillah...sampun pak kari ngenteni tekane tamune ae,"(Alhamdulillah...sudah pak tinggal menunggu datang tamunya saja)
"Ayo....anak-anak ndang podo siap-siap yo,delet engkas tamune mbakayu sampeyan tekan loh,"
(Ayo...anak-anak segera pada siap-siap ya,sebentar lagi tamunya kakak kalian datang loh)seru bu Harti kepada kedua anaknya.
"Nggih bu,vkulo kaleh mas Wawan badhe siap-siap rumiyin ,"( Iya bu...saya dan mas wawan mau siap-siap dulu) jawab Wika.
Hari ini keluarga pak Sugeng sedang sibuk karena beberapa jam lagi akan ada acara lamaran sekaligus pertunangan keponakannya Hana.Ya setelah keduanya orang tua Hana sudah tiada kini tanggung jawab wali Hana jatuh kepada pak lek Sugeng.
Didalam kamarnya Hana sedang dimake up oleh tukang rias yang sengaja dipanggil bulek Harti untuk merias dihari spesial Hana hari ini. Sang perias pun menghabiskan waktu kurang lebih satu jam setengah untuk merias Hana secantik mungkin. Setelah itu perias itu pun terlihat keluar dari kamar Hana dan menghampiri bulek Harti untuk pamit undur diri.
"Sudah selesai merias mbak Hana ya bu, saya beserta tim mau pamit undur diri dulu."
"Loh...sudah ya mbak? mbak sama temen-temennya tidak makan dahulu?" tawar bu Harti kepada para perias yang terlihat lebih muda darinya.
"Nyuwun sewu (Maaf), tidak bu Lurah kami masih ada jadwal merias didesa sebelah kami buru-buru bu," jawab ketua tim perias tersebut.
"Oh...begitu tah, yowes nak ngono matur suwun loh mbak sampun repot-repot mriki."( Yasudah kalau begitu terima kasih ya mbak sudah repot-repot kesini)
"Sami-sami bu, yasudah kulo beserta rerencangan pamit rumiyin nggih bu, Assalamualaikum ,"(Sama-sama bu,yasudah saya sekalian teman-teman pamit dulu ya bu, Assalamuallaikum)pamit para perias.
"Wa'allaikumsalam..monggo." (Wa'allaikumsalam...silahkan)
Lalu bulek Harti pun masuk kekamar Hana untuk melihat hasil make up perias panggilan yang ia minta untuk merias keponakannya itu. Saat bulek Harti masuk, ia pun terkejut oleh penampilan Hana yang berbeda.
"Ya Allah nduk, kok awakmu ayu temen yo bulek bener-bener gak salah pilih perias iki, "(Ya Allah nak...kamu kok kelihatan cantik banget bulek benar-benar enggak salah pilih perias ini) seru bulek Harti senang.
"Terima kasih untuk semuanya bulek."
__ADS_1
"Sama-sama nduk, bulek sudah anggap nduk Hana seperti anak bulek sendiri, pasti ibumu senang dialam sana nduk punya putri cantik sepertimu."
Hana pun tampak menganggukan dan tersenyum bahagia.
Ya hari ini Hana terlihat berbeda dari biasanya karena di make up. Hana yang sudah terlihat cantik natural tanpa make up kini bertambah kadar kecantikannya tak heran jika Johan menggilainya sedari dulu karena memang Hana memiliki Inner beauty yang terpendam.
Riasan make up Hana terlihat natural dan sederhana.Rambut panjangnya dikumpulkan ke belakang menyisakan rambut bawahnya yang sedikit digelombangkan. Dan tak lupa head accesories menghias indah dirambutnya.Dengan make up yang tidak terlalu tebal,warna lipstik yang soft membuatnya terlihat seperti dewi yang baru turun dari kayangan.
"Ya sudah ayo kita kedepan calonmu sudah menunggu didepan tuh, pasti dia nanti mimisan lihat keponakan bulek yang cantik ini," goda bulek Harti.
"Aahh...bulek bisa aja, masa lihat yang cantik jadi mimisan ?"
"Iya kayak di webtoon yang suka dibaca Wika itu apa ya judulnya?..emm...ya itu Terlalu tampan..hehe," kekeh bulek Harti mengingat dirinya ikut membaca novel online yang suka dibaca anaknya.
Hana pun hanya tersenyum. Sebentar lagi dirinya akan meninggalkan keluarga harmonis ini. Sebentar lagi dirinya jadi istri dari teman sekaligus sahabatnya itu.Hana tak pernah membayangkan dirinya bisa bersanding dengan Johan. Jujur dihatinya yang terdalam masih menyimpan rasa ke Kenzi. Cinta yang pernah menodainya.
Tapi kini ia berfikir mungkin sekarang Kenzi sudah berbahagia dengan Luna beserta dengan anak-anak mereka. Jika mengingat anak Hana menjadi sedih.Bagaimana pun dulu dirinya sempat merasakan mengandung merasakan menjadi ibu sesaat meski itu tanpa ia sadari.
Tak terasa kristal bening mengalir indah di kedua pipinya. Ia bersyukur Johan mau menerima kekurangannya tanpa melihat masa lalunya.
"Loh...loh kenapa nangis nduk ? Nanti riasannya rusak loh," ucap bulek Harti seraya menyeka air mata Hana dengan tisu yang ia bawa.
"Tidak apa-apa bulek, Hana hanya merasa bahagia saja tapi sekaligus sedih bentar lagi Hana ninggalin bulek dan keluarga."
Bulek Harti pun memeluk Hana penuh kasih sayang.Meski Hana bukan lahir dari rahimnya akan tetapi rasa sayangnya tidak pernah ia bedakan sama seperti ke anaknya yang lain.
"Kamu jadi istri yang baik ya nduk, bagaimana pun suamimu nanti, kamu harus menerimanya, menaatinya, mematuhinya.bSelalu dampingi suami saat susah maupun saat telah sukses. Bulek doakan semoga pertunanganmu sekarang langgeng sampai ke pernikahan dan sampai maut memisahkan,bibu lihat Johan calon suami yang baik.vKamu tidak salah pilih nak."
"Terima kasih bulek, Hana akan selalu mengingat pesan bulek ini."
Mereka pun berjalan beriringan menuju ruang keluarga yang sudah didekor seindah mungkin. Diruangan tersebut sudah hadir keluarga Johan dari Jakarta dan beberapa sanak saudara dari Pak Sugeng dan bulek Harti.
Saat Hana dan bulek Harti mulai masuk, pandangan semua maya yang ada disitu terpaku melihat penampilan Hana yang berbeda hari ini tak terkecuali Johan. Johan tampak dibuat terpukau dengan penampilan Hana sampai-sampai dirinya tidak berkedip.
"Hei...sudah nak, kamu mempermalukan ibu saja lihat itu air liurmu sampai menetes begitu, ingat kalian baru akan tunangan," tegur mama Cyntia sedikit berbisik.
__ADS_1
Johan terlihat seperti benar-benar menyeka air liurnya seperti apa yang mamanya ucapankan.
"Ya ampun...mama teganya bohongi Johan ya."
"Lagian mukamu gitu amat Johan, kayak kucing ketemu mangsanya saja."
"Memang iya kan," jawab Johan asal.
Mama Cyntia pun tampak geleng-geleng kepala.Ternyata gadis yang membuat putranya menolak perjodohan yang sempat ia tawarkan dulu memang benar-benar cantik. Pantas saja putranya tak bisa berpindah kelain hati.
Mama Cyntia berharap semoga Hana adalah jodoh yang hakiki untuk Johan. Bagaimana pun ia juga merasa jatuh hati dengan gadis itu. Gadis yang sopan,cerdas dan pintar masak. Selama Johan jauh dari dirinya pun gadis itu pula yang merawatnya disaat putranya sakit. Mama Cyntia merasa berhutang budi kepada Hana.
Acara pertunangan itu pun segera dimulai. Keluarga dari pihak Johan dan Hana pun tampak duduk berhadapan.Terlihat Johan yang dibalut dengan tuxedo hitam dengan pita yang senada menghiasi kemeja putihnya membuat Johan tampak terlihat semakin tampan. Johan pun terlihat menarik nafas perlahan dan menghembuskannya.
"Aku sudah menunggu saat ini untuk waktu yang lama. Untuk mengatakan ini, aku butuh banyak waktu. Mempertimbangkan segala hal yang mungkin terjadi. Bermunajat pada Tuhan untuk menentukan pilihan yang paling tepat. Berkali-kali ku tanya pada hatiku sendiri. Sudah tepatkah pilihanku?" ucap Johan memulai.
Semua yang hadir pun tampak memperhatikan dengan seksama tak sedikit yang mengambil gambar untuk merekamnya karena ini memang acara pertunangan yang jarang terjadi dikampung mereka.
"Kamu adalah alasanku tersenyum. Kamu adalah semangatku mencapai kesuksesan. Segala yang kulakukan adalah tentang kamu."
"Dan kata orang, cinta adalah sebuah penyakit yang bisa disembuhkan dengan pernikahan. Maukah kamu jadi penyembuh sakitku ?"
Para hadirin pun tampak menyemangati dengan meneriakan terima...terima. Hana pun terlihat menangis haru.
"Ah, aku tahu hari-hari berat untukmu dan aku selalu ada di sampingmu. Ya, itu karena aku sahabatmu. Hingga aku sadar, kamu tidak butuh mereka. Kamu butuh aku menjadi sahabatmu. Untuk itu, hari ini, aku akan tetap memintamu jadi sahabatku. Sehidup semati, kini dan nanti hingga selamanya. So,will you marry me Hana?"
Johan berlutut dihadapan Hana lagi dengan menyerahkan serangkaian bunga mawar pink kesukaan Hana. Ya selama mengenal Hana banyak yang Johan ketahui apa yang gadis itu sukai dan tidak.
Hana tak mampu menyembunyikan tangis harunya.
"Yes..I will."
Semua diruangan itu pun tampak tertular kebahagiaan yang terpancar dari kedua insan yang sebentar lagi akan menyatu.
Lalu Johan pun menyelipkan sebuah cincin yang bertahtakan berlian itu ke jari manis Hana. Senyuman pun tampak menghiasi kedua insan yang sedang dilanda bahagia itu sampai acara itupun usai.
__ADS_1
Sedangkan dilain tempat Kenzi tampak merasakan sakit tepat di ulu hatinya. Perasaannya tiba-tiba merasa sedih teramat dalam. Lelaki maskulin itu semakin dibuat tak mengerti dengan perasaanya sendiri.