My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Bullying


__ADS_3

"Lun...Luna loe harus tau berita heboh ini !" teriak Clara teman Luna tak kalah heboh dengan berita yang dia bawa.


"Apaan sih ganggu aja loe gak lihat gue lagi apa !" balas Luna kesal acara pedicure diganggu.


Saat ini Luna beserta temannya yang lain sedang mewarnai kuku-kuku mereka dengan kutek mahal produk ternama.


"Hehe...sorry ini tapi mendesak banget dan loe wajib tahu !" seru Clara kembali.


"Iya buruan apa? awas aja kalo berita gak mutu gue gak mau denger lagi apapun dari loe ya ,"desak Luna mulai penasaran.


"Ini tentang Kenzi Lun ," ucap Clara sambil menyerahkan ponselnya ke arah Luna.


"Loe harus lihat sendiri dan baca ," titah Clara menyakinkan Luna.


Luna yang sudah melihat sendiri foto dalam grup chat sekolah dan berita-berita yang tertulis disana pun melototkan matanya.


"Siapa gadis ini Cla? perasaan gue baru melihatnya,apakah dia anak baru?" tanya Luna.


"Sepertinya begitu, gue denger dari anak-anak itu cewek baru 4 bulan yang lalu pindah. Dia ada di kelas XIia1. Itu bearti tetangga kita. Astaga !.kenapa gue baru ngeh !" pekik Clara sambil menepuk dahinya sendiri.


Sedangkan Luna dan temannya berada di kelas XIia4 itu artinya mereka bertetangga. Hanya jarak 2 kelas dari kelas mereka. Luna biasanya menganggap acuh jika ada murid baru atau apa kecuali hal-hal yang dia anggap lebih unggul darinya.


"Coba kalian cari tau itu cewek dan kasih dia sedikit pelajaran ," titah Luna dengan senyum miring.


l


"Siap !! laksanakan bos !" jawab dari para calon pembully .


Saat jam istirahat berlangsung terlihat rombongan siswi berjalan menuju arah meja Hana, Marisa dan Boby.


"Heh !...Loe yang tadi pagi yang boncengan sama Kenzi kan?!" bentak Clara sebagai pemimpin rombongan tersebut.


Hana hanya diam tak menanggapi. Hana hanya takut sesuatu terjadi padanya.


"Hei..kalo ditanya itu jawab dong ! punya mulutkan ?!"


bentak Clara lagi.


Marisa sama Boby pun sudah tak tahan.


"Hei...kalian apa-apaan sih ?! ngapain coba tiba-tiba kalian bentak-bentak Hana? udah sana kalian balik !" usir Marisa.


"Jaman modern masih aja ngebully..huh..norak !"cibiir Boby ke arah Clara.


"Diem loe cupu.!! gue gak ada urusan sama loe berdua ya, gue cuma pengen peringantin ini cewek kampung buat jauh-jauh loe dari Kenzi ! Loe itu gak pantes ada disamping Kenzi. Kenzi itu cuma milik Luna. Satu-satunya orang disekolah ini yang cocok bersanding dengan Kenzi ya Luna ! mending loe ngaca aja deh.Orang kampung kayak loe itu cocoknya ya sama orang kampung juga !"cerca Clara sambil menunjuk-nunjuk kearah Hana.


Hana pun tak berani membantah. Dirinya sadar dirinya bukanlah bagian dari mereka. Hana bisa disini pun itu hanya karena faktor keberuntungan. Karena gemas ocehannya diabaikan oleh Hana, dengan cekatan Clara mengambil botol mineral yang berada tepat didepannya.


Byuuuuurr !

__ADS_1


"Gila loe pada ya ! masak gara-gara masalah cowok aja kalian tega kayak gini ! Han ...loe gak papa kan?"gertak Marisa geram.


Hana hanya diam dengan mata terpejam. Rasanya dia ingin menangis tapi tidak boleh karena bagi Hana air matanya hanya untuk orang-orang yang dia sayangi.


"Udah...puas belum kalian ? mending kalian beresin tuh lipstik kalian yang belepotan !"usir Boby.


Salah satu teman Clara pun terprovokasi dengan ucapan Boby lalu mengambil kaca kecil bulat dalam saku bajunya.


"Ra...perasaan lipstik gue udah pas deh gradasinya emang belepotan ya?" tanya teman Clara,Sindi dengan polosnya.


"Diem loe...mau-mau aja dikibuli tu sama Cupu ! Dan buat loe ya. Siapa tadi nama loe Hana ya? Ini sih baru peringatan kalau loe masih dekat-dekat sama Kenzi gue pastiin loe bakal habis sama kita ! Kita gak ridho Kenzi deket sama loe yang cuma gadis kampung biasa.Kenzi cuma buat Luna ! Loe itu cuma debu bagi kita !" cerca Clara lagi menusuk.


Jujur ucapan Clara sangat menusuk hatinya Hana. Seumur-umur dirinya baru diperlakukan seperti itu oleh sesama siswa. Apalagi sekarang gara-gara seorang cowok. Padahal Hana tak merasa punya hubungan apa-apa dengan Kenzi. Hana bingung sendiri salahnya itu dimana.


Saat Clara kembali ingin menyiramkan air ke arah Hana, tiba-tiba ada seseorang yang dengan cepat mencekal pergelangan tangan Clara dengan kuat membuat tindakannya seketika berhenti.


"Stop ! ra...loe udah gila ya !" bentak siswa yang telah mencekal tangan Clara.


Seketika Clara berubah mincep saat sosok itu mencekal pergelangan tangannya. Sosok itu adalah Johan. Clara tak berkutik bila berhadapan dengan Johan sang ketua kelas dan kapten dari tim futsal itu.Karena diam-diam Clara masih memendam rasa terhadap Johan.


Ya Johan berada satu kelas dengan Luna dan Clara.Tapi Clara heran tak biasanya Johan ikut campur dengan urusannya seperti sekarang. Biasanya Johan akan cuek dan tak peduli dengan semua tindakannya.


"Lepasin Jo, sakit tauk tangan gue..haduh !"rintih Clara sedikit manja.


Johan pun akhirnya melepaskan cekalannya dari tangan Clara.


"Han...loe gak apa-apa kan? apa mau ke UKS aja biar gue anter ," tawar Johan kasian melihat baju seragam Hana yang basah kuyup karena ulah Clara.


Jujur Hana sedikit syok dengan semua tindakan yang barusan dia terima.Tiba-tiba dari belakang Kenzi berlari dengan tergesa-gesa.


"Minggir loe..semua ..minggir !!"teriak Kenzi memasuki kantin penuh dengan emosi.


Bagaimana tidak emosi, adegan pembulian Hana disiarkan secara live di grup hampir seluruh sekolah mengetahui termasuk dirinya.


"Han...loe gak papa, kita pulang aja ya biar nanti gue yang ijinin loe ke guru BK,seragam loe basah loe bakal masuk angin kalau tak segera ganti ,'bujuk Kenzi lembut.


"Aku gak papa ken ,"balas Hana dingin.


(Semua ini gara-gara kamu Kenzi)batin Hana kesal.


"Dan loe...loe semua pada ngapain disini ?!"bentak


Kenzi.


"Masalah gue mau deket sama siapa aja bukan urusan kalian ya ! kalian gak berhak ngatur-ngatur kehidupan gue !" teriak Kenzi lagi.


Clara yang tadinya terlihat arogan pun seketika mincep. Dan lagi dia baru kali ini melihat Kenzi yang biasanya tidak pernah berbicara keras dihadapan orang lain. Itu artinya saat ini lelaki itu sedang marah.Dan itu untuk membela gadis kampung yang barusan dia bully.


"Dan untuk kalian semua yang tidak berkepentingan harap bubar semua ! jangan sampai kalian kena skors sekolah ,"ancam Johan menyudahi.

__ADS_1


Johan termasuk siswa berpengaruh di sekolahnya seperti Luna dan Kenzi .20% saham sekolah berasal dari orang tuanya.


"Dan...loe Clara ikut gue !"sentak Johan sambil mencengkram tangan Clara membawa nya pergi.


(Haduh mampus gue ! siapapun tolong gue. gue gak berkutik kalo dihadapkan sama ini cowok !)teriak Clara dalam hati.


"Han...han..loe gak papa? wajah loe pucat banget, kita ke UKS ya?"ajak Kenzi lagi.


"A..aaku gak papa Ken,aaku....," belum sempat Hana menjawab tanya Kenzi, tiba-tiba dirinya terjatuh pingsan.


Marisa yang sedari tadi disamping Hana gelapan menangkap tubuh Hana yang lumayan berat baginya.


"Bob...bantuin napa ! malah bengong aja ,"sentak Marisa kesal.


Jujur Boby bingung, dirinya tak pernah ikut campur urusan asmara orang lain jadi bingung harus berbuat apa.


"Eh...iya cha sorry ,"ucap Boby nyengir.


"Udah biar gue aja yang bawa Hana, loe..Marisa minta tolong pinjam seragam cewek di laundry sekolah ya dan sesuaikan ukurannya dengan Hana ,"perintah Kenzi.


"Oke...Kenz, gue kesana dulu, tapi nanti Hana mau dibawa kemana?" tanya Marisa.


"Ke UKS ,"balas Kenzi singkat.


Kenzi pun mulai membopong Hana ala bridal style dan langsung membawanya menuju ruang UKS. Ini kedua kali dirinya berada dekat dengan Hana dalam posisi seperti ini setelah dari rumah sakit kemarin.


"Bob..yuk temenin gue ke laundry ,"ajak Marisa ke Boby.


"Hayu cha..tapi habis ini loe mau balik ke kelas apa mau nemenin Hana aja?"tanya Boby.


"Gue mau ijin nemenin Hana aja Bob, kasian Hana kakinya kan lagi sakit, loe mending balik aja takut dimarahin guru kalau yang ijin banyak ,"saran Marisa ke Boby.


"Oke...gue ngikut saran loe aja, itu kruk Hana sekalian bawa ya hampir aja lupa ,"seru Boby.


Mereka pun bergegas ke ruang laundry untuk meminjam seragam buat Hana.


Sedangkan Kenzi sudah tiba diruang UKS dan segera membaringkan Hana dibrankar sekolah yang mirip dengan brankar rumah sakit.


Dengan pelan Kenzi melepaskan sepatu Hana dan mengambilkan selimut untuk Hana.


"Ken...seragamnya udah ada, gimana? mau diganti sekarang ," tanya Marisa saat tiba di UKS.


"Iya..loe ganti aja sekarang takutnya Hana nanti masuk angin kalau kelamaan, gue mau keluar dulu mau pesan teh hangat dikantin ," jawab Kenzi.


Kenzi pun mulai keluar ruangan, sebelum menutup pintu dirinya berpesan.


"Mending pintunya loe kunci aja dari dalam takut ada yang sembarangan masuk nanti gue bilangin ke petugasnya," pesan Kenzi.


"Okay.."

__ADS_1


Marisa dengan telaten membuka baju Hana dan mengelap bagian yang basah dengan handuk. Lalu mulai memakaikan seragamnya satu persatu.Sepertinya Marisa berbakat jadi seorang suster yang telaten mengurusi pasiennya. Mungkin dia akan memikirkan hal itu lain waktu pikirnya sambil terkikik.


__ADS_2