
Malam pun tiba ketiga pemuda dan 1 perempuan itu sudah berhasil menerobos pertahanan musuh dengan sempurna. Di belakangnya ada sekitar 50 orang anak buah Darren mengikuti langkah berani mereka.
Misi kali ini membuat Darren harus mengeluarkan semua koleksi senjata api mematikan miliknya yang sangat jarang ia gunakan. Ia membawa seransel tas yang berisi peluru dan pistol jenis Glock Meyer 22 buatan Austria dan Desert Eagle buatan Israel serta senjata api laras panjang jenis ZH-05.
ZH-05 adalah senapan serbu dan berfungsi seperti peluncur granat. Salah satu senjata paling kompleks buatan China yang dilengkapi dengan penglihatan elektronik yang mampu membidik secara akurat barel dan peluncur granat.
Senapan ini juga memiliki beberapa sekering preset elektronik digunakan untuk rentang yang telah ditentukan untuk peluncur granat. Peluncur granat diletakkan di atas komponen senapan yang dirancang untuk menembakkan peluru sepanjang 20 milimeter. Senapan ini serbaguna dan terjangkau karena komponen penampakan optik dapat dipasang dan diganti dengan cepat.
Darren mendapatkan senjata jenis ZH-05 dari seorang rekannya yang berasal dari Tiongkok. Karena musuhnya kali ini berasal dari negara yang berdekatan dengan wilayah Tiongkok tidak hayal mereka pasti menggunakan senjata mematikan produksi China tersebut.
Untuk bisa mengimbangi musuh, lelaki macho itu berusaha mengoleksi senjata api mematikan dari banyak negara penguasa. Meski pun ia harus menggelontorkan dana yang tak sedikit untuk bisa memiliki banyak jenis senjata api dari berbagai belahan dunia.
Sesuai instruksi Darren, mereka berempat di pecah menjadi 2 team. Team pertama Kenzi dan Johan team kedua Darren dan Sona beserta masing-masing 25 anak buah di belakang mereka dengan perlengkapan senjata yang serupa dengannya kecuali Desert Eagle.
Untuk jenis Desert Eagle ia hanya membawa 2 satu untuk dirinya dan 1 lagi ia berikan kepada Kenzi. Karena Desert Eagle salah satu senjata yang paling mematikan yang mampu menembus pertahanan target dan bisa membuat target hancur seketika.
Sedangkan untuk Sona, Darren membekali gadis itu dengan pistol Glock Meyer 22 serta kunai asli ninja salah satu koleksi Darren yang berasal dari Jepang. Dan sebuah Katana asli milik salah satu dari pahlawan dari Jepang yaitu 47 Ronin yang gadis itu kalungkan di belakang tubuhnya.
Dalam bahasa Jepang Ronin atau rōshi adalah sebutan untuk samurai yang kehilangan atau terpisah dari tuannya pada zaman feodal Jepang (1185-1868). Samurai menjadi kehilangan tuannya akibat hak atas wilayah kekuasaan sang tuan dicabut oleh pemerintah.
Kisahnya pun sudah melegenda bahkan sempat difilmkan oleh sutradara berbakat dari Negara Sakura tersebut. Oleh sebab itu tak main-main, kala itu Darren harus merogoh rupiah hampir separuh penuh dari tabungannya. Karena orang Jepang sangatlah susah untuk ia suap. Kebanyakan orang Jepang menerapkan sistem kejujuran.
Dan kabarnya Katana tersebut sudah bercampurkan darah dan kekuatan iblis yang penuh balas dendam. Sona memilih kedua senjata tersebut karena ia termasuk pecinta budaya Negara Sakura. Tak lupa sarung tangan berigi andalannya ia kenakan pula.
Tempat markas yang menamai diri mereka dengan sebutan 'Geng Kapak' sangatlah luas mirip sebuah istana kerajaan. Sesuai namanya, ciri khas mereka yaitu mempunyai ukiran tangan/tatoo bergambarkan 2 bilah kapak yang menyilang di kedua sisi dada mereka dan di telapak tangan.
Kini mereka pun memutuskan berpencar, team KenJo menuju sisi barat dan team DarSo menuju sisi bagian timur.
"Apa kau merasa takut Baby? Jika kau merasa takut genggam saja tanganku ini," tawar Darren penuh perhatian.
"Aku tak pernah takut, dulu di Korea aku sering mengikuti aksi berburu kakakku. Yang aku takutkan adalah hanya berdua denganmu diruangan yang sempit ini," lirih sang gadis.
Darren pun menyeringai penuh arti. Lelaki macho itu mulai mencondongkan tubuhnya seolah berusaha menghapus jarak antara dirinya dan gadis cute yang ada dihadapannya saat ini.
Ia sengaja membuat team bersama gadis itu agar misi PDKT (PenDeKaTan) yang kini tengah ia jalani berjalan dengan lancar. Ibarat Sambil menyelam minum air begitulah kira-kira peribahasanya.
__ADS_1
"Hei ! mau apa kau ? jangan mencuri kesempitan di dalam kesempatan ya !" tegur Sona kesal.
"Sudah ku bilang itu terbalik, melainkan kesempatan dalam kesempitan Baby," ucap Darren sambil menoel dagu gadis itu membuat si empunya meradang.
"Ishh ! don't touch me ! aku jij*k sama kamu mas ! aku jij*k !" omel Sona.
"Ouw...ouw, tak ku sangka kau penggemar layangan putus By. Aku janji jika kau jadi milikku aku tak akan jadi mas Aris, aku akan jadi Darren yang setia. Kalau nggak percaya belah saja dadaku ini," ucap Darren sambil membusungkan dadanya kearah Sona.
Gadis itu pun mencebikan bibir bawahnya setelah mendengar bualan dari lelaki crocodilenya itu.
'Iya SETIA ! SEtiap TIkungan Ada itu maksudnya ! menyebalkan !'
"Huh! Crocodile sepertimu mana bisa ku percaya ! Jelas-jelas kemarin saat di acara pesta oppa Kenzi kau merayu seorang wanita yang penampilannya mirip Lady Gaga itu !"
"Oh, kau melihatnya ya Baby ? Apa sekarang kau sudah merasa cemburu dan sedang merajuk padaku ?" rayu Darren kembali.
"Untuk apa aku cemburu padamu, kau bukan siapa-siapaku," balas Sona salah tingkah sambil memalingkan pandangannya kearah lain. Sudah dipastikan pipinya merona bagaikan tomat mengkel.
Darren pun menampilkan smriknya. Ia tahu bahwa sebenarnya gadis itu sudah mulai tertarik dan sedang cemburu padanya. Kini ia hanya tinggal membuat gadis itu mengakui perasaannya sendiri terhadapnya.
Saat mereka tengah berdebat tiba-tiba terdengar tembakan yang hampir mengenai mereka berdua. Namun meleset hingga melubangi lemari kayu disamping mereka.
"S*al ! jangan jauh dariku Baby. Dan jangan sampai lengah !" ucap Darren dengan wajah serius.
Sesaat Sona pun kembali terpana menatap wajah serius dari seorang Darren. Namun dengan segera ia tepis perasaan itu.
'Disaat seperti ini Sona bisa-bisanya kau terpesona sama lelaki crocodile ini, kalau sampai ia tahu pasti bakal terbang tu ke langit ketujuh sambil mengepakan sayap playboy nya,' gumamnya di hati.
Darren pun mulai beraksi. Ia menghujani musuh mereka dengan peluru tanpa henti. Dan musuh pun tumbang satu persatu. Lelaki macho itu menatap Sona meminta persetujuan dan dibalas yakin oleh si gadis.
Akhirnya mereka berdua pun keluar dari tempat persembunyian mereka dengan hati-hati. Tiba-tiba datanglah beberapa anak buah Geng Kapak mengelilingi mereka.
"Don't be afraid ! Ada aku bersamamu. Mari kita habisi mereka !" ucap Darren dengan yakin.
Sona pun mengiyakan. Mereka berdua pun membentuk formasi saling membelakangi untuk menghadapi musuh yang mengelilingi mereka.
__ADS_1
Darren pun mengeluarkan bom asap miliknya tak jauh dari tempatnya berdiri. Bom asap itu mulai mengeluarkan asap dan menyebar menghalangi jarak pandang mereka.
Lelaki macho itu memberi kode kepada Sona untuk memulai, dan dibalas anggukan oleh gadis itu. Dengan cekatan ia mulai meraih pinggang ramping gadis itu dan mendekatkan kepadanya. Sebenarnya Sona ingin protes tapi ini bukan saatnya yang tepat.
Dengan cepat mereka berputar seraya memuntahkan seluruh peluru milik mereka kearah para musuh yang mengelilinginya. Bertepatan asap yang mulai menghilang semua musuh yang tadi mengelilingi mereka tumbang tak bersisa.
"Aku tak menyangka, ternyata kau hoby berburu juga Baby apa kau menyukainya ?" kagum Darren dengan satu gadis yang menurutnya berbeda ini.
"Ya aku menyukainya !"
Lelaki macho itu pun mengulum senyum. Dan semakin mengeratkan rengkuhan pada pinggang gadis itu.
"Sudah ku duga kau pasti menyukainya saat aku peluk seperti ini."
"Tidak ! bukan itu maksudku !" kilah Sona.
"Lalu apa? buktinya Baby tak ingin lepas dari rengkuhanku," goda Darren.
"Ah ! ini lepaskan lah !" seru Sona malu.
Darren pun hanya terkekeh melihat rona wajah malu dari wajah gadis itu.
Dimata Darren, Sona adalah wanita yang berbeda. Tidak seperti kebanyakan wanita yang ia kencani selama ini, yang bertingkah manja dan sok cantik. Meski usianya tampak jauh lebih muda 5 tahun darinya. Tapi gadis itu mampu menyeimbangi dirinya yang jelas jauh lebih berpengalaman dalam dunia mafia.
Mereka memiliki kesamaan yaitu menyukai bela diri dan sama-sama menyukai senjata api. Melihat dengan lihainya gadis itu menembakan senjatanya ke musuh tanpa ragu dan takut. Itu berarti kemampuan gadis itu bukanlah kaleng-kaleng.
Dan apakah terjadi selanjutnya? Apakah mereka mampu membebaskan Hana? Tetap ikutin kisah kebucinan Kenzi dan Johan serta lelaki crocodile yang berjuang menaklukan target bucinnya.
Dan sebelumnya author mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 syawal 1443 H
Minal aidzin Walfaidzin mohon maaf lahir dan batin.
🙏🙏
Maaf jika pernah ada salah kata yang disengaja maupun tidak di sengaja, author hanyalah manusia biasa penuh salah dan khilaf. 🙏🙏
__ADS_1
Sekali lagi terima kasih atas semua dukungan yang kalian curahkan kepada author receh ini. Semoga Allah kembalikan berkali-kali lipat.