
Ujian kenaikan kelas pun sudah usai seminggu yang lalu. Selama itu pula baik Hana maupun Kenzi belum pernah saling sapa karena Hana yang selalu menghindarinya. Apakah Hana masih marah padanya? Sungguh kali ini Kenzi akan berubah, Kenzi sudah bertekat akan melindungi Hana dari apapun meski itu dari kejauhan.
Disaat hubungan Hana dan Kenzi menjauh,kesempatan seperti ini dimanfaatkan Luna untuk mencari perhatian Kenzi kembali. Seperti siang ini dikantin.
"Siang Kenz...loe udah sarapan belom? seperti biasa nih gue tadi pagi bikin sandwich lebih dan loe harus cobain ya kali ini please?" mohon Luna dengan menampakan popy eyes.
"Oke...tapi satu saja ya, masih kenyang barusan juga makan dan ini terlalu banyak buat loe Darren..mau gak?" tawar Kenzi ke Darren yang duduk disebelahnya.
Darren yang diajak ngobrol pun tak bergeming sibuk memandangi Luna dewi fortunanya dari dekat.
(Sumpah...Luna cantik banget Tuhan, kulitnya putih mulus, body nya bagai gitar bang Rhoma Irama, dan bibirnya...oh..)pikiran Darren liar.
"Yeey...loe malah bengong aja diajakin ngobrol juga !"sentak Kenzi membuyarkan lamunan Darren.
"Eh..iya..kenapa Kenz ? loe tadi manggil gue ya ?"tanya Darren dengan wajah innocent -nya.
"Kayaknya loe perlu ke spesialis THT deh ," balas Kenzi kesal.
Luna pun hanya terkikik melihat tingkah teman Kenzi yang menurutnya konyol. Bukannya Luna tak tahu arti tatapan lelaki itu , sedari tadi teman Kenzi itu memandangnya penuh nafsu. Dan Luna ingin sekali menjahilin Darren.
"Eh...ini kenalin gue pasti sudah tau ya siapa gue dan siapa nama loe? "tanya Luna.
"Darr..Darren panggil aja Darren ,"jawab Darren gelagapan.
Bagaimana tidak? Luna mengulurkan tangan mulusnya kearah Darren mengajak berjabat tangan.Membayangkan tangan mulus Luna saja membuat sesuatu dibawah Darren menjadi 'On'.
(Oh...shiit !! kenapa disaat seperti ini sih.Tuhan rezeki nomplok ini namanya )umpat Darren dalam hati.
Setelah berjabat tangan Luna pun membagikan bekal sandwich itu juga ke Darren.
"Jangan lupa dihabiskan ya ," pesan Luna dengan suara manjanya sambil mengerlingkan mata kearah Darren.
"Gue ke kelas dulu ya Kenz nanti pulang sekolah gue nebeng loe bisa gak?Soalnya sopir gue hari ini ijin ,"bohong Luna yang sengaja menyuruh sopirnya untuk tidak menjemput. Bagaimanapun Luna akan lakukan jika itu demi Kenzi.
__ADS_1
"Sorry...Lun nanti pulang sekolah gue mau latihan sama anak-anak buat persiapan gladi resik Pensi besok ," tolak Kenzi ramah.
Kenzi memang ada acara sepulang sekolah dan itu persiapan buat acara Pensi besok setelah penerimaan rapor hari ini.
"Okay..gak apa-apa kok ," balas Luna sedikit kecewa.
Ya hari ini adalah hari penerimaan rapor untuk kenaikan kelas. Dan sekolah mengundang para orang tua wali untuk melakukan serah terima rapor di aula gedung serbaguna milik sekolah.
Seperti biasa sekolah Kenzi selalu mengadakan Pensi untuk merayakan kenaikan kelas setiap tahunnya. Dan semua murid dibebaskan mengapresiasikan karya seni mereka nanti.
Darren yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Luna pun seketika melompat-lompat setelah kepergian Luna.
"Loe sableng ya Darren? apa obat loe udah habis ,"ejek Kenzi sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah konyol temannya itu.
"Ahh...Loe Kenz bener-bener gak bisa liat temen seneng napa,mood gue lagi bagus nih ,"gerutu Darren kesal.
"Oke...berhubung mood loe lagi bagus nih, gue minta gitar yang kemarin gue minta harus sudah siap diruang musik buat latihan kita nanti, gue gak mau saat nanti kita latihan alat-alatnya belum siap ," perintah Kenzi penuh instruksi.
"Oke..siap boss !" balas Darren sambil hormat kearah Kenzi.
Bell tanda pulang sekolah pun berbunyi.
Hari ini seluruh murid mendapatkan jam pelajaran bebas. Jadi mereka pulang lebih awal sedangkan orang tua mereka dalam proses pembagian rapor.
Saat Kenzi ingin menuju kelasnya,kebetulan sekali Kenzi berpapasan dengan Hana.
"Han...Hana..tunggu sebentar ,"panggil Kenzi.
Hana berhenti tapi masih pada posisinya tanpa menoleh sedikit pun ke arah suara Kenzi.
"Han...loe marah sama gue ya? gue minta maaf kalau ada salah sama loe selama ini. Dan gue pastikan kejadian tempo hari gak akan pernah terjadi lagi sama loe ," ungkap Kenzi menuntut.
"Aku..gak marah sama kamu Kenz, aku cuma lagi butuh waktu saja buat swndiri ," jawab Hana dengan tenang.
__ADS_1
"Oke..kalau gitu lihat aku, lihat ke arahku Han ," pinta Kenzi sambil menggenggam tangan Hana.
Hana pun mau tak mau berpaling kearah Kenzi.
"Kenz..apa-apaan sih, lepasin malu tauk dilihat anak-anak ," pinta Hana dengan muka memerah.
Jujur Hana malu sekaligus senang. Untuk kali ini biarlah hatinya sedikit munafik di hadapan lelaki ini.Lelaki yang benar-benar berhasil merusak konsentrasi hati dan fikirannya.
"Gue gak akan lepasin loe, sebelum loe jawab pertanyaan gue ," tatapan mata Kenzi tajam seolah-olah akan menguliti Hana. Wanita berwajah oriental iti pun berusaha menelan saliva nya dengan susah payah.
"Pertanyaan apa?" tanya Hana hati-hati.
"Hemm...sebelumnya sorry, mungkin ini terdengar mendadak tapi bagaimanapun gue gak bisa nahan perasaan ini lama-lama Han ,"ungkap Kenzi jujur.
Hana tak paham,tapi raut mukanya memerah.
"Gue..gue suka sama loe, will you be my girlsfriend??",ungkap Kenzi jujur.
Nafas Kenzi serasa tertahan seakan takut mendengar penolakan dari bibir tipis Hana. Bagai disambar ribuan petir disiang bolong, hati Hana terasa nyeri-nyeri sedap, jantunganya berdetak kencang dan serasa ada ribuan kupu-kupu yang menggelitiki perutnya. Hana masih tak bergeming.
"Han...please jawab ,"pinta Kenzi memelas.
"Maaf Ken...aaku...aku bingung harus jawab apa,tolong beri waktu aku sampai besok ,"jawab Hana pelan.
"Baiklah...aku tunggu jawabanmu sampai besok, tapi besok jangan lupa nonton Pensi ya?"pesan Kenzi.
"Akan aku usahakan, sekarang aku harus pulang karena ibu sudah menungguku ."
"Pulang naik apa? aku akan telepon sopir rumah untuk mengantarmu?" tanpa sadar aksen bicara Kenzi sudah berubah menjadi aku kamu.
"Gak usah Kenz , aku udah pesan ojek tadi kasian amang nya udah nungguin ,"tolak Hana halus.
"Baiklah..hati-hati ya, salam buat tante ya.. ,"ucap Kenzi sambil melambaikan tangan kearah Hana yang sudah pergi menuju gerbang sekolah.
__ADS_1
Sekali lagi Kenzi tersenyum, barusan tadi dirinya menembak Hana. Semenjak melihat kedekatan Hana dengan Johan tempo hari, Kenzi sudah membulatkan tekat untuk menyatakan perasaannya ke Hana apapun yang terjadi nanti. Kenzi tak ingin kalah telak dari Johan.
Bagaimana pun dirinya yang pertama mengenal Hana meski tanpa sengaja. Mengingat momen pertama bertemu Hana membuat Kenzi terus tersenyum tanpa sadar sedari tadi ada kamera yang merekam dan memotret dirinya dan Hana.