My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Mengejar Cinta yang Hilang


__ADS_3

Semenjak penolakan yang Hana lakukan malam itu, dokter Egi sudah jarang mendatangi ruangan praktiknya.


Bahkan bergurau seperti biasanya pun tidak. Dokter berkacamata itu seperti tengah berusaha terus menghindar darinya.


Hanya obrolan penting seputar pekerjaan saja dan tidak lebih jika mereka tanpa sengaja bertemu. Tidak ada lagi ajakan makan siang bersama, tidak ada lagi tawaran pulang bersama , dan tidak ada lagi ajakan untuk menghabiskan akhir pekan bersama.


Kini hati Hana mendadak kosong. Apa saja yang pernah membuatnya nyaman kini sudah tiada.


Tiba-tiba atensinya beralih ke arah televisi yang tertempel cantik di sudut ruangannya. Samar-samar host dalam sebuah acara tersebut menyebut nama seseorang yang sangat ia kenal.


Tak jauh dari host tersebut, kamera menyorot kearah seorang pria dewasa yang ketampanannya tak pernah pudar. Bahkan semakin bertambahnya umur semakin membuat pria itu berkharisma.


Dengan dada yang berdebar-debar ia raih remote pengeras suara dan menekannya.


"Hai pemirsa setia Kepoin Yuk, jumpa lagi dengan saya miss Kepo. Siang ini kita kedatangan tamu spesial yang sangat luar biasa. Langsung saja kita sambut tamu spesial kita hari ini mas Kenzi Abraham !"


"Selamat siang mas Kenzi, boleh saya langsung saja ya ke sesi tanya jawabnya ya mas. Karena di studio banyak banget yang kepoin tentang kehidupan pribadi mas Kenzi loh."


"Benarkah ?" tanya pria bernama Kenzi tersebut dengan senyum menawannya.


"Benar mas, mari langsung saja kita masuk ke quis Gosip atau Fakta dan harus mas Kenzi jawab dengan jujur ya !"


"Menurut kabar yang beredar, mas Kenzi dulu sempat akan menikah namun gagal karena mas Kenzi belum bisa move dari cinta pertama mas Kenzi. Apakah itu gosip atau fakta langsung jawab!"


"Fakta !"


"Wow ! menarik sekali bagaimana mungkin pengusaha muda tampan dan sukses seperti anda masih percaya dengan cinta pertama. Coba mas Kenzi ceritakan apa istimewanya dari cinta pertama mas kenzi itu ?"


"She is beautyful. Ia wanita yang sederhana, mandiri dan pekerja keras. Ia wanita yang tidak pernah mengeluh dan manja. Waktu kami sekolah Menengah ia adalah rivalku dalam meraih juara sekolah."


" Wow ! betapa wanita itu sangat beruntung bisa dicintai oleh seorang mas Kenzi Abraham, pengusaha muda tersukses se-Asia tenggara bahkan sampai ke benua Amerika , benar kan mas Kenzi ?"


Kenzi pun hanya tersenyum simpul.


"Lalu dimana cinta pertama mas Kenzi sekarang? apakah beliau ada di studio ini ?" tanya sang host seraya matanya menyapu area studio mencari wanita yang tamunya istimewakan itu.

__ADS_1


"Tidak, kami sudah berpisah beberapa tahun silam karena suatu hal."


Sang host pun tampak manggut-manggut sambil menampilkan wajah sedihnya.


"Sayang sekali, kalau kami boleh tahu, apakah suatu hal yang membuat kalian berpisah ? Apakah ini karena beliau mencintai pria lain?"


"Tidak ! kami saling mencintai. Karena suatu hal yang bersifat privat banget ya jadi maaf tidak bisa saya bagikan disini."


"Oh begitu, mohon maaf ya mas Kenzi. Semoga kalian cepat bertemu kembali. Jika sudah jodoh tidak akan kemana ya mas," ucap sang host.


Bip !


Hana langsung menekan tombol off pada remote tersebut. Hatinya berdebar-debar dan sedikit terharu, bahkan tanpa terasa buliran bening menetes dari kedua sudut matanya.


Apakah wanita yang Kenzi maksud barusan adalah dirinya ? Apakah lelaki maskulin itu masih mencintainya seperti dulu ?


Hatinya tampak gelisah sekaligus merindu kepada lelaki maskulin itu. Dua tahun sudah tak bertemu, lelaki itu masih terlihat tampan bahkan jauh lebih tampan dengan gayanya yang dewasa.


Dikehidupan Hana selama ini, tidak ada yang mengenalnya lebih dekat selain lelaki itu. Tiba-tiba hatinya bergerak ingin menemui lelaki di masa lalunya.


Perasaan rindu yang menggebu dan rasa penasaran yang tinggi merayap di relung hatinya. Rasanya ia ingin menanyakan langsung kepada lelaki itu, apakah wanita yang ia maksud itu adalah dirinya ? atau wanita lain ?


Namun Hana teringat kembali pernyataan Kenzi kepada awak media barusan, rasanya ia harus melakukan apa yang bisa menghapus rasa penasarannya.


"Aku harus melakukannya sebelum diriku benar-benar mati penasaran, iya harus!" gumamnya pelan seraya merapikan dokumen pada mejanya.


🍁


🍁


Malam harinya Hana berencana menemui Darren teman sekaligus sahabat lama Kenzi. Ia mendatangi apartemen lelaki itu dengan membawa sekeranjang buah-buahan dan minuman sari buah.


Karena ia tahu, semenjak insiden dua tahun lalu. Lelaki yang selalu tampak sangar dengan tatoo hampir disekujur tubuhnya itu harus membiasakan hidup sehat.


Makan makanan yang bergizi dan berserat. Bahkan diwajibkan menjauhi rokok dan alkohol. Dan ia menyarankan untuk menggantinya dengan lolipop dan minuman sari buah.

__ADS_1


Mereka terlibat obrolan yang seru tentang masa lalu mereka yang sempat konyol saat tinggal bersama di apartemen Kenzi dahulu.


"Sumpah gue masih suka kebayang aja ya Han waktu itu, gue bener-bener nggak tahu dan nggak yangka kalo Hansel itu loe," ungkap Darren sedikit menahan rasa ingin tertawanya.


"Sudahlah itu hanya masalalu, jangan selalu diingat-ingat," balas Hana dengan wajah merona.


Mereka sama-sama mengingat insiden-insiden yang sangat absurd diantara mereka kala itu. Meski tidak mengucapkan apa saja namun malunya itu sudah kerasa. Cukup dibayang saja insiden-insiden apa saja yang sudah mereka lalui.


"Lalu loe yakin bakal nyusul Kenzi ke Korea? apa loe pernah main ke Korea sebelumnya ?" tanya Darren dengan wajah serius.


Hana pun hanya menggeleng pelan.


"Astaga ! lalu bagaimana loe akan menginap disana sedangkan loe main saja belum pernah?"


Hana pun tampak merenung kembali. Benar apa yang Darren katakan, keluarga, teman bahkan kenalan saja ia tak punya di negeri Ginseng tersebut.


"Aku akan berusaha mencari penginapan untuk beberapa hari disana."


"Sayangnya gue juga tidak punya kenalan disana, bahkan gue juga hilang kontak dengan Kenzi. Hanya alamat itu yang gue punya."


"Tidak apa-apa ini sudah lebih dari cukup, kalau begitu aku pulang saja ya. Maaf sudah mengganggu waktumu."


"Tidak apa-apa, kalau sudah ketemu sama cowok skincare itu sampaikan salam gue. Gue akan bikin wajahnya babak belur," seru Darren di selingi candaan.


Hana pun hanya tersenyum menanggapi candaan mantan teman sekamarnya itu.


Setelah pengobatan yang Darren lakukan selama satu tahun di Singapura membuat lelaki macho itu kembali bugar seperti sebelumnya.


Karena hampir beberapa bulan ia selalu ditemani oleh kursi roda beserta rubah kecilnya. Tiba-tiba ia merasakan rindu kepada gadis mungil yang sudah berhasil merampok hatinya tersebut.


Untuk hubungan keduanya kini masih dirahasiakan. Hanya mereka berdua yaitu Darren dan Sona yang tahu.


Tepat pagi hari pukul 08.00 WIB Hana take off dari bandara Soetta menuju bandara Seoul Incheon International.


Perjalanan yang harus Hana tempuh diperkirakan selama 7 jam 20 menit. Waktu yang tidak terlalu lama menurutnya.

__ADS_1


Wanita berwajah oriental itu tampak termenung sambil menatap keluar dari jendela disampingnya. Tiba-tiba ia jadi merasa aneh karena melakukan hal yang menurutnya tidak wajar bahkan ia tidak pernah lakukan sebelumnya.


"Ken, aku tidak mengerti kenapa aku harus melakukannya? aku hanya berusaha mengikuti apa kata hatiku. Dan aku hanya ingin mendengar langsung dari bibirmu, siapa cinta pertama yang membuatmu gagal move on itu ?" gumam Hana dalam hati.


__ADS_2