
Hari ini hari pertama Hana mulai masuk kerja di rumah sakit baru tempat dimana ia akan mengabdikan diri begitu pula Johan. Ia berangkat lebih awal tanpa menunggu kedatangan Johan terlebih dahulu.
Sudah sehari yang lalu Hana pindah dari rumah Johan karena tidak enak hati jika harus berlama-lama menginap disana sedangkan ia dan Johan statusnya belum menikah ia tak ingin jadi bahan pergunjingan para tetangga.
Saat ini ia menempati rumah ibunya dulu. Rumah itu tampak masih sama seperti dulu hanya sedikit berbeda karena dimakan waktu.
Ia pandangi pekarangan rumahnya yang hampa. Dulu disitu ada taman bunga mawar yang tumbuh subur.
Sewaktu ibunya masih hidup, beliau dulu sangat suka menanam bunga. Maka tak heran jika dulu taman itu penuh dengan bunga, akan tetapi kini terlihat gersang tak terawat.
"Sepertinya nanti kalau hari libur aku harus mulai bercocok tanam seperti ibu dulu," gumamnya pelan.
Lalu tiba-tiba ada suara klakson motor.
Tiin...tiin...tinn !!
"Maaf apa benar ini dengan neng Luthfia Hana ?"
"Iya benar pak, bapak ojek online yang saya pesan ya?"
"Iya benar sekali neng."
"Ya sudah langsung saja ya pak ke rumah sakit CM."
"Siap !..kebetulan sekali itu tidak terlalu jauh dari sini hanya berjarak 2 kilo..hehe."
Lalu motor ojek yang ditumpangi Hana pun meninggalkan rumahnya. Jalanan masih tampak lenggang hanya beberapa mobil pribadi yang lewat karena biasanya mereka yang mempunyai kendaraan pribadi lebih memilih berangkat pagi daripada harus terjebak macetnya ibu kota.
"Tolong-tolong...tolong saya !"
Tiba-tiba Hana mendengar suara teriakan minta tolong dari seorang wanita.
"Bapak dengar tidak ada suara wanita minta tolong ?"
"Iya neng, saya juga dengar kira-kira dimana ya ?"
Hana tampak menatap sekeliling jalan kawasan industri yang ia lalui itu.Tidak salah lagi ternyata memang benar itu suara wanita yang sedang minta tolong.
"Akh...itu dia pak ! itu disana seperti ada wanita yang terluka !!" pekik Hana seraya menunjuk kearah seorang wanita paruh baya yang terduduk lemah dibawah pohon samping mobilnya.
Melihat orang yang terluka jiwa Hana sebagai dokter merasa terpanggil ia tidak bisa mengabaikannya begitu saja.
"Ya Allah...nyonya...nyonya masih kuat ? saya akan panggilkan taksi sebentar."
Hana memanggil nyonya karena penampilan ibu-ibu itu khas nyonya besar terlihat dari dandanan dan baju yang ia kenakan dari merek ternama.
("Nyonya ini sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana ya ?")
__ADS_1
Melihat wanita itu bersimbah darah Hana sedikit panik. Wajahnya sudah pucat pasi dan darah dari lukanya tersebut masih terus mengalir.
("Kalau lama-lama didiamkan bisa kehabisan darah nyonya ini" ) pikirnya Hana kawatir.
"Bapak , tolong carikan saya taksi nanti bapak saya bayar penuh sesuai yang ada di aplikasi."
"Baik neng sebentar saya akan ke jalan besar," balas bapak ojek.
Bapak ojeg itu pun pergi dengan terburu-buru mencari taksi karena ia sendiri merasa ngeri melihat langsung darah yang mengalir terasa ngeri-ngeri sedap.
Lalu Hana pun mengambil sarung tangan sterilnya. Ia mencoba melihat seberapa lebar luka tusukannya. Lalu ia mulai menekan dari kedua sisi bermaksud agar pendarahan itu bisa membeku dan berhenti. Setelah ia rasa sedikit berkurang ia melepaskan syal yang melilit lehernya dan membalutkannya ke luka wanita itu untuk menahan pendarahan.
"Nyonya ...nyonya yang tenang ya, jangan panik pertolongan akan segera tiba," ucap Hana pelan mencoba menenangkan.
Wanita paruh baya itu hanya menggangguk lemah.
Hana mencoba memangku kedua kaki wanita itu agar darahnya mengalir kembali kejantung.
Kini penampilan Hana sudah berantakan penuh dengan noda darah yang menempel dikedua tangan dan blazer yang ia kenakan.Sela beberapa menit taksi yang dicarikan tukang ojek tadi tiba.
"Bapak tolong bantu saya mengangkat nyonya ini ke dalam mobil kita harus bergegas pak."
"Baik neng, mari mas bantu saya," ajak bapak ojek ke sopir taksi yang terlihat masih muda.
Sopir taksi dan tukang ojek itu pun mengangkat wanita yang terluka itu bersamaan ke dalam mobil taksi.
"Ini ongkosnya saya bayar penuh ya pak, terima kasih."
Lalu bapak ojek itu pun berlalu pergi.
"Mas tolong cepat kerumah sakit terdekat ya."
"Baik teh."
Sopir taksi itu pun mulai menambah kecepatannya.Kebetulan sekali rumah sakit terdekat adalah rumah sakit yang akan dituju Hana.
Sampainya Hana langsung berteriak memanggil suster yang siaga di bagian IGD. Sejumlah suster dan perawat pun tampak berlari membawa brakar yang dikususkan untuk memindahkan pasien.
Lalu mereka pun cepat-cepat membawa wanita yang sudah tak sadarkan diri itu ke ruang IGD. Sedangkan Hana menungguinya diluar ruangan dengan gelisah.
"Semoga tidak terjadi hal yang buruk dengan nyonya itu," gumamnya lirih.
Hana tidak mengetahui identitas wanita itu. Jadi bagaimana ia bisa menghubungi keluarganya ?
Sela dua puluh menit berlalu dokter yang menangani wanita itu pun terlihat keluar ruangan, dan Hana segera menghampirinya.
"Dokter..bagaimana keadaan pasien dok ?"
__ADS_1
"Apakah anda dari pihak keluarga ?"
"Bukan dok kebetulan saya yang menolong beliau."
"Alhamdulillah ,luka pendarahannya sudah berhenti dan sudah dijahit. Mungkin sekitar 1-2 jam pasien akan tersadar,tapi saya heran."
"Heran kenapa dok ?"
"Apakah yang membungkus luka pasien tadi itu anda ? berkat itu aliran darah yang keluar berhenti dan pasien tidak mengalami banyak kehabisan darah seperti kebanyakan kasus penusukan yang sudah terjadi ? bagaimana anda bisa melakukannya ?" tanya dokter IGD tersebut penasaran.
"Oh, kebetulan sekali profesi saya juga sebagai dokter, jadi saya sudah terbiasa menangani masalah seperti ini ," tutur Hana pelan.
"Anda seorang dokter ? dimana anda bekerja?" tanya dokter IGD itu semakin tertarik.
"Kebetulan sekali saya baru pindah kesini dan akan magang di rumah sakit ini, akhh !! Saya hampir lupa ! maaf dokter saya harus buru-buru menemui kepala rumah sakit, permisi !" tiba-tiba Hana mengingat tujuan utamanya ke rumah sakit.
Setelah beberapa langkah Hana pun berbalik kembali.
"Dokter, kalau nanti pasien sudah sadar tolong kabari saya ya, maaf sudah merepotkan terima kasih."
Lalu Hana pun melanjutkan langkahnya kembali dengan berlari. Ia tak peduli beberapa orang melihat kearahnya. Pasalnya baju yang ia kenakan penuh dengan noda darah. Ia melupakan hal itu.
"Wanita yang unik !" gumam dokter Egi dokter yang bertugas bagian IGD tersebut.
Lalu ia pun berlalu ke ruangan lain untuk memeriksa pasiennya yang lain.
##
Sedangkan ditempat lain, terdengar suara tamparan yang sangat keras menggema diseluruh ruangan.
"Dasar bod*h !! Sudahku peringkatkan kalian jangan sampai melukainya ! Kenapa kalian malah menusuknya ! dasar gobl*k kalian ini !" umpat seorang laki-laki dengan muka yang memerah menahan amarah.
"Maa...maaf boss, wanita itu melawan jadi kami tidak sengaja melukainya, maafkan kami boss," kata dari salah satu anak buah lelaki itu.
"Ya sudah, kalian pergi saja sana. Mulai hari ini kalian off sementara dulu sampai keadaan ini membaik.Kalau terjadi sesuatu dengannya jangan harap kalian bisa lolos dariku, sampai lubang semut pun gua bisa menemukan kalian ! Paham ?!"
Mereka tampak menelan salivanya dengan susah payah.
"Ba..baik boss, kami pamit !"
"Dasar bod*h !! kenapa aku harus punya anak buah yang teledor seperti itu.Hah !" umpatnya lagi seraya membanting gelas yang berada digenggamannya.
Ia merasa gagal dan menyesal. Sebenarnya niatnya dari awal menyuruh orang hanya untuk menakuti wanita itu akan tetapi kini anak buahnya malah membuatnya terluka.
"Laura..maafkan aku, aku tidak bermaksud menyakitimu. Semoga dokter masih bisa menyelamatkanmu," gumam lelaki yang masih tersisa ketampanannya dimasa muda.
"Bagaimana pun aku masih sangat mencintaimu,bertahun-tahun aku tersiksa akan perasaanku ini ! Berbagai cara sudah aku lakukan untuk menarik perhatianmu kembali namun sepertinya kau tak bisa berpaling dari lelaki brengs*k yang sudah merebutmu dariku itu !" umpatnya lagi menahan amarah.
__ADS_1
Lelaki itu memandangi foto usang yang ia genggam.Tampak terlihat wanita muda yang cantik dengan rambut panjangnya yang diikat ekor kuda. Disamping kiri kanannya diapit oleh dua lelaki satu lelaki bermata sipit seperti orang Korea yang sudah di blok olehnya dengan spidol warna hitam dan satu lagi lelaki berkaca mata itu adalah dirinya di masa muda.
Tidak salah lagi gadis yang ada difoto itu adalah Laura Basuki Abraham di masa mudanya. Foto itu diambil saat mereka berusia sekitar delapan belas tahun semasa mereka masih duduk dibangku SMA.