
Setelah kepergian ibunya beberapa hari yang lalu Hana terlihat tampak terdiam jarang bicara. Badannya sedikit kurus karena mungkin akhir-akhir ini fikiran Hana masih tersita memikirkan kepergian ibunya keluarga satu-satunya yang ia miliki.
Sekarang dirinya sudah tidak punya siapa-siapa lagi di kota ini. Ia harus memikirkan kembali pesan ibunya terakhir dalam mimpinya.
Lalu diraihnya ponsel jadul miliknya, ponsel yang harganya tak seberapa tapi masih bisa digunakan untuk internet dan telepon.
Sebenarnya hari dimana ibunya kritis, ada seseorang yang sedang menelepon ibunya. Penelepon tersebut mengancam ibu Hesti. Oleh sebab itu bu Hesti mengalami serangan jantung fatal yang menyebabkan sampai dirinya kehilangan nyawa.
"Halo Assalamualaikum...bulek ini Hana ," sapa Hana pada seseorang yang ada di sebrang saluran teleponnya.
"..............."
"Iya bulek , ibu sudah tiada ,"balas Hana terisak.
"..............."
"Hana belum tau bulek, kemungkinan sampai menunggu Ijazah Kelulusan keluar karena Hana harus urus semua surat-surat penting terlebih dahulu sebelum meninggalkan kota ini ,"jelas Hana kepada buleknya.
".............."
"Baik..nanti bulek kirim aja alamatnya via sms apa wa ya,Hana juga kangen gak sabar ketemu Wika ,"ucap Hana sebelum menutup sambungan teleponnya.
Wika adalah anak sulung bulek nya Hana. Umurnya beda 3 tahun lebih muda dari Hana. Dulu setiap setahun sekali pasti Hana selalu mengunjungi bulek nya itu bersama ibunya naik kereta api. Hana selalu senang jika setiap akan mudik ke jawa ke kampung halaman bulek nya pasti naik kereta api.
Hari ini Hana sudah mulai masuk sekolah demi melengkapi tugas-tugas yang belum terselesaikan.Karena Hana termasuk siswi pandai sudah dipastikan dirinya tak pernah dapat remedial seperti teman-teman sekelas lainnya.
"Hassshh....kenapa sih bu Astuti resek banget sih ngasih tugas remedial segini banyaknya !" gerutu Marisa kesal.
__ADS_1
"Lagian loe sih cha punya otak kagak diupgrade ," canda Boby yang langsung mendapat hadiah toyoran dari Marisa.
"S*alan loe Bob ! kalau kesini cuma ngejekin gue doang mending loe enyah aja dari hadapan gue !" usir Marisa semakin dibuat emosi.
Seperti biasa Marisa dan Boby saling mengejek satu sama lain. Mereka terlihat seperti pasangan di film kartun Tom and Jerry yang biasa ditonton oleh adik Marisa. Kadang akur dan tak jarang juga saling mengejek kekurangan masing-masing.
Seperti itulah persahabatan mereka. Marisa dan Boby sudah menjalin persahabatan semenjak mereka masih balita. Karena kebetulan sekali orang tua mereka berdua juga menjalin persahabatan yang sama. Jadi tak heran jika hal itu turun ke anak-anak mereka.
"Hehe...bercanda cha masa gitu aja marah sih?entar gak ada cowok yang mau sama loe loh kalau marah-marah terus ," ungkap Boby menghibur.
Sebenarnya bukan karena tidak ada cowok yang mendekati Marisa melainkan setiap cowok yang ingin mendekati Marisa pasti akan Boby singkirkan dengan mengaku-ngaku dirinya sebagai pacar Marisa.
Ya..itu karena mereka kemana-mana selalu bersama bahkan tak jarang perilaku mereka terlihat romantis dimata orang lain jika saja mereka menyadari, perilaku mereka layaknya seperti sepasang kekasih.
Kadang mereka makan suap-suapan, kadang Boby juga sering membawakan tas Marisa setiap hari.
Pernah waktu itu Marisa merasa cemburu saat Boby ditembak oleh seorang adik kelas. Entah cemburu karena atas dasar persahabatan atau karena atas dasar hal lain. Marisa pun juga tidak tahu. Yang jelas Marisa tak suka jika Boby dekat-dekat dengan wanita lain selain dirinya.
Sebenarnya Boby itu tampan hanya saja tersembunyikan dengan kacamata tebal yang setiap hari menghiasi mata minus nya. Postur tubuhnya tinggi. Matanya sedikit sipit dengan kulit sawo matangnya terlihat manis. Hidungnya mancung sedangkan bibirnya tipis.
Selama di sekolah penampilan Boby mungkin terlihat cupu dan kurang menarik.Tapi kalau diluar rumah penampilan Boby bisa dibilang berbeda tiga ratus enam puluh derajat dari biasanya.Terlihat modis pakai baju casual serba hitam dengan perpaduan celana tiga perempatan, dan sepatu sport putih.Tak lupa kaca mata anti radiasinya menambah kesan kece.
Penampilan nya yang seperti itu hanya Boby tampakan jika sedang jalan bersama Marisa. Karena Boby tak ingin mempermalukan Marisa saat sedang jalan berdua bersamanya. Apalagi melihat tatapan-tatapan mata dari laki-laki lain yang memandang minat pada Marisa.
Ya dirinya tak bisa memungkiri kalau Marisa itu merupakan gadis cantik, imut dan periang. Menjadi masa depan Marisa adalah cita-cita Boby. Karena Boby tak rela jika wanita yang selama ini ia jaga baik-baik bertemu dengan lelaki yang salah.
Pernah dulu Marisa mempunyai seorang pacar, lalu mereka berkencan ke sebuah cafe dengan memesan privatroom. Diam-diam Boby mengikuti mereka dari belakang karena saat itu dirinya merasakan firasat yang tidak baik yang akan terjadi kepada Marisa
__ADS_1
.Untung saja Boby datang disaat yang tepat, saat pintu dibuka terlihat Marisa menangis dipojokan dengan baju yang terbuka menampakan pakaian dalamnya.
Sedangkan lelaki yang saat itu jadi pacar Marisa berniat untuk memaksa Marisa kembali untuk berciuman.Dengan secepat kilat Boby menendang laki-laki itu hingga tersungkur dan kembali memukulinya dengan membabi buta.
Baru kali itu Marisa melihat sisi lain dari seorang Boby.Boby yang dia anggap lemah malam itu menampakan sisi liarnya. Marisa itu gadis yang masih polos dalam hal-hal pacaran dan sebagainya, itulah yang membuat emosi Boby meletup-letup melihat wanita yang sangat-sangat ia jaga di nodai oleh laki-laki brengsek seperti mantan pacar Marisa dulu.
Semenjak itulah kemana-kemana Marisa selalu bersama Boby. Boby bagaikan bodyguard pribadi Marisa. Bahkan Marisa pun takut pacaran lagi sampai sekarang meski kadang dirinya merasa iri melihat teman-temannya setiap minggu pasti di apeli oleh pacar mereka.
Marisa adalah wanita yang berhasil membuat hati Boby jatuh berkali-kali dengan segala tingkah riangnya. Itu lah alasan mengapa Boby juga menolak wanita-wanita yang mendekatinya demi Marisa gadis periangnya.
Boby sangat mengerti apapun yang Marisa suka dan tidak. Kebiasaannya dan segala tingkahnya termasuk lelaki idaman gadis tersebut.
Boby tahu gadis itu mengidola seorang Kenzi. Lelaki blasteran Indo-Korea itu mampu menyedot perhatian seluruh siswi sekolah termasuk Marisa.Tapi Boby bersyukur Marisa tak seperti penggemar lainnya yang terlihat fanatic. Marisa hanya mengagumi seorang Kenzi dan tak lebih dari itu.
Boby sendiri tidak tahu sampai kapan dirinya harus memendam perasaannya sendiri ke Marisa. Karena dirinya takut jika saatnya tiba ia jujur akan perasaannya, persahabatan dirinya dan Marisa akan berakhir.
Tapi dirinya sudah mempersiapkan sebaik mungkin untuk masa depannya. Karena mulai sekarang Boby sudah sering membantu perusahaan ayahnya,mempelajari struktur dan cara kerja perusahaan.
Semua itu ia persiapkan untuk masa depannya bersama Marisa. Bukankah semua wanita itu suka dengan lelaki yang mapan ? Ya...setelah dirinya sudah bisa mandiri mungkin suatu saat perasaan itu akan ia utarakan kepada cinta dalam hatinya yaitu Marisa.
Bahkan Marisa sendiri tak menyadari jika dirinya selama ini selalu bergantung kepada Boby. Dulu sewaktu mereka masih kecil mereka kerap tidur bersama seperti saudara sungguhan.
Bermain bersama bahkan pernah mandi pun bersama.
Mengingat kebersamaan mereka rasanya tidak mungkin jika salah satu dari mereka harus berpisah dan menikah lalu membina hidup rumah tangga masing-masing.
Boby sendiri sudah menyadari rasa sukanya semenjak duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama namun sampai saat ini juga Marisa sendiri belum menyadari akan perasaan Boby itu ke dirinya. Karena Marisa itu gadis yang fikiran lola (loading lama), cerewet, manja,tukang ngambek tapi justru semua sifat yang ada pada Marisa itu yang membuat Boby suka dan merasa jatuh hati.
__ADS_1