My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Salah Paham


__ADS_3

'G*la ! Mereka beneran pasangan g*y ! Jadi ini alasan loe Ken tidak pernah mengajak kencan satu pun wanita ? terakhir kali loe berhubungan sama wanita cuma dengan gadis cupu itu, tapi itu sudah cukup lama. Sumpah gue enggak yangka! Gue pikir gue yang enggak normal ternyata gue malah masuk ke kandang H*mo Sapiens. Gue harus gimana ini ?'


Darren yang semula ingin masuk pun meringsut mundur dan menutup pintunya kembali dengan hati-hati. Setelah mendapati dua temennya tengah bercumbu layaknya seorang sepasang kekasih normal.


Membayangkan saja sudah membuatnya meriang apalagi melihat langsung barusan. Memang hal seperti itu sudah sangat biasa di negara barat, akan tetapi baru kali ini terjadi kepada teman dekatnya. Lalu ia ayunkan tungkainya menjauhi tempat ubnormal itu. Ia memilih untuk pergi. Tapi baru beberapa langkah, Darren menghentikan langkahnya kembali.


"Tapi gue enggak bisa biarin sahabat gue tersesat terlalu jauh ! gue harus membantunya kembali ke jalan yang benar seperti gue. Kasian mereka, gue harus bebaskan mereka dari kutukan ! Tapi apa yang harus gue lakuin ?!" gumamnya frutasi.


"Aha ! gue punya ide !"


Lalu Darren pun melangkahkan kaki kembali menuju pintu apartemen Kenzi. Dan dengan tergesa-gesa ia memencet bel dengan tak sabaran menimbulkan suara yang memekakan telinga. Ia berharap temannya itu menyudahi aksi g*lanya.


Mendengar bunyi bell apartemennya yang memekakan telinga, Kenzi pun melepas tautannya. Hansel yang masih memejamkan matanya pun langsung tersadar. Seakan ia kecewa tak ingin yang barusan terjadi berakhir.


"Maafkan aku Han," sesal Kenzi seraya menyeka saliva yang masih tertinggal disudut bibir wanita itu.


Hana pun hanya menggelengkan kepalanya pelan. Sudah dipastikan wajahnya saat ini merona seperti kepiting rebus. Ia berusaha menormalkan kembali deru nafas dan detak jantungnya yang hampir ingin melompat keluar.


"Aku akan melihatnya, kamu lebih baik pergi ke kamar saja ya."


Hana pun mengangguk patuh. Apa yang sudah dilakukan Kenzi barusan sungguh mampu membuat dirinya melayang bahkan kakinya tak mampu menampung berat badannya sendiri, terasa lembek seperti jeli. Mengingatnya saja membuat wajahnya merona kembali. Oh..hayolah Hana kenapa fikiranmu jadi mesum begini sih ?!


Lelaki maskulin pun langsung membuka pintu apartemennya tanpa melihat terlebih dahulu dari layar intercom.


"Cckk..ternyata elo ! gue fikir siapa. Bukannya loe udah pegang keycard sendiri Darr ?!" Kenzi pun mendengus kesal.


'Ccckk...yang benar saja, masa gue harus melihat kemesraan kalian untuk kedua kalinya, no way ! gue enggak mau ikut-ikutan bengkok seperti kalian !' pekik Darren dalam hati.


"Keycard gue tau hilang kemana,loe lagi sibuk enggak ?" dalih Darren.


"Enggak kenapa?"


"Ikut gue ! kita clubbing kayak dulu lagi gimana ?" ajak Darren sambil menaik turunkan alisnya.


"Boleh, sekarang ?"


"Besok ! nunggu Jenni blackpick nikah, ya iyalah sekarang tunggu apalagi ajak juga temen cupu loe itu biar dia enggak kuper."


Mata Kenzi pun membulat sempurna. Ini yang sangat ia hindari. Bagaimana jika wanita itu tahu kebiasaan seorang laki-laki di club ?Apalagi melihatnya dikelilingi oleh wanita-wanita cantik ,sexy nan bohay.


"Enggak usah ah ! kita berdua aja. Dia enggak biasa ikut dugem kayak kita," tolak Kenzi.


'Demi Neptunus ! ternyata Kenzi melindunginya. Oke kita lihat saja apa yang bakal gue lakuin. Sorry ya Ken, ini gue lakuin demi membebaskan kalian dari kutukan."

__ADS_1


"Pokoknya si cupu itu harus ikut !" keukeh Darren.


##


Kini ketiga lelaki dengan karakter masing-masing itu mulai melangkahkan kaki menuju ke sebuah club malam milik pamannya Darren. Darren mengusung konsep 'Edgy Style'. Sesuai namanya penampilan lelaki macho itu serba hitam menggunakan kaos oblong tanpa lengan serta jaket rompi hitam yang menampilkan otot-otot lengannya yang kekar dan tatoo bergambarkan spongebob.


Lalu Kenzi, lelaki berwajah maskulin perpaduan Indo-Korea yang manis dan fresh seperti ikan segar yang baru masuk freezer itu memakai konsep Classy . Penampilannya terlihat berkelas mengenakan turtleneck berwarna coklat dan blazer dengan warna senada. Jangan lupakan kacamata dan arloji mahalnya dari merek ternama tak luput ia kenakan. Membuat wanita mana saja yang melihatnya pasti menganggapnya seperti bank keliling dengan barang-barang branded yang menempel di tubuhnya.


Dan terakhir pria kecil yang masih dengan penampilan sehari-harinya. Memakai setelan celana panjang hitam dan hodie merah serta kacamata kudanya. Mereka bertiga berjalan dengan rasa percaya dirinya menuju pintu masuk club tersebut.


Dalam hati Hana hanya bisa membatin. Seumur hidupnya baru kali ini ia menginjakan kaki ditempat remang-remang seperti itu.


'Bapak Ibu maafkan Hana, ini hanya menjalankan peran kok. Hana akan berusaha untuk menjaga diri ,'


Seketika Hana mengingat kembali almarhum kedua orang tuanya. Sudah sangat lama ia tak berkunjung ke rumah terakhir orang yang sangat ia cintai itu.


Pada saat pertama kali kaki kecilnya menginjakan kaki di ambang pintu, pandangan Hana terpaku menyaksi pemandangan tak biasa. Ia melihat sepasang kekasih tengah memadu kasih di depan matanya.


Tiba-tiba pandangannya terhalang oleh sebuah telapak tangan besar nan kokoh milik seseorang yang menyadarkannya dari rasa keterpakuannya itu.


"Jangan dilihatin terus itu bisa merusak sel-sel otak smartmu Han !"sergah Kenzi reflek karena ia tak ingin fikiran wanita itu tercemari dengan apa yang ia lihat.


"Oh." pria kecil itu hanya ber 'Oh' ria.


Kenzi menuntun pria kecil berkumis tipis itu kearah meja VVIP yang sudah dipesankan Darren hanya untuk mereka. Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka berdua. Tidak ! lebih tepatnya hanya Kenzi seorang yang dipandang penuh minat oleh para wanita pemburu rupiah.


"Kamu sudah pernah kesini Ken ?" tanya Hansel polos karena melihat Kenzi merasa tak canggung dengan suasana ditempat.


"Oh...eh...anu dulu sih dah lama banget ini kan club milik paman Darren," jelasnya meski tak sepenuhnya jujur. Mana mungkin ia berkata jujur kepada wanita itu bahwa ia sudah sangat sering mendatangi club milik paman Darren ini.


Hansel pun hanya manggut-manggut sambil memperhatikan Darren yang sedang menari bersama seorang wanita dengan erotis di atas dance floor. Beberapa menit kemudian Darren bersama wanita itu pun turun dan menuju meja VVIP yang sudah mereka pesan.


'Gue akan bertekat untuk menyembuhkan kalian, so nikmati saja ya. Gue enggak pengen kalian semakin jauh masuk kedunia yang tersesat, gue enggak mau nanti diadili karena sudah gagal menjadi teman.' batin Darren dengan smrik yang mencurigakan.


Di belakangnya berdiri 3 wanita cantik nan sexy yang sudah mencuri-curi pandang kearah lelaki maskulin. Dua diantaranya duduk diantara Kenzi dan satu lagi duduk dekat Hansel.


"Hai...tuan Kenzi sudah lama tak kelihatan ya makin 'ah' saja ,"seru seorang wanita berambut abu-abu dengan genit.


Kenzi pun hanya tersenyum. Ia merasa kikuk karena Hansel ikut menatap dari tempatnya. Rasanya ia ingin menyelam saja ke dasar danau Toba yang dalam saat ini juga. Ia tak ingin image-nya menjadi jelek di mata Hansel. Sedangkan Hansel, pria jadi-jadian itu tampak risih karena sedari tadi ditoel-toel oleh wanita malam disamping yang Darren pesan untuk mereka.


"Kakak cute silahkan diminum, kakak pasti haus. Ini minuman termahal dan terenak di tempat ini karena langsung diimpor dari negaranya loh ," bujuk wanita yang berada didekat Hansel.


Wanita itu sedikit muda dari yang lain, maka dari itu memanggil Hansel dengan sebutan kakak.

__ADS_1


Hansel pun menerima minuman itu tanpa curiga sedikit pun. Karena ia tak mencium bau alkohol dalam minuman itu tanpa pikir panjang ia langsung meminumnya dalam sekali teguk.


Kenzi melotot tak percaya melihat Hansel meminum minuman berakohol itu dalam sekali teguk. Saat Hansel hendak meminumnya kembali Kenzi pun berteriak.


"Tunggu ! jangan diminum !" sergah Kenzi panik.


"Kenapa ? Ini enak kok !" Hansel pun langsung meminumnya kembali.


"Ahh ! segarnya...hik..wah...kenapa banyak kunang-,kunang ya..hik.." racau Hansel.


Sela beberapa menit kemudian pria kecil itu sudah tumbang tak sadarkan diri ditempatnya.


"Ihh...kaka udah tumbang aja padahal kita belum main loh... dasar payah !" cibir wanita sexy yang dduk dekat Hansel lalu melenggang pergi dengan raut kecewa.


Kenzi pun menepis tangan-tangan jahil yang sedari tadi meraba-raba wajah dan dadanya yang bidang.


"Awas...kalian pergi saja dari hadapan gue !" hardik Kenzi kepada kedua wanita yang mengelilinginya.


"Hei..! santai aja bro ! loe kenapa marah ? temen loe biar dayang-dayang gue yang ngurus loe enggak usah khawatir, mending kita lanjut minum lagi ," ajak Darren dengan wajah innocent -nya.


"Diem loe ! ini semua gara loe br*ngs*k !"


Kenzi pun menepis lengan lelaki macho itu yang sedang menawarkan minum kepadanya hingga gelas dalam genggamannya terhempas dan jatuh begitu saja.


Darren tak menyangka Kenzi bisa semarah itu hanya gara-gara temannya Hansel pingsan karena mabuk. Bukankah itu hal yang biasa saja untuk laki-laki ? Bahkan pria kecil itu hanya meminum 2 gelas saja. Harusnya itu bukanlah jadi masalah. Baginya 2 gelas itu hanya seperti meminum air putih biasa tidak berasa apa-apa.


Tanpa melihat ke arah Darren, Kenzi pun membopong tubuh pria kecil itu ala bridal style . Dan meninggalkan sang cassanova beserta dayang-dayangnya diiringi musik dansa yang masih menghentak-hentak memekakan telinga.


Sedangkan Darren hanya mematung ditempatnya. Ada yang aneh dari temannya itu dari caranya membawa tubuh si pria kecil. Seolah Kenzi memperlakukan pria kecil itu seperti seorang wanita.


'Gue enggak yangka hubungan mereka sudah sejauh itu, harusnya gue sadar dari awal kalau mereka itu ada afair ! Ccck..kalau sudah begini mau gimana lagi, masa gue harus minta tolong mbah dukun buat ngobatin loe Ken, gue masih sayang sama loe... eh !'


"Maksud gue sayang sebagai teman dan sahabat," ralat Darren lirih.


Hai kak readers..


Maaf y part kali ini feelnya kayak enggak dapet banget. Soalnya lagi enggak fokus..


hehe..🙏🙏


Terima kasih atas dukungannya


Selamat Membaca

__ADS_1


__ADS_2