My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Firasat


__ADS_3

Saat didalam mobil tadi Kenzi mencoba merebut kembali foto yang diambil oleh Sona dari laci dasbord mobilnya.


"Awas loe ya jangan sentuh barang apapun yang ada di dalam mobil gue ini ! atau gue tendang loe keluar dari mobil gue saat itu juga !"ancam Kenzi memperingati.


"Iya...iya boss, Sona janji tidak akan lagi deh," balas Sona seraya menampilkan senyum termanisnya.


Kenzi pun membuang muka kesal. Karena gadis yang ada disampingnya ini begitu berani mengulik-ngulik barang pribadi miliknya. Ia tidak suka jika barang pribadinya disentuh-sentuh orang sembarangan apalagi gadis ini baru seminggu ia kenal.


"Dasar parasit !"umpat Kenzi lirih.


Sona pun tampak mencebikan bibirnya sambil komat kamit mengutuk balik ucapan Kenzi terhadapnya.Meski lirih ia masih mampu mendengarnya dengan jelas.


Tiba-tiba Kenzi merasa seperti sedang ada yang memperhatikannya dari arah samping kiri kemudinya.Saat ia menoleh kesamping kirinya bertepatan pula dengan lampu hijau yang sudah menyala. Dan mobil taksi yang ada disampingnya itu sudah melaju lebih dulu mendahuluinya.


"Tadi seperti ada yang sedang memperhatikan gue dari sebelah kiri siapa ya? apa cuma perasaan gue saja ?" gumam Kenzi dalam hati.


Tiba-tiba terdengar klakson dari arah belakang mobilnya.


Tiiinn....tiiin....tiin !!


"Woiii....loe tidur apa ?! lihat noh lampu dah ijo tuh !" teriak seorang pengemudi mobil yang ada dibelakangnya.


"Eh..iya bang, maaf ya bang."


Buru-buru ia menyalakan mesinnya kembali dan melaju menyalip mobil yang ada didepannya.


"Kamu kenapa oppa ? sedari tadi aku perhatiin seperti sedang memikirkan sesuatu ?"


"Bukan urusan loe !" jawab Kenzi ketus.


"Tuh kan aku diketusin lagi, untung cakep kalau enggak udah aku jadiin prekedel kentang..he..he."


Tentu saja itu hanya ucapannya dalam hati kalau sampai mister galak yang ada disampingnya itu tahu bisa-bisa ia beneran ditendang dari mobil lelaki tersebut.


Karena sebenarnya Sona mampu menguasai ilmu beladiri. Sewaktu di korea dulu ia diajarkan oleh ayahnya dengan seni ilmu bela diri yang bernama Hapkido.


Hapkido sendiri sama seperti halnya dengan bela diri taekwondo hanya saja ia lebih berfokus pada tehnik tendangan, pukulan, kuncian dan bantingan.


Jangan salah meski badannya kecil tipis seperti triplek ia mampu membanting musuh yang badannya 2 kali lebih besar dari badan miliknya.


Ia mampu melumpuhkan lawan dengan kuncian kakinya yang lincah. Tak heran waktu sekolah dulu ia ditakuti oleh para lelaki karena bikin masalah dengannya sedikit saja gadis itu tidak segan-segan untuk membantingnya ke lantai atau tanah.


Mengerikan bukan ?


Tapi sisi yang seperti itu hanya ia tampilkan diwaktu-waktu yang terdesak.Tak heran jika saat ini Kenzi memandangnya seperti gadis manja pada umumnya.Itu lah sisi lain dari seorang Sona yang tidak Kenzi ketahui.


Sampainya ia dirumah ia langsung keluar dari mobilnya meninggal Sona yang masih didalam.


"Oppa...tungguin aku oppa !"rengek Sona memanggil Kenzi.


"Berisiikk loe ! mulai besok loe harus berangkat pakai sopir aja, gue enggak mau loe sentuh-sentuh lagi barang gue yang ada didalam mobil ini, paham loe ?!"

__ADS_1


"Iya oppa..iya oppa, judes banget sih ," jawabnya lirih.


Kenzi tampak geleng-geleng kepala seraya meninggalkan garansi rumahnya. Seharian ia merasa penat diikuti terus menerus oleh Sona.


"Cckk..dasar parasit !"


Sampai kamar ia langsung menutup pintu kamarnya dengan keras. Hari-harinya saat ini sangat melelahkan belum harus mempunyai sekretaris yang sangat menyebalkan karena banyak tanya seperti Sona.


Tiga hari lalu Kenzi baru saja diangkat sebagai CEO di perusahaan yang biasa pegang oleh mamanya. Itu berarti tanggung jawabnya terhadap perusahaan semakin bertambah besar pula.


Ia mulai merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang berukuran kingsize tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu. Akibat terlalu lelah tak terasa ia pun terlelap ke dalam alam mimpinya.


Dalam mimpi ia bertemu kembali bertemu dengan sosok yang mirip dengan Hana si wanita esnya.


"Kenzi...aku hanya ingin memberi tahumu bahwa kita tidak bisa bertemu kembali."


"Kenapa ?"


"Karena aku akan pergi."


"Lalu dimana bayi yang biasa kau pangku itu ?"


"Maafkan aku, aku tidak bisa menjaganya lagi Ken, kita kehilangannya," jawab wanita itu dengan sedih terlihat mengucurkan air matanya.


Entah mengapa Kenzi pun juga merasakan kehilangan seperti yang wanita itu rasakan. Meski ia tak tahu bayi siapa itu.


Tapi tunggu sebentar wanita tadi bilang kalau 'kita kehilangannya'? Apa mungkin bayi itu hasil hubungannya dengan wanita itu.


"Hana !"


Kenzi masih mengingat mimpi yang baru saja ia alami beberapa menit lalu sangat jelas diingatannya.


"Apa mungkin aku pernah melakukannya bersama Hana ? hingga kemungkinan ia hamil ?"


"Aakkkhh !! kepalaku sakit !" rintihnya menahan sakit.


Lalu ia merogoh sebotol obat yang sengaja ia simpan di saku jasnya untuk berjaga-jaga karena kepalanya yang akhir-akhir ini suka berdenyut jika mengingat sesuatu.


"Aku harus pastikan sesuatu ! harus !" gumamnya seraya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan turun ke lantai bawah untuk makan malam.


##


Setelah istirahat beberapa jam tenaga Hana pun mulai pulih kembali.Ia melihat sekeliling kamar itu.


"Apa aku sedang berada dikamar Johan ?"


Kamar yang saat ini ditempati Hana adalah kamar Johan. Kamar bercat biru putih itu terlihat rapi dan terawat meski beberapa tahun sudah ditinggalkan pemiliknya.


Diatas meja belajar Johan terdapat fotonya dan Johan saat malam promnight dulu. Mengingat itu hati Hana kembali perih. Malam itu juga ia telah kehilangan kehormatannya sebagai wanita oleh laki-laki yang pernah ia cintai dan ia harus kehilangan pula buah hatinya yang belum sempat menyapanya ke dunia.


Tiba-tiba pintu kamar itu terbuka. Menampakan Johan yang sedang membawa minuman jahe hangat dalam nampan.

__ADS_1


"Hana, kau sudah bangun ? Kenapa tidak memanggilku ?"


Hana tampak terburu-buru menghapus air matanya yang lolos dengan kedua telapak tangannya.


"Akhh...aku hanya penasaran dengan isi kamar seorang Johan, ternyata sedari dulu kau seorang penguntit ya."


Johan pun tampak malu dan kikuk. Seperti pacar yang ketangkap basah selingkuh dengan temannya sendiri


Lalu ia pun menaruh nampan yang ia bawa keatas nakas dan menghampiri Hana yang berdiri memperhatikan foto mereka.


Melihat Johan yang semakin mendekat Hana menjadi salah tingkah. Hana mencoba menghindar dengan memundurkan langkahnya. Selangkah Johan maju selangkah pula Hana mundur hingga ia kehabisan langkah karena dibelakangnya ada tembok.


"Jo..mau apa kamu Jo ?" tanya Hana gemetar.


Johan hanya tersenyum simpul menampilkan smriknya yang misterius. Ia sangat suka melihat Hana ketakutan seperti itu. Mengerjai calon istri tidak ada salahnya kan ? Hitung-hitung ini latihan the first night mereka.


Johan pun semakin memajukan langkahnya mengikis jarak antara mereka berdua dan mengungkung wanita itu dalam kukungannya. Melihat Johan yang semakin dekat membuatnya menutup mata. Ia mampu mencium wangi sabun lelaki itu seperti baru selesai mandi.


Melihat itu Johan semakin tersenyum geli. Ditiupnya rambut Hana yang menghalangi wajah cantiknya.


"Jangan bilang kau berharap aku menciummu disini iya kan ?"


Hana pun membuka matanya kembali. Ternyata Johan sedang mengerjainya.


"Iissh...kamu ini Jo, kenapa fikiranmu berubah jadi mesum sekarang ?!"


"Aku mesum hanya dengan calon istriku kok apa aku salah ?"


"Tidak..hanya saja kau sedikit berbeda sekarang tidak seperti Johan yang aku kenal dulu."


"Johan yang dulu itu masih cupu dan Johan yang sekarang berdiri didepanmu ini jelas berbeda bukankah sekarang aku terlihat lebih tampan ?"tanya Johan seraya menaik turunkan alisnya.


"Ya ampun kenapa lelaki ini berubah jadi narsis begini sih ?"


"Udah Jo lebih baik lepaskan aku jangan mengukungku seperti ini bagaimana kalau nanti mamamu melihat ?"


"Kamu kan sudah jelas calon istriku pasti mama juga akan mengijinkannya."


"Mengijinkan untuk apa ?"tanya Hana polos.


"Untuk apa yaa ??" Johan terlihat sejenak berfikir.


Lalu dengan secepat kilat ia mencuri ciuman dari bibir Hana dan melarikan diri keluar kamar.


"Johan !!" teriak Hana tertahan.


"He..he itu vitamin biar kamu cepat segar kembali,yasudah segera bersihkan dirimu. Mama dan papa sudah menunggu kita diruang makan," teriak Johan dari luar kamar.


Lalu Hana pun mengambil handuk yang sudah tersedia di samping ranjangnya dan beranjak menuju kamar mandi yang ada dikamar Johan.


Untuk sementara Hana menempati kamar Johan dan Johan menempati kamar tamu yang dekat dengan ruang depan.

__ADS_1


__ADS_2