
"Ngapain loe kesini ?!" bentak Kenzi saat melihat Johan berada di apartemennya bersama Hana yang menyamar sebagai Hansel.
Hana pun terperajat kaget dengan suara bentakan Kenzi.Ia yang sedang menyamar sebagai Hansel pun lari tergopoh-gopoh kearah lelaki Indo-Korea itu,dan berusaha meraih lengan lelaki itu untuk menenangkannya.
Hana pun berbicara dengan setengah berbisik agar pembicaraan mereka tidak didengar oleh Johan yang tengah memperhatikan mereka berdua.
"Ken...aku mohon kamu jangan emosi dulu ya,aku enggak mau kalian berantem disini.Bicarakan baik-baik aku akan pergi ke kamar saja takut Johan menyadari penyamaranku ini,inget kontrol emosimu," ucap Hana lalu pergi begitu saja tanpa menoleh kearah Johan yang memandang mereka dengan tatapan menyelidik.
Dimata Johan perilaku pria kecil yang baru ia kenal beberapa menit lalu itu terlihat sangatlah aneh menurutnya.Mulai dari menutup pintu dengan tiba-tiba lalu menundukan kepala terus menerus saat berbicara dengannya dan lagi tadi ia memegang tangan Kenzi seperti seorang wanita yang sedang menenangkan kekasihnya yang tengah marah.Tapi ia tepis fikiran-fikiran aneh itu dan fokus kembali ke tujuan awal.
Kenzi pun menghembuskan nafasnya kasar.Lalu mulai mengambil bagian kosong didepan lelaki manis itu.
"Katakan apa mau loe ?kenapa loe bisa tahu alamat apartemen gue ?" tanya Kenzi dingin.
"Sory Ken...sebelumnya gue tau alamat apartemen loe dari Sona.Gue cuma pengen nanya keberadaan Hana sama loe."
"Cckkk ! dasar gadis kurcaci itu awas saja nanti," gumam Kenzi geram.
"Loe pikir gue tahu?! Kenapa loe nyari-nyari Hana lagi setelah loe berhasil hancurin hidupnya ?!" sentak Kenzi penuh emosi.
"Gue pengen minta maaf sama dia Ken, gue ngaku salah apapun keputusannya gue terima.Meski baj*ngan seperti gue tak sepantasnya mendapatkan kata maaf darinya."
"Bagus kalau lo bisa sadar diri ! gue nggak tahu dimana Hana mending loe enyah saja dari hadapan gue sebelum loe gue bkin koma selamanya.Cepat pergi ! " tukas Kenzi dengan nada penuh penekanan.
"Baiklah,tapi tolong kasih tahu gue jika nanti loe bertemu dengan Hana kembali," pesan Johan sebelum menghilang dibalik pintu.
Kenzi pun hanya diam tanpa menyahuti.Matanya memerah menahan amarah yang siap meledak-ledak saat itu juga.
"Cckk ! tak akan gue biarin loe nyakitin Hana untuk kedua kalinya dasar brengs*k !" makinya dalam hati sambil mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih.
##
Kini mereka berdua sudah berada didalam mobil milik Kenzi.Setelah mendapati Hana dalam keadaan mata sembab penuh genangan air mata,ia memutuskan untuk membawa wanita itu keluar apartemen. Ia takut jika psikologis wanita itu terganggu kembali mengingat begitu banyak hal pahit yang sudah ia lalui seorang diri.
"Kita mau kemana Ken?" tanya Hana mencoba memecah suasana hening dalam mobil.
"Emm...kamu lihat saja nanti ya,pasti kamu suka."
Mobil sport yang ia kemudikan tengah memasuki jalanan yang sepi dan jauh dari pemukiman.Jalanan itu terlihat naik turun dan sedikit terjal.Kenzi harus fokus dengan kemudinya agar tak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.Sela beberapa menit kemudian tibalah mereka berdua disuatu tempat.
"Ini kan__" ucapan Hana terputus karena ia takjub dengan pemandangan alam disekitarnya.
"Iya...kamu masih mengingatnya?"
Wanita itu mengangguk senang.Sudah sangat lama ia tak menyambangi tempat bernuansa alam seperti yang ia datangi saat ini.Masih dengan penampilan laki-laki, ia rentangkan kedua tangannya kesamping dan memejamkan mata mencoba menikmati semilir angin yang membelai lembut wajahnya.
Tempat itu masih sama saja indahnya.Hanya saja sedikit berubah tidak asri seperti dulu.Ada sebuah cafe dan beberapa sarana umum seperti toilet,mushola dan beberapa tempat yang didesain menarik untuk para pemburu tempat-tempat yang instagramable.
"Kau harus ingat,kamu masih dalam mode penyamaran Han jangan sampai membuat curiga orang lain," bisik Kenzi tepat ditelinganya.
Hana pun langsung membuka matanya kembali.
"Oh...maaf aku hampir lupa,apa aku terlihat aneh?"
"Ya ..untuk ukuran laki-laki itu cukup aneh,laki-laki itu akan selalu tampak cool dimana pun tempatnya."
Hana pun terkekeh pelan seraya menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.
"Ini refleks Ken, aku yang perempuan tulen belum terbiasa dengan mode laki-lakiku ini.Ini suatu hal baru buatku.Tapi aku senang kau sudah membawaku kemari beban fikiranku sedikit menguap," ucap Hana dengan senyuman tulus.
__ADS_1
"Aku senang jika kau senang Hana,oke kamu ingin minum apa?"
"Apa saja yang bisa membuatku hangat."
"Sebuah pelukan mungkin?"canda Kenzi sambil terkekeh pelan.
"Kau gila,orang akan mengira kita ini pasangan gay yang benar saja."
"Maaf...aku hanya bercanda,oke aku pesan dulu ya."
Hana pun hanya membalas dengan anggukan.
Wanita berwajah oriental itu tampak termenung mengingat sesuatu.Rambut pendeknya asyik menari-nari terbawa oleh angin.Ia masih ingat dulu Kenzi membawanya kemari untuk pertama kalinya usai lelaki itu menyatakan cinta kepadanya saat mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah dulu.
Ia tak menyangka sudah selama itu.Sekitar 8 tahun lamanya.Tempat ini masih sama saja hanya tampak lebih terawat.
"Kau menyukainya ?" tegur seseorang membuyarkan lamunannya.
"Sangat."
"Orang menamai tempat ini dengan nama 'Bukit Cinta',konon siapa saja pasangan yang datang kemari pasti akan langgeng sampai maut memisahkan."
"Tapi kita buka pasangan kan?" timpal Hana sambil sesekali menyesapi Vanila Latte yang aromanya menggugah indra penciumannya.
"I..iya sih," balas Kenzi dengan tersenyum miris.
Ia pun turut menyesapi americano yang masih tampak mengepulkan asap dalam genggamannya.Hatinya sedikit tercubit akan pernyataan yang barusan wanita itu lontarkan. Apakah salah jika ia terus berharap ?
"Kamu masih ingat?dulu ditempat ini kita pernah membuat sebuah janji."
Hana pun menoleh menatap wajah tampan Kenzi dari samping sambil menanti apa yang selanjutnya lelaki itu akan bicarakan.
🎵Teringat akan masalalu 🎶
Yang kita lewati
Terasa hangat
Sejuk meresap didalam Sanubari
Walau duka sempat singgah
Hadapi bersama
Bahagia selalu dihatiku
Kini hilanglah sudah kisah 🎶
Tinggallah kenangan
Saatnya luka
Menghampirimu dengan segala janji
Berikan sudah semua
Atas nama Cinta
Hapuskan cinta kita
__ADS_1
Reef:
Ingatkah kamu 🎶
Saat kita bersedih
Ingatkah kamu
Saat kita bahagia
Ingatkah kamu janji bersatu
Demi kasih sayang kita
Menempuh hari esok berdua
Kini Hana hanya mampu menyeka buliran bening yang sudah membasahi wajahnya.Beruntung kacamata yang ia kenakan dapat menyamarkan wajahnya yang sembab karena air mata.
Kenzi pun menoleh wajahnya kesamping karena mendengar suara isakan kecil.
"Kamu menangis ?" Hana pun hanya menggeleng pelan.
"Tidak ini kelilipan."
"Kau bohong,barusan kau menangis kan?" desak Kenzi kembali.
"Maafkan aku bukan maksudku membuatmu tambah bersedih,tempat ini hanya mengingatkanku tentang masa lalu kita disini," imbuhnya pelan.
"Tidak apa-apa ,itu sudah cukup sangat lama Ken.Aku sudah hampir melupakannya.Dan untuk saat ini aku belum siap untuk patah hati kembali.Aku hanya ingin bahagia tanpa rasa sakit Ken..," tegas Hana kemudian.
Ia ingin membentengi dirinya sebelum terjatuh kedalam lubang yang sama.Meski lelaki maskulin itu tak mengucapkannya,akan tetapi ia mampu menangkap maksud yang lelaki itu siratkan dalam kata-katanya.Ini kedua kalinya lelaki itu memintanya untuk kembali.Hatinya masih terlalu rapuh jika harus hancur untuk yang kedua kalinya.
Apalagi mengingat ucapan tante Laura kemarin bahwa Kenzi dan Luna akan meneruskan pertunangan mereka yang sempat batal.Ia tak ingin terjebak dalam hubungan yang rumit.
Mereka pun sama-sama terdiam dengan fikiran masing-masing. Kenzi yang sedikit kecewa dengan penolakan Hana pun masih enggan membuka suara.Ini kedua kalinya ia ditolak oleh wanita itu.Rasanya sakit tapi tak berdarah.
Sedangkan Hana,ia hanya ingin memberi pengertian pada lelaki yang ada disampingnya itu. Hatinya belum siap untuk terbuka kembali setelah kepercayaan yang ia tanamkan pada Johan hancur begitu saja.Apalagi harus berhubungan kembali dengan Kenzi yang akan dijodohkan.Itu sangat memusingkan.
"Sudah sore lebih baik kita pulang," ucap Hana mengakhiri.
Lelaki maskulin itu pun tampak melirik arloji yang melingkar dipergelangan tangannya.
"Masih ada waktu, ikut aku ya ?" ajaknya sambil menarik tangan Hana menuju mobil.
"Mau kemana?" tanya Hana.
"Ke bandara hari ini temanku baru pulang dari Los Angeles , aku sudah berjanji untuk menjemputnya."
"Emm...baiklah,aku ikut."
"Oke ..kita harus bergegas, biasanya jalan kearah bandara selalu macet jam-jam segini.Jangan lupa kenakan sealbet mu," ucap Kenzi mengintruksi.
Hana pun mengangguk patuh dan mulai mengenakan sealbetnya seperti apa yang diperintahkan lelaki yang ada disampingnya itu.
Akhirnya mobil sport berwarna hitam itu meninggalkan puncak bukit Cinta.Meninggalkan kenangan yang sempat keduanya rajut bersama.Sebelum takdir berlaku kejam atas kisah mereka.
Untuk sekedar info dari author lirik lagu diatas itu judulnya 'Ingatkah Kamu' dari band Asap.
Selamat Membaca.😘
__ADS_1