
Disebuah taman kota terdapat dua sejoli yang sedang duduk berdua tanpa suara. Sudah hampir setengah jam yang lalu dua sejoli itu menduduki kursi taman tersebut. Rasa malu dan gugup menyelimuti dikeduanya. Bukan ! lebih tepatnya hanya wanita saja yang merasakan itu semua. Sedangkan sang lelaki memandang jengah kearah wanita disampingnya yang hanya mesem-mesem tak jelas.
" Loe ngajak gue duduk disini cuma buat nungguin loe lihatin gue doang gitu ?buang-buang waktu saja !" sungut Kenzi.
"Eh...bu..bukan begitu oppa, ada sesuatu yang ingin Sona bicarakan kepada oppa ," balasnya dengan malu-malu.
"Katakan saja jangan terbelit-belit gue masih sibuk !"
"Emm..sebenarnya..sebenarnya...." kata Sona gugup.
"Iya...sebenarnya apa? bicaralah yang jelas Sona!"
"Sona malu oppa," ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
Kenzi pun menyapu wajahnya kasar. Kemudian menyugarkan rambutnya kebelakang seraya menatap Sona dengan intens.
"Ya ampun kurcaci ! kenapa loe harus malu, kita sudah sering berbicara berhadapan kenapa juga harus malu ?" tanya Kenzi tak mengerti dengan tingkah wanita cute yang ada dihadapannya saat ini.
"Kenapa oppa memanggilku kurcaci ? aku ini cute ya," ungkapnya dengan rasa percaya diri.
"Karena kau ini kecil seperti kurcaci atau bangsa hobbit mungkin," jawab Kenzi asal.
"Mana mungkin ada bangsa hobbit secantik Sona," cicitnya sambil mengerucutkan bibir.
"Terserah loe lah, gue mau pulang saja !" sahut Kenzi jengah bercampur kesal.
Dengan secepat kilat Sona pun menahan pergelangan lengan Kenzi dan menggengamnya dengan erat.
" Gidalyeo oppa ! okay, Sonaneun jeongjighal geos-ida saranghaeyo oppa Kenzi !" jujur Sona dengan memejamkan kedua matanya.
" Mwo? " Kenzi pun terkejut dengan apa yang gadis itu ungkapkan. Apakah yang barusan itu sebuah pernyataan cinta ?
"Saranghaeyo oppa Kenzi !" Sona pun mengulang lagi pernyataan cintanya kepada pemuda maskulin itu.
Kenzi pun terperangah dengan apa yang sudah diucapkan gadis itu. Ia tidak salah dengarkan ? Tidak ada angin, badai ,petir maupun hujan tiba-tiba gadis itu menyatakan cinta kepadanya.
" Are your okay ? you're sick ?" tanyanya seraya menempelkan telapak tangannya pada dahi gadis itu.
"Aniyo ! aku masih sehat-sehat saja oppa! Jadi bagaimana ?"
Kenzi pun menghela nafasnya pelan. Ia sudah bisa menebak jika hal ini pasti akan terjadi. Pantas saja gadis itu selalu mencari perhatiannya dan selalu mencari masalah dengannya. Dan gadis itu juga diam-diam rutin mengirimi bunga untuknya hampir setiap hari. Bahkan ruangan kerjanya saja sudah mirip seperti toko bunga. Terpaksa ia harus menyingkirkan bunga-bunga itu dari tempat kerjanya.
"Mianhae, sudah ada wanita lain dihati gue. Gue hanya menganggap loe sebagai seorang adik tidak lebih," tuturnya seraya memasukan kedua telapak tangannya ke dalam saku celana.
Sona pun hanya menekukkan wajah ditempat sambil sesekali menendang kerikil yang ada dibawahnya. Ini baru pertama kali ia memberanikan diri untuk menyatakan cinta kepada seorang pria. Bukannya ia tak laku, banyak karyawan di perusahaan yang sering mengajaknya berkencan bahkan menawari dirinya untuk menikah. Akan tetapi hatinya tak bisa berbohong. Ia hanya menyukai seorang Kenzi dari sebelum bertemu dengan lelaki itu.
"Hei ! loe baik-baik saja kan ?" tanya Kenzi khawatir karena gadis tersebut hanya diam saja.
__ADS_1
Tiba-tiba dari belakang mereka ada seseorang yang memanggilnya.
"Kenzi ,apa yang loe lakuin disini ?" tanya seorang pria kecil yang sesekali membenarkan letak kacamatanya.
"Eh...ini gue..gue lagi ngobrol aja sama__," balas Kenzi seraya menunjuk kearah Sona yang tiba-tiba menghilang dari tempatnya.
"Weew...kemana perginya si kurcaci itu, perasaan semenit yang lalu masih berdiri disamping gue ?" batinnya sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.
Kenzi pun terperangah ditempatnya karena dengan secepat kilas gadis itu menghilang dan tiba-tiba sudah berpindah disamping Hansel.
"Hai..handsome , kenalin aku Sona kalau handsome siapa ?" tanya Sona tersipu malu.
Sedangkan Hana pun hanya menautkan kedua alisnya melihat tingkah Sona. Untuk apa memperkenalkan diri bukankah mereka sudah saling mengenal ? Oh...ya ampun ! ia hampir lupa sedang dalam mode menyamar.
Kenzi yang berdiri tak jauh dari mereka pun hanya membeo tak percaya. Bukankah gadis itu beberapa menit yang lalu baru saja menyatakan perasaan kepadanya ? Dan sekarang gadis itu malah mengajak berkenalan Hansel dengan wajah yang berbinar-binar. Bener-benar gadis ajaib.
"Gue Hansel teman Kenzi," balas Hansel dengan suara bassnya seraya menerima jabat tangan wanita itu.
"Oh...ya ampun ia imut sekali ! kenapa baru sekarang aku berjumpa dengannya ? mana suaranya sexy sekali membuat hatiku bergetar-getar," pekik Sona dalam hati seraya *******-***** telapak tangan pria kecil yang ada dihadapannya.
"Tuhan..ini sungguh sangat menggelikan !" gerutu Hansel lirih.
Oh..Ayolah dia itu wanita tulen mana mungkin tergoda dengan wanita cute yang mengajaknya berkenalan ini,meski wanita itu cantik tetap saja ia tak tertarik karena ia masih normal sebagai wanita tulen. Itu seperti jeruk makan jeruk saja mana asyik. Sedangkan gadis itu masih tersenyum tersipu malu. Sesekali mengedipkan sebelah mata sambil menggigit bibir bawahnya seperti menggoda.
Kenzi hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah Sona yang tampak absur jauh dari kata anggun. Gadis itu benar-benar aneh dan ajaib bisa berubah haluan begitu cepat. Ia pikir gadis itu akan menangis, meraung-raung bahkan memukulinya usai ia tolak. Tapi lihat saja ia begitu mudah merubah suasana hatinya seakan tidak terjadi apa-apa.
Drrrtt...
Drrrtt...
("Bos...bos harus segera kembali kekantor," ) ujar suara yang ada disebrang.
"Bukankah ini sudah waktunya jam kantor usai ? Loe masih dikantor ?"
("Iya bos ini urgent banget , bos harus segera balik kesini dan lihat sendiri !" )
"Heh ! berani-beraninya ya loe memerintah gue seenak jidat loe, gue udah dijalan ini males balik ke kantor lagi," balas Kenzi kesal.
("Bos beneran ini urgent banget, ini menyangkut perusahaan kita bos ada masalah yang harus segera kita selesaikan," ) tutur suara si penelepon lagi.
Kenzi pun mengerutkan dahinya bingung. Tumben sekali Boby memintanya kembali ke kantor. Biasanya setiap masalah , asistennya itu mampu menyelesaikan sendiri tanpa perlu kehadirannya. Kini apakah masalah itu begitu besar hingga ia harus balik lagi kekantor. Sungguh ia sangat malas jika terus-terusan berhadapan dengan dokumen-dokumen yang dipenuhi oleh angka-angka itu.
"Oke , loe tunggu gue," ucap Kenzi seraya menutup panggilannya.
##
Disebuah Paviliun
__ADS_1
"Bagaimana ? apakah kalian sudah menemukannya ?" tanya Lee kepada anak buahnya.
"Sudah bos," jawab salah satu pemimpin mata-mata itu.
"Katakan informasi apa saja yang sudah kalian peroleh," pinta Lee seraya menyesapi sedikit demi sedikit alkohol dalam genggamannya.
"Menurut team penyelidik kami, tuan Kenzi saat ini tinggal bertiga dengan kedua temannya di apartemen mewah miliknya."
"Oke..lanjutkan!" titah Lee dingin.
"Salah satunya ya temannya itu si pria kecil yang sempat kami curigai itu, dan satu pria lagi ia baru pulang dari luar negeri."
"Apakah ada yang mencurigakan diantara mereka ?" tanya Lee mulai tertarik dengan informasi yang baru ia dengar.
"Ada tuan Lee."
"Katakan apa saja yang sudah kalian dengar dan lihat ?! " pinta Lee sedikit tak sabar.
"Pria kecil itu bernama Hansel dan pria satunya lagi bernama Darren Ferguso," tutur si mata-mata sambil menyerahkan beberapa foto yang mereka dapatkan.
"Apa kalian bilang Ferguso ?!" seru Lee terkejut seraya menelisik satu persatu lembaran foto yang ada dihadapannya.
Ia tak menyangka mantan rekan bisnis ayahnya itu benar-benar mengejarnya sampai sejauh ini. Dan lagi ternyata lelaki itu adalah salah satu teman putra dari keluarga Abraham musuh ayahnya.
"Oke, apa ada lagi yang ingin kalian sampaikan ?" tanya Lee tanpa menurunkan atensi dari foto-foto yang ia genggam.
"Ada tuan Lee, salah satu team kami pernah melihat teman tuan Kenzi yang bernama Hansel itu masuk ke dalam toilet perempuan dengan cara mengendap-ngendap."
"Apa ?! apa kalian punya buktinya ?" tanya Lee tak percaya.
"Tentu tuan," balas si mata-mata seraya menyerahkan sebuah rekaman amatir dari salah satu ponsel teamnya.
"Dan lagi rekan kami juga melihat pria kecil itu pernah sesekali mengunjungi rumah lama dari nona Hana tuan."
Lee pun tampak terkejut. Apakah kecurigaan yang selama ini anak buahnya itu tuduhkan kepada pria kecil itu benar ? Ia pun memandangi lekat-lekat foto Hansel yang tengah keluar dari apartemen Kenzi. Lee pun seakan teringat sesuatu.
"Oke selidiki terus tentang pria kecil itu dan saranku kalian harus berhati-hati karena Ferguso sedang mengincar kita jangan sampai salah satu diantara kalian tertangkap, mengerti ?! ," ucapnya seraya melempar segepok uang kearah anak buahnya.
"Mengerti tuan Lee."
"Itu untuk kerja keras kalian, sisanya akan aku masukan ke rekening kalian masing-masing," imbuhnya.
"Terima kasih tuan Lee, kami pamit undur diri."
Lee hanya mengangguk. Ia terus memandangi foto pria kecil itu.
"Jika memang itu benar dirimu my little queen , aku pastikan akan segera membawa dirimu pulang dan akan aku akhiri semua ini," gumam Lee seraya tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Selamat membaca ya readers 😘😘