
Pagi ini bus yang ditumpangi oleh Hana sudah sampai terminal di kota Magetan Jawa Timur. Terlihat kernet bus mulai mengintruksi para penumpang yang ingin turun di terminal tersebut.
"Terminal m*******....m******* segera bersiap-siap,harap cek barang bawaannya masing-masing sebelum turun mas, mbak, ibu bapaknya nggih "
Hana tampak mengerjapkan mata berkali-kali.Bukankah ini ini terminal yang biasa ia turunin tiap kesini ? Dengan segera Hana sadarkan diri dan mulai mengecek bawaannya.
"Bapak... maaf apa ini sudah sampai diterminal m*******?" tanya Hana kepada sang sopir karena mas kernet sedang diluar mengambil bawaan penumpang lain.
"Nggih mbak, mbak nya tidur yo?" tanya sang sopir dengan bahasa indonesia medok.
"Hehe..iya , yasudah saya turun dulu ya pak ," pamit Hana.
"Monggo mbak sing hati-hati dijalan yo jangan lupa barang bawaaannya ," ujar sang sopir mengingatkan.
"Terima kasih pak."
Hana memang tidak bisa bahasa jawa tapi setidaknya dirinya mengerti apa yang mereka bicarakan hanya saja tidak bisa menjawabnya dengan bahasa yang sama.
Kemudian Hana mengambil koper yang sudah sang kernet turunkan dari bagasi.
"Makasih ya mas ," ucap Hana ke sang kernet.
"Nggih sami-sami mbak."(ya sama-sama mbak)jawab sang kernet kalem.
"Yoh...yoh..mbake kok ayumen yo pasti arek kota iku katon bening ngono"(Ya ampun..mbak nya cantik banget pasti orang dari kota itu kelihatan bening gitu),gumam sang kernet dengan bahasa kental jawanya.
Hana terlihat berjalan menjauhi bus yang tadi ia tumpangi dan menuju pangkalan ojek yang ada disebrang jalan. Bapak ojeknya pun terlihat mengedarai sepeda motor menuju kearahnya.
"Ojek mbak ?"
"Iya pak...maaf kalau ke alamat ini berapa ya pak ongkosnya ?"
"Limo las ewu mbak ."(lima belas ribu mbak)! lagi-lagi Hana disuguhi bahasa yang sama.
(Haduh sepertinya mulai sekarang aku harus belajar bahasa jawa ini)batin Hana.
"Haduh..maaf ya bapak saya belum bisa bahasa jawa,saya baru nyampek dari kota ," tutur Hana sopan.
"Oalaaah....mbaknya gak bilang dari tadi bapak pikir mbak nya orang sini baru pulang kuliah dari solo apa dari mana gitu ," seru pak ojek.
"Ongkosnya lima belas ribu rupiah mbak."
"Ohh..yasudah minta tolong antar saya ke alamat ini ya pak."
"Siaap! ndoro laksanakan ," sahut pak ojek semangat seperti om jim dalam iklan-iklan di tv.
Hana tampak menahan senyumnya melihat tingkah konyol bapak ojek yang menurutnya lucu. Setidaknya sedikit mengurangi beban hati yang ia bawa.
(Bapak, ibu dan kakak seperti nya tinggal di kota ini tidaklah buruk. Hana berjanji akan menjadi Hana yang lebih baik lagi dan bisa mewujudkan cita-cita kak Citra.Dan semoga Hana betah tinggal disini) Batin Hana menyemangati diri sendiri.
__ADS_1
Selang dua puluh menit berlalu motor ojek yang Hana tumpangi pun akhirnya sampai di sebuah rumah yang bergaya khas jawa yaitu rumah limasan. Rumah itu tampak besar bercat hijau, dengan keramik warna hijau pula dan perpaduan ornamen-ornamen bergaya modern.Tampak seorang ibu-ibu berumur sekitar tiga puluh lima tahun ke atas terlihat berlari tergopoh-gopoh menghampirinya.
"Loh...loh...ndok cah ayu, kenapa gak ngabari bulek ? kan bisa telepon bulek dulu nanti biar dijemput sama pak lek mu ," seru ibu yang menyebutkan dirinya bulek dengan heboh.
"Maaf bulek Hana hanya gak mau repotin bulek sama pak lek . Hana pengen bikin kejutan tadi."
"Oalah..nduk, sama bulek sendiri kok ngrepotin to. Udah ayo sini masuk Wika ada didalam lagi ngerjain tugas sekolah ,"ajak bulek seraya membantu Hana membawa kopernya.
"Iya bulek."
Hana pun berjalan mengikuti buleknya masuk kedalam rumah yang bergaya limasan tersebut. Sampainya didalam bulek Harti mulai memanggil-manggil nama putrinya.
"Wik...wika reneo nduk,bmbak ayu mu wes tekan kilo "(Wik...wika kesini nak, kakakmu perempuan sudah sampai ini loh) seru bu Harti ke putri bungsunya.
"Nggih buk, sekedap maneh rampung tugas kulo."(Ya buk,sebentar lagi selesai tugas saya) sahut Wika dari dalam kamar.
Sela beberapa menit Wika pun keluar dari kamarnya dan menghampiri Hana sambil langsung memeluknya.
"Mbak Hana !! Wika kangeen ,"seru Wika terlihat senang.
"Mbak juga kangen Wika, sekarang sudah tambah tinggi ya."
"Iya dong mbak, kan Wika sudah mau masuk SMA sekarang."
"Nduk...kamu sudah sarapan belom?" tanya bu Harti ke Hana.
"Belum bulek,btadi Hana belum sempat sarapan di terminal ," jawab Hana jujur.
Nasi pecel adalah makanan khas kota tersebut.Makanan itu sudah terkenal hingga ke kota. Bahkan tak jarang sewaktu dikota Hana sering memakannya karena menurutnya makanan itu punya cita rasa tersendiri apalagi rujak petisnya yang sama pula terkenalnya.
"Nggih ibuk," balas Wika patuh.
Saudara Wika berjumlah dua bersaudara.Termasuk dirinya dan kakak laki-lakinya bernama Wawan. Umur Wawan tak berbeda jauh darinya hanya berbeda satu tahun darinya yang berarti sekarang Wawan baru naik kelas tiga SMA tapi Wawan bersekolah di STM.
Sekolah Tehnik yang diperkususkan untuk orang yang siap untuk langsung bekerja setelah lulus.
"Wawan..kemana Wik?" tanya Hana di sela-sela makannya.
"Mas Wawan lagi bantuin bapak disawah mbak."
"Ohh...," balas Hana singkat dan segera menghabiskan sarapannya.
Kebetulan hari ini Wika libur usai ujian kelulusan seperti Hana tinggal melengkapi tugas-tugas yang belum selesai. Sedangkan Wawan baru saja penerimaan rapor kenaikan kelas yang berarti dirinya sudah libur selama dua pekan ke depan.
##
Dilain tempat Kenzi tampak diam termenung di balkon lantai dua kamarnya. Hatinya gundah gulana.Fikirannya tak tentu arah memikirkan keadaan dan keberadaan Hana. Tiba-tiba dari arah belakang ada seseorang menepuk bahunya pelan.
"Hai...dek ! pagi-pagi udah melamun saja awas kesambet loh entar ," sapa kak Kanza dengan tiba-tiba.
__ADS_1
"Aku emang sudah kesambet kak ," sahut Kenzi lirih.
"What ?! Hei...adek kakak kenapa? Apa sedang ada masalah?cerita sama kakak ," bujuk ka Kanza.
Kenzi pun bingung harus cerita apa gak dan harus memulainya dari mana.Tapi ini kakaknya Kak Kanza orang yang bijak dan pengertian jadi mungkin tidak ada salahnya menceritakan masalahnya kepada kakaknya tersebut.
"Kenzi udah khilaf kak ," ucap Kenzi penuh sesal.
"Tunggu kakak gak ngerti apa maksutmu dek cerita yang jelas biar kakak ngerti barang kali kakak bisa bantu masalahmu."
Kenzi pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.Kak Kanza pun semakin dibuat penasaran dengan masalah adeknya tersebut.
"Kenzi udah merenggut masa depan seorang gadis kak."
"What !!" pekik kak Kanza tertahan sambil membungkam mulutnya sendiri.
"Kamu serius dengan kata-katamu dek?" tanya kak Kanza setengah berbisik takut seseorang mendengarnya.
"Iya kak...demi Tuhan Kenzi tak sengaja melakukannya dan gadis itu sedang dibawah pengaruh obat peningkat libido, waktu itu Kenzi terbawa suasananya ka Kenzi tidak tahu pula harus berbuat."
"Lalu siapa gadis itu dek ? kasihan sekali dia."
"Gadis itu mantan kekasih Kenzi ka gadis yang dulu pernah Kenzi kenalkan ke kakak itu."
"Lalu dimana dia sekarang dek ? kakak ingin bertemu dengannya pasti hatinya sangat terpukul karena kakak lihat gadis itu gadis yang baik."
"Itu dia masalahnya kak setelah semalam kita melakukannya paginya Hana hilang tanpa jejak. Kenzi sudah datangi rumahnya tetapi kata tetangganya Hana pergi entah kemana membawa sebuah koper."
"Kamu yang sabar ya dek, kakak tahu ini sebuah kecelakaan. Mungkin kakak akan bantu semampu kakak."
"Terima kasih, maafkan Kenzi mengecewakan kakak dan mama."
"Sudahlah...ini sudah terjadi, tapi kakak ingin tahu apa kamu masih mencintainya?"
Kenzi terlihat menghela nafas kasar.
"Kami sebenarnya masih pacaran kak, karena acara tunangan Kenzi akhirnya kita berpisah tanpa kata putus. Dan kemarin waktu prom night sekolah kita sudah baikan tapi gara-gara kecerobohanku mungkin saat ini Hana semakin membenci Kenzi kak, tolong Kenzi harus bagaimana ka?" ucap Kenzi terdengar frutasi.
Kak Kanza pun menghela nafasnya perlahan. Serasa memijit pelipisnya yang mulai terasa pening.Permasalahan adiknya bukan suatu masalah yang ringan.
"Kenapa kamu tidak cerita dari awal sama kakak? kasian gadis itu Ken. Kakak gak bisa membayangkan kalau diposisi dia saat ini kehilangan kehormatannya dengan orang yang sudah bertunangan."
"Tapi kamu jangan kawatir, kakak akan bantu kamu mencari gadis itu," ucap kak Kanza sebelum dirinya beranjak untuk menelepon seseorang.
"Tunggu sebentar kak ,"ucap Kenzi terjeda.
"Kenzi minta tolong ,tolong sembunyikan masalah ini dari mama dan papa."
"Baiklah kalau itu maumu kakak akan usahakan."
__ADS_1
Kak Kanza pun berlalu ke dalam rumah seraya memegang ponselnya dan mulai menelepon seseorang. Sedangkan Kenzi masih betah diam termenung di balkon kamarnya.