
Waktu terus berlalu ๐ถ
Tanpa kusadari yang ada hanya
Aku dan kenangan
Masih teringat jelas
Senyum terakhir yang kau beri untukku
Tak pernah ku mencoba ๐ถ
Dan tak ingin ku mengisi hatiku
Dengan cinta yang lain
'Kan kubiarkan ruang hampa di dalam hidupku
Bila aku harus mencintai ๐ถ
Dan berbagi hati , itu hanya denganmu
Namun bila ku harus tanpamu
Akan tetap kuarungi hidup tanpa bercinta
Lirik lagu dari band Element yang terdengar di sebuah cafe muda mudi itu, menggema jelas di seluruh penjuru ruangan tempat tongkrongan anak muda tersebut. Menambah galau para pengunjung yang sepertinya sebagian dari mereka memang tengah mengalami patah hati.
Terlihat sebagian dari mereka datang seorang diri yang tujuannya cuma satu yaitu untuk menghibur diri mereka sendiri. Pantas saja tempat tongkrongan muda-mudi ini di beri nama 'Cafe JONES'. Mungkin saja nama itu terinspirasi dari sang pemilik yang sering mengalami patah hati.
Di sudut ruangan itu terlihat seorang laki-laki dewasa tengah merenung sambil sesekali ia menyesapi minuman cola dalam genggamannya. Ia tak peduli jika beberapa pengunjung wanita melirik kearahnya dengan tatapan penuh minat.
Hal ini jauh lebih baik daripada ia harus pergi ke club dan berakhir sama seperti yang sudah ia alami bersama Clara.
Demi apapun ia tak akan sudi dan tak akan pernah menyentuh minuman s*alan itu lagi. Karena minuman itu membawa petaka dalam hidupnya. Bahkan jika ia melakukannya kembali, mungkin hidupnya akan lebih hancur daripada saat ini. Biarkan orang memakinya dengan sebutan banci. Tapi memang itu lah dia, lelaki manis itu memang sangat payah jika itu menyangkut alkohol.
Penampilan lelaki itu sangat lusuh dan kacau. Tapi justru penampilan badboy nya itu menarik hati para pengunjung wanita yang ada di sekitarnya. Bahkan diam-diam ada yang mengambil foto dan merekamnya. Tapi lelaki manis itu mengabaikan sikap cari perhatian dari mereka.
Ditangannya terdapat sebuah fotobox yang ia ambil beberapa tahun silam bersama seorang gadis. Gadis cantik yang dingin sedingin kutub utara. Gadis dingin yang selalu menutup dirinya dari orang lain. Gadis dingin yang selalu menghabiskan waktu membaca buku di pojok perpustakaan sekolah. Ia masih mengingatnya.
Butuh waktu lama untuk mendekati gadis itu. Ia selalu datang keperpustakaan dengan dalih meminjam buku agar bisa bertemu dengan sang gadis penjerat hatinya.
Karena hobby dan minat mereka sama akhirnya mereka bisa berteman dekat. Bertahun lamanya ia menyimpan perasaan suka kepada sang gadis seorang diri.
Hingga tiba waktunya ia jujur dengan perasaannya dan memberanikan diri untuk melamar sang gadis yang kala itu berstatus sebagai sahabatnya.
Tapi takdir berkata lain. Pernikahan yang sudah mereka rencanakan jauh-jauh hari kini telah hancur berkeping-keping. Dan dirinya sendirilah penyebab hancurnya hubungan mereka dengan mengkhianati ikatan suci yang sudah terjalin diantara mereka.
"Han, apa kau sebenci itu kepadaku ? Apa tidak ada ruang hatimu lagi untukku ? Hingga kau memilih bersama Kenzi dan menjauhiku ?" tanyanya seraya menatap foto masa muda mereka lekat-lekat.
__ADS_1
"Aku tau aku salah, aku sudah mengkhianati ikatan kita dengan tidur bersama wanita lain. Tapi itu tidak sengaja Han, itu bukan kehendakku. Aku dalam pengaruh alkohol asal kau tau aku sangat menyesal. Aku terlalu gegabah. Maafkan kebodohanku Han, please maafin aku," rutuk lelaki manis itu akan kebodohan yang sudah ia lakukan.
Hanya dirimu yang pernah ๐ถ
Tenangkanku dalam pelukmu
Saat ku menangis
Bila aku harus mencintai ๐ถ
Dan berbagi hati, itu hanya denganmu
Namun bila ku harus tanpamu
Akan tetap kuarungi hidup tanpa cinta
"Han, apapun keputusanmu nanti aku terima. Tapi untuk saat ini aku mohon beribu maaf padamu. Semoga Tuhan masih memberi waktu kita untuk bertemu kembali, Hana aku merindukanmu," lirih Johan dengan sendu sambil mengecup fotobox dirinya dan Hana yang masih sangat terawat itu.
Lelaki manis itu sudah hampir putus asa untuk mencari keberadaan tunangannya. Tapi kini saat ia sudah mengetahui keberadaan wanitanya, ia tak mengetahui dimana wanita itu berada bahkan siapa yang sudah menculiknya ia pun tak mengetahui apa-apa.
'Bod*h kau Johan !' umpatnya pada dirinya sendiri.
Ia tampak berfikir sejenak. Lalu ia meraih minuman bersoda itu dan meminumnya sampai tandas.
Iya ! Ia harus menemui Kenzi. Karena terakhir kali Hana bersama lelaki itu. Dan Lelaki itu harus bertanggung jawab atas penculikan Hana. Bagaimana bisa lelaki itu menyembunyikan segalanya sesuatu tentang Hana dari dirinya ? Sedangkan dirinya yang sudah kelimpungan hampir setengah mati mencari tak jua ketemu.
โกโกโก
Dikantor KBA Beauty
"Apa oppa bilang ? Sona yang harus menggantikan model itu ?!" pekik sang gadis cute saat berada diruangan kerja Kenzi.
"Iya, bukankah loe sudah pernah jadi model diproduk kita sebelumnya ?"
Memang benar gadis cute itu memang pernah menjadi model produk perusahaan tempatnya bekerja beberapa waktu lalu.
"Ish.. kenapa oppa selalu memanggilku loe la loe ke Sona sih? kenapa enggak kamu, Nuna atau Bunny atau apa kek yang imut-imut," protes Sona.
"Loe itu ya sama aja artinya kamu, ah..itu kan bahasa gaol anak jakarte loe mana ngerti. Masa ke loe harus manggil kamu ? emang loe siapa gue ? loe kan bukan pacar gue."
Jleb !
Seketika wajah putih gadis berdarah Korea itu merona karena malu. Ia jadi mengingat moment memalukan beberapa waktu lalu pernah menyatakan cintanya kepada lelaki kain amplas di depannya itu. Iya lelaki itu cocok mendapatkan gelar darinya dengan sebutan 'Kain Amplas' karena sesuai dengan perilakunya yang kaku dan kasar.
Padahal saat setelah mendapatkan penolakan dari Kenzi ia tak terlalu merasakan sakit. Karena bertepatan dengan itu ia bertemu dengan pria kecil yang berhasil mencuri hatinya. Ia merasa pria itu harus ia lindungi dengan segenap jiwa dan raga dari kejahatan dunia.
Namun lagi-lagi kenyataan mempermainkan hatinya kembali. Orang yang ia anggap masuk list target cintanya ternyata adalah seorang wanita original. Bahkan ia pernah terang-terangan merayu pria itu. Sungguh memalukan sekali jika mengingatnya ternyata pria kecil itu adalah Unni Hana.
Disaat Sona asyik melamun datanglah Darren dari arah belakang. Lelaki macho itu menempelkan telunjuk dibibir kearah Kenzi tanda untuk diam. Ia senang sekali mendapati gadis cutenya yang masih terbengong-bengong ria.
__ADS_1
Sona benar-benar tak menyadari akan kedatangan Darren. Lelaki macho itu bagaikan ninja ia melangkah dengan gesit sambil berjingkat-jingkat tanpa menimbulkan suara. Dan dengan pasti ia sudah berdiri dibelakang gadis cute itu dan perlahan-lahan menyentuh bahu gadis itu dengan pelan.
Bruugh !
"Ouww ! mamaaa tulang ekor ku !" teriak Darren keras.
Niat hati ingin membuat terkejut gadis cute itu malah dirinya kini yang kena batu. Kejadiannya begitu cepat hingga ia baru tersadar setelah merasakan tulang ekornya terbentur dengan keras ke lantai yang dingin.
"Ops ! sorry ! aku nggak sengaja ..hehe," ucap Sona dengan wajah innocentnya sambil nyengir.
'Rasain kamu ! dasar buaya rawa lumbu ! berani-beraninya mau mengusilin Sona ya, rasain tu wlee !' cibir Sona dalam hati.
Sebelumnya gadis itu sudah membaca adanya pergerakan dari arah belakangnya. Dan di perjelas dari pantulan bayangan seseorang yang terlihat jelas dari kubikel meja milik Kenzi yang sebagian terbuat dari besi. Namun ia memilih pura-pura tak menyadarinya. Dan kini ia pun merasa puas bisa mengerjai balik lelaki buaya rawa lumbu itu.
Sedangkan Kenzi masih tercengo di tempat. Ia sendiri juga speechlees melihat Sona dengan entengnya meraih tubuh kekar Darren lalu membantingnya ke lantai seperti membanting karung beras.
Sungguh ajaib ! Ia baru tahu gadis kecil di hadapannya itu ternyata mempunyai kekuatan super semacam Avenger atau Internal. Karena kejadiannya begitu cepat hampir tak terbaca oleh mata. Apakah ia putrinya Thanos ? pikirnya.
Lalu lelaki maskulin itu menghampiri sahabatnya untuk membantu. Disaat bersamaan tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dengan kasar menampilkan sosok Johan yang tengah berdiri dengan raut wajah dingin berselimuti emosi.
Dengan gerakan cepat lelaki manis itu menghampiri keberadaan Kenzi dan melayangkan bogem mentah miliknya kearah lelaki maskulin itu dengan sekuat tenaga. Ekor mata Kenzi menangkap bayangan yang dengan cepat menghampirinya. Dengan reflek pula ia menghindar dan akhirnya.
Buggh !
"Ouw !! momooo rohongku!" pekik seseorang yang terjatuh kembali akibat pukulan maut dari lelaki manis.
"Ah ! sorry kenapa harus loe juga yang kena !" ungkap Johan merasa bersalah.
"Ada apa loe tiba-tiba datang ke kantor gue terus bikin kegaduhan ini ?!" geram Kenzi.
"Jangan sok bod*h loe ! gue kesini mau ngasih pelajaran sama loe karena loe udah berani nyembunyiin Hana dari gue !" gertak Johan balik.
Kedua lelaki tampan itu seakan melupakan temannya yang masih tergoler tak berdaya di lantai.
'S*alan siapa yang sudah ngasih tahu si cunguk ini ? Berani-beraninya nyari masalah sama gue !'
Netranya menangkap gadis yang baru saja menundukan pandangan darinya. Dan menatapnya tajam seakan-akan ingin menguliti gadis itu.
'Mati aku...mati aku !'
Hai kak...
Segini dulunya ya, terima kasih untuk semua dukungannya..
Selamat menunaikan ibadah puasa ya..
dan selamat membaca
Saranghae.. ๐๐
__ADS_1