My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Sekretaris baru


__ADS_3

Saat mereka sedang asyik menyantap makanan tiba-tiba ada seorang pelayan yang mengantar pesanan lain ke meja mereka.


"Maaf mas kami sudah tidak pesan lagi, mungkin masnya salah meja," tegur Johan kepada pelayan tersebut.


"Oh..maaf ini sebenarnya pesanan dari...." belum sempat pelayan itu menjelaskan tiba-tiba datanglah seseorang memotong pembicaraan mereka.


"Hai, gue boleh gabung makan siang disini dengan kalian ?"tanyanya seraya menatap kedua pasangan itu bergantian.


"Kenzi ? kenapa dunia ini begitu sempit sih ? semoga ia tidak bertanya dan berbicara yang aneh-aneh Tuhan," gumam Hana dalam hati.


"Eh,loe Ken silahkan saja kursinya masih ada yang kosong kok, loe dateng sama siapa ?" tanya Johan basa-basai.


"Sama sekretaris gue."


"Sekretaris loe ? dimana dia ?" tanya Johan lagi.


"Ada dibelakang bentar lagi dia juga gabung." Tatapan Kenzi masih menatap Hana intens.


"Oh, btw loe juga suka makan disini ya ?"


"Tentu saja, secara gue pecinta kuliner dari Korea bahkan seseorang pun juga tau apa saja kesukaan gue," jawabnya dengan masih menatap Hana.


Sedangkan wanita yang ia tatap pura-pura tak mendengar ia sibukan diri menyantap makan siangnya.


"Maksud loe ?" tanya Johan menyelidik.


"Akh..maksud gue, bukannya loe tahu keluarga gue blasteran Korea ? dan kebetulan restoran ini milik keluarga gue juga."


"Oh....begitu."


Sebenarnya Johan hanya ingin bersikap biasa saja saat bertemu Kenzi. Meski ia tahu kenyataan dengan mata kepalanya sendiri kemarin, temannya yang merupakan mantan kekasihnya itu sudah mengingat dan masih mencintai wanita yang ada di hadapannya ini.


Sebenarnya Johan kemarin tak benar-benar pulang. Ia ingin tahu sebenarnya apa yang ingin dibicarakan Kenzi kepada Hana. Ia menyaksikan sendiri bagaimana sebenarnya perasaan Hana terhadap Kenzi. Ia pun tak ingin terlalu ke gabah. Ia harus berusaha tenang dan pura-pura tidak mengetahui apa-apa.


"Kalau loe sejak kapan loe suka makanan Korea ?" tanya Kenzi balik seraya memasukan sebuah potongan kimbap kedalam mulutnya diikuti kimci disuapan berikutnya.


"Semenjak gue kenal Hana, di jawa dulu kita selalu berburu makanan Korea entah mengapa ia selalu ingin makan makanan ini dulu jadinya sekarang terbiasa deh," papar Johan dengan santai.


"Sudah ku duga, kamu masih memiliki rasa padaku wanita es bahkan kesukaanku pun kau ikut menyukainya," gumam Kenzi disertai senyum tipis disudut bibirnya.


Sedangkan yang disinggung pun hanya diam saja tak menyahuti.


"Hei, kau dokter es ! apa makanan ini lebih enak daripada temanmu ini ? bahkan sedari tadi gue datang kau tidak menyapa ? hem," tegur Kenzi kearah wanita berwajah oriental itu.


Kenzi sengaja menekankan kata teman agar wanita itu ingat ucapannya kemarin. Ia hanya ingin dekat kembali dengan gadis esnya seperti dulu meski sekarang status mereka berbeda.


Hana pun hanya mendongakan kepalanya. Saat ia akan bersuara tiba-tiba ada seseorang yang berteriak histeris kearahnya.


"Johan !! Hana !! akhirnya gue bisa jumpa dengan kalian berdua !" serunya seraya memeluk Johan dan Hana bergantian.


Saat ia ingin memeluk Hana dengan sigap Kenzi menarik kerahnya untuk menjauh, sedangkan Johan mendorong dadanya juga agar tak mendekati Hana nya.


"Kalian kenapa sih ? kan kita sudah lama tidak berjumpa,"protesnya terhadap sikap dua lelaki yang ada dihadapannya yang terlihat aneh.

__ADS_1


"Boby !! kok kamu bisa ada disini ?"tanya Hana kaget.


"Heh ! loe gue bayar disini buka buat seenaknya peluk-peluk cewek ngerti kagak loe ?!" hardik Kenzi kearah Boby.


"Ja...jadi yang loe maksud sekretaris loe itu Boby ?!" tanya Johan menyakinkan.


"Iya, memangnya kenapa ?" tanya balik Kenzi.


"Gue pikir seorang Ceo seperti loe akan mencari sekretaris wanita yang muda dan cantik mungkin."


"Gue bosen, ini juga baru ganti. Sekretaris cewek itu tidak membantu sama sekali hanya menambah beban fikiran gue saja."


Johan yang mendengarkan penjelasan Kenzi pun hanya manggut-manggut tanda mengerti meski ia sendiri sebenarnya tidak paham dunia perkantoran.


"Hei, kalian berdua pacaran ? kalian terlihat mesra seperti sepasang kekasih," seru Boby.


Kenzi pun menginjak kaki Boby yang ada di sebelahnya. Bisa-bisanya ia dengan gamblang mengucapkan itu didepannya. Padahal Boby tahu,Hana itu mantan kekasih big bos yang ada disampingnya ini.


"Akh !! sakit boss," keluh Boby lirih.


"Habis mulut loe gak ada hatinya pisan, sini buka mulut loe atau enggak gue pecat ya loe mau ?" ucap Kenzi sambil berbisik tepat ditelinga Boby.


Boby tampak menelan salivanya dengan susah payah. Bayangkan saja dihari pertamanya bekerja kamu sudah dipecat kan enggak keren banget. Lalu dengan patuh ia mulai membuka mulutnya.


Dengan cepat Kenzi memasukan 2 potong kimbab sekaligus ke dalam mulut Boby. Boby pun tampak susah payah menguyah makanan yang terasa penuh dimulutnya itu.


Johan pun tampak menahan tawanya sedangkan Hana hanya tersenyum tipis sungguh ia ingin cepat-cepat pergi dari tempat ini. Hatinya gelisah dan risau tapi Kenzi tampak terlihat biasa saja setelah kejadian kemarin.


"Sebenarnya kami bukan lagi berpacaran tapi kami sudah bertunangan dan sebentar lagi kami akan menikah," ujar Johan seraya menunjukan cincin yang tersemat dijari manis mereka.


"Akh bos ! nanti gue enggak bisa jalan gimana ?" rintih Boby lagi.


"Udah ngesot aja !"


"Oh..iya sorry ya kita enggak bisa lama nemenin kalian gue harus balik ke kantor. Ayo bob buruan kita balik !" ajak Kenzi ke sekretaris sekaligus asistennya itu.


"Bos, gue belom makan ini gimana ?"


"Udah bungkus saja ribet amat !" jawab Kenzi dengan ketus.


Hatinya sedari tadi menahan panas. Melihat kedekatan mereka berdua dan dengan bangganya Johan memperkenalkan diri kalau ia sudah bertunangan dengan Hana. Rasanya ia ingin melumuri mukanya yang sok kecakepan itu dengan kimci yang ada di depannya. Sayangnya itu hanya khayalan semata.


"Eh..iya gue hampir lupa Hana, 0mama mengundang makan malam loe nanti malam sebagai ungkapan terima kasih mungkin dan loe (Johan) boleh ikut kalau loe mau."


Hana yang sedari tadi diam tak menimpali pembicaraan mereka pun akhirnya buka suara.


"Ah, iya akan ku usahakan nanti Ken."


Kenzi pun langsung berbalik meninggalkan restoran itu diikuti Boby yang ada di belakangnya.


"Kalian, sampai berjumpa lagi nantinya ya gue berharap bisa mengobrol lagi dengan kalian..bye," pamit Boby kemudian.


"Bye..Bob sampai berjumpa kembali." balas Johan dan Kenzi bersamaan.

__ADS_1


"Ayo lah Bob, kenapa loe lama sekali kita akan ketinggalan metting dengan klien nanti !"


"Ba...baik bos !!"


Boby pun mengambil langkah seribu untuk menyusul Kenzi yang sudah berada disamping mobil mereka tepatnya mobil perusahaan.


"Memangnya benar kita akan ada metting dengan klien, bukankah klien yang dari singapura diundur besok jadwalnya ?"tanya Boby dengan polosnya.


"Loe ini ya apa loe enggak pernah patah hati ?! loe tahu gimana masa lalu gue sama Hana tapi kenapa loe malah dukung mereka !"omel Kenzi saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Hehe, ya maaf boss namanya teman lama. Mereka kan dulu memang sudah bersahabat dekat sejak sekolah. Gue gak yangka aja akhirnya mereka jadian.Bos yang sabar saja ya."


"Diem loe ! udah jalan saja sana gue pengen minum yang dingin-dingin buat nyiram hati gue yang panas ini."


"Apa kita mampir dulu beli es krim bos apa es boba gitu ?"


"Ya apa sajalah yang penting dingin, ayo buruan !" sentak Kenzi.


"Eh..iya bos."


##


Didalam restoran Hana dan Johan masih tampak saling diam. Johan bisa melihat perubahan wajah Hana yang berbeda setelah pertemuannya dengan Kenzi tadi.


Jika tadi sebelum Kenzi datang wanita itu tampak seperti biasa riang dan tersenyum kini ia melihat perubahan wajah Hana yang tampak murung seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Hana.."


Digenggamnya jemari Hana dengan lembut. Wanita itu pun menoleh kearahnya dan menampakan wajahnya yang bertanya-tanya. Kenapa ?


"Apa kamu mempunyai masalah ? coba ceritakan padaku seperti biasanya," pancing Johan meski ia mengetahui fakta sebenarnya tentang hati wanita yang kini duduk disampingnya itu.


Hana pun tampak menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak Jo, mungkin saja aku cuma lelah tidak perlu khawatir."


"Aku ingin tahu, apakah Kenzi sudah mengingat tentang kalian dulu ?" tanya Johan menyelidik.


Hana tampak terkejut mendengar pertanyaan Johan yang baru saja dilemparkan kepadanya.


"Bagaimana kamu tahu ?"


"Aku kenal dokter yang menangani tentang amnesia Kenzi kami sempat berbincang-bincang sebentar ya begitulah., " alibi Johan padahal ia melihat dan mendengar sendiri perbincangan Hana dan Kenzi kemarin.


"Ohh, ya itu memang benar."


"Lalu apa ia mengetahui kita akan menikah ? apa ia menerimanya ?"


"Seperti yang kau lihat tadi ia tampak biasanya sajakan ? kita memang sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi. Itu cuma kisah masa lalu kami," ucap Hana menyakinkan.


"Aku harap begitu, oke..waktu istirahat kita akan habis Hana kita harus kembali ke rumah sakit."


"Baiklah...."

__ADS_1


Mereka berdua pun beranjak meninggalkan restoran itu menuju mobil mereka. Sebagian pelanggan juga sudah selesai dan kini restoran itu sudah tampak terlihat sepi meski masih ada beberapa mobil dan sepeda motor yang mengisi pelataran restoran itu.


__ADS_2