
"Apa karena dia Ken ?! gara-gara wanita cupu itu !" tunjuk Luna kearah Hansel.
Hansel dan Kenzi pun membeku ditempat. Bagaimana bisa Luna tahu siapa jati diri Hansel yang sebenarnya ? padahal mereka hanya pernah bertemu sekali saja tidak lebih. Apa mungkin selama ini wanita itu diam-diam sudah mematai-matai dirinya ? termasuk berteman dengan lelaki yang menurutnya asing.
" Ken, bagaimana ini ?" tanya Hansel dengan gugup.
" Sudah kepalang basah, mau bagaimana lagi Han ? Lebih baik kita mengaku saja dan maafin aku ya ," sesal Kenzi.
" Tidak apa-apa , tapi aku malu Ken. Aku malu sudah membohongi kedua orang tuamu."
" Semua ini ada alasannya, nanti aku bisa jelaskan ke mereka," balas Kenzi menenangkan.
Sedangkan mama Laura dan papa Kim tampak tak mengerti. Wanita cupu mana yang dimaksud oleh Luna ? karena mereka tak melihat wanita lain selain mereka. Dan Darren hanya menautkan alisnya bingung seraya memperhatikan Hansel dari atas hingga bawah. Apa Luna juga merasakan keanehan dari si pria kecil itu seperti dirinya ?
" Jawab Ken ! jangan diem saja. Oh..atau biar gue saja yang akan membongkarnya sendiri !" ancam Luna penuh emosi.
"Tenang dulu nak Luna , maksudnya apa ? kami sungguh tak mengerti. Wanita cupu mana yang kamu maksud ?" tanya mama Laura penuh tanya.
Hansel dan Kenzi masih tak bergeming. Mereka berdua masih membelakangi Luna dan kedua orang tuanya.
Dengan penuh emosi Luna menghampiri kedua orang yang masih mematung itu. Dan ia pun menarik wig atau rambut palsu milik Hansel dengan kasar dan membuangnya ke segala arah. Akhirnya terlepaslah rambut palsu pendek itu menampilkan rambut asli hitam nan panjang milik Hana.
Dengan perlahan Hana membalikan badannya menghadap ke kedua orang tua Kenzi. Membuat mama Laura reflek membungkam mulutnya sendiri karena terkejut.
" Dokter Hana ?! " lirih mama Laura yang hampir pingsan.
Sedangkan Darren sudah terjungkal ke belakang menatap tak percaya dengan apa yang saat ini ia lihat. Ia seperti melihat hantu matanya melotot kearah Hana. Saat rambut pendek palsu milik Hana terlepas menampakan rambut hitam panjang yang jatuh terurai dengan indah.
Pantas saja ia merasakan hal lain saat berada didekat Hansel. Pantas saja hatinya terus bergetar tiap bertatap muka maupun bersentuhan dengan si pria kecil. Pantas saja pria kecil itu tampak lemah tak seperti pria dewasa pada umumnya. Ternyata dia memanglah seorang perempuan !
Syukurlah berarti dugaannya selama ini tak benar. Ia masih normal sebagai lelaki dewasa. Padahal ia sudah berencana akan mengunjungi psikiater untuk berkonsultasi atas keanehan yang ia rasakan. Dan siapa wanita itu ? Ia baru melihatnya saat ini.
" G*la kalian ! siapa dia yang sebenarnya Ken ?! Loe hutang penjelasan sama gue ! " sungut Darren emosi.
Bagaimana tidak ? selama ini hampir 2 minggu lamanya mereka bertiga sudah seapartemen bersama. Bahkan Darren tak sungkan untuk menampilkan mode katroknya di hadapan Hansel. Seperti tidur hanya bertelanjangkan d*da dan kolor. Bahkan lelaki macho itu pernah meminta Hansel untuk mencucikan c*lana dal*m miliknya. Mengingat itu saja membuatnya kehilangan muka.
Dengan perlahan Hana membuka kacamata dan melepas kumis tipis yang merekat pada sela wajahnya.
" A..aku Hana," ucap Hana singkat.
" Hana ?" pekik Darren tak percaya.
Bukankah ia kekasih Kenzi semasa sekolah dulu ? Apa maksudnya ini ?! Kenapa wanita itu harus berpura-pura menjadi seorang lelaki ? Dan lagi wanita itu kini berubah menjadi angsa yang sangat cantik.
" Apa ini cuma mimpi gue ?! Tolong Ken bangunin gue atau tampar gue biar sadar !" pinta Darren masih tak percaya.
Kenzi pun melangkah maju kearah Darren dan tanpa babibu lagi langsung menampar wajah tampan pahatan dewa yunani milik temannya itu.
__ADS_1
Plaakkk !
"Ouch....sakit ! Loe kira-kira aja kalau mau nampar gue kampr*t ! Sakit tahu ! Awas saja kalau muka gue lecet gue bakal tuntut loe ya !"
" Itu balasan karena loe selama ini sudah merebut ranjang empuk milik Hana bod*h !"
" Mana gue tahu ?! " kilah Darren tak ingin kalah.
" Sudah Ken itu kan ranjang milikmu bukan milikku, kalian tak perlu berdebat."
Papa Kim yang hanya sedari tadi menyaksikan perdebatan mereka dan mencoba mencerna semua hal yang baru terjadi pun mulai angkat bicara.
" Kenzi ! Lelucon macam apa ini ?! Coba jelaskan kepada papa," suara bariton papa Kim melerai perdebatan antar sahabat itu.
Luna pun tak tinggal diam ia menyela pembicaraan mereka.
" Om ini rencana wanita itu ! ia ingin membatalkan pertunanganku dengan Kenzi dengan berpura-pura menjadi seorang laki-laki agar bisa dekat dengan Kenzi ! Setelah calon suaminya menghamili orang lain kenapa loe jadi dendam ke gue Han ?! Lihat om wanita ini betapa terlalu kekanakan sekali wanita ini tak punya__"
" Cukup Luna, om hanya ingin mendengar penjelasan dari Kenzi !" potong papa Kim.
Luna pun mengepalkan kedua telapak tangannya dengan erat menahan kesal. Sedangkan mama Laura sudah hampir tak sadarkan diri di tempat.
"Bi...bi Inem tolong bawa istri saya ke kamarnya bi !" teriak papa Kim.
" Astagfirullah ! nyonya kenapa tuan ?" tanya bi Inem dengan panik.
" Sudah bibi segera bawa saja istri saya ke kamarnya."
Melihat mama Laura yang hampir pingsan sedang memegangi d*danya seperti tengah merasakan sesak nafas membuat Kenzi khawatir.
" Pa , mama kenapa pa ?"
" Apa matamu tak melihat ? mamamu dapat serangan panik, ia tak bisa menstabilkan detak jantungnya sendiri akibat rasa terkejut yang ia rasakan. Dan kamu hutang penjelasan sama papa Ken. Sekarang lebih baik kalian semua pulang saja sudah larut malam !" titah papa Kim.
Luna yang melihatnya pun tak terima. Ini tak seperti dalam bayangannya seperti yang ada di sinetron-sinetron. Harusnya papa Kim menampar dan mengusir Hana karena sudah dianggap penipu.
" Om enggak bisa gitu dong, jadi om biarin wanita itu pergi sama Kenzi ? Bentar lagi kan kita menikah, om enggak bisa gitu aja biarin mereka berduaan. Om tau sendiri kalau laki-laki dan perempuan sudah berdua yang ketiganya kan s*tan ! om enggak takut jika mereka melakukan hal-hal yang tidak senonoh ?" rengek Luna seperti anak kecil.
Sedangkan Darren yang dianggap s*tan oleh Luna pun mengumpat-umpat tak terima.
" S*alan mamalia itu, masa gue yang cakepnya ngalahin bambang Zayn Malik gini dibilang s*tan !"
Papa Kim pun tampak berfikir sejenak. Setelah beberapa saat terdiam ia pun bersuara kembali.
" Ken kalau tidak sempat malam ini atau besok pulangkan dokter Hana kerumahnya. Kalian tak seharusnya tinggal dalam satu apartemen," titah papa Kim.
" Tapi kami tinggal bertiga pa, mana mungkin kami melakukan hal konyol seperti itu. Lagian ini sudah malam juga. Iya kan Darr ?" lirik Kenzi dengan tajam kearah Darren.
__ADS_1
" Oh..iya benar om apa yang sudah diucapkan oleh Kenzi, lagian masih ada saya jadi pasti aman-aman saja. Kalau Kenzi berani macam-macam tinggal getok saja itunya ," jelas Darren dengan cengengesan.
" Itunya apa ?"
" Itunya om, senjata tempurnya," jawab Darren frontal.
Sedangkan papa Kim hanya menepuk dahinya pelan. Kenapa juga dirinya harus menanggapi obrolan yang tak berguna sama sekali itu.
" Sudah...sudah sekarang kalian pulang saja, dan ingat Kenzi kamu harus menjelaskan semuanya ke papa besok !"
" Dan untuk dokter Hana, saya tak mengerti apa yang sudah anda lakukan saya minta juga penjelasannya besok sekarang kalian boleh pulang," titah papa Kim final.
" Baik om , jadi maafkan atas kebohongan saya. Saya tidak bermaksud untuk membohongi om dan tante," ucap Hana penuh sesal.
" Besok saja bisa dokter jelaskan kepada saya sekalian dengan Kenzi."
"Baik om."
Mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju mobil mereka untuk kembali ke apartemen. Dan Luna, wanita itu mengikuti mereka dari belakang. Setelah masuk ke dalam mobilnya, baru ia luapkan segala emosinya yang tak tersalurkan.
"Br*ngs*k ! br*ngs*k loe cewek cupu ! enggak dulu dan sekarang loe selalu saja jadi penghalang kebahagiaan gue ! Lihat saja apa yang bakal gue lakuin !" geram Luna seraya meremas stang mobilnya dengan kuat.
Lalu wanita model itu pun terlihat meraih benda pipih persegi miliknya dan mulai menggeser untuk mencari kontak seseorang. Setelah ia menemukan apa yang ia cari dengan mantap ia menekan tombol hijau.
"Iya Hallo ! ada apa kamu malam-malam menelefonku ?"
" Kenapa loe lama sekali ?! wanita itu sudah hampir menghancurkan rencana pernikahan gue ! gue enggak mau tau pokoknya segera loe suruh anak buah loe buat bawa wanita itu dan segeralah pergi dari negara ini sejauh mungkin !" sungut Luna dengan kesal.
"Oke kamu tenang saja, besok semuanya bakal beres !"
"Oke gue tunggu kabar baiknya segera, kalau tidak __"
"Kalau tidak apa?" tanya seseorang diseberang sana.
"Gue bakal bocorin markas kalian ke keluarga Ferguso, gue cukup mengenal baik mereka. Bagaimana ?" ancam Luna penuh penekanan.
"Br*ngsk ! oke kamu tunggu saja kabar selanjutnya dari*ku !"
Panggilan pun terputus. Luna pun tampak menyeringai dengan puas. Sedangkan di tempat lain seseorang tengah menahan emosinya yang sudah tersulut.
Praaankk !!
Terdengar suara benda yang dilempar ke dinding dengan kuat. Benda pintar itu pun menjadi hancur tak berbentuk setelah menghantam permukaan tembok yang keras.
"Br*ngs*k ! berani-beraninya wanita itu mengancamku ? akan ku buat kau menyesal sudah berani menghina dan merendahkanku !"
Hai kak !
__ADS_1
Tinggalkan like dan komentnya ya..
Terima kasih atas dukungannya..😘🤗