My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Rahasia yang Terungkap


__ADS_3

Kini mereka berdua duduk di sebuah taman bermain anak-anak yang terletak tak jauh dari rumah sakit. Mereka masih diam menanti untuk berbicara. Hingga Hana akhirnya membuka suara.


"Ken...sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan kepadaku ?"


"Aku sudah mengingat semua tentang kita Hana."


Kini gantian Hana yang menatap tak percaya.


"Kamu sudah mengingat semuanya ?" tanyanya meyakinkan.


"Iya aku sudah mengingatnya meski belum semuanya aku ingat, tolonglah jawab dengan jujur pertanyaanku Hana," pinta Kenzi memohon.


"Pertanyaan ? tentang apa ?"


"Apa yang telah terjadi setelah malam itu Han tolong jawab dengan jujur ?"


Bukannya Hana tak mengerti arah pembicaraan Kenzi akan tetapi itu seperti mengorek kembali luka yang telah lama ia kubur.


"Tolong jawab dengan jujur Hana, jangan diam seperti ini," desak Kenzi mulai frutasi dengan kediaman Hana.


Buliran kristal itu tak mampu lagi Hana bendung.Mungkin ini sudah waktunya Kenzi mengetahui fakta yang sesungguhnya.


"Dulu aku sempat hamil Ken," ungkap Hana dengan bibir yang gemetar.


Kenzi pun terhenyak di tempatnya.


"Lalu bagaimana dengannya sekarang ?"


"Aa...ku...aa..ku kehilangannya Ken, aa...aku keguguran."


Kali ini tangisnya sudah pecah. Kenzi pun juga merasakan kesedihan yang kini tengah Hana rasakan.


"Aku tak bisa menjaganya dengan baik, aku ibu yang sangat buruk," rancau Hana disela-sela tangisnya.


Lelaki itu tak kuasa melihat wanita yang ia cintai menangis seperti itu, dengan lembut ia raih Hana kedalam pelukannya.


"Maafkan aku juga Hana, karena aku telah menghancurkan masa depanmu."


Hana pun tampak menggelengkan kepalanya pelan.


"Itu hanya sebuah kecelakaan Ken, bukan semuanya salahmu."


Setelah tangis Hana mereda, Kenzi mulai meraih jemari Hana dan menggenggamnya dengan lembut dan erat.


"Han...aku ingin tanya lagi padamu ?"


Hana tampak mendongakan kepalanya menanti kata selanjutnya dari lelaki itu.


"Apa hubungan kita bisa kembali seperti dulu ? aku janji aku akan mempertanggung jawabkan semua kesalahanku dulu padamu."


"Aku janji aku tidak akan meninggalkanmu lagi."


Kini lelaki maskulin itu tampak berlutut dihadapan Hana. Sedangkan Hana hanya menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa ??!" tanya Kenzi dengan parau.


"Kita sudah berbeda Kenzi, kamu tahu apa artinya ini ?" ujar Hana seraya memperlihatkan cincin berlian yang melingkar dijari manisnya.

__ADS_1


"Ka..kamu sudah bertunangan ?!" tanya Kenzi memandang tak percaya.


"Iya, aku sudah bertunangan dengan Johan,sebentar lagi kita akan menikah."


Bagai disengat ribuan kalajengking sakit tapi tak berdarah. Kenzi masih terpaku tak percaya mendengar penuturan Hana barusan.


"Sejak kapan ?"tanya Kenzi lirih tak bersemangat.


"Sejak dua bulan yang lalu saat dirimu belum kembali kedalam kehidupan kami," tatapan mata Hana kosong menatap kedepan.


"Kenapa Hana? apa kamu sudah melupakan janji kita dulu ?" tanya Kenzi dengan wajah terpukul.


Hana tampak mengelengkan kepalanya kembali.


"Lalu kenapa ?!" kini nada suara Kenzi agak meninggi.


Wanita itu tampak tersentak mendengar nada bicara Kenzi yang agak meninggi. Itu artinya lelaki itu sedang dalam emosi. Ia harus berhati-hati dalam berucap karena ia tak ingin menyakiti lelaki itu lebih dalam lagi.


"Karena aku fikir kamu sudah bahagia dengan Luna Ken, dia (Johan) sudah banyak membantuku selama ini aku banyak berhutang budi padanya," ujar Hana jujur disertai isak tangis yang tertahan.


Kenzi tampak mengusap wajahnya kasar. Ia tidak bisa begitu saja menyalahkan gadis itu dan tidak bisa pula menyalahkan keadaan.


"Aku ingin tahu apa kamu mencintainya ? jawab Hana" desak Kenzi lagi.


Hana tampak bingung satu sisi ia ingin jujur satu sisi ia ingin mempertahankan semua yang ia miliki sekarang.


"Sebenarnya,aku sedang belajar mencintainya.."


"Itu artinya dihatimu masih ada aku Hana ! jawab jujur Hana apa kamu masih mencintaiku ?" potong Kenzi dengan cepat.


Dengan sekejap Kenzi menarik Hana dalam pelukannya. Ia memeluk wanita itu dengan erat seakan tak ingin melepaskannya lagi pelukan dari wanita yang ia rindukan selama ini.


"Sudah ku duga, kamu masih memiliki perasaan yang sama kepadaku."


Hana pun mencoba melepas pelukan Kenzi mendorong kuat dada bidang lelaki itu menjauh darinya.


"Maafkan aku Ken, tapi aku tidak bisa meninggalkan Johan. Aku tak ingin menyakiti hatinya. Biarlah cerita kita jadi kenangan antara kita saja kita tak mungkin kembali seperti dulu lagi."


Kenzi tampak memenjamkan matanya. Ia mencoba menerima kenyataan pahit ini. Bahwa wanita yang selama ini ia tunggu-tunggu kehadirannya sudah dimiliki pria lain. Ia tidak bisa terus memaksakannya.


Itu sama saja akan menyakiti hatinya.


Mungkin kali ini ia harus berkorban demi kebahagiaan orang lain dan juga kebahagian wanita disampingnya yang sudah berhasil meluluh lantahkan seluruh jiwa dan raganya.


"Baiklah, tapi ijinkan aku untuk tetap berada disampingmu menjadi sahabatmu, dan mendampingimu hingga kamu mendapatkan lelaki yang tepat."


Lalu Kenzi menggenggam jemari Hana erat.Pandangan matanya menatap lurus ke depan.


Dari samping Hana mampu melihat kesedihan lelaki itu, tapi bagaimana lagi ? ia tak ingin ada hati yang tersakiti kembali antara mereka. Mungkin ini adalah jalan yang terbaik.


"Apa kamu ingin pulang ? aku akan mengantarmu," tanya Kenzi dengan muka datar.Lelaki itu mencoba tegar dihadapan wanita yang ia cintai. Ia tak ingin terlihat lemah.


"Ken, tidak perlu aku akan menelepon Johan saja untuk menjemput."


"Kenapa? apa kamu membenciku?"


"Bukan begitu Ken hanya saja," ucapan Hana menggantung.

__ADS_1


"Biarlah aku habiskan waktuku yang cuma sebentar ini untuk menemanimu sebelum kamu sah jadi milik orang lain,bagaimana ?"


"Hem...baiklah.."


Tidak ada salahnya bukan sekarang mereka ini hanya berteman meski sebenarnya hati mereka masih memiliki perasaan satu sama lain.


Kenzi masih menggenggam jemari Hana menuntun wanita itu menuju motornya yang berada di parkiran. Ia ingin mengulang masa-masa indah mereka dulu berharap Hana membuka pintu hatinya kembali untuknya.


Akhir-akhir ini Kenzi pulang-pergi ke kantor naik motor kesayangannya.Karena ia tak ingin semobil bersama Sona. Ya sudah dipastikan gadis itu enggan naik motor dengannya karena itu bisa merusak tatanan rambutnya yang ia salon setiap hari.


Akhirnya motor Kenzi meninggalkan halaman parkir rumah sakit. Bersamaan dengan itu terlihat seseorang keluar dari tempat persembunyiannya.Orang itu sudah ada sedari awal saat Hana dan Kenzi mulai duduk di taman itu. Lalu orang itu pun ikut pergi meninggalkan taman menuju mobil miliknya yang terparkir tak jauh dari taman dekat rumah sakit itu.


"Kenapa kamu tak berpegangan Hana?"


"Sudah kok."


"Ccckk...wanita ini masih sama dengan gadis es yang ku kenal dulu," gumam Kenzi dengan menyunggingkan senyum disudut bibirnya.


Lalu Kenzi pun mengulurkan tangannya ke belakang.


"Kenapa ?"


"Kemarikan tanganmu," pinta Kenzi sambil memperhatikan Hana dari spion.


Wanita itu sebenarnya agak ragu. Ini seperti mengulang masa lalu mereka dulu. Dan itu artinya usahanya untuk move on dari lelaki yang ada didepannya ini bisa sia-sia. Tapi akhirnya ia ulurkan juga lengannya ke arah lelaki itu.


Kenzi pun menerima uluran tangan Hana dan melingkarkan ke pinggangnya.


"Nah, yang namanya pegangan itu begini. Aku gak mau kamu kenapa-kenapa nanti saat aku ngebut," lirih Kenzi.


Hana pun tampak salah tingkah. Ia hanya diam saja tak menanggapi pernyataan yang barusan lelaki itu lontarkan. Ia menahan gejolak hatinya yang tak seperti biasa saat bersama lelaki ini.


"YaTuhan sampai kapan aku mampu membohongi perasaanku ini sendiri, perasaan ini terlalu menyiksaku,"gumam Hana dalam hatinya.


"Jika sekarang kita ditakdirkan untuk tak saling memiliki biarlah aku tetap ada disampingmu meski hanya sebatas sahabatmu."


Mereka berdua pun terhanyut kedalam fikiran masing-masing. Memikirkan takdir yang sudah memisahkan cinta mereka berdua.


Ingatkah semua kata yang kau ucap dulu ?


Kau berjanji untuk setia


Kini kutanya ke mana janji itu kau buang ?


Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini


Karena pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini


Aku ingin semua cintamu hanya untukku


Memang 'ku tak rela kau bagi untuk hati yang lain


Kau buat 'ku menangis tanpa air mata


Sampai kuteriak pun sudah tak ada suara


Tanpa mereka sadari sedari tadi ada mobil yang mengikuti mereka dari belakang sedari awal mereka keluar dari taman dekat rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2