My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Kisah cinta Kenzi yang rumit


__ADS_3

Semenjak kepulangan mama Laura dari rumah sakit sehari yang lalu, rumah tampak begitu ramai. Semua anggota keluarga berkumpul di rumah besar kediaman keluarga Abraham untuk sarapan pagi.


Ada kak Kanza beserta mas Kelvin suami dan juga anaknya Keshia. Ada papa Kim, Sona dan tentu saja Kenzi. Dan beberapa pengawal yang sengaja Kenzi sewa untuk menjaga para wanitanya.


Ya dunia bisnis memang keras.Tak jarang banyak yang menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan musuh atau lawan mereka. Maka ia tak heran jika suatu hal bisa terjadi seperti mamanya tempo hari.


Meski ia sedari awal tak pernah memperkirakannya.


Kali ini ia akan lebih mengantisipasi jika kemungkinan ada hal buruk yang menimpa salah satu keluarganya.


"Kenzi, bisakah kamu mengajak dokter Johan dan Hana untuk datang makan malam dirumah kita ? mama dengar mereka sudah dipindahkan tugas di kota ini."


"Akh..iya ma nanti Kenzi sampaikan ke mereka."


"Kamu kenapa Kenzi ? hari ini kamu tampak terlihat tidak semangat ?"


"Tidak kenapa-kenapa ma,"balasnya singkat.


Bagaimana tidak semangat ? satu-satunya sumber penyemangatnya sudah jadi milik orang lain. Hari-harinya kini menjadi hampa.


"Ken, bukankah hari ini hari pertama sekretaris barumu mulai bekerja ?"


"Akh..iya ma Kenzi hampir lupa."


Dengan segera Kenzi menghabiskan sarapannya.Dan ia langsung berangkat menuju kantornya tanpa menunggui Sona yang belum selesai sarapan.


"Kenzi jangan lupa pesan mama tadi sampaikan ke dokter Hana dan Johan ya !"


"Iya ma nanti Kenzi sampaikan, Kenzi berangkat dulu."


"Hati-hati bawa motornya Kenzi jangan ngebut-ngebut dijalan."


Kenzi pun hanya mengacungkan jempolnya tanda oke.


"Dasar anak itu !"


"Sona maafkan Kenzi ya, sebenarnya bukan keinginan ajumma untuk memindahkanmu ke divisi lain. Akan tetapi Kenzi bersikeras meminta untuk mengganti sekretarisnya dengan laki-laki, ajumma hanya tidak ingin Kenzi melakukan hal-hal yang nekat lagi seperti dulu, tolong pengertiannya ya ?"


"Iya ajumma Sona mengerti, tapi ajumma Sona ingin tahu apakah dulu oppa Kenzi pernah mengalami trauma dengan wanita ?" tanya Sona penasaran.


"Memangnya kenapa ? apa ada hal yang aneh ?"tanya mama Laura balik.


"Ya oppa Kenzi seperti anti terhadap wanita, tapi itu hanya dari segi pandang Sona saja ajumma," ucap sambil nyengir.


"Sebenarnya...Kenzi dulu sudah pernah bertunangan dan hampir saja menikah, tapi tunangannya itu membatalkannya saat tahu Kenzi mengalami kecelakaan yang menyebabkan kebutaan."


Sona masih mendengarkan dengan seksama meski sarapannya sudah selesai lebih dulu.


"Wanita itu memilih karirnya sebagai model sekarang ia ada di Perancis," tutur mama Laura tenang.


"Waow ! apa Kenzi mencintai wanita itu ?" terlihat Sona begitu antusias mendengar cerita tentang kisah cinta seorang Kenzi. Ia ingin mengenal lebih dalam lelaki itu.


"Ajumma juga belum tahu, sebenarnya waktu itu mereka dijodohkan. Akan tetapi malam sebelum kecelakaan itu ada yang melihat ia bersama seorang wanita tapi sampai sekarang ajumma belum mengetahui siapa wanita itu sama sekali."


Kak Kanza yang baru bergabung di meja makan pun ikut menimpali.

__ADS_1


"Mam..sebenarnya selama ini Kenzi mencintai satu wanita. Mereka saling mencintai. Karena perjodohan itu kisah mereka kandas begitu saja."


"Apa kau bilang Kanza ? apa kau tahu siapa wanita itu ?"


Sona pun hanya membekam mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Betapa rumit sekali kisah cinta lelaki itu. Dijodohkan, dikhianati dan ditinggalkan mirip kisah-kisah drama yang biasa ia tonton.


"Emm, sebenarnya mama mengenalnya karena kita sudah berulang kali bertemu dengan wanita itu."


"Katakan Kanza jangan bikin mama mati penasaran begini !" sentak mama Laura tak sabar.


"Ihh..mama bilang apa sih,iya..iya Kanza kasih tahu.Sebenarnya wanita itu orang yang sama yang tempo hari pernah menolong mama waktu insiden mama ditusuk itu," jelas Kanza pelan.


"Apa ?!" teriak mama Laura suaranya memenuhi ruang makan itu bahkan bi Inem yang ada di dapur pun sampai terlonjak kaget.


"Ehh...kodok sia maneh kodok !!"umpat bi Inem latah.


"Ya ampun,isuk-isuk kunaon si nyonya teh teriak-teriak tarik kitu cobi ?" gumamnya sambil mengelus-ngelus dadanya karena ruwas kalau orang sunda bilang mah.


Sedangkan di meja makan Kanza dan Sona tampak menutup kedua telinganya bersamaan.


"Huwaaa!...oma..oma kenapa teliak-teliak Cashie kan dadi atut..huwa...hu..huu," ternyata Kanza melupakan keberadaan anaknya Keshia karena sibuk bercengkrama dengan mamanya.


"Cashie...Cashie cucu oma yang cantik maafin oma ya nak, kamu juga Kanza kenapa gak nutup telingan anakmu malah nutup telingamu sendiri !"


Kanza yang ditegur pun hanya tersenyum nyengir.


"Mama sih pakai teriak-teriak segala,"protes Kanza.


"Habis kamu punya info sepenting ini tak pernah memberitahu mama,"omel mama Laura sebal.


"Yasudah ..Cashie anak mami yang cantik seperti peri,yuk kita main di taman saja ya nanti Cashie pakai sayap peri yang kemarin baru papah beliin..oke ?" bujuk rayu Kanza ke anaknya.


Tangis Keshia pun mulai mereda meski sesekali sesenggukan.


"Okeh, api mami yang jadi monstel na yak?"


Kanza pun menggangguk untuk menyenangkan putrinya.


"Hoolleee !!"teriak Keshia senang.


Sona pun terlihat menahan gelak tawanya melihat interaksi ibu dan anak itu. Apakah kelak jika ia sudah menikah dan mempunyai anak, ia juga akan melakukan hal-hal konyol untuk anaknya ? pikirnya.


Lalu Kanza pun berlalu bersama putrinya menuju taman bermain mereka yang ada dibelakang rumah.


"Kanza ! jangan lupa kamu hutang penjelasan ke mama ya ?" hardik mama Laura sebelum Kanza melangkah jauh.


"Siap.mama sayang, nanti Kanza ceritain semuanya dan akan Kanza kupas tajam setajam silet ! he..he."


Mama Laura hanya geleng-geleng kepala.


"Oh..ya Sona bukankah kamu sudah kesiangan untuk berangkat ke kantor ?"tanya mama Laura begitu melihat Sona hanya diam melamun.


Sona pun tampak tersentak kaget.


"Akh ! ajumma benar Sona hampir telat ! Sona berangkat dulu ya ajumma bye !"

__ADS_1


Mama Laura menatap kepergian Sona. Untung saja gadis itu tidak marah setelah ia tahu dipindahkan ke divisi lain dan tidak tanya hal-hal aneh kepadanya.


Kini ia masih heran dengan kisah cinta putranya dengan dokter Hana. Bagaimana seorang Hana bisa membuat Kenzi tak mampu berpaling dengan wanita lain. Padahal wanita cantik banyak.Tiba-tiba ia teringat sesuatu.


"Apakah dokter Hana itu gadis sederhana yang ada difoto yang waktu itu pernah Luna berikan kepadaku ? kenapa aku baru menyadarinya sekarang ?!" gumam mama Laura lirih seraya menepuk dahinya pelan.


Mungkin kini ia mulai menyesali perbuatannya dulu yang meminta putranya itu untuk meninggalkan gadis itu. Setelah gadis itu menolongnya tempo hari diam-diam ia menyelidiki asal-usul gadis tersebut.


Ia sedikit tahu bahwa wanita itu wanita yang pandai diumurnya yang masih muda ia sudah menyelesaikan pendidikan dokternya dan mampu menyelesaikan operasinya ditahun pertama.


Bahkan kini ia sudah jadi dokter spesialis Organ dalam.Dan mama Laura tampak sedih saat mengetahui ternyata Hana sudah yatim piatu.Wanita itu begitu kuat dan tegar menghadapi kerasnya hidup meski sebatang kara ia mampu menyelesaikan pendidikannya hingga sukses seperti sekarang.


"Sayangnya ia sudah bertunangan, andai saja belum terlambat akan ku nikahkan ia dengan Kenzi bukahkan mereka saling mencintai ?apa hanya putraku saja ?" gumamnya lagi pelan.


Rasanya begitu pusing memikirkan kisah cinta putranya itu. Akhirnya ia memilih beranjak menuju kamar untuk istirahat. Lukanya belum sepenuhnya pulih ia harus banyak istrihat dan makan makanan yang mengandung protein.


"Bi tolong bereskan meja makan ya?" titahnya sebelum pergi.


"Baik nyonya." balas bi Inem patuh.


*****


Saat jam makan siang Kenzi memutuskan makan diluar. Ia ingin makan makanan kesukaannya kimbap dan kimci disebuah restoran milik keluarganya yang ada dijalan Cemoro sewu tak jauh dari kantornya.


Karena ini memang jam makan siang sudah pasti keadaan restoran cukup ramai karena banyak yang mengantri ingin memesan. Saat ia baru sampai sudah disambut oleh salah satu karyawan seperti kepala restoran karena terlihat dari seragam yang ia kenakan berbeda dengan yang lain.


"Selamat datang mas Kenzi dan selamat siang !"sapa karyawan yang bernama Edo dengan ramah.


"Siang juga."


"Mas Kenzi ingin memesan apa biar saya dan team siapkan di ruang privat ?" tanya Edo.


Belum sempat ia menjawab,pandangannya teralihkan karena melihat Johan dan Hana yang baru saja duduk di meja pelanggan.


"Mas..mas Kenzi?"


"Akh...sorry, saya pesan kimbap saja dan kimci minumannya seperti biasa ya."


"Baik mas akan segera saya siapkan."


"Satu lagi tolong antarkan ke meja pelanggan saja yang ada di nomer 10 disana jangan diantar ke ruang privat ya, soalnya disana ada teman saya."


"Baik mas Kenzi," balas karyawan tersebut patuh.


Dari kejauhan Kenzi mampu melihat kemesraan mereka berdua. Rasanya begitu nyeri di ulu hatinya.Dulu saja ia yang sering panas-panasin Johan si tomcat itu sekarang giliran ia sendiri yang mengalami.


Tiba-tiba ia tersenyum misterius.


"Selama ada Kenzi jangan harap kalian bisa bermesra-mesraan didepan mata gue lihat saja nanti," gumamnya lirih sebelum beranjak pergi menuju toilet.


Note:


Maaf ya readersku yg cantik n ganteng..😘


maafkan thor-thor yang telat update bbrapa hari dkrenakan jujur thor-thor yang pengancara(pengangguran banyak acara) ini lg kurang sehat bberpa hari.Tpi insyaallah thor-thor usahakan updte,trimaksih dkunganya ya,🙏

__ADS_1


lope yu😘..


__ADS_2