
Siang ini taman rumah sakit tampak terlihat ramai. Banyak penjual balon, penjual gulali, penjual arum manis bahkan penjual bunga menjajakan dagangan mereka dengan gratis.
Para pasien anak-anak sangat antusias berebut arum manis dan juga balon. Dan banyak pohon hias sakura berwarna pink menghiasi area taman itu.
Para penghujung pun mengabadikan diri mereka dengan berselfi ria di area yang menurut mereka bagus. Hana berjalan pelan, ia memperhatikan apa yang terjadi di bawah sana.
"Kenapa di bawah sana ramai sekali ya? seperti sedang ada festival, tapi pihak rumah sakit tidak konfirmasi apa-apa kalau ingin mengadakan acara beginian," gumam Hana bingung.
Ia masih berjalan pelan sambil terus memperhatikan keramaian di bawah sana.Tiba-tiba tanpa sengaja ia menabrak seseorang.
Brruuk !
"Ouww ! sakit !" pekik orang yang ia tabrak barusan.
"Maaf, maaf nona saya tidak sengaja." sambil mengulurkan tangannya untuk membantu orang itu berdiri.
Saat orang itu menerima ulurannya dan mereka saling bertatap muka dan terdengarlah teriakan yang melengking.
"Hanaa !" teriak wanita itu.
"Marisa !" balas Hana berusaha menekan suaranya agar tak kelepasan seperti sahabatnya itu.
Mereka akhirnya berpelukan melepaskan rindu mereka satu sama lain.
"Apakabar loe ? loe kemana aja pergi enggak bilang-bilang ke gue? Loe tau gue enggak bisa makan sampai 2 hari gara-gara nyariin loe !" omel Marisa disela-sela isak tangisnya.
"Apa kamu enggak makan selama 2 hari ? Tapi kamu terlihat masih sehat-sehat saja sekarang," canda Hana.
"Iishh...loe ini ! Loe hutang penjelasan sama gue Han,huu..huu."
"Hei kenapa kamu masih nangis Sa malu dilihat yang lain ?"
"Biarin, gue tuh terharu setelah bertahun-tahun berpisah dari sahabat terbaik gue dan setelah bertemu loe udah sukses...OMG ! loe jadi dokter sekarang Han ? hebat !" pekik Marisa terkejut melihat penampilan Hana yang memakai jas kebesarannya berwarna putih.
Hana pun hanya membalas dengan senyuman.
"Loe sih pantas jadi dokter Han, secara IQ loe di atas rata-rata. Gue sih sudah yakin sedari dulu loe pasti bisa meraih cita-cita kakak loe itu. Ahh..maksud gue almarhum," ucap Marisa sedikit tak enak hati.
"Tidak apa-apa, ya puji syukur seperti yang kamu lihat sekarang ini."
"Lalu apa yang kamu lakukan disini Sa? kamu kesini dengan siapa ?"
"Gue sendirian, biasa asam lambung gue kambuh gara-gara gue makan rujak pedes kebanyakan he..he," tuturnya sambil nyengir.
"Hati..hati Sa makanan begitu memang enak tapi kalau kebanyakan juga enggak enak kan?" nasihat Hana sebagai dokter memang apa yang dilakukan sahabatnya itu memang tak baik untuk kesehatan.
"Loe emang bener tapi memang enak mau gimana lagi, Sebentar gue pengen tahu siapa pacar loe sekarang?" tanya Marisa mencoba mengalihkan.
Dengan tersenyum Hana pun menunjukan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya.
"Whatt ! jadi loe udah tunangan? Siapa laki-laki itu kasih tau gue Hana, gue penasaran laki-laki yang bisa meluluhkan hati seorang Hana itu siapa?" tanya Marisa dengan menggebu-gebu.
Hana masih diam membiarkan sahabatnya itu seperti cacing kepanasan karena penasaran. Ia hanya tersenyum malu membuat sahabatnya itu gemas sendiri.
"Iih...loe nyebelin ! kenapa diem mulu Hana jawab dong jangan bkin gue mati berdiri !" desak Marisa lagi.
"Johan."
"Sumpeh loe ! apa kuping gue enggak salah dengerkan?" ucap Marisa dan mulai menajamkan indra pendengarannya.
"Iya, tunanganku itu Johan," jawab Hana pelan.
"Johan si ketua kelas kita dulu ?" tanya Marisa lagi memastikan.
Hana pun mengangguk sambil menampilkan tersenyum dengan tenang. Sudah dipastikan sahabatnya itu yang paling heboh sendiri.
"O..em to the Ji ! OMG ! ternyata benar dia sudah ku duga itu anak emang sedari dulu care banget sama loe Han, loe beruntung dapet dia."
"Aku juga tak menyangka Johan memiliki perasaan denganku Sa, sampai ia ngikutin aku kuliah ke jawa coba."
"Sumpeh loe ! So sweet banget sih ! ni nih cowok yang seperti ini yang perlu dilestarikan."
"Lalu bagaimana hubungan loe dengan Kenzi ? apa kalian sudah bertemu kembali."
"Sudah."
"Serius ? Lalu apa ia tahu kalau loe sudah bertunangan dengan mantan rivalnya Johan?"
__ADS_1
"Rival ?" tanya Hana tak mengerti.
"Hana..Hana, semua orang satu sekolah sudah tahu mereka itu rival dalam segala hal. Hanya saja mereka tak terlalu menunjukannya ke publik, termasuk rival dalam mendapatkan hati loe tapi tetap saja Kenzi yang lebih menonjol dari Johan."
"Aku tidak memperhatikannya dulu."
Marisa pun menepuk dahinya pelan. Kenapa sedari dulu temannya ini tidak peka sama sekali.
"Gue tanya lagi apa Kenzi tahu semua ini ?"
"Iya dia sudah mengetahuinya."
"What ?! terus gimana reaksinya? gue tau Kenzi sayang banget sama loe, sampai ia dijodohkan dulu dengan Luna ia begitu frutasi dan takut menghadapi loe. Katakan lah ia pecundang, tapi itu semata karena takut menyakiti loe Han. Dia belum pernah mutusin loe kan ?"
"Bagaimana kamu tahu Sa ?"
"Boby yang cerita semuanya ke gue."
"Lalu bagaimana perasaan loe ke dia Han ?" tanya Marisa kemudian.
"Entah,aku merasa tidak yakin Sa. Kita pernah makan beberapa kali bersama tapi aku seperti tidak rela melihat ada wanita lain disampingnya."
"Itu artinya loe masih mempunyai perasaan untuk Kenzi Hana !" seru Marisa lagi heboh.
"Jangan ngawur aku sudah bertunangan Sa."
Hana masih berkilah tentang perasaannya sendiri. Ia sendiri juga masih tak yakin akan perasaan itu.
"Sekarang gue tanya apa loe mencintai Johan ?" tanya Marisa penuh selidik.
"Kalau itu, hubungan kami berawal dari persahabatan Sa. Awalnya begitu sulit menerimanya karena bagaimana pun aku sudah menganggap ia sebagai temanku, hatiku masih belajar untuk menerimanya."
"Ikuti saja apa kata hati loe Han, gue yakin loe akan nemu kebahagian loe suatu saat nanti," nasihat Marisa seraya menepuk pundak Hana pelan memberi dukungan.
Hana pun mengangguk membenarkan ucapan Marisa terhadapnya.
"Menurut loe, apa pendapat loe tentang Kenzi dan Johan ?"
"Johan itu pria yang lembut ia selalu memperlakukanku seperti putri kalau Kenzi, segala yang ia lakukan selalu 'menggemparkan' !" sambil memperagakan apa yang ia terakhir ucapkan.
"Maksudnya ?"
"Coba lihat dibawah sana Hana, lihat ! Ucapan loe benar Kenzi sedari dulu memang selalu menggemparkan !!"pekik Marisa sambil menunjuk kearah segerombolan orang berbaju serba hitam mirip geng Yakuza asal Jepang.
Hana pun mengikuti arah telunjuk Marisa dan benar ia melihat segerombolan orang berbaju hitam yang dipimpin oleh lekaki itu.
"Kenzi ?! sedang apa ia kesini ?" gumam Hana lirih.
" Ayo, Hana kita lihat kebawah kali ini apa yang lelaki itu akan lakukan gue jadi penasaran," ajak Marisa sambil menarik pergelangan tangan Hana menuju ke taman yang ada dibawah sana.
Ditengah kerumunan Kenzi sedikit agak gugup. Ia akan melakukan hal ini lagi setelah sekian lama ia vakum dari hobynya ini. Setelah ia pastikan semua beres ia bersiap memulai acara yang sudah ia rencanakan itu.
"Cek...cek...cek"
"Hmm, Selamat siang maaf sudah mengganggu waktu kalian saya akan luangkan waktu saya sebentar untuk menghibur kalian tentu saja atas ijin bapak direktur rumah sakit, terima kasih ya pak sudah memberi ijin saya untuk menghibur pasien-pasien disini," sapa Kenzi sambil tersenyum hormat menengadah kearah kepala direktur rumah sakit yang melihatnya dari lantai dua.
Pak direktur membalasnya dengan anggukan karena sudah dipastikan tidak terdengar dari bawah sana.
"Oke ..langsung saja ya, lagu ini sangat terkenal pada masanya. Bagi ya tahu boleh ikut bernyanyi."
Lalu terdengar petikan suara gitar Kenzi yang mengalun merdu membuat siapa pun terbius untuk mendengarkannya.
Nae meoriga neomuna nappaseo
neo hanabakke nan moreugo
Tareun sarameun bogoittneun neon
ireon naemaeumdo Moreugettji
Terdengar teriakan dari para remaja yang ada didepannya seolah melupakan tujuan mereka untuk datang ke rumah sakit.
"Oppa !! oppa Kim Hyun Joong !arrghhh ! kenapa mirip banget !" teriak seorang remaja.
"Iya sumpah suaranya mirip banget ! gila pria itu juga handsome and cool banget dengan kacamatanya,jasnya ! arrghh! gue harus vlog-in ini !"pekik salah satu temannya.
"Hy...gaes jumpa lagi sama gue miss Kepo! gue sekarang lagi di konser seseorang yang gue belum kenal siapa? tapi Sumpah! doi keren banget ! nih kalian bisa lihat sendiri !" ucapnya sambil mengarahkan kameranya ke arah Kenzi yang sedang bernyanyi didepannya.
__ADS_1
Penampilan Kenzi yang cool dengan jasnya yang serba hitam dan pearching di telinganya tak lupa kacamata hitamnya bertengger manis disudut matanya menambah sempurna penampilannya siang itu. Ia terlihat seperti penyanyi sungguhan.
Sedangkan Boby merasa cengoh sendiri. Tadi ia lihat bosnya itu latihan bernyanyi tapi bukan ini lagunya.
Sementara Kenzi sedang bernyanyi ditengah kerumunan, anak buahnya menyebar memastikan keamanan disekitar. Bagaimana pun ia harus mengantisipasi jika sesuatu hal buruk bisa saja terjadi dimana pun tempatnya.
Kini Hana dan Marisa berdiri tepat dihadapannya membuat perasaannya bersemangat untuk menyuarakan isi hatinya.
Niga neomu saenggaknaneun nalen, (reef)🎶
Gaseun sirigo seulpeun Naleneun
Niga bogosipta ipgae maemdora,
honja dashi tto crying
For you
Honja dasi tto missing for you
Baby I love i'm waiting
For you
Bye bye never say goodbye 🎶
ireohke japji mothajiman
I need you amu maldo mothae I want you
Paraedo dashi paraedo
Niga neomu bogosipeun nalem, 🎶
neomu kyeondigi himdeul naleneun
Neoreul saranghanda ipgae maemdora,
honja dashi tto missing
For you
Niga neomu saenggaknaneun nalen 🎶
kaseun sirigo seulpeun Naleneun
Niga bogosipta ipgae maemdola
honja dasi tto crying
for You
Honja dasi tto missing for you
baby I love you Im waiting
For you
Diakhir lagunya Kenzi menunjuk kearah Hana.Membuat wanita itu menampilkan semburat merona di wajah cantiknya. Sedangkan Hana merasa deg-degan dibuatnya. Hatinya berdebar-debar, sepertinya lirik lagu itu memang untuknya.
"Wow ! Kenapa Kenzi makin keren banget sih sekarang ?! gue jadi ngefans lagi kan !" teriak Marisa asal.
Sedang ditengah sana Kenzi masih menatapnya tanpa berkedip.
"Hana lagu ini untukmu, aku harap suara hatiku ini sampai ke relung hatimu yang terdalam." batinnya dalam hati.
Hana hanya membalas tatapan itu dengan sedih. Ini seperti mengingatkan masa-masa muda mereka dulu.Ia masih mengingat bagaimana dulu lelaki itu menyatakan perasaannya dihadapan orang banyak.
Tapi sayang status mereka sekarang sudah berbeda.Ia harap lelaki itu mengerti , bahwa saat ini ia tak bisa lagi membalas perasaan lelaki itu terhadapnya.
Sedangkan dibelakang Hana, Johan memandangnya dengan bersidekap dengan tatapan yang sulit diartikan.
Note :
info buat yang bingung sama lagunya. Judulnya itu 'Because I'm Stupid'
by Kim Hyun Joong.
__ADS_1