
Siang menjelang sore itu mobil Kenzi melaju membelah keramaian ibu kota. Sepanjang perjalanan tangan Kenzi menggenggam jemari Hana dengan erat seakan tak ingin melepaskan.
"Kenz, kalau boleh tau kita mau kemana ya?" tanya Hana gugup.
Sungguh saat ini isi fikiran Hana yang biasanya berisi rumus-rumus jadi memikirkan hal-hal yang sedikit menyimpang dari biasanya. Hana berfikir kalau orang pacaran itu harus melakukan hal-hal yang sewajarnya orang pacaran seperti k*** dan lain-lain. Wanita berwajah oriental itu jadi gugup bahkan tangannya pun berkeringat dingin. Hana takut Kenzi akan meminta hal-hal aneh padanya.
"Ada sih..nanti kamu juga tau ,"balas Kenzi sambil tersenyum.
Hana pun tak bertanya lagi. Fikirannya masih memikirkan hal-hal yang aneh. Semisal apa yang dia fikirkan terjadi mungkin saatnya ia mengeluarkan jurusnya yang tersembunyi.
"Han...tanganmu terasa dingin? apa AC nya kebesaran biar aku kecilin ," tanya Kenzi saat tak sengaja menyentuh tangan gadis itu.
"Ohh...enggak kok biasanya aja Ken, kamu enggak perlu khawatir ," kilah gadis tionghoa.
Kenzi memandang wanita yang ada disampingnya. Ia bisa menebak gadis yang ada disampingnya saat ini pasti merasa gugup terlihat dari sikapnya yang salah tingkah dan caranya berbicara yang gugup. Lucu dan menggemaskan pikir Kenzi. Kenzi merasa beruntung bisa memiliki seorang Hana. Hana memiliki inner beauty yang terpendam dan tersembunyi.
Mobil sport itu melaju kearah yang menjauhi ibukota dan mulai memasuki daerah perbukitan yang jalannya sedikit terjal. Setelah naik turun selama kurang lebih 20 menit sampailah mereka ke atas bukit.Terlihat pemandangan ibukota dari atas bukit itu.Udaranya masih segar dan alami tanpa ada campuran polusi.
Dari atas bukit itu bisa melihat Sunshet yang tampak indah dengan langit berwarna jingga ke orange -an menampakan senja yang begitu mempesona.
"Kenz...kamu tau dari mana tempat ini ?indah sekali ! " pekik Hana takjub.
Hana tak menyangka di ibukota yang padat penduduknya masih ada tempat seperti ini.
"Kamu suka?" tanya Kenzi balik.
Sungguh pemandang terindah bagi Kenzi yaitu memandang Hana dari samping.
"Su..su ...suka kok...," jawab Hana gagap.
Gadis itu pun mengutuk mulutnya sendiri kenapa sekarang dirinya berubah menjadi gagap saat berhadapan dengan Kenzi.
"Kalau kamu suka kita bisa setiap hari kesini ,"tawar Kenzi lembut dan terus memandangi Hana.
"Memang ini dimana? kayaknya jauh dari keramaian ya?"tanya Hana lagi.
"Hm..sekarang kamu jadi banyak bicara ya? aku pikir wanita es sepertimu akan selalu dingin seperti es ,"canda Kenzi.
Gadis berwajah oriental itu pun menekukan wajahnya. Apakah sekarang dirinya sudah banyak bicara dengan orang lain selain ibunya? Hana jadi memikirkannya.
"Hei..heii...aku cuma bercanda Hana, jangan cemberut gitu dong,s enyum kayak gini ,"hibur Kenzi sambil menyentuh kedua pipi Hana yang sedikit chubby memaksanya untuk tersenyum.
"Hayu keluar...,"ajak Kenzi.
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan kearah depan mobil.
__ADS_1
"Han ..mau naik keatas sini?" tawar Kenzi sambil menunjuk kearah kap mobilnya.
"Bagaimana caranya?" tanya Hana polos.
Kenzi hanya terkikik geli melihat betapa polosnya seorang Hana.
"Sini..kamu pegangan sama aku, dan aku akan mengangkatmu keatas jadi maaf ya sebelumnya ," ucap Kenzi meminta ijin.
Hana pun hanya menganggukan kepalanya tanda setuju. Sudah dipastikan mukanya sudah semerah tomat matang.Berada didekat Kenzi membuat wajahnya terasa selalu panas dan jadi salah tingkah.
Saat Hana sudah diatas,bKenzi pun menyusulnya untuk duduk disamping Hana. Kedua remaja itu sama-sama terdiam bingung untuk memulai obrolan mereka dari mana.
"Kamuu !"ucap Hana dan Kenzi bersamaan.
"Oke..kamu aja ,"tunjuk Hana ke Kenzi.
"No...lady first ,"tunjuk Kenzi balik.
"Ah..baiklah.emm..aku boleh tanya sesuatu?"
"Tentu...anything , "jawab Kenzi masih asyik memandang Hana dari samping.
Sedangkan Hana yang dipandang pun tak berani menatap balik Kenzi.Pandangannya hanya lurus kedepan dan menatap sekitar.
Dirinya masih bingung kenapa seorang Kenzi bisa menyukai gadis sederhana seperti dirinya.
"Bagiku gak ada alasan..aku hanya berusaha mengikuti kata hatiku. Dan aku akan mengejar apa yang sudah membuat ini bergetar ,"tunjuk Kenzi pada hatinya.
Hana tersenyum malu.Wajahnya yang putih memang mudah memerah. Bahkan kali ini sudah mirip udang rebus. Kenzi senang melihat muka Hana yang memerah merona seperti itu.
"Bukankah saat ini kamu sedang dekat dengan seorang gadis bernama Luna ?"
"Luna ya ? aku hanya menganggapnya teman tidak lebih. Aku tak memiliki rasa lebih kepadanya ," jujur Kenzi.
"Oh, Aku pikir dia kekasihmu."
Kenzi pun hanya menggeleng pelan.
"Itu hanya ulah anak-anak yang sudak menjodohkanku dengannya."
"Sekarang...aku juga pengen tanya balik boleh?" tanya Kenzi dengan raut wajah serius.
"Silahkan...," balas Hana.
"Kenapa kamu mau menerimaku, padahal kamu masih punya pilihan untuk menolaknya. Sedari awal aku sudah siap apapun keputusanmu. Tapi hari ini...you are my mine !" tutur pemuda maskulin.
__ADS_1
"Apa sedari awal kita bertemu , kamu sudah jatuh hati padaku?"ucap Kenzi lagi dengan percaya diri.
Muka Hana memerah lagi. Bagaimana mungkin dia mengakui perasaannya.bSemenjak perkenalan yang tak disengaja itu setiap hari hidupnya seakan selalu terikat dengan Kenzi seperti sudah ada benang takdir yang mengikat dirinya dengan laki-laki disampingnya itu.
"Tuh..kan bener..mukamu blushing gitu..iya kan?"desak Kenzi lagi.
"Stop..Kenz udah aja ya !"ucap Hana dengan cemberut ingin menyudahi.
"Oke...aku bercanda jangan cemberut gitu dong my ice Princess ,"canda Kenzi sambil menaik turunkan alisnya.
Tindakan Kenzi seperti itu terlihat konyol dimata Hana.Hana pun tersenyum Kenzi pun tertawa. Akhirnya mereka pun tertawa bersama-sama.
"Han....,"panggil Kenzi lembut sambil tangannya menggenggam tangan Hana lagi lebih erat. Hana pun reflek menoleh dan tiba-tiba jantungnya terasa berdetak lebih cepat. Bagaimana tidak jarak pandangan mereka sudah dekat. Bahkan Hana mampu mencium aroma mint dari nafas Kenzi..
(Tuhan...apakah ini saatnya?Aku harus bagaimana?),teriak Hana dalam hati.
Saat jarak mereka sudah semakin tipis tiba-tiba.
"Hhuaaaciiim !!" terdengar Hana bersin tepat di hadapan muka Kenzi.
"Haduuh...maaf Ken, tiba-tiba aja aku pengen bersin ," (untung saja...untung saja gak jadi jantungku udah hampir lepas)gumam Hana dalam hati.
"Gak papa...maaf ya Han, aku hampir kelepasan.Sepertinya sudah terlalu sore udaranya juga udah mulai dingin lebih baik kita masuk ke mobil ,"ajak Kenzi.
"Baiklah....,." balas Hana.
"Lebih baik kamu pakai saja jaketku ini Han, udara malam gak baik buat kesehatan ," titah Kenzi seraya memakaikan jaket jeansnya ke seorang gadis yang baru saja menjadi kekasihnya beberapa jam lalu.
"Terima kasih Ken..."
"Seharusnya aku yang berterimakasih, karena kamu sudah memberi kesempatan untukku bisa memilikimu."
"Han....aku ingin kamu berjanji apapun yang terjadi jangan pernah tinggalin aku, jangan bosan menungguku, dan selalu ingat aku ," pinta Kenzi.
Kenzi merasa mungkin hubungannya dengan Hana tidak bakal bisa berjalan mulus karena seperti ada tembok besar yang menghalangi .Tapi untuk kali ini biarlah mereka mengukir cerita mereka di bangku sekolah untuk dikenang di kemudian hari.
"Aku tak keberatan selama aku mampu aku akan melakukannya ,"balas Hana menyakinkan.
"hamsahamnida..saranghae..," ucap Kenzi lembut.
"Yasudah..mari kita pulang, aku ingin membeli sesuatu untuk ibumu ," kata Kenzi mengakhiri.
Hana hanya menggangguk tanpa bertanya lagi ke Kenzi. Sudah dipastikan muka Hana sudah memerah seperti tomat. Bukannya Hana tak tahu apa yang barusan Kenzi ucapankan itu adalah bahasa Korea. Itu kali pertama Kenzi mengucapkannya ke Hana.
Dan Hana juga mengetahui bahwa Kenzi keturunan Indo-Korea dari temannya Marisa sebagai salah satu fans Kenzi. Mengingat itu bagaimana nanti tanggapan temannya itu jika tahu hubungannya dengan Kenzi.
__ADS_1