My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Menemukanmu


__ADS_3

Saat sudah dekat dengan ruangan mamanya Kenzi pun menjatuhkan Sona dengan kasar.


Bruukk !!


"Ouuww !! oppa...oppa jahat !" rengek Sona karena dijatuhkan oleh Kenzi dengan tiba-tiba.


"EGP !"


"Hah ? EGP ?" tanya Sona dengan muka polosnya.


"Emang Gue Pikirin !"


Ia tampak acuh tak acuh meninggalkan Sona yang masih terduduk dilantai.


"Iih...nyebelin ! dasar mister jutek kayak tembok, eh bukan ding kayak galon, kayak boneka Younghee !" umpat Sona kemudian setelah Kenzi lebih dulu masuk ke kamar rawat mama Laura.


Bonena Younghee adalah boneka pencabut nyawa yang ada di film asal Negeri Gingseng yaitu Squid Game .


Ia pun dengan tertatih berjalan mengikuti masuk ke dalam.


"Mama, mama tidak apa-apa?" tanya Kenzi panik melihat mamanya terbaring lemah dirumah sakit.


"Mama tidak apa-apa Ken, kamu kesini sama siapa ?"


"Syukur lah, tuuh ma..sama parasit !"sahut Kenzi jutek.


"Kenzi gak boleh gitu, Sona kan sekarang sudah jadi sekretaris pribadimu."


"Ma...sebenarnya Kenzi tidak suka, Kenzi pengen punya sekretaris yang cekatan dan kompeten tidak dikit-dikit ngeluh kayak dia !" ucap Kenzi sebal.


"Kenzi kamu harus sabar, memang kamu pengen punya sekretaris yang bagaimana ?"


"Kalau bisa yang laki-laki saja ma, Kenzi males kalau harus berhadapan dengan perempuan apalagi perempuan yang manja dan suka tebar pesona."


Mama Laura pun hanya tersenyum mendengar penuturan putranya.


"Nanti kamu rekrut saja karyawan baru sesuai kriteriamu."


"Yang bener ma ? Kenzi boleh pilih sekretaris sendiri ?"


Mama Laura pun menggangguk kepala tanda mengijinkan.


"Tapi bagaimana dengan Sona dan papa ma ? pasti papa tidak setuju dengan usul Kenzi ini ."


"Kamu tenang saja, Sona nanti bisa dipindahkan ke divisi lain..Kalau papa biar jadi urusan mama, mama yang akan membicarakannya nanti."


Sebenarnya Sona adalah gadis yang sopan dan baik bila harus menjadi istri Kenzi. Akan tetapi kekurangannya hanya satu gadis itu tidak bisa memasak. Mama Laura tak ingin memberatkan hidup anaknya dikemudian hari.


"Terima kasih ma, Kenzi sayang banget sama mama."

__ADS_1


"Mama juga Ken"


Sona yang masih berdiri didepan pintu pun terdiam terpaku mendengar obrolan ibu dan anak itu. Apakah mereka tidak menyukainya selama ini ? Dan kenapa ia harus dipindahkan ke divisi lain ?


Sebelum mereka menyadari akan kehadirannya dengan pelan-pelan ia keluar dari kamar rawat itu. Ia memutuskan untuk pulang saja. Lebih baik ia tidak terburu-buru dalam mengambil hati dan melupakan ucapan mereka tadi.


"Ken...kemana Sona ? kenapa ia tidak ikut masuk ?"


"Seharusnya ia ikut masuk ma, Kenzi juga tidak tahu mungkin dia pulang," ucap Kenzi sambil mengedikan bahunya.


Sebenarnya ia mengetahui jika Sona sedari tadi berdiri diambang pintu mendengarkan obrolan mereka. Maka dari itu ia sengaja memancing-mancing mamanya biar gadis itu sadar akan posisinya.


"Ma, Kenzi penasaran bagaimana bisa sampai ke rumah sakit ? siapa orang yang sudah menolong mama ?"tanya Kenzi.


"Oh, itu mama ditolong gadis yang sangat baik,ternyata ia seorang dokter yang hebat. Berkatnya mama tidak mengalami kehabisan darah akibat luka tusukan ini," tunjuknya kearah luka yang diperban.


"Siapa ma ?"tanya Kenzi lagi ingin tahu.


"Dia temannya dokter Johan dokter yang sudah menanganimu beberapa bulan lalu kau masih ingat ?"


"Hana ! Apakah gadis itu Hana ?!"


"Namanya kalau tidak salah...na..naa " mama Laura tampak mengingat-ingat kembali.


"Hana namanya ma," potong Kenzi cepat.


"Akh, iya itu dia dokter Hana! Kenapa mama bisa lupa ya padahal mama masih muda baru juga punya cucu satu."


"Ya sudah ma, maaf tiba-tiba Kenzi ingat sesuatu dan Kenzi melupakannya, Kenzi keluar sebentar ya ma nanti Kenzi akan kembali lagi."


"Oh..baiklah mama juga ingin istirahat saja."


"Mama tak perlu khawatir nanti Kenzi sewakan bodyguard untuk menjaga mama, kalau sudah kejadian seperti Kenzi takut terjadi sesuatu lagi dengan mama."


"Terima kasih Ken, ini hanya kecelakaan kok."


"Tetap saja Kenzi khawatir dengan keadaan mama dan juga kak Kanza mulai besok kalian akan dikawal bodyguard kemanapun kalian pergi."


"Ya sudah terserahmu saja nak, mama ingin istirahat."


"Baiklah, Kenzi keluar ya ma."


Kenzi pun menutup ruangan mamanya dengan pelan-pelan.Ia menyuruh seorang perawat untuk menjaga mamanya yang seorang diri diruangannya. Karena kak Kanza masih dalam perjalanan dari rumah mertuanya yang ada di bohor dan papa Kim baru bisa take off nanti malam.


Lalu Kenzi pun mencoba menelusuri rumah sakit itu mencari keberadaan Hana. Ia ingin tahu apakah Hana yang mamanya maksud sama dengan Hana mantan kekasihnya dulu.


Kini ingatan Kenzi sudah pulih meski belum pulih sepenuhnya. Ia sudah mengingat kembali tentang Hana. Maka dari itu ia menjauhi Sona. Ia tahu sebenarnya gadis itu menyukainya oleh karena itu ia tak akan membiarkan wanita lain memasuki hatinya.Karena hatinya masih terisi akan Hana seorang.


"Hana dimana kamu Hana?? kini aku sudah mengingat semua tentang kita,aku ingin kita seperti dulu."

__ADS_1


Ia pun berjalan mengelilingi rumah sakit mencoba mencari keberadaan Hana. Akan tetapi tak terlihat sosok Hana di semua tempat yang ada di rumah sakit itu.


Kenzi terduduk lelah di kursi tunggu untuk beristirahat sejenak. Saat ia akan melanjutkan pencariannya kembali, ujung matanya seperti menangkap bayangan wanita dari kejauhan yang sedari tadi ia cari-cari hingga kelimpungan seperti itu.


"Hana !"ucapnya lirih.


Tanpa fikir panjang ia berlari mengambil langkah seribu sampai beberapa orang tertabrak olehnya.


"Maafkan..maafkan saya.," ujarnya kepada beberapa orang yang tertabrak olehnya.


Sebagian ada yang mengumpat sebagian ada yang memaklumi. Kini jaraknya dengan Hana sudah semakin jauh tertinggal.


"Aku tak boleh kehilangan jejaknya, Hana aku harus menemukanmu."


Dari lantai 1 ia melihat Hana yang sedang berjalan bersama Johan menuju parkiran. Kenzi pun segera bergegas untuk menyusul mereka berdua.


Sampainya ia di basement dengan segera ia mencari keberadaan 2 orang itu. Karena lantai basement yang diperuntukan khusus untuk parkiran mobil itu begitu luas sedikit menyulitkan ia mencari mereka.


Hingga ia melihat sebuah mobil berwarna putih yang terlihat mengitari basement menuju jalan keluar.Dengan cepat ia berlari untuk menghentikan kemudi mobil tersebut.


Cckiiitttt !!!


"Astaga !" teriak Hana yang terkejut dengan kehadiran Kenzi yang tiba-tiba begitu pula Johan tak kalah terkejutnya.


Pasalnya Kenzi tiba-tiba muncul dan berdiri tepat di tengah jalan keluar yang akan dilalui oleh Johan dan Hana.


"Kenzi !" ucap mereka bersamaan.


"Ken, apa loe sudah gila ?! gue hampir aja nabrak loe," tegur Johan kemudian.


Kenzi tampak tak mengindahkan ucapan Johan.Pandangannya fokus menatap tajam kearah wanita yang selama bertahun-tahun hampir membuatnya gila. Hingga membuatnya tak mampu melihat wanita yang lain.


"Hana, aku ingin bicara denganmu," ucap Kenzi lirih tapi masih terdengar oleh mereka berdua.


Hana pun merasa kasian melihat penampilan lelaki yang berdiri didepannya itu.Tampak berantakan dengan keringat bercucuran membasahi dahi dan kemeja biru yang ia kenakan.


"Jo...bolehkah aku menemuinya ?" tanya Hana pelan.


Takut jika Johan tak mengijinkannya. Sebenarnya Johan sedikit tak rela tapi bagaimana lagi.


"Baiklah, apa aku perlu menemanimu ?"


"Tidak perlu Jo, mungkin kita butuh waktu berdua saja untuk membicarakan suatu hal yang mungkin belum selesai antara kita."


Johan pun mengerti. Memang masalah mereka berdua yang belum usai harus segera diselesaikan.


"Baiklah, nanti kalau ingin pulang telepon saja aku nanti aku jemput."


Hana pun mengangguk patuh. Lalu ia pun keluar dari mobil Johan. Dan berjalan menuju Kenzi. Johan pun mulai menghidupkan mesin mobilnya kembali dan berlalu meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Sejujurnya Johan sedikit khawatir. Ia takut jika Kenzi sudah mengingat masa lalunya dan Hana yang akan berubah fikiran dan berpaling darinya. Untuk saat ini ia belum siap untuk ditinggalkan oleh wanita itu.


__ADS_2