My Ice Girl,Saranghae...

My Ice Girl,Saranghae...
Memberi Tahu Johan


__ADS_3

Kondisi perusahaan KBA Beauty semakin hari semakin genting. Ini di karenakan kabar yang merebak luas ke seluruh ibu kota akibat cetusan seorang konsumen yang mengaku wajahnya rusak timbul jerawat batu di sekujur wajahnya setelah menggunakan produk KBA beauty.


Wanita yang mengaku korban dari produk kecantikan KBA Beauty itu dari kalangan selegram. Oleh sebab tak heran jika kabar miring yang menerpa perusahaan KBA Beauty dapat menyebar luas dengan mudah


Papa Kim semakin gelisah, kabar itu semakin mencuat naik ke ranting tertinggi dalam berita pertelevisian tanah air. Kalau sudah begini terus-menerus bisa-bisa perusahaan kecantikan yang susah payah ia bangun dari nol bisa mengalami kemerosotan dratis dan terancam bangkrut.


Lelaki paruh baya itu memijit pelipisnya pelan. Mungkin berbagai masalah yang muncul membuat kepalanya sedikit pening. Kini ia harus bertindak cepat, mungkin ia akan menyetujui usulan Luna, jika ia merestui wanita model itu menikah dengan putra bungsunya Kenzi.


Lalu ia mulai menggeser-geser benda pintar miliknya yang berlogokan apel digigit dan menekan tombol hijau pada layar yang menampakan sebuah nomor.


"Hallo Ken, papa ingin bicara denganmu segera datang keruangan papa !" titah papa Kim dengan tegas.


Tanpa menunggu jawaban dari putranya papa Kim memutuskan saluran panggilannya sepihak.


Setelah menerima panggilan pribadi dari papanya, Kenzi hanya mengerutkan dahinya bingung.


Kenapa tiba-tiba papanya memintanya untuk ke ruangannya? Apakah ada yg ingin beliau bicarakan lagi, bukankah tiga puluh menit yang lalu rapat dewan direksi baru saja usai dan semua sudah di bicarakan di dalam rapat.


Kenzi terlihat menimang-nimang kembali titah papa Kim. Karena sehari saja ia absen dari kantor untuk mencari keberadaan Hana, kini meja kerjanya dipenuhi dengan dokumen-dokumen yang menanti untuk ia tanda tangani. Karena perannya sebagai Ceo dalam perusahaan sangat penting ia tak bisa berlama-lama meliburkan diri.


Dengan hati yang bertanya-tanya ia ayunkan tungkai kakinya menuju ke ruangan papa Kim yang masih 1 lantai dengan ruangannya.


Tok !


Tok !


Tok !


"Masuk !" sahut papa Kim dari dalam.


Lelaki maskulin itu pun masuk keruangan papanya dengan raut wajah penuh tanya.


"Kamu pasti bertanya-tanya kenapa papa menyuruhmu untuk keruangan papa ini iya kan ?" tebak papa Kim yang seakan bisa membaca raut wajah anaknya.


"Iya pa, memang apa yang ingin papa bicarakan ?"


"Ini mengenai pernikahanmu dengan Luna," ucap papa Kim mengawali.


"Pa, Kenzi kan sudah pernah tegaskan. Kalau Kenzi tidak bisa menikah dengan Luna pa," bantah Kenzi.


"Kenzi ! dengerin papa dulu, ini menyangkut perusahaan kita. Perusahaan kita sedang mengalami kritis ! Kamu tak lihat perusahaan kita jadi bintang utama di televisi maupun surat kabar ? Lama-lama pelanggan kabur dan kita juga bisa kehilangan custumer tetap."


"Tapi pa, Kenzi yakin semua ini pasti ada pihak yang sengaja menyabotase perusahaan kita pa kasih waktu Kenzi. Kenzi akan segera temukan dalang dari semua masalah ini."


"Tidak bisa Ken, omset kita semakin hari semakin menurun dan jauh dari target untuk bulan ini. Papa takut ini berdampak pada keuangan perusahaan. Bahkan artis Gal Gadot pun menolak kerja sama perusahaan kita yang ada di Seoul," jelas papa Kim.


Kenzi pun menghela nafasnya kasar. Kepalanya mulai berdenyut-denyut memikirkan segala masalah yang terjadi secara bersamaan. Ia yakin ini ada ulah sabotase dari seseorang tapi siapa ? Ia harus mencari tahunya sendiri.


"Memang apa yang sudah keluarga Alexandria janjikan kepada papa ?"


"Mereka berjanji akan menghapus semua jejak digital tentang perusahaan kita Ken, bahkan mereka bisa membekukan media-media nakal yang sudah menyebarkan luaskan masalah perusahaan kita ini."


Kenzi terdiam. Ia tampak berfikir sejenak, semenjak diculiknya Hana ia tak bisa menghubungi Luna. Wanita model itu tampak begitu susah untuk di temui. Padahal ia hanya ingin menanyakan keberadaan pria bermata sipit itu.


'Akh ! jangan-jangan Luna ikut andil dalam penculikan Hana ? aku harus memastikannya sendiri," gumamnya dalam hati.


Sepertinya ia harus mengikutinya permainan dari wanita itu untuk mengetahui keberadaan Hana. Meski harus mengorbankan masa depannya sendiri.

__ADS_1


"Baiklah pa, Kenzi bersedia. Jadi kapan mereka memutuskannya?"


"Mereka bilang 3 hari lagi Ken ."


"Apa ???!! "


💐💐💐💐


Siang hari di sebuah Cafe Johan duduk dengan gelisah menanti kedatangan seorang wanita. Tak lama kemudian muncullah wanita cute dengan riasan wajah sedikit menor.


Wanita cute itu masih mengenakan pakaian formalnya. Karena waktu bertemunya dengan dokter manis bertepatan jam makan siangnya. Wanita berdarah Korea itu mengenakan atasan turtleneck dibalut dengan blazer dengan motif bintik-bintik. Dan menggunakan rok mininya yang diatas lutut.


Sebenarnya riasan wanita cute tidak terlalu menor hanya warna lipstiknya saja yang terlalu menyala dipadu dengan wajah bersihnya jadi terlihat sangat mencolok.


"Hai, dokter manis apakabarnya ?" sapa wanita itu dengan ramah.


"Alhamdulillah baik Sona, apakabarmu ?" tanya Johan balik.


Sedari dulu Johan akan berkata dan bersikap baik kepada orang yang menurutnya baik. Seperti memakai panggilan 'aku' 'kamu' sama seperti dirinya saat bersama Hana. Cara bicaranya ini yang ia rubah semenjak bersama wanita berwajah oriental itu. Tetapi itu hanya berlaku kepada wanita saja tidak untuk teman laki-lakinya.


"Puji Tuhan, Sona baik-baik saja. Kalau tidak baik tidak mungkin Sona ada dihadapan dokter pasti Sona sudah berhibernasi seharian di kamar sambil menggulung diri didalam selimut seperti lemper," ujar Sona sambil terkekeh.


"Kamu tau lemper juga ?"


"Tau dong, kemarin di bawakan temen kerja. Rasanya lumayan," jawabnya riang.


"Aku fikir di Korea juga ada karena kamu tahu lemper juga," canda Johan.


"Kebanyakan kue-kue basah disana itu terbuat dari tepung bukan dari beras atau ketannya langsung."


"Oh begitu, oke langsung saja ya kenapa tiba-tiba kamu mengajakku untuk bertemu disini ? apa ini tentang Hana katamu kau tau keberadaan Hana sekarang?" tanya Johan dengan raut wajah serius.


"Katakan saja tidak usah ragu," desak Johan lagi.


"Sebenarnya eonni Hana selama ini tidak sembunyi, ia hanya menyamar untuk menutupi jati dirinya dari kita," ucap Sona hati-hati.


"Apa maksudmu Sona? aku tak mengerti."


"Apa dokter pernah bertemu dengan pria kecil berkumis tipis temannya oppa Kenzi ?" tanya Sona dengan menaik turunkan alisnya.


"Pernah, itu pun hanya sekali saat aku mencari keberadaan Hana."


Braaakk !!


"Itu dia !"


Sona pun menggebrak meja dengan keras sehingga menimbulkan suara yang mengejutkan bagi Johan dan pengunjung yang lain.


"Astaga ! G*la loh main gebrak aja !" hardik Johan kaget.


Sedangkan wanita berwajah cute itu terlihat cengengesan. Ia hampir menertawakan wajah Johan yang menurutnya lucu saat terkejut barusan.


"Maaf dokter, tadi reflek aja."


"Teruskan bicaramu jangan setengah-setengah !" tegas Johan.


"Maksud Sona pria kecil itu adalah eonni Hana dokter," ujar Sona takut-takut.

__ADS_1


Braaaak !!!


"Apa ?!"


Kali ini gantian Johan yang menggebrak mejanya lebih keras karena terkejut mendengar fakta yang baru saja terlontar dari bibir mungil Sona.


Sedangkan dari sudut ruangan ada sang pemilik cafe yang memperhatikan sikap mereka diam-diam dari tempatnya.


"Duh Gusti itu meja nomer 1 kenapa gebrak-gebrakan meja sedari tadi sih ? Awas saja kalau belah ya !" gerutu si pemilik cafe sambil melirik-lirik dari meja kasirnya.


Wanita berambut bergelombang itu hanya menutup kedua telinganya dengan tangan.


" Maaf."


"Jadi maksudmu selama ini Hana itu menyamar menjadi laki-laki ? Sudah ku duga, pria kecil itu memang aneh saat bertemu denganku," ucap Johan sambil mengingat kembali pertemuan tak terduga mereka.


'Brengs*k jadi selama ini Kenzi sudah bohongi gue ! Awas saja loe Ken gue akan bikin peritungan sama loe karena berani-beraninya loe nyembunyiin tunangan gue !' geram Johan dalam hati sambil mengepalkan kedua tinjunya.


"Bahkan aku lebih aneh lagi dok, aku menyukai pria kecil berkumis tipis itu yang ternyata ia adalah seorang wanita tulen. Bukankah itu menggelikan ?" cicit Sona malu.


"Itu wajar karena kamu tak mengetahuinya."


"Apakah aku masih normal? jika aku merasakan debaran tak biasa kepadanya? aku fikir ia adalah seorang pria lemah yang perlu ku lindungi," imbuhnya.


"Sudah ku bilang itu karena kamu tak mengetahuinya, sekarang katakan padaku dimana Hana saat ini ?" tanya Johan berusaha menekankan kata Hana karena ia tak ingin menanggapi hal selain tentang wanitanya.


"Eonni Hana di culik," jawab Sona lemah.


Braaakkk !!!


"Apa ?!"


Sang pemilik Cafe yang sedari tadi memperhatikan dari sudut pun sudah tak bisa menahan lagi hasratnya untuk tak menegur pasangan yang tengah bertengkar itu. Sudah hampir 30 menit mereka hanya bicara dan belum memesan minum sama sekali itu membuatnya meradang.


"Aa, teteh ! Mohon maaf kalau sedang bertengkar jangan disini. Bicarakan diluar saja dengan baik-baik," tegur sang pemilik cafe.


"Apa ? Kami sedang tidak bertengkar kok iya kan dok ?" lirik Sona kearah Johan.


"Iya kami baik-baik saja."


"Tapi sedari tadi kalian saya perhatikan selalu menggebrak meja, itu sangat mengganggu pengunjung yang lain, jika ingin bicarakan tentang selingkuhan kalian lebih baik keluar !" ungkap sang pemilik cafe yang mengira Johan dan Sona adalah sepasang kekasih.


"Maaf pak ini salah paham, kami bukan pasangan kekasih. Kami hanya teman, maaf jika sudah merusak properti bapak dan mengganggu pengunjung yang lain kami akan pergi," ucap Johan mengalah.


Lalu lelaki manis itu menarik lengan Sona yang masih tak terima jika harus diusir menjauh padahal sedari tadi ia belum makan. Wanita itu menggerutu kesal sambil mencibir kearah si pemilik cafe.


"Aku akan mentraktirmu di tempat lain, jadi jelaskan lebih rinci kondisi Hana kepadaku," pinta Johan kepada Sona.


Sona pun mengangguk setuju.


Lalu mereka pun pergi dari tempat itu dengan mengendarai kendaraan roda empat mereka masing-masing ke tempat makan lain.


Hai kak..


aku pengen ngucapin terima kasih banyak buat semua dukungan kalian selama ini, padahal sebenarnya aku tuh maju mundur buat nerusin crita ini karena sudah diluar ekpetasiku. 😂😂


Tapi sekali lagi terima kasih buat dukungannya.

__ADS_1


Peluk cum jauh dariku. 😘😘**


Saranghae 😘😘***


__ADS_2