
Pagi ini Kenzi bangun agak kesiangan karena setelah ia menunaikan shalat subuh tadi ia pun tertidur kembali. Saat matahari sudah mengintip melalui celah-celah jendelanya, sayup-sayup ia mendengar suara seorang wanita seperti sedang menghitung.
"One..two..three...four," begitu seterusnya sampai berulang-ulang.
"Cckk. .gadis itu, apa yang sedang ia lakukan pagi-pagi begini ?" gumam Kenzi penasaran.
Karena rasa penasarannya yang mendominan akhirnya ia putuskan untuk melihat sendiri apa gerangan yang sedang dilakukan gadis yang semalam baru ia kenal itu.
"One...two...three..four," semakin dekat suaranya semakin jelas.
Ia pun melihat sendiri pemandangan yang tak biasa.Saat ini Sona sedang melakukan senam yoga sendirian. Ia tampak memakai baju yang presbody yang menampilkan lekukan-lekukan tubuh indahnya.Dan ia melakukan gerakan-gerakan yoga dengan berubah-ubah. Keringat tampak mengucur dari dahinya yang terlihat basah.
"Huh....untung badannya tipis seperti triplek jadi gue enggak bernafsu setelah melihatnya."
Setelah bergumam sendiri Kenzi pun masuk kembali ke dalam kamarnya untuk mandi dan memulai aktivitasnya.
Sona pun tampak melirikan matanya melihat kepergian Kenzi. Ia tahu sedari tadi lelaki itu melihatnya.
"Kita lihat saja oppa apa kau tahan dengan sikap jutekmu itu setelah melihat pesonaku ?..he..he, suatu saat akan ku buat kau jatuh hati padaku."
"Iihh keren banget sih omonganku ! udah kayak di sinetron-sinetron Indonesia saja, kayaknya aku punya bakat jadi artis ini !!" seru Sona dengan hebohnya.
"Ehh..ssstt ! lebih baik aku segera bersiap-siap deh jadwal hari ini kan mau berkunjung ke calon kantor baruku..oke..lets go !!"
Setelah Sona sibuk berdialog sendiri ia pun mulai memasuki kamarnya untuk segera membersihkan diri dan berkunjung ke kantor baru tempat ia akan bekerja yaitu KBA beauty corp.
Seperti halnya Sona, hari ini Kenzi juga akan berkunjung ke kantor mamanya itu.S ebagai calon Ceo ia wajib mengetahui semua hal yang terjadi dalam perusahaan. Mulai proses produksi, produktivitas karyawan, ketersediaan bahan baku dan semua hal yang mencakup perusahaan.
Oleh karena itu mungkin mulai hari ini ia akan menjadi coo-ceo sebagai training. Untuk membiasakan diri dengan lingkungan perusahaan.
Setelah Kenzi selesai bersiap dengan setelan jasnya,ia pun segera turun untuk sarapan bersama keluarga.Saat baru turun tangga ia mendengar suara bersenda gurau dari arah meja makan. Ia pun segera menghampiri untuk ikut bergabung dengan yang lain.
"Annyeonghaseyo... oppa !!" sapa Sona dengan semangat.
(Ccckk...gadis parasit itu bagaimana mungkin ?! Bukankah ia tadi masih melakukan senam yoga dibalkon kamarnya ? Apa ia memiliki kekuatan manusia super seperti halnya 'The Flash '?)
Kenzi pun tampak menggeleng-gelengkan kepalanya rasanya itu tidak mungkin.Tapi bagaimana bisa secepat itu ? Biasanya wanita seperti dia itu sudah dipastikan menghabis waktu berjam-jam untuk bersolek diri.
Kini ia lihat wanita itu tampak sudah rapi dengan setelan blazernya, dan make up yang lumayan menor dengan rambut yang diikat menjadi satu. Benar-benar wanita ajaib pikir Kenzi.
Kenzi pun mulai mendudukan dirinya di kursi kosong yang berhadapan dengan tempat duduk Sona.
(Kau pasti bingungkan oppa kenapa aku bisa lebih dulu sampai di meja makan ini daripada kamu ? hehe...itulah kelebihan Han Sona !) ucapnya dalam hati dengan berbangga diri seraya menampikan senyum miringnya.
Ya Sona memang wanita yang gesit ia tidak butuh waktu lama untuk mempercantik diri karena secara fisik ia memang sudah cantik dengan sedikit polesan kuas ajaib dia sudah terlihat cantik dan cute seperti Jisso Blackpink.
"Kenzi , hari ini kamu dan Sona akan berkunjung ke perusahaan bersama, karena kedepannya nanti kalian akan bekerja sama mama harap kerjasama dari kalian ya."
( Apa-apaan mama ini kenapa gue harus berangkat bareng sama si parasit ini ? ini pasti akal-akalan mama aja biar gue bisa deket sama si parasit ini..)
"Tentu saja ajumma..iya kan Ken ?"
"Terserah !!" balas Kenzi datar dan dingin.
__ADS_1
Sona pun hanya nyengir menampilkan gigi kelincinya yang rapi.
"Oh...ya ma, papa kemana ?"
"Papamu sudah berangkat tadi pagi-pagi sekali karena ada meeting mendadak dengan kliennya yang dari luar kota."
"Oh..begitu, lalu kak Kanza dan Keshia ?"
"Mereka sedang mengunjungi mimih dan apihnya yang ada di bogor, rencananya ia akan menginap untuk beberapa hari disana."
"Siapa yang mengantarnya ?"
"Sopir kitalah siapa lagi mang Budi."
(Pantas saja gue harus berangkat bareng sama parasit ini, kalau kayak gini terus-terusan sangat menyebalkan bukan ?)
"Ma...sepertinya mama harus menambah personil sopir kita deh."
"Memangnya kenapa ?"
"Seperti sekarang aja mang Budi mengantar kakak lalu nanti kalau mama pengen kemana-mana bagaimana?"
(Dan yang pasti untuk mengantar si parasit ini !) lanjutnya dalam hati.
"Baiklah ,, mama akan fikirkan kembali saranmu Ken,ayo segera habiskan sarapan kalian," titah mama Laura kepada Kenzi dan Sona.
Untuk menjadi seorang sopir pribadi keluarga Abraham tidaklah mudah. Mereka harus melalui seleksi panjang seperti tes covid-19, tes alkohol, tes narkoba, tes kepribadian dan yang terakhir tes beladiri.
Setelah menyelesaikan sarapannya Kenzi pun langsung pamit dengan mamanya menuju perusahaan keluarga Abraham diikuti Sona yang ada dibelakangnya.
Sampainya ia ke mobil sport Lamborghini Veneno Roadster warna perak yang baru saja beberapa hari papa Kim beli untuknya itu, ia pun mulai membuka kunci pengamannya. Sona pun masih mengikutinya dari belakang.
"Apa yang loe lakukan ?"
"Menumpang...hehe."
"Memangnya gue mengijinkan loe naik mobil gue ?"
"Kamu lupa apa kata ajumma tadi ? kita kan harus berangkat bareng ke kantornya ," jawab Sona polos.
"Berangkat bersama bukan berarti semobilkan ?"
"Iya sih..tapi kan aku lagi gak ada sopir sekali-kali lah biar aku hafal daerah sini dulu baru nanti aku berangkat sendiri, bagaimana boleh ya ?"
"Oke..kalau begitu beberapa hari saja sampai mama ngasih sopir buat loe," balas Kenzi datar.
"Sipp boss !" jawab Sona cepat seraya memberi hormat kearah Kenzi.
(Kalau dilihat dari dekat gini wajahnya oppa cute banget sih seperti masih anak kuliahan, kira-kira umur dia berapa ya ? aku lupa menanyakannya kepada ajeossi ) batin Sona dalam hati.
Akhirnya mobil sport Kenzi itu pun mulai keluar dari halaman rumahnya dan melaju membelah padatnya ibu kota.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di perusahaan tepat waktu. Mereka pun disambut oleh asisten pribadi papa Kim bernama Andre.
__ADS_1
"Selamat siang tuan muda Kenzi dan nona Sona, mr.Kim sudah menunggu diruangannya. Tuan dan Nona diminta untuk langsung ke ruangan beliau, mari saya antar, " tutur Andre dengan sopan meski umur tuan mudanya itu lebih muda 10 tahun darinya akan tetapi lelaki muda itu akan menjadi bossnya diwaktu yang akan datang.
"Baiklah Andre tolong antar saya keruanganya."
Mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju ruangan kerja papa Kim yang terletak dilantai paling atas yaitu lantai 20. Lantai tersebut hanya diperkhusukan untuk ruangan ceo. Saat mereka berada didalam lift tiba-tiba Sona pun menyeletuk.
" Ajeossi ...bisa berhenti dulu ? maaf tiba-tiba saya ingin pergi ke toilet ," ucap Sona dengan jujur.
"Bisa Nona," balas Andre seraya akan memencet tombol liftnya.
"Tidak bisa ! lima menit lagi kita sampai bisa tidak ditahan sebentar !" larang Kenzi dengan mata melotot.
Pak Andre pun tidak berani lagi membantah.Sepertinya calon boss kecilnya ini adalah orang yang sensitif. Jadi ia harus berhati-hati dalam bertindak kalau masih ingin bekerja ditempat ini.Karena mendapat plototan dari Kenzi, gadis itu pun langsung mincep dibuatnya.
"Huh ! dasar beruang kutub tidak punya empati sama sekali sifatnya sangat berbeda dengan ajeossi aku meragukan kalau ia ini benar-benar anak ajeossi," gumam Sona lirih tapi terdengar sampai ke telinga Kenzi.
"Apa loe bilang ?!" gertak Kenzi. Telinganya masih berfungsi dengan baik untuk.mendengarnya.
"Ehh..enggak oppa, tidak ada apa-apa," balas Sona kikuk.
(Sudah dingin kaya beruang kutub, jutek lagi tapi sayangnya ia cakep. Aku tak bisa membencinya... he ..he) batin Sona sambil terkekeh.
Sampainya dilantai dimana ruangan papa Kim berada,Sona pun tampak menyerobot keluar dari dua lelaki yang berdiri didepannya.
"Maafkan aku...maafkan aku, aku sedang terburu-buru untuk panggilan alam !" seru Sona sambil berlari kearah toilet luar yang biasa digunakan untuk siapa saja yang sedang berada dekat ruangan ceo mereka.
"Dasar gadis parasit ! mimpi apa aku semalam harus kenal gadis seperti dia ," keluh Kenzi.
"Sepertinya nona Sona adalah gadis yang enerjik tuan muda," ucap Andre menimpali.
"Jangan panggil saya tuan, panggil saja Kenzi !" perintah Kenzi dingin.
"Ba..baiklah mas Kenzi."
tok...tok..tok !
"Masuk !"
"Papa...kenapa papa enggak bilang kalau gadis parasit eh..maksudku Sona itu akan kerja diperusahaan kita ini ?"
"Sepertinya papa sudah menjelaskannya kemarin apa kau tidak mendengarnya Kenzi ?"
Kenzi tampak menggeleng-gelengkan kepala tidak tahu lebih tepatnya ia sedang tidak fokus kemarin.
"Sona akan menjadi sekretaris pribadimu nanti, karena menurut papa ia gadis yang enerjik, cekatan dan serba bisa."
"Apa ?!! gadis itu akan menjadi sekretaris pribadi Kenzi pa? Apa papa tidak salah orang? ia seperti gadis manja pada umumnya Kenzi tidak suka."
"Kenzi..Kenzi...itu karena kau belum mengenalnya,setelah mengenalnya lama kau akan dibuat takjub olehnya."
Dari luar pun Sona mendengarkan perdebatan ayah dan anak itu dengan seksama. Namanya disebut-sebut membuatnya semakin besar kepala.
(Lihat saja patung manekin akan ku buat kau bucin akut denganku suatu hari nanti ) batinnya dengan senyum misterius.
__ADS_1